Terjebak Background

fksOleh: Fatma Kartika Sari*

Sering kali kita harus berhadapan dengan kondisi yang sebenarnya tidak kita inginkan, tetapi kita tetap harus melakukan sesuatu. Dengan rasa terpaksa seseorang harus menutupi kekurangannya agar tak terlihat oleh orang lain. Berpura-pura bahagia dengan senyumannya, padahal seharusnya ia menangis karena kondisi sesungguhnya. Ada lagi seseorang yang layaknya seperti orang yang tak memiliki masalah. Ia terpaksa begitu karena berusaha mengimbangi orang-orang di sekitarnya yang selama ini menganggapnya sebagai orang kaya. Beban itu harus ditanggung hanya karena rasa takutnya akan ejekan yang mendera. Ia tidak ingin malu di hadapan orang lain sehingga akhirnya malah terkungkung oleh situasi yang seharusnya tidak dilakukan. Orang itu terjebak oleh keadaan.

Banyak contoh yang membuat orang harus terjebak oleh situasi seperti itu. Ada sepasang suami istri yang dikenal berasal dan berlatar belakang dari keluarga kaya. Keluarga sang suami sungguh senang karena menantu mereka bukan orang susah sehingga mereka tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk kelangsungan rumah tangga anak mereka. Begitu pula dengan keluarga sang istri, merasa tak kalah senang karena anak perempuannya tidak akan merasa kekurangan, karena memiliki mertua yang kaya.

Ternyata ekonomi rumah tangga suami istri itu tak selamanya berjalan mulus. Beberapa kali mereka harus mendapatkan permasalahan ekonomi. Mereka pun berharap orang tua dapat membantu kesulitan yang sedang mereka alami. Tetapi, kedua belah pihak keluarga mereka sama-sama saling mengandalkan. Akhirnya, pasangan suami istri itu bingung harus meminta pertolongan kepada siapa. Si suami malu hati kalau orang tua si istri menganggap dirinya tak becus mengurus keluarga. Apalagi mertuanya berkecukupan. Sedangkan kalau meminta bantuan pada orang tuanya sendiri, ia juga tak kalah malu kalau-kalau nanti dikira bahwa orang tua si istri sedang jatuh miskin. Sebuah dilema karena mereka terjebak oleh background keluarga masing-masing. Sehingga pada saat mereka terjatuh, mereka tak memiliki nyali untuk membuka keadaan yang sesungguhnya.

Contoh lain, karena ingin berbakti dan membahagiakan orang tua, seorang anak akhirnya membantu usaha orang tuanya yang sedang berjalan. Meskipun dalam hati mereka sebenarnya tidak tertarik dengan pekerjaan itu ataupun ingin usaha dan bekerja di bidang lainnya. Mungkin, kita bisa melihat beberapa orang yang sukses dengan pekerjaan mereka, meskipun itu warisan usaha orang tuanya. Akan tetapi, bisa kita temui ada beberapa orang yang harus jatuh bangun karena memang tidak memiliki keahlian di bidang itu. Dan akhirnya, mereka terjebak oleh kondisi yang tidak mendukung semacam itu. Mereka harus berpura-pura menyenangi pekerjaan dan terpaksa menunjukkan wajah penuh bangga karena tidak perlu susah lagi mencari pekerjaan.

Mungkin hanya beberapa orang saja yang pernah mengalami kejadian seperti contoh-contoh di atas tadi. Ya, masih banyak contoh lain yang saya tidak ketahui namun orang lain pernah merasakannya. Yang saya tahu sungguh tidak mengenakkan berada dalam posisi tersebut. Kita tidak leluasa mengekspresikan apa yang kita rasa. Menutupi permasalahan mungkin sah-sah saja selama masih dalam batas tertentu. Tetapi, akan lebih baik bila permasalahan itu dapat diselesaikan bersama orang-orang terdekat kita, tanpa rasa canggung atau malu hati. Intinya, jangan sampai latar belakang dan keadaan malah menyusahkan langkah kita menuju hari-hari yang lebih baik lagi.[fks]

* Fatma Kartika Sari lahir di Jakarta pada 14 juni 1980. Sehari-hari ia adalah seorang wiraswasta di bidang travel haji, umroh, dan katering. Fatma dapat dihubungi melalui pos-el: fatma45_ibrahim[at]yahoo[dot]com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 7.5/10 (2 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)

4 Responses to “Terjebak Background”

  1. Donny Triwardana Says:

    Wah, emang sulit rasanya brada dalam posisi dimana kita harus “terpaksa” melakukan sesuatu atau bahkan “terpaksa melewati hari-hari tanpa bisa menikmatinya. Cerita ini mengingatkan saya pada banyak kawan atau saya sendiri yang pernah terjebak pada situasi seperti ini. Entah hanya karena menjaga nama baik keluarga atau hutang budi yang entah kapab bisa terlunasi.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 1.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. anang yb Says:

    Saya suka paragraf terakhir mbak…
    Jangan terjebak pada kepura-puraan gitu ya..
    Tetap semangat

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. alia patra buamona Says:

    Berbahagialah menjadi org yg hidup apa adanya. Tapi ya namanya juga hidup.Hidup kan sandiwara tanpa sutradara.Jadi yang gak kesampaian jadi artis perankan saja hidup terjebak dalam background.
    Freedooooommmmmmm!!!!!!!

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. Iftida Yasar Says:

    wah hebat ade udah pintar nulis nih. nulis terus ya n jadikan buku biar tambah hebat

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya
Oleh: Don Gabor
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
ISBN: 978-979-22-5073-2
Tebal: xviii + 380 hal

Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas!
Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda pada empat gaya berjejaring—Kopetetif, Supel, [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox