Mau Sukses? Harus SAKTI Dulu!

wurOleh: Wuryanano*

Di dunia ini, beragam cara yang dlakukan orang untuk meraih SUKSES dalam hidupnya. Siapa sih yang tidak ingin sukses? Semua orang normal pasti menginginkan sukses! Semua orang pasti mengimpikan sukses dalam menjalani hidupnya ini. Lalu bagaimana caranya? Jawabnya ada banyak cara untuk meraih sukses. Anda tinggal pilih saja, mau cara NEGATIF atau POSITIF.

Cara negatif ini misalnya pergi ke dukun minta bantuan jin, tuyul dan sebangsanya… biasanya sukses yang didapat lewat cara ini memang terbukti instan…tapi jangan lupa, selalu ada persembahan besar yang harus ditanggung oleh pencari sukses jalur negatif ini. Ada akad kredit antara pencari sukses dengan dukun beserta makhluk gaibnya itu, dan biasanya akad kredit semacam ini “bunganya” sangat mencekik leher beneran…hehehe… Sebaiknya Anda hindari cara mencari sukses lewat jalur negatif ini. Pasti sangat merugikan Anda pada sesi akhirnya!

Terus cara positifnya bagaimana? Gampang saja jawabnya: Anda harus SAKTI dulu, baru bisa sukses! Waduh… harus SAKTI dulu baru bisa sukses? Iyaa… Wah, kan nggak gampang Pak Nano untuk bisa menjadi orang yang SAKTI… Saya kan beda dengan Pak Nano. Iya memang nggak gampang…butuh usaha keras dan pantang menyerah untuk menjadi SAKTI! Lha kalau mau cara gampang dan instan untuk bisa sukses? Hmm…NGGAK ADA tuh. Bahkan cara meraih sukses yang negatif saja juga nggak gampang, tetap ada usaha keras dan risiko sangat besar di sana.

Nah, untuk bisa sukses dengan lebih dulu menjadi orang SAKTI justru jauh lebih mudah dan tidak berisiko apa pun. Paling banter risikonya adalah gagal dan tidak sukses saja, akibat Anda tidak berhasil melakukan cara-cara untuk menjadi orang SAKTI.

Baiklah, saya beritahukan bagaimana caranya untuk bisa sukses dengan menjadi orang SAKTI lebih dulu. Coba saja Anda menyimaknya di bawah ini:

  • Pertama, Anda harus Semangat! Bersemangatlah dengan tujuan hidup Anda sendiri. Semangatlah saat Anda mengimpikan sukses Anda. Semangatlah saat Anda merancang impian sukses Anda. Bersemangatlah di setiap detik jantung Anda berdetak… selalu bersemangatlah di setiap hari… di setiap saat!
  • Kedua, Anda harus berani Ambil Risiko! Jika Anda berani untuk mengambil risiko apa pun dalam upaya meraih impian sukses Anda, maka Anda sudah berada di jalur yang benar. Orang yang sudah terbukti sukses memang orang yang berani Ambil Risiko dalam hidupnya.
  • Ketiga, Anda harus Kreatif! Ya, dengan berpikir Kreatif, maka tidak ada satupun hambatan yang bisa membuat Anda mundur ke belakang pada saat meraih impian sukses Anda. Kreatiflah dalam upaya meraih sukses Anda. Kreatif artinya, Anda selalu bisa memikirkan cara-cara lainnya, jika saja ada hambatan di tengah jalan Anda meraih sukses itu.
  • Keempat, Anda harus Tulus! Benar… Anda harus Tulus pada saat Anda memulai perjalanan sukses, apalagi sudah berada di rel perjalanan sukses Anda ini. Tuluslah pada diri Anda sendiri, sebelum anda Tulus kepada orang lain. Bersikap tulus-ikhlas pada diri sendiri ini artinya, Anda bisa menerima sepenuhnya potensi diri Anda. Kelebihan maupun kekurangan yang ada di dalam diri Anda bisa sepenuhnya Anda pahami. Sehingga dengan demikian, Anda bisa lebih fokus pada kelebihan Anda di sepanjang perjalanan meraih sukses ini.
  • Kelima, Anda harus punya Integritas! Ya… punya Integritas. Ini berarti, apa yang Anda pikirkan, apa yang Anda ucapkan, dan apa yang Anda lakukan itu merupakan satu kesatuan yang serasi, seimbang, dan memiliki bobot positif yang sama. Integritas diri inilah yang membuat diri Anda bisa dipercaya oleh orang lain. Dan, jika Anda sudah bisa dipercaya sepenuhnya oleh orang lain, maka tentu saja sukses bisa dipastikan menjadi milik Anda.

Saya akan meringkas cara menjadi orang SAKTI ini untuk Anda, agar lebih mudah untuk dihafal kemudian dipahami dan akhirnya bisa Anda lakukan buat meraih sukses Anda. Perhatikanlah, SAKTI adalah: SemangatAmbil ResikoKreatifTulusIntegritas.

Ok, semoga sekarang ini Anda sudah tahu caranya bagaimana bisa menjadi orang SAKTI untuk meraih impian-impian sukses Anda. Saya berani menjamin, jika Anda sudah SAKTI, maka Anda PASTI SUKSES. Mau SUKSES? Harus SAKTI Dulu! Salam Luar Biasa Prima![wur]

*Wuryanano adalah motivator dan penulis buku.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 7.9/10 (13 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +13 (from 15 votes)

Kalau Berdoa Jangan Ragu-Ragu!

dewi-rhainy-rOleh: Dewi Rhainy*

Setiap orang, agama apa pun yang dianutnya, pasti pernah berdoa. Kadang kala doa yang dipanjatkan kepada Tuhan, langsung terjawabkan, langsung dikabulkan. Tetapi ada juga orang – orang yang merasa doanya jarang sekali atau malah tidak terkabulkan. Sehingga, kemudian muncul pertanyaan-pertanyaan, kekecewaan, bahkan prasangka-prasangka buruk kepada Tuhan.

Dan Dialah yang menjadikan kamu khalifah di muka bumi. Dan, Dia meningkatkan (meninggikan) sebagian kamu dari yang lain, beberapa tingkat karena Tuhan hendak menguji kamu, sampai di mana kamu mempergunakan dan memanfaatkan akal pikiranmu dan lain-lain nikmat, yang diberikan-Nya kepadamu.” (QS. Al – AnAam , 165)

Berdasarkan ayat Alquran ini, Wuryanano sang penulis buku Mengapa Doa Saya Selalu Dikabulkan (Gramedia Pustaka Utama, 2009) meyakinkan kita, bahwa Tuhan selalu berharap kesuksesan dan kebahagiaan buat semua orang di muka bumi ini. Tuhan tidak ingin kita hidup susah. Tuhan tidak mungkin hanya “iseng-iseng” atau hanya “uji coba” membuat manusia di muka bumi. Tuhan telah memberikan “komando” bahwa manusia harus dan wajib sukses, dan kita diberikan kebebasan untuk memilih. Dengan logika inilah penulis berusaha meyakinkan pembacanya bahwa semua orang pasti dikabulkan doanya.

Lalu, kenapa masih ada saja orang-orang yang sudah berdoa, berusaha sekuat tenaga, meminta kesuksesan, kekayaan, bahkan kesehatan buat diri atau keluarganya, tetapi malah mendapat hal-hal yang sebaliknya? Sukses dan bahagia yang tidak kunjung tiba atau sakit yang tidak sembuh-sembuh? Ternyata, doa tidak bisa hanya dilakukan begitu saja. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi sehingga doa-doa terkabulkan.

Wuryanano, penulis buku ini, merasa doa-doanya SELALU dikabulkan. Dan, melalui buku ini penulis mencoba berbagi pengalaman dan pengetahuannya tentang bagaimana cara Tuhan mengabulkan doa manusia.

Ide dasarnya sebenarnya cukup sederhana. Menurut penulis, setiap orang yang berdoa—dan semua doa sudah pasti memohon/meminta kebaikan, kesuksesan, kebahagiaan—pasti akan dikabulkan oleh Tuhan. Dan, semua doa akan terkabulkan jika semua orang yakin bahwa Tuhan memang mewajibkan kita untuk sukses atau bahagia. Lalu, setiap orang wajib untuk berusaha mewujudkan kesuksesannya, karena doa memang perlu dilanjutkan dengan tindakan nyata.

Buku ini mengajak kita untuk mengenal diri kita melalui konsep dasar nasib, memahami diri kita sendiri secara lebih baik, mengetahui “tempat” kita yang sebenarnya, dan menerima diri kita sepenuhnya. Buku ini juga mengajak kita untuk menentukan tujuan hidup kita dan membuat rencana-rencana pencapaian tujuan. Karena sesungguhnya, setiap orang berkuasa untuk menentukan pilihan hidup masing-masing. Dengan memahami diri kita sendiri, lalu kita berusaha selalu berpikiran positif. Maka sesungguhnya, doa atau harapan-harapan setiap manusia akan tercapai.

Lalu, mengapa ada doa yang tidak terkabulkan? Ketidakyakinan dan keraguanlah yang membuat sebuah doa tidak terkabulkan. Karena, keraguan itu sendiri juga sudah merupakan suatu doa.

Wuryanano, yang sebelumnya sudah menulis buku The Touch of Super Mind, Super Mind for Succesfull Life, dan The 21 Principles to Build and Developfighting Spirit, berusaha menyampaikan kepada pembaca bahwa kekuatan pikiran, baik positif maupun negatif, ternyata sangat berpengaruh terhadap terkabulnya suatu doa. Oleh karena itu, berdasarkan pengalaman pribadinya, disusunlah langkah langkah dan tahapan-tahapan—yang kemudian dituangkan ke dalam buku ini—sehingga diharapkan setelah membacanya setiap orang dapat mewujudkan doa-doanya.

Langkah-langkah seperti: jangan cuma percaya bahwa kita berkuasa atas kehidupan, bersyukur karena segala sesuatu pasti memiliki arti, mau berkorban, melakukan perbaikan diri, lalu mengevaluasi diri kembali, mengembangkan pikiran bahagia, menjaga keseimbangan ‘roda kehidupan’, selalu meluangkan waktu untuk berpikir, dan pikirkan hanya masa depan bukan masa lalu, merupakan langkah-langkah untuk menguasai kehidupan.

Setelah menguasai kehidupan, sentuhan Super Mind juga dapat membantu untuk bereaksi lebih cepat dan menyerap informasi lebih banyak. Pada akhirnya, hal tersebut dapat meningkatkan kemampuan berpikir sehingga akan lebih memudahkan kita dalam meraih dan mendapatkan keinginan atas pilihan-pilihan hidup kita sendiri.

Kesan lain adalah cover buku ini, yang dibuat tidak tegak seperti cover buku lain pada umumnya, ternyata membuat buku ini terlihat menarik.[dr]

* Dewi Rhainy lahir di Koln, Jerman Barat, pada 18 November 1970 dan alumnus Teknik Industri Universitas Trisakti, Jakarta. Ibu rumah tangga dengan dua orang putra-putri ini tinggal di Graha Pratama Blok V11 No.23, CitraRaya, Tangerang. Ia dapat dihubungi di pos-el: alauddino[at]yahoo[dot]com.


bk-wuryananoDATA BUKU

Judul : Mengapa Doa Saya Selalu Dikabulkan (Memahami Keajaiban Doa)

Penulis : Wuryanano

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Cetakan : Pertama (Maret 2009)

Tebal : 140 halaman

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 9.2/10 (5 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +5 (from 5 votes)

Wuryanano: Banyak Orang Menjadikan Tuhan Itu Seperti Budaknya!

wurd0Doa adalah sesuatu aktivitas yang paling dianjurkan dalam kehidupan berdoa versi agama apa pun. Tetapi diakui atau tidak, dalam dunia nyata doa juga merupakan ajaran agama yang paling diagungkan sekaligus yang paling sering “diprotes”. Bagi orang yang sangat meyakini bahwa doa adalah jembatan emas dalam berkomunikasi dengan Tuhan, doa sungguh-sungguh menjadi bagian tak terpisahkan dari iman, sesuatu yang diyakini kemutlakannya. Sementara bagi sebagian lainnya, doa dipersepsi tak lebih dari sekadar anjuran yang indah di teori, tetapi sulit dalam realitas. Penilaian yang belakangan ini muncul dan menjadi dilema di mata orang-orang yang merasa doa-doanya tidak pernah dikabulkan oleh Tuhan.

Seolah ingin menjawab persoalan itulah, terbit buku dengan judul yang sangat impresif, Mengapa Doa Saya Selalu Dikabulkan (GPU, 2009), karya Wuryanano. Bagi pemilik nama lengkap Raden Mas Panji Wuryanano ini, ternyata kunci terkabulnya doa-doa kita adalah justru pada penyikapan kita sendiri. Dengan kata lain, orang mesti paham betul bagaimana harus bersikap di hadapan Tuhan dalam doa-doanya. Orang harus pula tahu bagaimana meyakini sebuah doa yang dipanjatkan. Pun orang harus bagaimana menyambut terkabulnya doa itu dengan serangkaian tindakan pasti dan terarah untuk mewujudkan keinginan dalam doa tersebut.

“Kita harus ada daya upaya untuk mengambil atau meraih doa yang sudah terkabul itu. Antara lain dengan rencana dan tindakan nyata, bukan hanya secara lisan atau di dalam pikiran dan hati saja,” ungkap pria kelahiran Surabaya, 22 Mei 1964 itu. Selain itu, kita seharusnya juga menyadari bahwa Tuhan sering kali menjawab doa kita dengan “bahasa” yang berbeda dengan bahasa doa kita. Sama-sama menunjukkan bahwa Tuhan mengabulkan doa kita, tetapi mungkin kita perlu kepekaan, kearifan, kebesaran hati, serta kedalaman jiwa untuk bisa menyadarinya.

Sehari-hari, Wuryanano dikenal sebagai pengusaha di berbagai bidang, seperti peternakan, garmen, merchandising, butik, supermarket, restoran, percetakan, rumah herbal dan spa, serta lembaga pendidikan dan pelatihan profesi. Kesuksesannya sebagai pengusaha telah mendorong Wuryanano untuk terus berbagi pengalaman, keterampilan, dan semangat ke berbagai kalangan. Suami dari Christine Wuryanano serta ayah dari Riyadh Ramadhan dan Rafidh Rabbani ini sendiri aslinya adalah seorang dokter hewan. Namun, perjalanan hidup yang penjang serta sukses yang diraihnya ternyata telah menempa dia menjadi seorang motivator dan inspirator yang berperan bak seorang “dokter mental”.

Melalui karya keempatnya ini, Wuryanano hendak menguatkan semua orang akan pentingnya bertekun dalam doa dalam “sikap doa” yang benar. Karya ini juga menjadi bukti keyakinannya bahwa Tuhan selalu mengabulkan doa-doa kita. Berikut petikan wawancara Edy Zaqeus dari www.andaluarbiasa.com dengan Wuryanano yang dilakukan melalui pos-el belum lama berselang:

Sudah berapa buku yang Anda tulis?

Sudah empat buku saya tulis sejak terbit buku pertama saya pada Oktober 2006. Buku pertama saya berjudul The Touch of Super Mind yang mengetengahkan tema berdasarkan keyakinan saya. Bahwa, setiap orang pasti dianugerahi kekuatan pikiran super. Kekuatan pikiran yang dahsyat pengaruhnya bagi kehidupan kita masing-masing. Keyakinan saya, bahwa apa pun yang saya pikirkan terbukti menjadi kenyataan. Itu semakin membuktikan, bahwa pikiran manusia punya kekuatan untuk menarik apa pun yang telah mendominasi pikirannya itu.

Pikiran kita bisa mewujudkan apa saja?

Kita bisa melakukan apa pun dengan pikiran kita. Seperti, menjalani kehidupan lebih baik dan lebih bahagia. Itulah sebabnya saya menyebut Super Mind Power alias Kekuatan Pikiran Super. Karena, kekuatan super itulah yang akan menyeret kehidupan kita sesuai dengan apa yang telah mendominasi pikiran kita; baik ataupun buruk, semuanya akan menjadi kenyataan. Bergantung pada apa yang mendominasi pikiran kita.

