The Map of Success
Editor | Kolom Tetap | June 16th, 2009
Oleh: Relon Star*
”Ada banyak orang sukses di dunia ini,
tetapi tak satupun mempunyai cerita yang sama”
~ Relon Star
Di sekeliling kita, pasti banyak orang sukses yang dijumpai. Namun, selalu saja ada cara yang berbeda yang mereka miliki dalam mencapai sukses. Memang, ada beberapa komponen yang memiliki benang merah dari semua yang mereka lakukan—seperti: disiplin, konsisten, tekun, fokus, berpikir besar—dan banyak komponen lainnya yang pasti dimiliki orang sukses. Tetapi, peta untuk menuju sukses, setiap orang memiliki caranya masing-masing.
Cara menggapai sukses tergantung dari pikiran kita. Tentunya Anda sudah sangat tahu akan hal ini. Tetapi sayangnya, masih banyak orang yang terjebak dengan ketakutan ketika membicarakan mimpi-mimpinya. Waktu saya ngobrol dengan orang-orang seperti itu, biasanya mereka sangat takut dikatakan sombong jika berbicara tentang lompatan-lompatan yang ingin dia lakukan semasa hidupnya. Kenapa? Ini membuktikan banyak orang yang takut kalau harapannya itu tidak tercapai, padahal ia sudah mengumumkan mimpinya kepada setiap orang. Maka dari itu, daripada banyak omong, mereka berpikir lebih baik tidak usah membicarakan tentang lompatan-lompatan yang ingin mereka lakukan semasa hidup. Akibatnya, karena takut membicarakannya, mereka lalu menguburkan dalam-dalam mimpi tersebut, dan memilih tidak menjadi apa-apa. Mungkin ini akan lebih aman, pikir mereka.
Ada kisah tentang dua orang tahanan yang berada dalam satu sel kecil tanpa lampu, kecuali cahaya yang masuk melalui jendela yang kecil, yang tingginya hampir satu meter dari atas tanah. Dua orang tahanan itu sering kali melihat ke arah jendela itu. Salah satu tahanan hanya melihat teralis—yang sudah pasti jelek, warna metalik yang mengingatkan mereka akan realitas. Dari waktu ke waktu tahanan itu menjadi putus asa, pahit, marah, dan tak berpengharapan.
Kontrasnya, tahanan yang lain melihat bintang-bintang di langit. Ia mengacuhkan pandangan di depan matanya, walaupun nyatanya ia sedang berada dalam teralis besi juga—sama seperti temannya. Lalu, pengharapan muncul dalam dirinya ketika dia mulai berpikir tentang kemungkinan untuk memulai kehidupan yang baru di dalam kebebasan.
Cerita ini sangat menarik perhatian saya. Ada dua orang yang sama dalam satu tempat, tetapi memiliki cara berpikir yang berbeda. Dari cara berpikir yang berbeda itu, tentu akan menelurkan hasil yang berbeda pula, bukan? Hal seperti ini banyak dijumpai dalam hidup sehari-hari. Ada orang yang berkata, ”Sukses itu harus dilalui lewat jalan berliku-liku,” namun ada juga yang berkata, ”Untuk sukses itu bisa kok lewat jalan lurus.”
Mereka melihat melalui jendela yang sama, tetapi yang satu melihat jeruji besi sedang yang lain melihat bintang. Dan, perbedaan cara berpikir inilah yang menentukan pencapaian ke depan dalam kehidupan seseorang. Jika seseorang hanya melihat pada jeruji besi, maka semakin rendah lompatan yang ia hasilkan. Namun, jika ia mampu bintang di balik jeruji besi yang menghalangi pandangannya, maka semakin tinggi juga lompatan sukses yang akan ia capai.
Dalam bukunya Pembangkit Semangat Hidup, Zig Ziglar menceritakan kisah Art Linkletter yang benar-benar merupakan ikon dalam sejarah Amerika. Usianya lebih dari sembilan puluh tahun dan masih bersemangat. Ia berenang 26 putaran setiap hari, makan secukupnya, tidak merokok atau minum minuman beralkohol, dan menikmati hidupnya. Ia memberi nasihat yang manis sekali, ”Kerjakan sedikit lebih banyak daripada yang Anda dibayar untuk itu, berikan sedikit lebih banyak daripada yang harus Anda berikan, berusahalah lebih keras daripada yang Anda inginkan, bidiklah sedikit lebih tinggi daripada yang Anda pikir mungkin, dan berikan banyak ucapan syukur kepada Tuhan untuk kesehatan, keluarga, dan sahabat.”
Kalau kita mengkaji ulang, komponen untuk sukses harus dimiliki oleh setiap orang yang ingin sukses, karena lompatan yang lebih tinggi yang ingin dihasilkan. Bukan sebaliknya. Ketika orang menetapkan pencapaian yang lebih tinggi, maka ia harus memaksa diri berdisiplin. Bukannya setelah ia mencapai sukses, barulah ia bertekad untuk mendisiplin diri. Bukan demikian. Komponen untuk sukses harus lebih dahulu dilakukan, dan itulah yang membuat Anda bersemangat, karena Anda menginginkan lompatan yang lebih tinggi.
Cara orang mencapai sukses tidak selalu sama. Walaupun kita menjumpai begitu banyak orang dalam bidang yang berbeda, namun sama-sama sukses, tetapi waktu ditanya bagaimana mereka dapat mencapai sukses, tentunya mereka memiliki jawaban yang berbeda. Saya penah menemui seseorang yang memang sukses karena unsur keberuntungan. Tetapi, banyak yang lainnya karena menerapkan komponen dari kesuksesan.
Penting bagi kita untuk tetap menjaga pikiran kita agar selalu menyiapkan lompatan yang lebih tinggi lagi dalam mencapai sesuatu. Hidup akan terasa bergairah ketika Anda selalu memiliki cara baru atau ide baru untuk pencapaian Anda. Takut untuk bermimpi hanyalah menjadikan Anda melihat jeruji besi di balik indahnnya bintang di alam kebebasan.
Jeruji besi hanya akan mengingatkan Anda pada kegagalan Anda. Sedangkan melihat bintang, akan mendongkrak semangat Anda untuk melakukan lompatan yang lebih tinggi. Namun, tidak ada yang dapat membatasi Anda akan mimpi-mimpi Anda—selain diri Anda. Memang, akan jauh lebih mudah untuk melihat teralis besi daripada melihat bintang.[rs]
* Relon Star adalah seorang public speaker dan penulis buku Run or Die (2008). Saat ini ia bekerja sama dengan Departemen Pemberdayaan Perempuan, aktif mengisi seminar-seminar serta penyuluhan di sekolah-sekolah mengenai bahaya narkoba. Relon dapat dihubungi melalui pos-el: relonstar[at]yahoo[dot]com.
June 17th, 2009 at 6:29 pm
Beyond the limit!…good!
June 19th, 2009 at 8:50 pm
Memang typical bangsa kita takut bermimpi, dan kalau kita berbicara yang berbau “mengkhayal” pasti dibilang ngelantur.Padahal sukses dapat diawali dari mimpi dan khayalan asal dikejar dengan benar. Tq , Great writing. Salam Kaizen
June 21st, 2009 at 9:38 pm
keinginan yang kuat dan tekat yang bulat serta mengetahui kemampuan diri akan mengan tar kpd kesuksesan..terimakasih relon star atas inspirasinya