Belajar dari Nick Vujicic, Sang Motivator dan Inspirator
Editor | Kolom Lepas | February 16th, 2010 | No Comments »
Oleh: Tri Wahyuni*
Saya dan suami mengikuti acara CPW (Core Person Weekend) di Wonosalam, Jombang, awal bulan November tahun lalu. Salah satu pembicaranya bernama Yunita menyampaikan materi tentang sikap. Di sela-sela penyampaian materi tersebut Yunita menayangkan video durasi pendek. Video tersebut menampilkan Nick Vujicic, seorang pria berusia 26 tahun yang menjalankan hidupnya dengan sempurna. Awal video tersebut hanya memperlihatkan raut wajah Nick Vujicic yang bersemangat sambil memperkenalkan diri dihadapan kamera. Semula, saya pribadi begitu terpesona melihat wajahnya yang menarik dan tersenyum. Namun, ketika sorot kamera mengarahkan ke seluruh tubuhnya, saya sempat terenyuh melihatnya.
Nick Vujicic, adalah seorang pria yang menginspirasi banyak orang di dunia ini supaya selalu bersikap positif dan terus berani menghadapi kehidupan ini. Ternyata dia tidak memiliki kesempurnaan pada fisik tubuhnya karena tidak mempunyai tangan dan kaki sejak lahir. Sejenak saya tertegun. Nick Vujicic memang orang yang sangat luar biasa. Dalam ketidaksempurnaan fisik yang ia miliki, ia mampu memberi inspirasi dan semangat kepada orang lain yang memiliki fisik lebih sempurna darinya.
Video tersebut memperlihatkan kehidupan sehari-hari Nick Vujicic, mulai bangun tidur, melakukan aktivitas di kamar mandi, mengenakan pakaian, sampai mengisi kegiatan hari itu, semuanya ia lakukan sendiri tanpa bantuan orang lain. Padahal, ia tidak memiliki tangan ataupun kaki seperti orang lain. Wajahnya tetap bersemangat.
Di session lain, ditunjukkan beberapa album foto Nick dari bayi sampai dewasa, yang semuanya menggambarkan bahwa Nick benar-benar menghargai kehidupan ini dengan penuh semangat dan antusias. Namun ada pula session selanjutnya di video tersebut, terlihat Nick mengungkapkan bahwa ia pun pernah merasakan saat down. Namun, hal itu tidak menjadi penghalang baginya untuk terus bangkit dan maju.
Tapi yang paling menyentuh adalah session video pada saat Nick—dengan segala kesederhanaan yang ia miliki—memberikan motivasi kepada para siswa sekolahan yang hadir untuk bertemu dengannya. Nick—dengan penuh kesungguhan—memberikan motivasi yang sangat membekas di hati para siswa tersebut.
Nick, mungkin hanya pria biasa dengan kekurangan fisik. Namun, dengan keadaannya tersebut, ia tidak minder ataupun putus asa menghadapi dunia ini. Bahkan, Nick mampu menunjukkan kepada dunia siapa dirinya sekaligus menjadi inspirasi bagi setiap orang untuk tidak pernah menyerah dalam menghadapi kehidupan. Dunia ini begitu indah untuk diisi hal-hal yang positif dan bermanfaat.
Sobat, belajar kisah Nick Vujicic ini, permasalahan sikap dan pikiran adalah hal yang paling inti dan penting dalam hal ini. Sikap dan pikiran seorang Nick memang sangat luar biasa. Dari semua keterbatasan fisik yang ia miliki, ia mampu bersikap dan berpikir positif menghadapinya, dan bahkan ia mampu mengubahnya sebagai sumber kekuatan dalam hidupnya.
Pertanyaan saya sangatlah sederhana pada diri saya sendiri dan para sobat. Apakah selama ini kita dapat mampu bersikap dan berpikir positif dalam menghadapi semua hal yang terjadi dalam hidup kita? Bahkan, bila hal yang terjadi tersebut benar-benar merontokkan semangat kita dan membuat kita terpuruk serta merasa bahwa tidak ada jalan untuk menghadapi itu semua selain menyerahkan nasib.
Melihat sosok Nick dengan penuh aura positif yang dimilikinya, membuat kita harus intropeksi diri kembali. Tanpa kita sadari, begitu banyak anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita. Termasuk kesempurnaan fisik yang tidak dimiliki oleh Nick. Tapi, mengapa perasaan bersyukur dan sikap positif Nick malah lebih bermakna dari pada kita? Terlebih ia bisa begitu banyak menginspirasi dan membangkitkan semangat orang lain.
Sobat, semua memang tergantung dari sikap dan pikiran kita masing-masing. Bila kita selalu belajar bersikap dan berpikir positif, maka hal-hal positif pulalah yang akhirnya dapat kita tarik. Sedikit mengambil intisari dari buku The Secret tentang law of atraction atau hukum tarik-menarik. Saya jadi ingat satu pesan orang tua terdahulu agar kita selalu bersikap dan berpikir positif. Dengan begitu kita akan menarik hal-hal positif kepada diri kita. Karena itulah sobat, tariklah hal-hal yang positif di sekitar kita. Buang jauh-jauh hal-hal negatif ke laut saja hahaha….
Nick mengajarkan banyak hal pada saya pribadi dan semua orang tentunya. Tidak hanya tentang sikap dan berpikiran positif saja. Tetapi, tentang arti semangat dan perjuangan hidup yang ia di wujudkan melalui kehidupan yang ia jalani dengan penuh rasa syukur dan menginspirasi banyak orang untuk berubah lebih positif dan baik.[tw]
* Tri Wahyuni, yang lahir di Samarinda tanggal 1 Mei, adalah lulusan Universitas Brawijaya, Malang. Selain menjadi ibu rumah tangga, ia juga berprofesi sebagai pengusaha dan sekarang sedang membangun aset secara profesional. Hobi menulis dilakukannya sejak duduk di bangku sekolah. Selama ini, Tri lebih banyak menulis artikel opini, sekaligus belajar menulis sastra secara otodidak, dan telah dipublikasikan di sejumlah media cetak maupun internet. Akftivitasnya menulis dilakoni dengan sepenuh hati dan dengan motivasi maupun dukungan suami tercinta. Tri dapat di hubungi pos-el: aryamandira[at]telkom[dot]net.