Buku ini juga bukti gagasan Anda tersebut?

Ya, buku pertama saya ini juga sebagai bukti, bahwa apa yang saya pikirkan akan segera menjadi kenyataan. Nama saya sebelumnya tidak pernah dikenal sama sekali oleh penerbit mana pun di Indonesia, apalagi oleh penerbit besar. Dan, di buku pertama cetakan pertama, tidak ada nama lain selain nama saya, itu juga semacam test and measurement atas apa yang saya lakukan. Terbukti! Buku pertama saya diterbitkan oleh Elex Media Komputindo, kurang lebih dua minggu setelah naskah saya diterima penerbit.

Karya Anda selanjutnya?

Sebulan setelah buku pertama terbit, muncullah buku kedua saya berjudul Super Mind for Successful Life. Buku ini mengupas lebih dalam tentang bagaimana memanfaatkan kekuatan pikiran super yang memang dianugerahkan oleh Tuhan ke dalam diri setiap manusia. Saya tegaskan di buku kedua saya itu, bahwa jika kita ingin mengubah nasib lebih baik, lebih sukses, maka terlebih dulu kita harus mau mengubah pola pikir kita menjadi lebih baik pula. Sehingga, itu akan membentuk sikap, tindakan, dan kebiasaan lebih baik. Akhirnya, kita akan punya karakter diri yang juga lebih baik. Dan, itu dipastikan akan membuat nasib kita menjadi baik pula.

Inti gagasan yang melandasi buku kedua Anda ini apa?

Saya sangat meyakini bahwa kesuksesan itu selalu hanya tertarik kepada orang-orang yang pikirannya—dengan sengaja—sudah dipersiapkan untuk menarik sukses itu sendiri. Pikiran sukses akan bersifat seperti ‘magnet sukses’, yang hanya akan menarik segala bentuk kesuksesan.

Buku ketiga Anda judulnya apa?

Juni 2007 terbit buku ketiga saya, The 21 Principles to Build and Develop Fighting Spirit. Buku ini berisi prinsip-prinsip pribadi saya dalam menjalani kehidupan yang harmonis, sejahtera, dan selalu bersemangat setiap saat. Ada 21 prinsip yang telah saya jalankan dan terbukti menyelamatkan saya dari keterpurukan secara ekonomi maupun mental.

Wuryanano: Berbagi pengalaman dan semangat

Wuryanano: Berbagi pengalaman dan semangat

Apa saja di antaranya?

Berani bermimpi besar, berani bertanggung jawab, berani bertindak, dan fokus pada sasaran. Lalu prinsip kekuatan keyakinan, kekuatan ketekunan, kekuatan keuletan, kontrol emosi diri, rasa empati, komunikasi efektif, dan kebiasaan sukses. Berikutnya adalah sikap positif, disiplin pribadi, integritas diri, skala prioritas, sifat adaptif, senang humor, rasa syukur, wawasan ilmu pengetahuan, pilihan sukses, dan komitmen pribadi.

Judul buku Anda ini sangat mengena dan indah sekali. Bagaimana sampai menjatuhkan pilihan pada judul tersebut?

Naskah saya ini awalnya berjudul The Secret of Successful Prayer, Rahasia Doa yang Terkabul. Tetapi, karena pertengahan 2008 sudah muncul buku dengan judul The Secret, maka saat akan mengirimkan naskah ke penerbit pada 2009 ini, terpaksa harus mengganti judulnya. Karena saya tidak ingin dianggap ‘mengekor’ buku The Secret. Akhirnya, secara cepat, spontanitas saja, dan tidak berpikir lama, saya menggantinya dengan judul Mengapa Doa Saya Selalu Dikabulkan. Saya kirimkan Selasa 24 Pebruari 2009, dan dua hari kemudian diterima oleh redaksi penerbit GPU. Dan, spektakuler! Tanggal 13 Maret 2009 saya dapat informasi buku saya sudah diterbitkan dan sudah diterima kantor cabang Gramedia Surabaya. Wow… luar biasa prima! Buku launching Sabtu 14 Maret 2009, saat acara Show Off UKM Jawa Timur di Royal Plaza Surabaya. Ini juga bukti lagi terkabulnya doa saya. Alhamdulillah.

Apa latar belakang Anda menulis buku ini?

Ide saya menulis buku ini karena saya sering melihat dan mendengar, betapa banyak orang yang mengeluhkan rumitnya kehidupan yang mereka jalani. Banyak orang selalu mengeluh dan merasa tidak berhasil dalam kehidupannya. Bahkan, sering juga menghujat Tuhan Yang Maha Esa, bahwa Tuhan telah pilih kasih dalam memberikan rahmat dan rezeki-Nya.

Apa gagasan besar atau pokok-pokok isi buku ini?

Lewat buku ini, saya ingin berbagi ke banyak orang, bahwa sesungguhnya Tuhan Yang Maha Esa itu Mahaadil kepada setiap makhluk ciptaan-Nya. Dan, Dia selalu mengabulkan setiap keinginan manusia, karena Dia itu Mahakaya-Raya, Maha-Segalanya di jagad raya ini. Orang yang merasa tidak dikabulkan doa atau keinginannya, bisa jadi karena mereka belum bisa berbaik sangka kepada Tuhannya. Dan, mereka juga tidak menyadari, bahwa Tuhan sudah berjanji kepada manusia, apa pun yang diminta oleh manusia akan selalu dikabulkan oleh-Nya. Ini pemikiran yang ingin saya bagikan kepada banyak orang lewat buku saya tersebut.

