Tersesat ke Jalan yang Benar: Refleksi Perjalanan Sebuah Buku

Melly KiongOleh: Melly Kiong*

Masih hangat dalam ingatan saya, bagaimana seorang teman memberikan ide agar saya menuliskan pengalaman saya dalam bekerja sambil mendidik anak. Rasanya, apa pun yang dia katakan pada saat itu masih terbayang, bagaimana saya membelalakkan mata atas ide yang sedikit gila itu. Namun, sepanjang perjalanan pulang dari Sukabumi ke Jakarta, ternyata ide tersebut cukup mengiang-ngiang di telinga saya. Dan, ternyata semangat saya untuk berbagi pengalaman dengan wanita-wanita lain yang juga bekerja seperti saya memang besar.

Tanpa disadari, seakan semuanya bersambut, hadiah communicator dari suami saya ternyata sangat bermanfaat. Saya pakai setiap waktu tunggu saya untuk mencoba menuliskan poin-poin yang ingin saya tuliskan, baris demi baris, lembar demi lembar, akhirnya tertulis juga sampai puluhan halaman. Seakan tidak percaya, ketika saya mencoba menawarkan ide penulisan saya dalam sebuah buku, ternyata sangat antusias tanggapan orang-orang yang saya tawari, padahal semua itu masih dalam wacana.

Banyak yang tidak percaya dengan niat saya, karena ini benar-benar adalah dunia yang sangat jauh dari kebiasaan saya, itu adalah dunia menulis. Orang yang paling mencintai saya pun akhirnya ikut komentar, “Jangan bermimpilah, siapa sih lu? Kalaupun mau jadi penulis, mulailah dulu menulis di pojok-pojok koran kecil….

Ada lagi komentar, menulis buku sepertinya hanya meletakkan kartu nama, orang baru mau ambil. Jadi penulis tidak bisa kaya… Dan, masih banyak lagi komentar-komentar, yang oleh saya kemudian saya ramu menjadi tenaga dahsyat yang menghasilkan sebuah tekad, “Saya akan buktikan kalau saya tidak main-main!”

Ternyata, perjalan saya yang berliku perlahan mulai terbuka sudah. Banyak orang besar yang akhirnya dibukakan pintu hatinya untuk bergabung dalam gelombang pikiran saya, yaitu gelombang perubahan untuk anak bangsa. Bagaimana saya memulainya?

Saya punya dua teman kepala sekolah yang dengan ketulusan luar biasa akhirnya membukakan pintu jalan bagi perjuangan saya. Berkat pengalaman berbagi secara nyata, yaitu dengan program ngamen (diskusi dan seminar: red) di sekolah, akhirnya semakin memantapkan jalan saya, bahwa saya harus melanjutkan jalan yang sudah saya pilih dengan hati nurani.

Semua pihak tercengang melihat keberanian saya memutar haluan, dunia kepenulisan pun ikut terimbas karena ketersesatan saya. Namun, ada kebahagian lain yang tidak bisa saya gambarkan dengan kata-kata. Ternyata tulisan saya mengguncang dunia kepenulisan dengan lelucon, Wong seorang Melly Kiong yang tidak bisa menulis saja bisa jadi buku!? Kalau di dunia milis, saya selalu diketawai karena tulisan-tulisan saya yang tidak sesuai dengan tatanan EYD. Namun, saya hanya menghibur diri, “Memang saya harus berbagi kerjaan kok sama editor hahaha….

Dan, tanpa terasa dari proses ngamen sejauh ini, akhirnya saya merasa menemukan dunia yang selama ini belum pernah saya temukan. Saya merasa tersesat, tetapi saya berharap dan berdoa semoga saya tidak kembali ke dunia saya yang semula.

Hari ini saya mencoba mengungkapkan semua pengalaman saya, semoga apa yang saya lakukan, apa yang saya dapatkan bisa menjadi inspirasi bagi penulis-penulis lain di negeri ini. Dan, hanya satu kata kunci yang saya punya, menuliskan dengan jujur apa yang kita ketahui dan kita rasakan itu sangat baik untuk bisa di-share kepada orang lain.

Terima kasih banyak untuk orang-orang hebat yang telah dikirim Tuhan untuk memberikan support kepada saya, baik dengan maupun tanpa sengaja, serta teman-teman media yang telah berpartisipasi dalam pemberitaan yang tulus. Dan, terima kasih terutama untuk seluruh keluarga besar saya yang akhirnya harus bangga dengan perjuangan saya.

Akhir kata, saya ucapkan banyak terima kasih untuk Edy Zaqeus (editor buku saya) yang selalu dengan sabar memberikan masukan-masukan, bahkan telah menyebarkan kabar tersesatnya Melly Kiong di dunia kepenulisan. Salam Rumah Moral Peduli Anak Bangsa![mk]

* Melly Kiong adalah lahir tahun 1969 di Singkawang, Kalimantan Barat. Semula dia adalah tenaga pemasaran sebuah perusahaan kimia, yang menuliskan pengalamannya dalam mendidik anak sembari aktif sebagai wanita pekerja, dalam buku Siapa Bilang Ibu Bekerja Tidak Bisa Mendidik Anak dengan Baik? (Elex Media Komputindo, 2008). Kini, Melly aktif menjadi pembicara publik tentang parenting dan moralitas dalam sekolah dan rumah tangga. Untuk mendukung kiprahnya, Melly mendirikan sebuah lembaga bernama Rumah Moral. Melly dapat dihubungi melalui pos-el: melly_kiong[at]yahoo[dot]com, atau telepon 021-68016672.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 8.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)

One Response to “Tersesat ke Jalan yang Benar: Refleksi Perjalanan Sebuah Buku”

  1. maria saumi Says:

    salut bu!..sukses terus..semoga

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya
Oleh: Don Gabor
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
ISBN: 978-979-22-5073-2
Tebal: xviii + 380 hal

Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas!
Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda pada empat gaya berjejaring—Kopetetif, Supel, [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox