Mahasiswa Menulis, A Breakthrough Strategy
Editor | Kolom Lepas | April 28th, 2009 | 2 Comments »
Oleh: Sofa Nurdiyanti*
“Menulis bisa dijadikan strategi bagi mahasiswa? Apa iya? Jangan salah lho, menulis adalah salah satu terobosan paling mudah yang dapat dilakukan oleh seorang mahasiswa.”
Menulis sebenarnya dapat dijadikan alat oleh mahasiswa untuk mencapai target tertentu yang menjanjikan peluang emas. Meskipun, saat itu ia masih menyandang status mahasiswa. Peluang emas yang dilihat oleh masing-masing mahasiswa itu memang berbeda dan tergantung ide kreatif yang tercipta. Ide kreatif itu tidak harus sesuatu yang baru dan langka, tetapi bisa juga melihat peluang yang tidak “dilirik” oleh orang lain.
Pandangan berbeda inilah yang dapat dijadikan peluang untuk melakukan terobosan-terobosan keahlian dalam membangun masa depan semenjak masih menjadi mahasiswa. Namun, dibutuhkan kejelian dalam melihat suatu peluang emas yang belum digarap oleh orang lain. Selain itu, sebagai pemula atau perintis, kita mahasiswa juga perlu bersabar dalam menggarap setiap lahan yang kita rintis. Jika tidak, kita akan tergusur oleh orang lain yang lebih ulet dalam mengembangkan peluang tadi.
Menulis dapat dijadikan sebagai salah satu strategi, karena mahasiswa memang sarat dengan berbagi disiplin ilmu yang bisa menjadi sarana pencapaian target. Ilmu yang dimiliki oleh mahasiswa bisa dari disiplin ilmu yang ditekuninya, atau bahkan dari luar bidang kemampuannya. Pada masa sekarang, kita tidak bisa mengandalkan salah satu kemampuan saja. Tetapi, kita juga harus secara aktif mengoptimalkan bidang lain yang belum terkuasai. Pengoptimalan bidang lain ini bisa menjadi sarana pendukung untuk menambah pengetahuan, atau bahkan sebagai bidang baru yang berpotensi sekali bagi keahlian kita.
Berbagai terobosan yang dapat dilakukan oleh mahasiswa dalam menulis, semisal adalah berprofesi sebagai penulis buku, kolomnis, wartawan, editor, mengikuti berbagai penelitian, atau hal lainnya yang dapat dijadikan sebagai perintis karier di masa depan. Hal ini juga dapat melatih mental seorang mahasiswa dalam mengembangkan berbagai sisi kemahasiswaaanya yang ”menjual”, untuk nantinya dijadikan sebagai solusi pascamasa kuliah.
Berkarier merupakan hal yang pasti akan diterjuni oleh setiap orang. Namun, akan lebih baik lagi jika dilakukan dan dirintis sejak mahasiswa. Merintis karier semenjak mahasiswa akan melatih kita agar lebih mengefisienkan waktu dengan baik. Dan, menulis merupakan hal yang tepat untuk dilakukan. Sebab, menulis tidak membutuhkan banyak waktu dan energi yang besar. Sekadar menuliskan ide yang terdapat dalam pikiran dan mengembangkan imajinasi kita, maka terciptalah suatu tulisan yang dapat kita pergunakan sebagai strategi perintisan karier di masa depan.
Kita dapat menulis berbagai tulisan sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing. Jika menyukai cerpen, kita dapat membuat cerpen dan mengirimkannya ke media yang sesuai dengan tulisan kita. Begitupun jika kita ingin menjadi seorang novelis, penulis buku, kolomnis, editor, dsb. Selain mencoba menghasilkan karya berupa tulisan, kita juga harus berusaha mengembangkan kemampuan dengan membaca berbagai buku yang dapat menambah wawasan kita.
Kita juga perlu bergabung dengan kelompok atau organisasi sesuai dengan bidang tulisan kita. Dengan bergabung pada kelompok atau organisasi, kita dapat berbagi pengalaman dan membuat rencana pengembangan karier menjadi semakin jelas. Sekarang, banyak website, blog, klub, atau organisasi lainnya yang memfasilitasi kemampuan kepenulisan kita. Untuk website, kita bisa sebut misalnya AndaLuarBiasa.com, Andriewongso.com, dan Pembelajar.com.