Semua orang pasti ingin doanya dikabulkan. Berkaca pada pengalaman Anda sendiri, apa sebenarnya rahasia dari doa-doa yang selalu dikabulkan itu?

Tidak ada rahasia dalam berdoa kepada Tuhan. Paling penting saya tekankan di buku ini adalah mengenai sikap kita pada saat kita berdoa kepada Tuhan. Rahasianya adalah bagaimana kita bersikap pada saat memohon kepada-Nya.

Sesungguhnya, apa ada sih doa yang bagus dan doa yang jelek itu?

Sebenarnya, inti berdoa itu untuk kebaikan bukan untuk keburukan. Doa yang bagus semestinya untuk kebaikan diri sendiri maupun untuk orang lain. Kalau berdoa untuk keburukan itu namanya bukan berdoa, tetapi mengutuk dan sumpah serapah. Jadi, semua doa itu bagus, tidak ada yang jelek.

Ada anggapan begini, bahwa sebagai si pemohon alias orang yang berdoa, kita seharusnya tidak boleh “memaksa” Tuhan untuk selalu memenuhi atau mengabulkan apa yang kita minta. Pendapat Anda?

Ya, etika berdoa kita itu seperti apa? Banyak orang bahkan menjadikan Tuhan itu seperti ‘budaknya’, meminta segala sesuatu dengan cara memaksa-Nya agar cepat mengabulkan keinginan orang itu. Tidak ada sopan-santun pada saat berdoa. Inilah sikap yang harus diubah!

Logikanya, pada saat kita mau bertemu dengan orang yang lebih tua, atau orang yang punya posisi sosial dan jabatan lebih tingi dari kita, pastilah kita akan bersikap sopan-santun kepadanya. Apalagi jika mau bertemu dengan Allah, Tuhan Yang Maha Esa, tentunya sikap kita harus sangat sopan-santun. Jauh lebih baik lagi dibandingkan jika kita bertemu dengan sesama manusia.

Wuryanano: Andil menggerakkan masyarakat dengan memotivasi

Wuryanano: Andil menggerakkan masyarakat dengan memotivasi

Ada lagi yang namanya doa “egois” yang isinya hanya permohonan-permohonan pribadi kepada Tuhan. Komentar Anda?

Sering kali manusia memang egois, maunya diri sendiri yang enak. Sehingga, jika berdoa selalu hanya keinginannya saja yang diutarakan kepada Tuhan. Oleh karena itu, di dalam agama kita, ada petunjuk bagaimana sebaiknya berdoa kepada-Nya. Ada semacam tata krama di dalam berhubungan dengan Tuhan lewat doa kita, termasuk petunjuk untuk ikut mendoakan orang lain.

Menurut Anda, apakah ada batasan waktu bagi terkabul atau tidaknya doa kita?

Batasan waktu terkabulnya doa? Hanya Tuhan yang berhak tahu. Ini sesungguhnya berkaitan dengan sopan-santun berdoa kepada Tuhan. Itu bukan hanya berdoa secara lisan saja, melainkan juga harus meyakininya di dalam lubuk hati terdalam. Sehingga, dengan demikian kita juga akan membuat rencana-rencana tindakan yang berkaitan dengan keinginan doa kita itu. Jadi, berdoa itu juga harus dilakukan dengan tindakan nyata untuk meraih apa yang menjadi doa keinginan kita tersebut.

Jadi kita sendiri juga mesti berusaha mewujudkan doa kita itu atau bagaimana?

Ini karena kita hanya manusia biasa. Meskipun memang Tuhan selalu mengabulkan doa kita, tetapi doa yang sudah dikabulkan-Nya itu masih digantungkan di atas kita. Sehingga, kita harus ada daya upaya untuk mengambil atau meraih doa yang sudah terkabul itu. Antara lain dengan rencana dan tindakan nyata, bukan hanya secara lisan atau di dalam pikiran dan hati saja.

Adakalanya Tuhan juga mengabulkan doa kita dengan cara menggantikan doa kita dengan hal yang lebih baik bagi kita nanti. Ini juga pemikiran yang saya sampaikan di buku saya itu. Kadang kala kita minta duit banyak kepada Tuhan. Dan, Tuhan mungkin menggantikannya dengan cara menyelamatkan nyawa kita dari musibah, misalnya.

Jadi, Tuhan mengabulkan doa kita melalui beragam cara dan bentuk perwujudan?

Memang, Allah bisa saja langsung mengabulkan doa sama persis seperti yang dipanjatkan kepada-NYA. Tetapi, itu menurut saya hanya fasilitas untuk para Nabi dan Rasul, atau orang-orang pilihan Tuhan sendiri. Dan, itu bukan fasilitas untuk kita manusia biasa. Ini juga penting untuk dipahami oleh kita semua. Termasuk juga mengenai kapan batasan waktu terkabulnya doa kita. Semuanya itu urusan dan hak prerogatif Tuhan. Kalau kita sudah bisa berprasangka baik kepada Tuhan, maka itulah yang akan terjadi pada diri kita. Tuhan itu sesuai dengan apa yang diprasangkakan oleh hamba-Nya kepada-Nya.

Sesungguhnya, apakah ada yang salah sih dengan meminta apa saja kepada Tuhan?

