The Right Man in the Right Place?
Editor | Kolom Lepas | August 18th, 2009
Oleh: Radinal Mukhtar Harahap*
Alkisah, dua orang pemuda di salah satu sekolah favorit di Kota Medan menerima beasiswa dan diutus untuk menempuh pendidikan di salah satu universitas terkemuka di Kota Surabaya. Kedua pemuda tersebut menempuh pendidikan pada prodi yang sama dan semester yang sama.
Namun demikian, kecendrungan kedua pemuda itu berbeda. Pemuda pertama menyukai dunia kepenulisan, dan pemuda kedua menyukai dunia bisnis dan entrepreneur. Dan, keduanya berhasil di bidangnya masing-masing dengan prestasi yang luar biasa.
Setelah menyelesaikan pendidikan di universitas, mereka berdua pun pulang kembali ke sekolah yang telah memberikan beasiswa kepada mereka. Kedua pemuda tadi diprioritaskan untuk menjadi guru atau pengajar di sekolah mereka.
Beberapa bulan mengajar, kedua pemuda itu mendapatkan pengalaman yang berbeda. Pemuda pertama sangat bersemangat dalam menggeluti profesi barunya sebagai guru. Namun pemuda kedua terlihat lemas dan lesu dalam bekerja sebagai tenaga pengajar.
Setelah ditanya, apa penyebab perbedaan keadaan tersebut, pemuda pertama mengatakan bahwa dunia kepenulisan sangat cocok baginya karena ia bisa mentransformasikan ilmu kepenulisannya kepada murid-muridnya. Sedangkan pemuda kedua mengatakan bahwa anak-anak didiknya yang masih sangat remaja sekali sering takut diajak berbisnis ataupun menggeluti dunia entrepreneurship.
Membaca kisah dua pemuda penerima beasiswa itu, kita akan mendapatkan satu hal yang sangat berharga dalam menghadapi kehidupan. Bahwa, seseorang yang berpotensi selayaknya mendapatkan ‘tempat yang layak dan pantas’. Karena, tempat yang layak dan pantas sangat berpengaruh terhadap pengembangan potensi orang itu.
Pemuda pertama yang menyukai dunia kepenulisan, tentunya sangat cocok dengan lingkungan pembelajaran. Ia tentunya akan sangat bersemangat menyalurkan ilmu-ilmunya kepenulisannya kepada murid-muridnya. Namun berbeda dengan pemuda kedua yang lebih condong kepada dunia bisnis dan entrepreneurship. Walaupun ia berhasil dalam dunianya, ternyata ia ‘mengaku susah’ untuk menyebarkan virus-virus kesuksesannya. Ini diakibatkan banyaknya siswa yang ‘takut’ terjun ke dunia yang masih minim peminatnya itu. Tetapi, apakah faktor lingkungan merupakan satu-satunya penyebab sukses?
Tentu kita percaya bahwa faktor lingkungan bukanlah satu-satunya faktor penyebab sukses. Hal ini bergantung pada seberapa besar pengaruh seseorang tersebut terhadap lingkungannya. Secara singkat dapat kita pertanyakan, apakah seseorang itulah yang memengaruhi lingkungan, atau lingkungannya yang memengaruhi dirinya sendiri?
Untuk situasi pertama, yaitu mereka yang memengaruhi lingkungan, mungkin tidak menjadi masalah baginya untuk meraih kesuksesan. Karena, dialah yang memengaruhi lingkungan. Bila ia sukses, lingkungannyalah yang akan mendapatkan cipratan ‘kesuksesan’ tersebut.
Namun, yang menyusahkan adalah mereka yang sukses bila hanya bertempat tinggal di sekeliling orang yang sukses. Dan, bila ia tidak bertempat tinggal dilingkungan yang sukses, ia pun tidak akan mendapatkan kesuksesan. Lalu, apakah solusinya?
Setiap manusia adalah penentu bagi kesuksesannya sendiri. Betapapun besarnya motivasi, pantas layaknya sebuah lingkungan, efisien atau tidaknya fasilitas, diri sendirilah yang menjadi penentu kesuksesan. Setidaknya, itulah yang harus kita pahami bersama.
Adagium the right man in the right place selayaknya kita ganti dengan adagium i am the right man where ever and when ever. Sayalah orang yang tepat untuk setiap kondisi dan waktu, karena sayalah yang berpengaruh pada lingkungan, bukan lingkungan yang memengaruhi saya. Semoga![rmh]
* Radinal Mukhtar Harahap adalah alumnus PP Ar-Raudhatul Hasanah, Medan, Sumatera Utara. Kini menempuh pendidikan sambil “nyantri” di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Sedang “jatuh cinta” dengan dunia kepenulisan dan motivasi. Ia dapat dihubungi di radinal88[at]gmail[dot]com atau 081331185527.
August 18th, 2009 at 4:02 pm
Kesimpulan: Jangan larut dalam suasana, tapi ciptakan suasana. Hari ini Indonesia memang sangat membutuhkan nutrisi dan vitamin motivasi..