Lalu, untuk organisasi kepenulisan, kita kenal yang namanya Forum Lingkar Pena (FLP) yang jaringannya sampai ke mancanegara. Ada juga sejumlah mailing list untuk penulis yang banyak kita jumpai di dunia maya. Jika mau melihat contoh-contoh tulisan kita, kita dapat melihat website yang saya sebut di atas, atau sejumlah blog kepenulisan yang sekarang banyak dikembangkan para blogger. Blog juga merupakan solusi yang efektif dalam memublikasikan tulisan kita pada khalayak umum. Maka, membuat blog juga merupakan ide jitu yang perlu kita realisasikan.
Rencana karier perlu kita buat sejak dini karena hal ini akan mendorong kita agar lebih terarah dan termotivasi dalam mencapai target karier. Sering kali orang tidak membuat perencanaan karier yang jelas sehingga tidak fokus dalam meraih apa yang dicita-citakannya. Perencanaan karier yang jelas juga membutuhkan realisasi atau upaya nyata dalam meraihnya. Kita membutuhkan langkah-langkah nyata beserta evaluasi atas setiap hasil yang telah dicapai. Dengan begitu, kita dapat mengetahui kekurangan dan usaha apa saja yang berhasil kita capai.
Kita juga perlu kedisiplinan dan ketekunan dalam melakukan semua ini. Perlu disadari bahwa tidak setiap usaha yang kita lakukan akan membuahkan hasil sesuai dengan harapan kita. Namun, jangan berkecil hati jika hal ini terjadi. Yang perlu kita upayakan adalah evaluasi secara menyeluruh dan membuat rencana-rencana baru yang lebih efektif, sesuai dengan kondisi yang ada.
Kita sudah mendapat nilai lebih dalam setiap usaha yang telah kita lakukan, meskipun mungkin kita gagal mendapatkan apa yang kita inginkan. Sebab, tidak ada keberhasilan yang tidak pernah mengalami kegagalan. Sebab, tidak penting seberapa sering kita gagal, karena yang lebih penting adalah berapa kali kita bangkit setelah mengalami kegagalan. Itu kata-kata para orang bijak.
Menurut saya, mahasiswa menulis itu mempunyai manfaat lebih selain mengaktualisasikan diri. Dengan menulis, kita juga dapat melakukan proses pengembangan diri. Kita bisa mengambil contoh Gregrorius Agung, seorang penulis buku komputer yang merintis karier kepenulisannya sejak ia masih mahasiswa (baca wawancara Edy Zaqeus dengan penulis ini di: http://ezonwriting.wordpress.com/). Menulis buku komputer merupakan salah satu kejelian Gregorius Agung dalam melihat peluang emas yang belum digarap oleh banyak pihak waktu itu. Bahkan, ilmu psikologi yang dipelajarinya ternyata tidak menjadi hambatan baginya untuk menulis buku komputer.
Ini membuktikan bahwa tidak sepenuhnya kita berkembang sesuai dengan bidang ilmu yang kita pelajari. Kemampuan menganalisis dan mengeksplorasi kemampuan diri ini merupakan modal utama yang harus kita kuasai. Jika tidak, kita tidak akan bisa mengembangkan kemampuan kitasecara optimal. Jangan pernah berharap kita mampu membangun karier yang bagus jika kita tidak mau melakukan terobosan-terobosan yang baru dan mudah dilakukan, seperti menulis misalnya. Tidak perlu memikirkan langkah-langkah rumit untuk mulai merintis karier kita ke depan. Menulis adalah langkah termudah yang bisa dilakukan oleh setiap orang, termasuk mahasiswa. Temukan minat dan raihlah cita-cita Anda. Good luck![sn]
* Sofa Nurdiyanti adalah mahasiswa semester enam Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Suka baca buku cerita, nonton kartun Detective Conan, Bintang, dan tertarik dengan bidang sejarah, arkeologi, bahasa, budaya, dan politik. Tetapi, sekarang ia lagi “nyasar” ke bidang psikologi. Nur pernah aktif menulis di wadah jurnalistik di kampusnya, dan menyebarkan tulisannya antara lain di AndaLuarBiasa.com, Andriewongso.com, dan Pembelajar.com. Ia tengah semangat berlatih untuk menjadi penulis dan trainer. Pos-el: nurrohmah_06[at]yahoo[dot]com.
Oleh: Sofa Nurdiyanti*
Oleh: Sofa Nurdiyanti
Oleh: Sofa Nurdiyanti*