Sebagai manusia ciptaan-Nya, kita memang dianjurkan oleh Tuhan agar senantiasa berdoa memohon kepada-Nya, dan hanya kepada-Nya. Bukan berdoa kepada selain Tuhan. Jadi, boleh saja kita meminta apa pun itu kepada Tuhan Allah.

Selain menjadi seorang pengusaha, Anda juga dikenal sebagai motivator. Apa yang menarik atau apa makna dari menjadi seorang motivator itu?

Saya terjun menjadi pembicara publik sebagai motivator baru pada tahun 2004. Dalam aktivitas keseharian sebagai pengusaha, saya melihat betapa banyak orang—tidak peduli latar belakang pendidikan dan ekonomi—ternyata sering merasa kurang atau bahkan tidak merasakan kebahagiaan serta keberlimpahan hidup. Itu yang mendasari saya untuk ikut terjun di dunia motivasi ini. Saya ingin berbagi, menginspirasi, dan memotivasi banyak orang agar bisa selalu menikmati indahnya kehidupan ini.

Biasanya hal-hal pokok apa saja yang menjadi materi pelatihan atau aktivitas motivasi Anda?

Saya lebih sering membawakan materi motivasi di bidang personality development, positive attitude, dan entrepreneurship.

Wuryanano: Bersama keluarga tercinta

Wuryanano: Bersama keluarga tercinta

Kalangan mana saja yang sudah Anda motivasi?

Saya sering tampil berbicara kepada masyarakat umum, masyarakat dunia pendidikan, maupun perusahaan-perusahaan yang menginginkan peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Juga bicara untuk perusahaan-perusahaan yang ingin mempersiapkan calon pensiunan agar bisa menjadi entrepreneur di masa pensiunnya, dan tidak terjangkit penyakit post power syndrome.

Pada masa sekarang ini, masyarakat kita sangat butuh dorongan yang kuat untuk terus bergerak maju. Menurut Anda, apa yang bisa mempercepat pergerakan ke arah kemajuan masyarakat kita?

Era globalisasi memang bisa memengaruhi mentalitas kita secara positif maupun negatif. Kita semua memang punya kewajiban untuk ikut serta memajukan negeri ini. Oleh sebab itu, menurut saya, masyarakat Indonesia ini masih memerlukan figur-figur yang bisa dijadikan sebagai contoh dan teladan dalam menjalani kehidupan yang bahagia dan sukses sejahtera. Masyarakat Indonesia tetap butuh figur-figur sukses yang bisa menginspirasi dan memotivasi untuk terus bergerak maju dalam menjalani kehidupan.

Sudah semestinya kalau setiap orang terlibat dalam upaya memajukan negeri ini. Menurut Anda, pada sisi atau aspek mana kita bisa ikut ambil bagian dalam gerakan tersebut?

Sebenarnya, jika setiap orang yang bisa dimasukkan ke dalam kategori sukses secara finasial maupun secara mental attitude, mau ikut terjun memberikan inspirasi dan motivasi kepada masyarakat negeri ini, saya yakin tidak akan ada lagi keterpurukan hidup. Tidak akan ada lagi kesengsaraan maupun kekejaman di kehidupan ini. Saya pikir di sinilah kita bisa ikut berperan. Namun, ini memang diperlukan kesadaran secara hati nurani dari para insan sukses negeri ini, untuk ikut berbagi pengalaman hidup sukses kepada masyarakat, tanpa terlalu berhitung bisnis. Ya, ikhlas berbagi tanpa tendesius pada rupiah… hahahaha…. Semoga saja segera terwujud kebahagiaan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sebagai motivator muda, masih panjang jalan dan ladang kiprah Anda ke depan. Apa saja yang masih ingin Anda lakukan?

Memang dari sisi usia, saya masih tergolong muda. Baru 45 tahun dari total jatah usia 150 tahun, hahaha…. Ini yang saya doakan kepada Allah agar saya selalu dikaruniai kesehatan, awet muda, kebahagiaan sejati, dan keberlimpahan dalam setiap aspek kehidupan saya. Sehingga, dengan demikian saya bisa lebih lama lagi berbagi pengalaman dan pengetahuan saya untuk kebaikan umat manusia di bumi ini.

Di samping itu, saya ingin lebih banyak lagi bisa berperan menyantuni banyak anak yatim piatu, fakir miskin, maupun anak-anak terlantar di negeri ini. Serta yang juga menjadi obsesi saya adalah saya semakin banyak bisa mencetak eksekutif profesional andal dan para entrepreneur sukses. Yang mana itu sudah saya lakukan dengan mendirikan Lembaga Pendidikan Profesi Swastika Prima Entrepreneur Campus. Sejak saya dirikan pada tahun 2000 silam, lembaga itu telah melahirkan ribuan eksekutif profesional dan entrepreneur sukses.

Baik, terima kasih untuk wawancara yang luar biasa ini!

Semoga wawancara dengan Anda ini membawa berkah dan manfaat untuk menginspirasi dan memotivasi banyak orang. Juga agar orang senantiasa bergerak maju terus dan bersemangat luar biasa prima dalam menjalani kehidupan yang penuh kebahagiaan dan keberlimpahan ini. Amin.[ez]

Foto-foto: Dokumentasi pribadi.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 8.3/10 (11 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +2 (from 4 votes)

Obsesi: Mengerti ataukah Menyadari?

wurOleh: Wuryanano*

Saya sebenarnya punya sebuah impian besar, yaitu merealisasikan kebahagiaan material dan spiritual bagi seluruh pegawai dan seluruh manusia, serta memimpin usaha perdamaian di seluruh dunia. Ini sepertinya menjadi sebuah obsesi saya, yang saya sendiri pun tidak tahu apakah impian besar itu benar-benar bisa saya wujudkan kelak. Ataukah hanya sebatas cita-cita mulia yang terlintas di pemikiran saya.

Tujuan utama saya adalah menolong sesama untuk hidup layak, dan berbahagia dalam arti sebenarnya. Jika impian besar saya ini bisa diwujudkan secara nyata, maka itu akan dapat meneguhkan dasar kehidupan manusia secara luas, dan menentukan apakah kehidupan kita sudah sesuai atau tidak, dalam mewujudkan manusia yang berkepribadian unggul bagi diri sendiri, maupun untuk orang lain.

Saya sering mengemukakan tema berbeda-beda dalam menjelaskan “lorong-lorong kehidupan” yang harus dan semestinya dilalui untuk membangun kehidupan manusia. Oleh karenanya, saya berharap pada akhirnya dapat memberikan kesadaran pada mereka yang salah jalan, menunjukkan kesalahannya, menemukan kebenarannya, sehingga membuat mereka ini mampu beradaptasi terhadap kebenaran ataupun kenyataan di kehidupan ini.

Melalui pengalaman dan pengetahuan yang saya sadari juga masih terbatas ini, maka impian besar saya ini, saya anggap sebagai landasan prinsip saya untuk berusaha membimbing dan menyadarkan mereka yang membutuhkan dukungan untuk menjalani kehidupan dengan penuh kebahagiaan sejati.

Oleh karena itu, untuk bisa mewujudkan impian besar saya tersebut, hal pertama yang harus saya lakukan adalah, selain memikirkan kehidupan saya sendiri beserta keluarga besar saya, maka saya sedapat mungkin, sedikit demi sedikit berusaha untuk memahami kebenaran hidup. Jika tidak demikian, saya merasa tidaklah mungkin dapat hidup secara sempurna sebagai manusia. Singkat kata, maksud saya tentang memahami kebenaran hidup adalah sama dengan seperti saat kita mengusir orang-orang jahat yang menganiaya orang lemah.

Seandainya saya sebagai orang awam, yang hanya hidup dan bekerja untuk uang saja, maka saya akan selalu berkata: “Jual lebih banyak… dan semakin banyak lagi. Tingkatkan penjualan!”, “Kurangi biaya pengeluaran. Sedapat mungkin undurkan pembayaran jatuh tempo, kalau perlu jangan dibayar!”, “Tingkatkan efisiensi di setiap sektor usaha!”

Dan, saya tidak perlu bersusah payah memikirkan hal-hal yang rumit tentang orang lain. Jika saya hanya melakukan itu, memberikan perintah “ini” dan “itu” saja, maka saya yakin, pasti akan memiliki sejumlah perusahaan yang memiliki uang kontan terbanyak di negeri ini. Akan tetapi, saya tidak mau berbuat demikian, dan selalu menghindarinya, karena bagi saya kehidupan ini tidak sama dengan uang.

Impian manusia bukanlah harta dan nama besar saja. Menurut saya, impian manusia yang sebenarnya, dan merupakan tujuan serta misi hidup adalah: “Mempersembahkan diri dengan segenap kemampuan yang dimiliki untuk kebaikan manusia dan dunia.”

Dalam menjalankan bisnis sebenarnya juga harus demikian. Namun, bagaimanakah kenyataannya? Jika kita amati secara kasat mata, para pengusaha dewasa ini, kalau mendapat “cek kosong” walaupun jumlahnya sedikit, mereka bersikap seperti siput yang disiram garam, “megap-megap” kehabisan napas. Dan, ketika mendapat kerugian sedikit saja, mereka mengeluh: “Waduh… Habislah saya. Saya tidak dapat menanggungnya!”, lalu melarikan diri.

Para pengusaha semacam itu ada di mana-mana, bagaikan jamur yang tumbuh dan berkembang, di mana perekonomian sedang berkembang dan menggelembung. Mereka ini hanya memiliki ambisi yang dibanggakan pada permukaan luarnya saja, tetapi tidak memiliki keyakinan yang cukup di dalam dirinya untuk bisa benar-benar meraih sukses.

Marilah kita merenungkan diri sejenak. Dapatkah Anda menyangkal, bahwa banyak pikiran atau ide-ide buruk yang berkecamuk di dalam hati dan pikiran kita, tanpa dapat dicegah? Dan, walaupun pikiran-pikiran buruk tidak ada di dalam hati Anda, tetapi perasaan-perasaan yang menyuramkan hati kadang juga meluap tanpa dapat dicegah dan banyak memonopoli pikiran Anda, seperti: kesedihan, kemarahan, ketakutan, ataupun rasa pesimis. Dan ini sering kali membuat Anda “mati langkah”, tidak tahu harus bertindak bagaimana.

Cobalah untuk benar-benar memahami apa yang telah kita dengar, dan menghapuskan perasaan-perasaan buruk dari dalam hati, maka kita membangun kesehatan dan nasib secara benar, agar kita dapat hidup di dalam kehidupan yang layak.

Tidak peduli dengan apa yang telah Anda pelajari, Anda baca, seberapa banyak Anda mendatangi seminar, workshop, ataupun seberapa banyak pengalaman yang Anda miliki; saya sangat yakin, bahwa jika apa yang telah Anda peroleh itu tidak dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, pastilah kebahagiaan sejati tidak akan Anda peroleh secara nyata.

Pada saat Anda membaca kenyataan yang saya utarakan dalam tulisan saya ini, mungkin Anda akan berterima kasih sambil berpikir di dalam hati: “Ya, memang benar begitu, Pak Wuryanano. Saya juga merasakan hal yang sama.” Akan tetapi pernyataan Anda itu sering kali segera terlupakan, setelah Anda tidur dan bangun pada keesokan harinya.

Atau bisa saja Anda dapat memahami kenyataan ini, tetapi karena suatu sebab Anda menjadi sakit, mengalami musibah dalam pekerjaan atau bisnis, atau Anda sedang menerima nasib buruk; maka kejadian negatif itu bisa membuat Anda melupakan pernyataan Anda sebelumnya, yang membenarkan uraian saya tentang kenyataan kebenaran hidup tersebut di atas.

Dalam hal ini, tidak dapat dikatakan bahwa mereka sudah menyadari kebenaran hidup, melainkan mereka hanya mengerti saja. Mengerti dan menyadari adalah dua hal yang sangat berbeda! “Mengerti” adalah hanya mengetahui saja, sedangkan yang dimaksud dengan “Menyadari” adalah benar-benar menerimanya dengan segenap hati dan jiwa. Umumnya Anda hanya tiba pada arti mengerti saja, berterima kasih ataupun merasakan kegembiraan yang amat sangat secara berlebihan, dan Anda menganggapnya sebagai kebahagiaan.

Menyadari adalah tindakan membuang pikiran-pikiran duniawi, dan keyakinan-keyakinan “membuta” tersebut, kemudian Anda menyimpannya sebagai bagian dalam pengetahuan Anda. Sehingga dengan kekuatan hati, maka Anda tidak akan pernah merasa lemah, meski Anda menghadapi nasib yang bagaimanapun juga.

Namun, jika hanya mengerti di permukaan saja, pikiran-pikiran duniawi dan keyakinan-keyakinan “membuta” masih tetap ada di dalam pikiran Anda. Sehingga sampai kapan pun Anda hanya sampai pada tahap mengerti saja, dan tidak dapat mempraktikkannya dalam kehidupan nyata. Hasilnya? Kehidupan Anda akan berakhir tanpa arti, dan pada saatnya Anda akan merasa: “Saya hanya makan, minum, dan buang air saja. Sepertinya hidup ini tidak berguna.”

Misalnya, pada suatu malam Anda tidak bisa tidur tanpa alasan jelas, maka timbul pikiran, “Wah… susah nih, tidak dapat tidur. Saya menderita insomnia.” Anda hanya mengerti dan berpikir, bahwa jika tidak cukup tidur akan membawa pengaruh buruk, dan kerugian kesehatan dan nyawa. Anda mulai berpikir, “Jika tidak bisa tidur, rasa lelah pada badan akan semakin meningkat, sehingga terjadi kelebihan zat urea, yang dikhawatirkan dapat menimbulkan penyakit sirosis hati atau penyakit ginjal.” Pikiran-pikiran yang mengkhawatirkan ini semakin lama tambah menyiksa diri.

Akan tetapi pada saat sama, orang yang benar-benar memiliki kesadaran diri, yakni yang telah berhasil membuang pikiran duniawi dan menghapus keyakinan “membuta”, maka perasaan hatinya penuh dengan optimisme.

Pada orang dengan kesadaran hidup, maka jika ada masalah, akan diselesaikan dengan segala pertimbangan. Sehingga, meskipun timbul pemikiran akan penyakit yang membahayakan jiwa atau mengalami nasib buruk; maka dalam hatinya ada kemampuan untuk menyembuhkannya sendiri. Ini merupakan hal amat penting dan tidak bisa diabaikan. Namun, banyak orang yang tidak memedulikannya, akibatnya mereka jadi sembrono, mudah marah, sedih, takut, menderita, bingung, benci, kesakitan, dan penderitaan-penderitaan lainnya.

Sekali menyadari kebenaran hidup, maka Anda tidak akan mengalami ketidakharmonisan atau perasaan-perasaan negatif yang menghancurkan. Oleh karena itu, kesadaran akan kebenaran hidup sejati, dapat dikatakan sebagai “perisai baja” untuk mencegah “tangan jahat” yang bisa membuat kehidupan menjadi tidak harmonis, dan menghalangi nasib buruk yang bisa menghancurkan kehidupan.

Menyadari tentang kehidupan, adalah sama seperti menyediakan wadah untuk menerima dan menampung ketidakterbatasan kekuatan hidup dan keberlimpahan hidup. Hal ini bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan, terutama bagi mereka yang ingin hidup dalam kesempurnaan kebahagiaan sejati. Tetapi, ini merupakan hal terpenting di atas segalanya dalam hidup, dan harus dipikirkan dengan serius. Salam Luar Biasa Prima![wur]

* Wuryanano adalah seorang motivator dan penulis buku The Touch of Supermind, Supermind for Successful Life, The 21 Principles to Build dan Develop Fighting Spirit, dan yang terbaru adalah Mengapa Doa Saya Selalu Dikabulkan. Ia dapat dijumpai di blog-nya http://wuryanano.wordpress.com/ atau website: http://www.wuryanano.com/

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 9.3/10 (3 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +1 (from 1 vote)

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya Oleh: Don Gabor Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009 ISBN: 978-979-22-5073-2 Tebal: xviii + 380 hal Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas! Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox