Teruslah Bermimpi
Editor | Kolom Lepas | February 16th, 2010
Oleh: Nurainun*
“Bermimpilah, Tuhan akan memeluk mimpimu.”
~ Arai-Sang Pemimpi
Film Laskar Pelangi yang telah tenar pada beberapa tahun terakhir ini patut di beri acungan jempol. Sampai saat ini, mungkin hanya film inilah satu-satunya film Indonesia yang menggambarkan semangat juang tinggi untuk mencapai mimpi. Pada film tersebut digambarkan bagaimana perjungan dan semangat anak-anak Melayu Belitong yang mempunyai keterbatasan materi. Tapi, mereka tak pernah takut bermimpi. Hal tersebutlah yang membawa SD Muhammadiyah, tempat mereka mengenyam pendidikan sekolah menjadi SD yang dapat mengungguli SD PN Timah sebagai juara bertahan di tanah Belitong pada tahun-tahun sebelumnya.
Seseorang yang ingin sukses adalah orang yang tak pernah takut bermimpi. Dan, dengan itu pulalah orang tersebut tidak tinggal diam dan duduk manis di rumah untuk mencapai mimpinya. Kekutan mimpi membuat sang pemimpi mampu bekerja keras untuk mewujudkan impiannya. Mengenai pencapaian mimpi tersebut tergantung seberapa besar usaha yang dilakukan oleh sang pemimpi. Jika ia ingin cepat mencapai mimpinnya, tak mungkinlah ia akan bermalas-malasan saja. Tentu ia akan melakukan berbagai proses yang pastinya tak semudah membalikkan telapak tangan.
Perlu diketahui bahwasannya tujuan akhir yang diinginkan oleh sang pemimpi tidak harus menjadi patokan utama dalam kesuksesan seseorang. Ada kalanya seseorang harus mengalami kegagalan terlebih dahulu untuk menuju kesuksesan dalam mencapai mimpinya. Hal ini yang terkadang membuatnya stres, putus asa, dan tak mau bangkit lagi menyusun mimpi kembali. Sayang sekali.
Seharusnya, hal tersebut dapat dihindari apabila kita menyadari bahwa yang terpenting adalah proses dalam pencapaian mimpi tersebut, bukan hasil yang akan dicapai. Dalam perjalanan mencapai mimpi banyak sekali hal-hal yang dapat kita ambil sebagai pelajaran hidup. Yang mana hal-hal tersebut dapat memberi kekuatan untuk pantang menyerah dalam mewujudkan impian.
Misalnya, seorang Ikal, tokoh fiksi dalam film Laskar Pelangi yang menjadi pembuka tulisan di atas. Sepanjang perjalanannya mencapai mimpi untuk pergi ke Perancis, ia bertemu dengan sahabat-sahabat dan guru yang luar biasa, yang membuatnya terus bersemangat dalam mewujudkan impiannya menuju kota tercantik di dunia itu. Yang mana apabila pun ia tak dapat mencapai mimpinya, ia akan sangat beruntung bisa bertemu dan berjuang bersama-sama orang-orang yang luar biasa seperti teman-teman dan gurunya tersebut.
Dalam hal ini, benarlah kata sebagian orang yang mengatakan bahwa kesuksesan adalah sebuah proses, bukan hasil. Dengan pandangan seperti ini, maka tidak ada kata putus asa dalam pencapaian mimpi. Karena, yang terpenting adalah proses dan perjalanan bagaimana mencapai mimpi tersebut, bukan hasil akhir sesuai yang diinginkan.
Waktu saya masih duduk di bangku yang setara dengan SMA, mimpi saya adalah dapat melanjutkan studi di tanah Jawa. Seperti yang orang-orang inginkan, saya juga ingin menjadi yang terbaik bagi diri saya sendiri, orang tua, dan orang-orang yang ada di sekitar saya, supaya dapat menghantarkan saya menjadi yang terbaik di hadapan Sang Pencipta. Saya ingin sekali memijakkan kaki di tanah Jawa, tanah di mana nenek moyang saya menjalani kehidupannya dulu.
Berkat usaha dan doa yang saya dan orang-orang di sekitar saya lakukan, setelah melalui berbagai macam seleksi, akhirnya saya diamanahkan oleh Allah SWT untuk menyelesaikan studi S-1 saya di tanah Jawa dengan tanpa mengeluarkan biaya. Ya, saya mendapatkan beasiswa, sesuatu yang menurut saya adalah hal menyenangkan sekaligus berat. Karena, saya harus mempertanggungjawabkan apa-apa yang telah di amanahkan kepada saya, bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat kelak. Dan skarang, saya masih di sini, akan terus bermimpi karena saya menyadari bahwa keberadaan saya di sini merupakan salah satu wujud dari mimpi-mimpi saya beberapa tahun yang lalu.
Terakhir, saya katakan: Janganlah pernah takut bermimpi! Dan, berusahalah mencapai mimpi tersebut tanpa lelah. Yakinlah! Kekuatan mimpi akan menggerakkan kaki Anda agar melangkah, berjalan, dan berlari mengejarnya.[nun]
* Nurainun adalah alumni Pesantren Tekologi Riau, mahasiswa Universitas Airlangga Jurusan Fisika Fakultas Sains & Teknologi, anggota Comunity of Santri Scholar of Religious Affair (CSS MoRA). Ia dapat dihubungi pos-el: pienung_5[at]yahoo[dot]com atau Hp:08983787803.
February 23rd, 2010 at 7:49 pm
wah…keren!!sangat menginspirasi…enak ya dpt beasiswa kuliah kayak mbk Nur….hmm
February 24th, 2010 at 5:11 am
Great…saya setuju dengan berani memiliki mimpi Allah akan memeluk mimpi kita,Karena pasti si pemimpi memiliki keberanian untuk berjuang, dan pasti dia memiliki optimisme yang luar biasa.thanks atas motivasinya