Time Management that Works (1)
Editor | Kolom Tetap | September 8th, 2009
Oleh: Agung Praptapa*
“Orang sukses mengendalikan waktu, bukan dikendalikan oleh waktu.”
~ Agung Praptapa
“Hari gini masih bicara manajemen waktu?” Pertanyaan tersebut menggoda saya untuk tidak menulis topik ini. Masalah manajemen waktu tampaknya sangat klasik dan sudah banyak orang yang membahas. Namun demikian, dari hari ke hari bahkan sampai sampai saat ini pun, saya masih sering mendapatkan pertanyaan berkenaan dengan bagaimana mengatur waktu agar efektif.
Tidak hanya itu, saya sendiri masih saja sering menghadapi problema tentang mengatur waktu. Sampai sekarang, saya terus mencari formula yang tepat agar waktu yang terbatas ini dapat saya manfaatkan secara efektif. Jadi, masih mau membahas mengenai manajemen waktu? Saya nyatakan YA. Karena ini perlu!
Manajemen waktu yang sudah sering dibahas sejak dahulu kala ini ternyata terus diminati banyak orang. Kursus mengenai manajemen waktu tetap eksis sampai saat ini di Amerika. Hampir semua perguruan tinggi di Amerika memberikan materi manajemen waktu pada masa orientasi mahasiswa baru. Hal itu juga dilakukan di perguruan tinggi di negara lain, termasuk di Indonesia. Tampaknya, topik manajemen waktu tidak pernah usang.
Manajemen waktu berkenaan dengan bagaimana kita mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari waktu yang terbatas ini. Sehari adalah 24 jam, tidak kurang dan tidak lebih. Satu minggu hanya tujuh hari. Tidak bisa kurang dan tidak bisa lebih. Pertanyaannya sekarang, seberapa besar kita bisa menghasilkan nilai dan manfaat (value and benefit) dari apa yang kita kerjakan dalam kurun waktu yang terbatas tersebut?
Manajemen waktu bukan sekadar merencanakan dan melaksanakan apa yang akan dikerjakan pada saat dan kurun waktu tertentu. Yang lebih penting, akan menghasilkan apa pada kurun waktu yang telah ditentukan tersebut? Jadi, manajemen waktu tidak sama dengan sekadar mengisi waktu. Manajemen waktu berkenaan dengan seberapa besar nilai dan manfaat yang akan kita hasilkan dalam kurun waktu tertentu. Manajemen waktu harus result oriented.
Ciri-ciri Waktu
Waktu adalah sumber daya yang apabila tidak dimanfaatkan akan segera menjadi usang. Sebagai ilustrasi misalnya, kita diberi makanan yang harus dimakan saat itu juga, yang kalau tidak dimakan akan segera busuk. Kita akan diberi barang berharga, uang yang banyak misalnya, tetapi apabila kita tidak menerima pemberian tersebut pada saat itu juga, maka uang tersebut akan diberikan pada orang lain. Ilustrasi tersebut menggambarkan bahwa sekali kita tidak memanfaatkan waktu, waktu tersebut akan sirna.
Waktu tidak bisa diputar ulang. Waktu yang telah berlalu akan segera menjadi sejarah. Oleh karenanya, tinggal kita ingin tercatat dalam sejarah sebagai apa. Kalau kita dalam satu jam yang baru saja berlalu kita tidak mengerjakan apa-apa, sejarah akan mencatat bahwa kita dalam satu jam tersebut tidak mengerjakan apa-apa. Bayangkan saja bahwa perjalanan hidup kita selalu terekam atau tercatat dengan baik dan detail. Kemudian lihatlah catatan apa yang kita kerjakan. Tonton rekaman tentang apa yang kita perbuat. Itulah sejarah hidup kita. Tidak bisa diulang. Apa lagi dihapus.
Waktu tidak bisa dihentikan. Unstopable. Tidak bisa di-pause. Ia akan terus menggelinding dan tidak ada titik berhentinya. Mungkin waktu hanya berhenti saat kiamat nanti. Semua keputusan hidup kita berada di dalam bola waktu yang terus mengelinding. Kita tidak bisa menghentikan waktu, tetapi waktu bisa menghentikan perjalanan hidup kita (sorry to say ditandai dengan kematian manusia).
Meskipun waktu terus menggelinding tanpa henti, waktu tetap bisa kita kendalikan. Sekuat-kuatnya gajah—apabila kita mampu mengendalikannya—gajah tersebut dapat kita manfaatkan untuk tujuan kita. Seganas-ganasnya singa—kalau kita bisa mengendalikannya—juga akan dapat kita manfaatkan. Waktu juga demikian. Meskipun waktu begitu konsisten dan terus melaju, tetapi kalau kita bisa mengendalikannya, waktu bahkan akan menjadi alat kita untuk mendapatkan apa yang kita mau. Orang sukses mengandalikan waktu, bukan dikendalikan oleh waktu.
Mengendalikan Diri dalam Putaran Waktu
Benarkah waktu bisa kita kendalikan? Bukannya waktu akan berjalan terus tanpa seorang pun bisa menghentikannya? Iya, benar. Kita tidak bisa menghentikan perjalanan waktu. Oleh karenanya, mengendalikan waktu bukan berarti waktu bisa kita percepat atau kita perlambat. Yang dimaksud mengendalikan waktu adalah mengendalikan diri di dalam putaran waktu yang ada. Sama halnya dengan manajemen waktu. Manajemen waktu adalah manajemen diri dalam putaran waktu yang ada.
Saya sering berimajinasi melakukan akrobat, di mana saya harus bergelantungan pada sebuah kincir yang terus berputar. Sementara, saya bersama tim akrobat lain harus berpegangan pada kerangka kincir tersebut agar tidak jatuh. Kincir terus berputar, sedang kami harus melakukan atraksi pada kincir tersebut. Kita harus pandai-pandai mengendalikan diri agar tidak terjatuh. Mengendalikan waktu logikanya sama dengan melakukan atraksi pada kincir yang sedang berjalan. Agar selamat kita harus pandai-pandai mengendalikan diri pada putaran waktu yang ada.
Seberapa jauh pentingnya mengendalikan diri dalam manajemen waktu? Manajemen waktu tidak jauh berbeda dengan konsep manajemen pada umumnya. Secara umum proses manajemen meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Manajemen waktu juga demikian. Manajemen waktu meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian waktu. Kita akan bahas satu-persatu dalam tulisan seri berikutnya.[ap](bersambung)
* Agung Praptapa, adalah seorang dosen, pengelola Program Pascasarjana Manajemen di Universitas Jenderal Soedirman, dan juga Direktur AP Consulting, yang memberikan jasa konsultasi bisnis dan training di bidang personal and organizational development. Alumni UNDIP, dan kemudian melanjutkan studi pascasarjana ke Amerika dan Australia, di University of Central Arkansas dan University of Wollongong. Mengikuti training dan mempresentasikan karyanya di berbagai universitas di dalam negeri maupun di luar negeri termasuk di Ohio State University, Kent State University, Harvard University, dan University of London. Kolomnis tetap di andaluarbiasa.com. Website: www.praptapa.com Email: praptapa@yahoo.com.

September 8th, 2009 at 4:09 pm
Bikin penasaran ajah nih, pak Agung. heheh.. kebetulan saya juga sedang cari training mengenai “Time Management” yang OK.. tapi yg applicable. Tidak sekedar teori saja pak.
September 8th, 2009 at 10:05 pm
Thanks Fita. Tentang training bisa kita follow up loh..he..he….
September 20th, 2009 at 12:35 am
Banyak orang tidak menyadari bahwa waktu adalah asset berharga yg kita miliki. Setelah sadar baru menyesal kemudian.
Pak Agung, saran saya cobalah masuk juga ke http://www.kompasiana.com tulisan Anda pasti banyak penggemarnya.
September 22nd, 2009 at 6:30 pm
Makasih bu endang, saya dah baca tulisan Ibu disana. Ok..akan saya coba ngirim tulisan ke sana juga…sukses ya bu….
November 9th, 2009 at 12:43 pm
Artikelnya mantep Pak Agung.
Di tempat saya kebetulan juga ada.
Tapi baru belajar ngeblog sich.. he3x..
Oh iya pak. Contoh real ttg Time Management donk pak, yang step-by-step gitu, biar bisa diterapkan dengan tepat..
December 17th, 2009 at 8:20 pm
Mantap..betul pak..bila kita dapat mengendalikan waktu,maka kta dpt melangkah menuju ‘good result’, n good a life brada dlm cengkraman kta..truskan pjuangan pak.salam dahsyaaat
December 20th, 2009 at 6:45 am
@ hanyA:step by stepnya ada di buku saya yang akan terbit 2010 yang berjudul “Managing Yourself”
@Anto frengky: ayo kita kuasai waktu! sukses!