Mahasiswa Menulis, A Breakthrough Strategy

snOleh: Sofa Nurdiyanti*

Menulis bisa dijadikan strategi bagi mahasiswa? Apa iya? Jangan salah lho, menulis adalah salah satu terobosan paling mudah yang dapat dilakukan oleh seorang mahasiswa.”

Menulis sebenarnya dapat dijadikan alat oleh mahasiswa untuk mencapai target tertentu yang menjanjikan peluang emas. Meskipun, saat itu ia masih menyandang status mahasiswa. Peluang emas yang dilihat oleh masing-masing mahasiswa itu memang berbeda dan tergantung ide kreatif yang tercipta. Ide kreatif itu tidak harus sesuatu yang baru dan langka, tetapi bisa juga melihat peluang yang tidak “dilirik” oleh orang lain.

Pandangan berbeda inilah yang dapat dijadikan peluang untuk melakukan terobosan-terobosan keahlian dalam membangun masa depan semenjak masih menjadi mahasiswa. Namun, dibutuhkan kejelian dalam melihat suatu peluang emas yang belum digarap oleh orang lain. Selain itu, sebagai pemula atau perintis, kita mahasiswa juga perlu bersabar dalam menggarap setiap lahan yang kita rintis. Jika tidak, kita akan tergusur oleh orang lain yang lebih ulet dalam mengembangkan peluang tadi.

Menulis dapat dijadikan sebagai salah satu strategi, karena mahasiswa memang sarat dengan berbagi disiplin ilmu yang bisa menjadi sarana pencapaian target. Ilmu yang dimiliki oleh mahasiswa bisa dari disiplin ilmu yang ditekuninya, atau bahkan dari luar bidang kemampuannya. Pada masa sekarang, kita tidak bisa mengandalkan salah satu kemampuan saja. Tetapi, kita juga harus secara aktif mengoptimalkan bidang lain yang belum terkuasai. Pengoptimalan bidang lain ini bisa menjadi sarana pendukung untuk menambah pengetahuan, atau bahkan sebagai bidang baru yang berpotensi sekali bagi keahlian kita.

Berbagai terobosan yang dapat dilakukan oleh mahasiswa dalam menulis, semisal adalah berprofesi sebagai penulis buku, kolomnis, wartawan, editor, mengikuti berbagai penelitian, atau hal lainnya yang dapat dijadikan sebagai perintis karier di masa depan. Hal ini juga dapat melatih mental seorang mahasiswa dalam mengembangkan berbagai sisi kemahasiswaaanya yang ”menjual”, untuk nantinya dijadikan sebagai solusi pascamasa kuliah.

Berkarier merupakan hal yang pasti akan diterjuni oleh setiap orang. Namun, akan lebih baik lagi jika dilakukan dan dirintis sejak mahasiswa. Merintis karier semenjak mahasiswa akan melatih kita agar lebih mengefisienkan waktu dengan baik. Dan, menulis merupakan hal yang tepat untuk dilakukan. Sebab, menulis tidak membutuhkan banyak waktu dan energi yang besar. Sekadar menuliskan ide yang terdapat dalam pikiran dan mengembangkan imajinasi kita, maka terciptalah suatu tulisan yang dapat kita pergunakan sebagai strategi perintisan karier di masa depan.

Kita dapat menulis berbagai tulisan sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing. Jika menyukai cerpen, kita dapat membuat cerpen dan mengirimkannya ke media yang sesuai dengan tulisan kita. Begitupun jika kita ingin menjadi seorang novelis, penulis buku, kolomnis, editor, dsb. Selain mencoba menghasilkan karya berupa tulisan, kita juga harus berusaha mengembangkan kemampuan dengan membaca berbagai buku yang dapat menambah wawasan kita.

Kita juga perlu bergabung dengan kelompok atau organisasi sesuai dengan bidang tulisan kita. Dengan bergabung pada kelompok atau organisasi, kita dapat berbagi pengalaman dan membuat rencana pengembangan karier menjadi semakin jelas. Sekarang, banyak website, blog, klub, atau organisasi lainnya yang memfasilitasi kemampuan kepenulisan kita. Untuk website, kita bisa sebut misalnya AndaLuarBiasa.com, Andriewongso.com, dan Pembelajar.com.

Lalu, untuk organisasi kepenulisan, kita kenal yang namanya Forum Lingkar Pena (FLP) yang jaringannya sampai ke mancanegara. Ada juga sejumlah mailing list untuk penulis yang banyak kita jumpai di dunia maya. Jika mau melihat contoh-contoh tulisan kita, kita dapat melihat website yang saya sebut di atas, atau sejumlah blog kepenulisan yang sekarang banyak dikembangkan para blogger. Blog juga merupakan solusi yang efektif dalam memublikasikan tulisan kita pada khalayak umum. Maka, membuat blog juga merupakan ide jitu yang perlu kita realisasikan.

Rencana karier perlu kita buat sejak dini karena hal ini akan mendorong kita agar lebih terarah dan termotivasi dalam mencapai target karier. Sering kali orang tidak membuat perencanaan karier yang jelas sehingga tidak fokus dalam meraih apa yang dicita-citakannya. Perencanaan karier yang jelas juga membutuhkan realisasi atau upaya nyata dalam meraihnya. Kita membutuhkan langkah-langkah nyata beserta evaluasi atas setiap hasil yang telah dicapai. Dengan begitu, kita dapat mengetahui kekurangan dan usaha apa saja yang berhasil kita capai.

Kita juga perlu kedisiplinan dan ketekunan dalam melakukan semua ini. Perlu disadari bahwa tidak setiap usaha yang kita lakukan akan membuahkan hasil sesuai dengan harapan kita. Namun, jangan berkecil hati jika hal ini terjadi. Yang perlu kita upayakan adalah evaluasi secara menyeluruh dan membuat rencana-rencana baru yang lebih efektif, sesuai dengan kondisi yang ada.

Kita sudah mendapat nilai lebih dalam setiap usaha yang telah kita lakukan, meskipun mungkin kita gagal mendapatkan apa yang kita inginkan. Sebab, tidak ada keberhasilan yang tidak pernah mengalami kegagalan. Sebab, tidak penting seberapa sering kita gagal, karena yang lebih penting adalah berapa kali kita bangkit setelah mengalami kegagalan. Itu kata-kata para orang bijak.

Menurut saya, mahasiswa menulis itu mempunyai manfaat lebih selain mengaktualisasikan diri. Dengan menulis, kita juga dapat melakukan proses pengembangan diri. Kita bisa mengambil contoh Gregrorius Agung, seorang penulis buku komputer yang merintis karier kepenulisannya sejak ia masih mahasiswa (baca wawancara Edy Zaqeus dengan penulis ini di: http://ezonwriting.wordpress.com/). Menulis buku komputer merupakan salah satu kejelian Gregorius Agung dalam melihat peluang emas yang belum digarap oleh banyak pihak waktu itu. Bahkan, ilmu psikologi yang dipelajarinya ternyata tidak menjadi hambatan baginya untuk menulis buku komputer.

Ini membuktikan bahwa tidak sepenuhnya kita berkembang sesuai dengan bidang ilmu yang kita pelajari. Kemampuan menganalisis dan mengeksplorasi kemampuan diri ini merupakan modal utama yang harus kita kuasai. Jika tidak, kita tidak akan bisa mengembangkan kemampuan kitasecara optimal. Jangan pernah berharap kita mampu membangun karier yang bagus jika kita tidak mau melakukan terobosan-terobosan yang baru dan mudah dilakukan, seperti menulis misalnya. Tidak perlu memikirkan langkah-langkah rumit untuk mulai merintis karier kita ke depan. Menulis adalah langkah termudah yang bisa dilakukan oleh setiap orang, termasuk mahasiswa. Temukan minat dan raihlah cita-cita Anda. Good luck![sn]

* Sofa Nurdiyanti adalah mahasiswa semester enam Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Suka baca buku cerita, nonton kartun Detective Conan, Bintang, dan tertarik dengan bidang sejarah, arkeologi, bahasa, budaya, dan politik. Tetapi, sekarang ia lagi “nyasar” ke bidang psikologi. Nur pernah aktif menulis di wadah jurnalistik di kampusnya, dan menyebarkan tulisannya antara lain di AndaLuarBiasa.com, Andriewongso.com, dan Pembelajar.com. Ia tengah semangat berlatih untuk menjadi penulis dan trainer. Pos-el: nurrohmah_06[at]yahoo[dot]com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 10.0/10 (3 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +1 (from 1 vote)

Awali Sukses Anda dengan Menulis

snOleh: Sofa Nurdiyanti*

“Jangan sembunyikan talenta-talentamu, karena semua talentamu itu diciptakan untuk digunakan. Apa gunanya sundial (penentu waktu menurut bayangan tongkat berdiri yang tertimpa sinar matahari) di tempat teduh?”

~ Benjamin Franklin

Sukses karena menulis? Kenapa tidak? Sekarang, banyak contoh orang yang sukses karena menulis. Menulis, bisa dijadikan sebagai salah satu profesi atau pegangan hidup. Menulis, jika ditekuni secara serius, sungguh bisa dijadikan sebagai sumber nafkah. Apa pun yang berkaitan dengan menulis, mulai dari editor, kolumnis, cerpenis, penyair, novelis, wartawan, penulis skenario, dsb. Kesemua pekerjaan tadi merupakan lahan potensial buat kita.

Kebanyakan orang sering kali lebih memilih jenis pekerjaan lain yang menjanjikan salary yang tetap. Padahal, jika mereka menyadari, sebenarnya menulis pun, jika ditekuni secara serius jelas bisa menghasilkan nilai yang lebih dari sekadar gaji tetap. Apalagi jika kita memilih menjadi penulis freelance, yakni bekerja secara mandiri dan tidak terikat dengan satu jenis pekerjaan. Hal ini tentu saja membawa beberapa keuntungan sekaligus. Misalnya:

1. Penghasilan kita akan semakin besar, seiring dengan banyaknya jumlah order yang kita terima.

2. Kita bisa memilih jenis pekerjaan yang ingin kita kerjakan.

3. Kita bisa mengatur jadwal kerja dan frekuensi pekerjaan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kita.

4. Kita tidak bekerja di bawah tekanan orang lain, sebagaimana yang terjadi jika kita bekerja pada orang lain.

5. Kita dapat bekerja berdasarkan tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan oleh klien.

6. Kita bisa membuat rencana pengembangan karier yang jelas, sesuai dengan apa yang kita cita-citakan.

Keuntungan-keuntungan ini belum tentu kita dapatkan jika kita bekerja pada orang lain. Kita akan lebih termotivasi untuk meningkatkan karier kita dan bertanggung jawab atas apa yang kita kerjakan.

Meraih setiap kesuksesansebagaimana yang kita inginkantentu saja bukan hal yang mudah. Namun, itu juga bukan merupakan hal yang terlampau sulit untuk dilakukan. Perlu rencana dan evaluasi atas setiap langkah yang ingin kita capai. Kita bisa membuat need assesment yang tepat bagi diri kita sendiri. Need assesment ini berisi tujuan yang ingi kita capai, kelebihan, dan kekurangan kita dalam hal knowledge, skill, ability, others, atau yang lebih dikenal dengan KSAO.

Selain itu, need assesment juga berisi rencana apa saja yang ingin kita capai beserta waktu pelaksanaannya untuk mengatasi hambatan yang ada. Oleh karena itu, kita memang membutuhkan need assesment. Ini penting agar kita bisa mengontrol segala perilaku dan supaya kita bisa mencapai setiap goal kita.

Berbagai kisah sukses yang sering kita dengar, tentu saja menimbulkan motivasi bagi kita untuk meniru jejak mereka. Tetapi, tetap diperlukan lebih dari sekadar motivasi untuk sukses. Sukses tidak cukup dengan motivasi saja, tetapi juga perlu usaha dan tindakan nyata untuk meraihnya. Motivasi, jika tidak diiringi dengan tindakan nyata, pasti akan mudah hilang.

Kisah sukses yang patut kita tiru, salah satu contohnya ialah Benjamin Franklin. Franklin menuai kesuksesan dalam bidang bisnis, ilmu, politik, dan tak terkecuali dalam bidang sastra. Lahir di Boston, Massachussets, pada tanggal 17 Januari 1706, dari putra seorang pedagang dan pembuat lilin sederhana yang mempunyai tujuh belas anak. itu membuat kehidupannya tidak mudah. Setelah lulus dari sekolah yang ditempuh hanya dua tahun saja, ia mulai bekerja di bidang percetakan pada usia dua belas tahun.

Franklin meninggalkan rumah pada usia 17 tahun dan menjadi seorang montir percetakan di Philadhelpia. Kemudian ia pergi ke Inggris dan bekerja di berbagai toko atau percetakaan, dan tak lupa terus menabung. Berikutnya, ia membuka percetakan miliknya sendiri tahun 1726. Dua tahun setelah itu, ia menerbitkan Pennsylvania Gazette tahun 1731, dan mendirikan perpustakaan pertama di Amerika.

Profesinya sebagai wartawan merupakan eksperimen pertamanya dalam dunia tulis-menulis, yang pada tahun 1732 membuatnya menulis dan menerbitkan Poor Richard’s Almanack. Buku kumpulan cerita dan pengalaman kehidupannya itu berkisah tentang kehidupan, cinta, politik, dan kegiatan-kegiatan manusia pada umumnya. Poor Richard’s Almanack merupakan karya populer yang banyak berisi ungkapan-ungkapan, yang kemudian dikenang oleh banyak orang. Dalam masa senggangnya, Franklin belajar sendiri tentang beragam ilmu dan empat bahasa asing. Franklin juga menulis autobiografinya, sebuah karya yang paling fenomenal dan disukai banyak orang.

Kisah sukses Benyamin Franklin berawal dari tekadnya untuk menjadi yang terbaik. Ketika itu, Franklin mendapatkan reputasi sebagai yang paling terampil dan giat di kota itu. Keberaniannya jugalah yang membuat Perancis memberikan dukungan militer dan keuangan pada saat perang revolusi. Perang ini tercetus karena penolakan petisi yang mengupayakan melonggarnya kendali Inggris terhadap rakyat jajahannya.

Franklin pulalah yang menulis proklamasi kemerdekaan, Traktat Paris, Konstitusi Amerika Serikat, dan satu-satunya orang yang menandatangani ketiganya. Franklin meninggal pada tahun 1790, saat ia berusia 84 tahun. Pemakamannya dihadiri oleh banyak orang karena jasa-jasanya yang besar. Tidak saja bagi rakyat Amerika, tetapi juga untuk dunia, karena berbagai penemuan atau karyanya yang masih banyak digunakan hingga saat ini. Salah satunya adalah “Tungku Franklin”, lensa dengan fokus ganda, dan pistol cahaya.

Franklin sudah membukikan bahwa dari usaha percetakaan yang ditekuninya itu, ia berubah dari pemuda miskin menjadi jutawan pada umur empat puluhan. Franklin tidak hanya membangun mimpinya, tetapi juga mewujudkannya menjadi kenyataan. Semua itu dijalaninya dengan penuh semangat dan keyakinan akan kesuksesan yang akan ia raih. Walaupun ia juga mengalami banyak hambatan, kekecewaan, dan kegagalan, namun ia tak pernah menyerah.

Pada masa sekarang, di saat teknologi sudah semakin maju, fasilitas serba canggih serta informasi bisa diakses dengan mudah, harusnya itu semua merupakan modal yang sangat berharga buat siapa saja yang ingin meniru jejak sukses Benyamin Franklin. Buatlah target yang berbeda, dan bahkan melebihi Franklin, untuk memacu motivasi Anda. Franklin sudah membuktikan, bahwa apa pun latar belakang, tingkat pendidikan, dan status sosial seseorang, semuanya tidak bisa menghambat tekad seseorang untuk maju dan meraih kesuksesannya. Bagaimana dengan Anda? Selamat mencoba dan meraih kesuksesan Anda dengan menulis.[sn]

* Sofa Nurdiyanti adalah mahasiswa semester VI Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Ia suka membaca buku dan saat ini aktif menulis di majalah “eksis”, sebuah wadah jurnalistik di fakultasnya. Tulisan-tulisannya tersebar di sejumlah website motivasi seperti www.andaluarbiasa.com, www.andriewongso.com, dan www.pembelajar.com. Ia juga tengah semangat berlatih supaya kelak mampu menjadi penulis dan trainer andal. Pos-el: nurrohmah_06[at]yahoo[dot]com. nurrohmah_06[at]yahoo[dot]com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 9.0/10 (3 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +1 (from 1 vote)

Menghapus Dosa Ekstensial dengan Menulis

snOleh: Sofa Nurdiyanti*

Banyak dari kita yang tidak menyadari arti sebuah tulisan. Sehingga, kita sendiri mengabaikannya, dan tidak menganggapnya sebagai sebuah senjata, bagi pembebasan ide yang terpenjara dari hati dan pikiran kita. Bukankah kebebasan adalah hak kita? Dan, sebuah tulisan adalah salah satu warna indah bagi segala perjuangan kita.

Masih ingat dengan berbagai tulisan Sang Proklamator, Soekarno, tentang kemerdekaan? Pada masa penjajahan Jepang di Indonesia, dengan lantangnya Soekarno meneriakkan keinginannya dan keinginan bangsanya untuk merdeka. Dipenjarakan berkali-kali, tetapi itu tidak membuatnya jera dalam menulis, demi menularkan semangat kemerdekaan pada kaum pemuda Indonesia di masa itu. Apa jadinya jika para perintis kemerdekaan tersebut tidak menuliskan ide-idenya? Akankah kita dapat menikmati kemerdekaan? Walaupun, hingga kini pun, kita belum sepenuhnya merdeka dari warisan-warisan kultur penjajahan yang selama ini membelenggu kita.

Tulisan, sebuah hal besar yang artinya sering dimaknai kerdil oleh sebagian orang. Betapapun cemerlangnyaatau sedahsyat apa pun ide kitatanpa ditulis dan ditunjukkan pada orang lain, hal itu akan menjadi sia-sia. Karena apa? Karena kita sendirilah yang menilai, menikmati, dan membanggakan semua ide tersebut. Tidak ada orang yang akan turut serta menilai, memberi komentar, dan mendiskusikan buah dari pikiran kita.

Ide tidak akan terwujud nyata jika kitasebagai pemilik atau penemunya—tidak berusaha memublikasikannya ke khalayak. Karena, bisa jadi orang yang membaca tulisan-tulisan kita dapat merasakan hal yang sama, dan bahkan mau turut serta memperjuangkan ide-ide kita.

Banyak hal terjadi, dan kita lupa bahwa sejarah adalah hal berharga yang dapat kita jadikan sebagai pembelajaran bagi generasi selanjutnya. Siapa yang akan menuliskan sejarah tersebut? Kita atau orang lain yang mempunyai pandangan yang berbeda, atau bisa juga seorang penulis yang menulis dengan mengatasanamakan kepentingan tertentu. Sejarah adalah hal yang tidak boleh dimanipulasi.

Dan, generasi mendatang berhak mendapatkan sejarahnya yang asli, tanpa diwarnai oleh kepentingan tertentu yang merusak sejarah itu sendiri. Menuliskannya merupakan salah satu upaya yang bisa kita tempuh dalam memperkaya pandangan dan objektivitas suatu peristiwa. Menulis akan menjadikan belenggu-belenggu tertentu lepas dengan sendirinya.

Tak dapat dimungkiri, selama ini kita terlalu terpaku dengan berbagai hal yang membuat kita terpenjara dan menenggelamkan potensi kita. Bisa jadi, dengan terpenjaranya berbagai potensi diri tersebut, maka kita mempunyai dosa ekstensial. Maksudnya, dosa yang tercipta karena kita terlalu terpaku dan tunduk pada penghalang-penghalang internal, yang membuat kita tidak mampu memperjuangkan segala potensi diri.

Apakah kita sungguh-sungguh tidak mampu memperjuangkan ide kita? Atau, apakah kita yang terlalu takut dengan perjuangan sebuah kemerdekaan diri maupun ide? Banyak hal yang bisa kita perjuangkan dan harus kita perbaiki. Dan, salah satu senjata perjuangan pemerdekaan diri, ide, dan potensi adalah dengan menulis.

Menulislah dan sebarkan ide Anda kepada orang-orang di sekitar Anda, setidaknya agar Anda tidak mempunyai dosa ekstensial. Apa pun yang terjadi kemudian, paling tidak kita telah memperjuangkan dan berusaha memberitahukannya pada orang lain. Ketidakmampuan diri sesungguhnya adalah ide ciptaan kita sendiri, sebagai dalih/pembenaran atas semua alasan enggannya kita dalam memperjuangkan ide-ide kita.

Kepribadian dan pemikiran seseorang dapat dilihat dari tulisannya. Dari sebuah tulisan kita dapat mengetahui dinamika perkembangan idealisme, kematangan pemikiran, sikap, serta derajat intelektualitas seseorang, yang ternyata tidak cukup dinilai berdasarkan gelar formal semata.

Tulisan seseorang sering kali dijadikan sebagai cermin dalam menilai eksistensi dan apresiasi orang terhadapnya. Banyak penulis yang dihargai karena pemikirannya. Sementara, jarang ada orang yang dihargai dengan tulus karena kekayaan materinya semata. Hal ini menunjukkan bahwa tulisan, sesungguhnya, mampu mendobrak belenggu “kasta-kasta sosial yang mungkin hidup dalam masyarakat mana pun.

Seperti sosok aktivis mahasiswa legendaris kita, Soo Hok Gie, yang dicintai orang-orang muda waktu dulu hingga sekarang, karena tulisan-tulisannya yang sangat kritis pada pemerintahan di masa peralihan Orde Lama ke Orde Baru. Mulai dari satpam, tukang sapu, buruh, pedagang, dan kalangan bawah lainnya, begitu mencintai sosok ini. Mereka merasa sangat kehilangan saat mendengar kabar kematiannya.

Soe Hok Gie tak hanya dikenal, namun juga dikenang sebagai sosok yang berani menyuarakan perubahan dan pembaharuan. Ia terus menulis walaupun berbagai teror selalu menekannya. Bahkan, keluarganya sekalipun pernah mengacuhkan karya-karyanya. Ia bergeming, karena yang dipikirkannya bukan soal apresiasi orang lain, namun demi menyampaikan suara hatinya pada orang lain. Sekarang, banyak orang mengagumi sosoknya, berusaha mengumpulkan berbagi tulisan dan membukukannya, termasuk membuat film sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan idealismenya.

Tulisan-tulisan, buku-buku, serta film tentang Soe Hok Gie bisa menjadi stimulus bagi kita dalam mengembangkan semangat perjuangan di segala hal. Persoalannya, terkait dengan kekuatan tulisan dan semangat aktivis legenda ini, apakah kita akan meneruskannya atau sekadar menjadi penonton semata?

Ide yang kita perjuangkan merupakan perwakilan atau cerminan jati diri atau potensi kita, yang dapat membangkitkan semangat kita dalam meraih cita-cita. Tak masalah jika akhirnya tidak ada orang yang mau mendukung ide-ide kita. Karena, setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda-beda. Padahal, kita juga tidak berhak memaksakan kehendak atau gagasan kita pada orang lain.

Hal paling penting dari semua usaha kepenulisan kita itu adalah pembebasan ide-ide dari penjara ketakutan akan dicemooh oleh orang lain; ketidakpercayaan diri sebagai pembunuh aktualisasi potensi diri; dan ketidakyakinan akan kemampuan diri sendiri. Kita semua bisa menulis. Kita pun sesungguhnya mampu merontokkan belenggu-belenggu mental yang merugikan dan melukai harga diri kita, sebagi manusia bebas merdeka yang berhak menyampaikan gagasan dan pemikiran sendiri.

Puncak kemerdekaan seseorang terletak pada terbangunnya semangat dan keberanian untuk perjuangan ide-ide sendiri. Tidak peduli dengan intensitas kita dalam menulis serta ada-tidaknya pengahargaan orang lain atas karya kita. Sebab, yang lebih penting adalah kemauan dan sikap pantang menyerah kita dalam memperjuangkan ide-ide kita. Apalah arti diri kita ini jika untuk memperjuangkan ide saja kita sudah tidak punya keberanian lagi?[sn]

* Sofa Nurdiyanti adalah mahasiswa semester VI Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Ia suka membaca buku dan saat ini aktif menulis di majalah “eksis”, sebuah wadah jurnalistik di fakultasnya. Tulisan-tulisannya tersebar di sejumlah website motivasi seperti www.andaluarbiasa.com, www.andriewongso.com, dan www.pembelajar.com. Ia juga tengah semangat berlatih supaya kelak mampu menjadi penulis dan trainer andal. Email: nurrohmah_06[at]yahoo[dot]com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 9.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +1 (from 1 vote)

Mengalahkan Monster Hambatan Menulis

sn150Oleh: Sofa Nurdiyanti*

Banyak hal yang menghambat kita ketika akan memulai menulis sebuah tulisan. Berbagai macam hambatan tersebut tentu saja menjadi beban tersendiri bagi kita. Bagaimana solusinya?

Dalam menulis, pastinya setiap pemula akan mengalami banyak hambatan, mulai dari rasa takut melakukan kesalahan, kurangnya rasa percaya diri, terlalu perfeksionis pada awal belajar, terlalu fokus pada pendapat orang lain, atau memiliki perasaan tidak bisa menulis. Kesemua hal di atas tentu saja sangat menggannggu kita dalam menulis. Bisa jadi, segala ide yang muncul akan menjadi sia-sia karena semuanya akan terkubur dalam dasar otak akibat ketakutan kita.

Lalu, apa benar hambatan menulis sangat memengaruhi kita sehingga membuat kita berhenti menulis?

Takut melakukan kesalahan? Tentu, setiap orang pernah mengalaminya. Perasaan putus asa akan hinggap ketika kita tidak mampu mengatasi hambatan itu. Sebenarnya, apa yang membuat kita takut? Mungkin karena kita tidak tahu bagaimana cara menulis berdasarkan EYD, takut membuat tulisan yang salah, atau karena sebenarnya dalam diri kita tersimpan ketakutan-ketakutan yang tidak wajar, yang senantiasa menghalangi kita dalam menulis?

Kenapa saya menyebutnya sebagai ketakutan yang tidak wajar?

Karena, setiap orang tentu saja pernah berbuat salah. Tetapi, yang lebih salah adalah ketika kita menyerah dan berhenti menulis karena takut mengalami kesalahan. Lalu, apa yang harus kita lakukan ketika kita berbuat salah? Jawabannya cukup sederhana, kita harus mengakui dan belajar dari kesalahan tersebut.

Manusia yang benar bukanlah manusia yang tidak pernah berbuat salah. Tapi, manusia yang benar adalah manusia yang mau belajar dari setiap kesalahannya, serta mengembangkan diri atas dasar setiap masalah yang pernah diperbuat.

Contohnya: ketika kita menuliskan gagasan kita, apa yang harus kita lakukan adalah mengeksplorasi segala kemampuan dan ide yang muncul dari dalam. Jika kita tidak menguasai kemampuan EYD misalnya, maka yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah belajar EYD. Jika kita terus mengalami ketakutan dalam menulis (takut membuat kesalahan), maka kita tidak akan pernah belajar dari kesalahan yang kita buat. Padahal, setiap kesalahan adalah salah satu bentuk proses pengembangan diri kita.

Kurangnya rasa percaya diri merupakan hal yang paling sering dialami mereka yang baru mulai belajar menulis. Kurangnya rasa percaya diri ini muncul sebagai akibat dari rendahnya kepercayaan diri seseorang terhadap kemampuannya sendiri. Hal ini mengindikasikan adanya konsep diri yang rendah.

Untuk mengatasi hal tersebut, kita perlu membuat sebuah konsep diri yang baru. Setiap orang mempunyai talenta dan kemampuan yang perlu diasah serta dapat dikembangkan. Setiap orang mempunyai sisi-sisi yang berbeda dan berharga yang dapat dijadikan sebagai kunci sukses dalam hidupnya, tidak terkecuali dengan menulis.

Menulis adalah salah satu kemampuan yang dapat dikembangkan oleh setiap orang karena bersifat in potentia (menjadi potensi dalam diri setiap orang). Menulis bisa dikembangkan dan tidak memerlukan bakat. Salah, jika orang tidak percaya diri dalam menulis, dan akhirnya tidak menulis sama sekali.

Kita harus belajar menghargai diri sendiri, menyakinkan diri, bahwa kita mampu dan berpotensi menulis dengan baik. Belajar menulis adalah salah satu sarana kita dalam meningkatkan rasa percaya diri. Dengan terus belajar, kualitas tulisan kita pun akan bertambah baik. Kita pun dapat mengirimkan atau memublikasikannya ke media massa atau forum-forum publik umumnya.

Jika publik sudah menerima tulisan kita, maka kepercayaan diri kita pun akan bertambah. Itu akan terus memacu semangat kita dalam menulis. Sebagai contoh: seseorang yang tidak memilki kepercayaan diri kemudian mau mengubah sikapnya. Maka, orang tersebut akan semakin mudah bangkit dan kembali menulis ketika ia mengalami kegagalan.

Keinginan untuk membuat sesuatu secara sempurna merupakan hal yang diinginkan oleh banyak orang. Sempurna bukan berati tidak pernah mengalami ketidaksempurnaan. Berawal dari berbagai ketidaksempurnaan itu kita belajar memperbaiki dan meningkatkan semangat menulis. Nah, kita harus belajar mengendalikan ego kita. Perfeksionis bukanlah sikap yang buruk. Namun, jika kita terlalu perfeksionis, dan akhirnya terlalu takut membuat sesuatu yang salah, pada akhirnya kita tidak menulis. Makanya, perfeksionis adalah sikap yang perlu kita waspadai.

Kunci mengatasi sikap perfeksionis adalah kita harus mau menerima segala kekurangan dan hambatan yang ada. Ketika kita mau menyadari bahwa kekurangan dalam menulis adalah hal wajar serta merupakan fase yang pasti dialami oleh siapa pun yang baru belajar, kita akan semakin sadar bahwa kita memang harus menempuh proses panjang dalam mencapai kesempurnaan.

Contohnnya, seorang yang terbiasa melakukan sesuatu secara sempurna, dan pada suatu waktu dia melakukan pekerjaan secara tidak perfek, pastilah muncul perasaan putus asa berlebihan. Dia biasanya tidak mau menerima atau mengakui kenyataan serta cenderung lari dari masalah. Situasi seperti ini tentu merugikan kita. Makanya, kita perlu menyadari bahwa tidak selamanya pekerjaan yang tidak sempurna itu merugikan kita. Justru dari ketidaksempurnaan itu kita belajar bagaimana cara mengantisipasi hal-hal seperti itu di kemudian hari.

Terlalu fokus pada pendapat orang lain juga merupakan hal lain yang perlu kita waspadai. Memang, kita membutuhkan pendapat orang lain. Namun, terlalu berpusat pada pendapat orang sehingga membuat kita tidak berani menulis sesuai dengan diri sediri juga merupakan kesalahan fatal.

Dalam penulisan sebuah karya, kita membutuhkan ketegasan diri, apa yang baik menurut orang lain belum tentu sesuai dengan diri kita, bukan? Oleh karena itu, hendaknya kita mempunyai prinsip-prinsip yang jelas tentang berbagai hal sehingga tidak mudah diombang-ambingkan oleh pandangan orang lain.

Contohnya, ketika kita belajar membuat artikel, lalu kita meminta seorang teman. Teman kita ini memberi komentar yang tidak sesuai dengan karakter tulisan kita, dan kemudian tanpa berpikir terlebih dahulu kita mengubah tulisan. Bisa jadi perubahan yang kita lakukan itu mengurangi ciri tulisan kita atau bahkan mengubah ide dasar yang harusnya kita sampaikan. Kritik dan saran dari orang lain tidak boleh kita abaikan. Memang. Tetapi, kita juga tidak boleh menanggapinya secara berlebihan. Semua dinamika tulisan kita akan membentuk sebuah ciri, dan itu memang proses yang harus kita lewati.

Dari berbagai hambatan di atas kita dapat menarik sebuah kesimpulan, bahwa sesungguhnya tidak ada hambatan yang berarti kala kita belajar menulis. Pada awalnya mungkin terasa sulit, tetapi latihan menulis secara kontinu akan membuat kita sadar, bahwa dalam latihan menulis, sesungguhnya tidak ada hambatan yang tidak bisa ditaklukkan.

Kita harus yakin bahwa kita bisa menulis. Tidak ada rintangan yang patut kita jadikan sebagai pembenaran untuk berhenti berlatih. Sebab, menulis sungguh-sungguh hal mudah yang dapat dikerjakan oleh setiap orang. Yang diperlukan adalah semangat, jiwa pantang menyerah, tekad yang kuat, agar kita bisa sampai pada kesimpulan tadi. Dan, saya sangat yakin, semangat menulis akan membawa kesuksesan bagi kita semua. Tetap semangat menulis![sn]

* Sofa Nurdiyanti adalah mahasiswa semester enam Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Ia tengah semangat berlatih menulis di sejumlah website motivasi seperti AndaLuarBiasa.com, AndrieWongso.com, dan Pembelajar.com, supaya kelak mampu menjadi penulis, trainer, dan psikolog yang sukses. Sofa dapat dihubungi melalui email: nurrohmah_06[at]yahoo[dot]com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 9.3/10 (4 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)

9 Manfaat Menulis Diari sebagai Terapi Kesuksesan

sn150Oleh: Sofa Nurdiyanti*

Menulis merupakan salah satu kegiatan yang paling spektakuler! Mengapa begitu? Banyak manfaat menulis yang bisa kita peroleh, termasuk sebagai terapi diri untuk meraih kesuksesan. Enggak percaya? Coba baca ulasan saya berikut ini.

Terapi! Satu kata yang identik dengan penyembuhan diri dan proses pernormalan kembali suatu kinerja tubuh sebagaimana mestinya, baik yang bersifat fisik maupun psikis. Terapi identik dilakukan oleh ahli klinis, seperti dokter, psikiater, maupun psikolog. Terapi digunakan sebagai langkah untuk mengaktifkan kembali kinerja tubuh yang dianggap mempunyai masalah. Jadi, terapi dimaksudkan agar mempercepat proses penyembuhan yang dilakukan oleh para ahli klinis tersebut.

Nah, kita pastinya mempunyai permasalahan dalam hidup, sedikit atau banyak. Masalah merupakan hal wajar yang dialami oleh setiap manusia. Jarang sekali ada orang yang tidak pernah mengalami masalah. Masalah akan membantu kita dalam mengembangkan diri dan membuat kita semakin survive (kemampuan bertahan hidup). Tidak ada hal berbeda yang dialami ketika kita menghadapi masalah. Perbedaannya terletak pada cara kita dalam menyelesaikan masalahnya. Banyak cara yang bisa digunakan untuk menyelesaikan sebuah masalah, salah satunya dengan menulis diari.

Hal yang perlu kita sadari adalah, tidak setiap hal yang bermasalah saja yang memerlukan terapi. Terapi dapat dilakukan setiap saat agar kita dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan, dan juga sebagai hal yang berguna untuk merefleksikan setiap hal yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.

Orang kadang tidak bisa merasakan ada masalah yang muncul sampai dengan adanya hal destruktif (merusak), yang membuat kehidupan seseorang itu tidak stabil. Diperlukan sebuah kepekaan atau kesadaran diri, agar kita dapat merasakan hal-hal yang kiranya membuat kita tidak nyaman, serta membuat sebuah masalah baru yang sering kali tidak kita sadari.

Menulis diari ini merupakan kegiatan yang sangat populer bagi sebagian orang, mulai dari anak kecil sampai orang dewasa. Dan, yang membuat hal ini menarik, diari merupakan hal yang tidak asing dalam kehidupan sehari-hari. Sedari kecil kita dibiasakan oleh orang tua kita untuk menulis diari. Hal yang ditulis biasanya merupakan kejadian sehari-hari yang berkesan bagi kita.

Pada waktu remaja pun, diari digunakan sebagai teman berbagi, sahabat, dan ajang untuk sharing semua peristiwa yang terjadi. Baik hal yang menyenangkan maupun saat-saat di mana seorang remaja mengalami rasa putus asa. Pada waktu dewasa, diari digunakan sebagi teman untuk menyelesaikan masalah, sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan, dsb.

Sebagian orang menganggap, manfaat menulis diari adalah untuk menuliskan peristiwa unik dan berkesan agar dapat dikenang dikemudian hari. Sebenarnya, ini bukan pendapat yang salah. Namun, ada satu hal yang tidak kita sadari ketika menulis diari, yaitu sebagai terapi diri yang efektif.

Mengapa dikatakan menulis sebagai terapi? Sebab, banyak manfaat menulis diari, yang dapat kita jadikan terapi diri secara berkala, yang berguna bagi pengembangan diri kita. Sebenarnya, ini bukan hal yang aneh lagi, karena dengan menulis diari kita bisa memetik banyak manfaat, antara lain:

1. Menghilangkan stres

Hal ini bisa dimengerti karena dengan menulis kita bisa mencurahkan perasaan kita tanpa takut diketahui orang lain. Tidak semua orang bisa dengan mudah menceritakan masalahnya pada orang lain. Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh watak masing-masing orang. Pembagian kepribadian secara tradisional kita kenal ada dua, yaitu introvert dan ekstrovert. Introvert adalah orang yang memiliki tipe kepribadian tertutup, sedangkan ekstrovert adalah orang yang mempunyai kepribadian terbuka. Orang introvert tentu mengalami kesulitan dalam berbicara pada orang lain. Ini tentu saja mendatangkan kesulitan bagi orang introvert saat harus menyelesaikan masalahnya.

Dan, menulis diari adalah solusi tepat bagi orang berkepribadian introvert dalam membantu menghilangkan stres serta mengurangi beban pikirannya. Orang dengan kepribadian ekstrovert tentu akan lebih mudah dalam berbagi dengan orang lain. Namun, bukan berarti orang ekstrovert tidak memerlukan diari sebagai bagian dari terapi. Justru orang dengan kepribadian ekstrovert akan lebih mudah terbuka dan merefleksikan segala yang terjadi dalam dirinya, lebih jujur, dan mudah menemukan berbagai sisi, yang membuatnya dapat menemukan solusi dalam pemecahan masalahnya.

2 .Sebagai media merencanakan target yang ingin dicapai

Diari dapat kita gunakan untuk merencanakan hal-hal apa saja yang ingin kita capai di masa yang akan datang. Perencanaan ini dimaksudkan agar kita dapat meraih target yang diharapkan secara konkret. Dengan menuliskan berbagai hal yang ingin dicapai, itu akan membantu kita dalam memompa semangat dan meraih target tersebut. Kita akan senantiasa teringat setiap kali membuka buku diari, dan merasa berkewajiban untuk segera meraih target. Melalui perencanaan dapat kita analisis kelemahan dan kekurangan kita, serta berbagai hal lainnya yang diperlukan dalam meraih target tersebut.

3. Untuk menuliskan komitmen

Komitmen merupakan hal pokok yang diperlukan oleh setiap orang dalam meraih segala tujuan. Peneguhan janji dalam bentuk komitmen ini diperlukan agar kita senantiasa mempunyai tekad yang kuat dalam meraih tujuan kita. Apa jadinya sebuah tujuan tanpa komitmen yang kuat? Berbagai rencana jitu dan ide brilian pun akan menjadi percuma, hanya karena kita tidak mempunyai komitmen. Di saat berbagai rintangan dan hambatan yang menyertai kita, maka hal yang perlu kita ingat agar tidak putus asa ditengan jalan, adalah komitmen awal kita dalam meraih tujuan. Dengan menuliskannya, kita akan selalu teringat akan janji awal kita, sekaligus sebagai tameng dalam setiap kendala yang ada.

4. Sebagai pengontrol target

Menuliskan setiap perkembangan atas semua pencapaian target merupakan langkah selanjutnya setelah kita merencanakan dan berkomitmen dalam meraih setiap target kita. Menulis akan membantu kita dalam melihat hasil dari proses pencapaian usaha, yang kita lihat dengan target yang ingin kita capai. Dengan begitu, kita akan mudah mengetahui arah perkembangan kemajuan yang kita capai. Mengontrol setiap perkembangan yang dicapai akan membuat kita tidak menyimpang dari tujuan semula. Sering kali, dalam pencapaian suatu tujuan, di tengah jalan kita menemukan banyak pengembangan gagasan maupun ide. Hal ini tidaklah salah. Namun, terlalu banyak pengembangan justru semakin mengaburkan tujuan semula, dan arahnya pun menjadi tidak fokus. Oleh karena itu, diperlukan sebuah alat kontrol yang tepat dalam mencapai target yang diharapkan, yaitu diari.

5. Alat memformulasikan ide baru

Setelah menuliskan setiap perkembanngan yang terjadi dalam diari, tentu kita dapat melihat berbagai hal yang akan membuat kita menjadi lebih jeli dalam melihat segala hal yang terjadi. Ide dan rencana awal yang kita buat belum tentu sesuai dengan kondisi yang ada. Kondisi ini tentu saja membuat kita perlu menambah berbagai rencana baru yang sesuai dengan kondisi yang ada. Berarti, kita perlu menuliskan atau memformulasikan ide-ide atau gagasan yang baru. Hal ini dimaksudkan agar kita lebih mudah dalam menyelesaikan setiap permasalahan dan mengatasi kekurangan yang ada, sehingga akan lebih mudah pula dalam mencapai target kita.

6. Sebagai gudang inspirasi

Diari adalah tempat untuk menuliskan berbagai ide yang muncul supaya memudahkan kita dalam menemukan solusi baru yang lebih efektif dalam menyelesaikan sebuah masalah. Diari adalah sumber inspirasi bagi pemunculan ide-ide baru. Ide baru yang muncul tentang cara mencapai target, komitmen, maupun mimpi baru yang ingin kita capai, tidak boleh dianggap remeh. Oleh karena itu, jangan pernah menyepelekan sebuah ide, meskipun pada awalnya kita menganggap ide itu tidak relevan dengan kenyataan. Tapi, bisa jadi ide awal tersebuat menjadi pemantik atau inspirasi bagi kita untuk menemukan sebuah solusi yang kreatif.

7. Alat penyimpan memori

Kemampuan manusia untuk mengingat peristiwa, pengetahuan, maupun hal unik lainnya tentu terbatas. Orang tentu tidak dapat mengingat semua kejadian yang berlangsung dalam hidupnya sekaligus. Bahkan, manusia jenius sekalipun tentu mengalami kelupaan untuk beberapa peristiwa dalam hidupnya. Keakuratan data dan peristiwa secara detail tidak dapat diingat oleh manusia secara persis. Maknya, diperlukan pencatatan supaya memudahkan kita dalam melakukan proses rehearsal (mengingat kembali memori yang kita simpan), dan mengambil hikmah atas setiap kejadian, karena tentu ada hikmah yang dapat kita petik dan dijadikan pelajaran berharga.

8. Alat memudahkan penyelesaian masalah

Setiap permasalahan yang berhasil kita selesaikan akan melatih kita dalam menyelesaikan masalah berikutnya. Cara penyelesaian masalah itu bisa saja menjadi acuan kita dalam menyelesaikan masalah serupa atau yang hampir sama. Memang, solusi atas sebuah permasalahan tidak dapat kita jadikan solusi atas masalah yang lainnya. Namun, setidaknya kita bisa mempelajari teknik pengambilan keputusan yang telah kita buat, dan supaya hal itu mempermudah kita dalam menyelesaikan masalah lainnya.

9. Sebagai media refleksi dan kebijkasanaan

Menuliskan segala perasaan, masalah, dan konflik yang terjadi dalam hidup akan membuat orang semakin bijaksana. Karena, dengan menulis diari kita akan belajar berkompromi dengan setiap masalah yang ada. Belajar memahami masalah dan tidak sekadar mengutamakan ego semata. Semakin banyak kita melibatkan proses menulis dalam menghadapi permasalahan, kita akan semakin peka, tidak terburu-buru, bijakasana, dan mampu menggunakan kepala yang dingin ketika memutuskan sesuatu. Karena, terkadang kita tidak dapat melihat masalah dengan jelas jika kita tidak memetakannya dalam tulisan. Dengan menulis, segala sisi persoalan akan terlihat lebih jelas, dan itu memudahkan kita dalam mencari solusinya.

Membiasakan menulis diari akan membuat kita lebih jeli dan terlatih dalam merumuskan dan menyelesaikan sebuah permasalahan. Sehingga, kita tidak akan terjebak pada satu masalah yang ada, tidak merasa tertekan, dan tidak menimbulkan distress (stres yang berakibat negatif bagi diri kita). Kita harus jeli dalam menghadapai masalah supaya bisa mengelola stres tersebut menjadi ustress (stres yang positif).

Jika kita berhasil mengelola stres negatif menjadi stres positif, kita bisa mengelola sisi kognitif (memori) dan sisi afektif (perasaan) sehingga sisi psikis kita tidak mengalami masalah yang berarti.

Berbagai manfaat menulis diari di atas sama faedahnya dengan terapi. Karena, terapi mempunyai fungsi sebagai media penyegaran dan penormalan kembali segala aktivitas tubuh. Oleh karena itu, terapi diri melalui menulis ini akan membuat kita semakin mudah mencerna segala permasalahan dengan lebih mudah dan efektif. Dengan begitu, maka akan mengurangi tingkat stres yang tentu saja mengganggu kinerja tubuh kita.

Ketika kita berhasil memecahkan sendiri masalah kita lewat menulis, sesungguhnya kita tidak membutuhkan psikiater maupun psikolog. Psikiater akan membantu kita menyelesaikan permasalahan dari segi medis, sedangkan psikolog akan mendengarkan dan membantu kita dalam mencari solusi yang tepat bagi diri kita sendiri. Yah, jadi kita sendirilah yang harus mencari solusi terbaik atas setiap permasalahan kita, karena kita juga yang lebih tahu akan kondisi sendiri. Orang lain hanya bertugas sebagai pendengar yang baik dan membantu kita agar dapat menemukan solusi sendiri, bukan mencarikan solusi bagi diri kita.

Masih banyak lagi manfaat menulis sebagai terapi diri. Anda akan menemukan banyak manfaat lainnya yang tentu saja berbeda dari orang lain, karena setiap orang mempunyai sudut pandang dan penilaian yang berbeda. Baik, semoga Anda dapat melakukan terapi diri dengan menulis diari, sehingga tidak mengalami distress yang dapat merusak keseimbangan psikologis Anda. Selamat menulis diari.[sn]

* Sofa Nurdiyanti adalah mahasiswa semester lima Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Ia tengah semangat berlatih supaya kelak mampu menjadi penulis dan trainer. Sofa dapat dihubungi melalui email: nurrohmah_06[at]yahoo[dot]com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 7.0/10 (4 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)

9 Cara Jitu Memancing Ide Menulis

sn155x200Oleh: Sofa Nurdiyanti*

Banyak orang mengalami kesulitan ketika mencari ide sebuah tulisan. Ada yang bilang, kalau menemukan ide diperlukan mood yang bagus. Ada juga yang bilang, kalau ide susah dicari karena tidak adanya tema yang bagus untuk ditulis. Benarkah demikian?

Setiap orang mempunyai cara berbeda dalam usahanya mencari ide. Setiap orang mempunyai sudut pandang dan solusi berbeda, yang biasanya terbangun sesuai dengan budaya kerja seseorang. Banyak dari kita yang beranggapan, bahwa untuk menulis sebuah karya diperlukan sebuah ide yang muncul. Jika tidak ada ide yang muncul, kita tidak bisa menulis. Kadangkala, orang sering menggantungkan idenya dengan kemunculan sebuah insight, pencerahan, atau ide yang muncul secara tiba-tiba ketika kita berhadapan dengan suatu hal.

Sepintas, pendapat di atas tidak salah. Namun, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui lebih jauh lagi. Ide tidak sekadar ditunggu kemunculannya layaknya ilham ‘wahyu keprabon’ raja-raja di pulau Jawa zaman dahulu kala. Ide itu kita ciptakan sendiri. Dengan kata lain, kita harus kreatif dan jeli dalam melihat sebuah hal.

Kreatif dapat diartikan bahwa kita mempunyai pemikiran di luar kebanyakan orang. Kreatif juga berarti mempunyai solusi yang berbeda dari kebanyakan solusi yang ditempuh oleh kebanyakan orang. Jika kita tidak aktif mencari dan menstimulasi otak agar dapat melihat sebuah tema, kita akan tenggelam dalam dunia menulis akibat ketidakeksisan diri dalam menulis. Karena, setiap menulis kita bergantung pada ide yang tidak dapat dipastikan kemunculannya.

Insight dalam menulis bukan merupakan hal yang baru dalam benak setiap orang. Orang sering kali menggantungkan idenya dengan kemunculan insight of writing. Beragam masalah pun muncul ketika kita dituntut untuk menyelesaikan sebuah tulisan, namun kita tidak mendapatkan insight itu. Demikian peliknya cara mencari ide, sehingga kita sering salah kaprah, berbuat seenaknya agar si ide muncul ke permukaan.

Banyak hal di sekitar kita yang dapat dijadikan bahan sebuah tulisan. Tinggal bagaimana kita jeli melihatnya sebagai sebuah tema tulisan. Diperlukan kepekaan diri dan jangan pernah menganggap remeh sebuah peristiwa di sekitar kita. Bisa jadi hal unik yang terjadi di sekitar kita itu merupakan bahan tulisan yang bagus dan bisa kita kembangkan.

Berikut ini beberapa cara untuk ‘memancing’ ide agar kita bisa membuat tulisan tanpa perlu merasa kesulitan dalam mencari ide.

1. Tingkatkan kepekaan diri terhadap peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar.

Lingkungan sekitar kita berpotensi sebagai tema tulisan. Banyak peristiwa yang terjadi dalam satu hari, yang pastinya terkandung peristiwa unik, yang dapat dijadikan bahan tulisan. Kita harus peka dan mau melihat segala peristiwa dari sudut pandanng yanng berbeda. Ini penting supaya kita mempunyai ide brilian yang tidak pernah terpikirkan oleh orang lain sebelumnya.

2. Ambil hikmah dan refleksikan setiap peristiwa yang terjadi di sekitar kita.

Setelah kita melihat sebuah hal, jangan hanya melihatnya selayang pandang saja; melihat lalu mengacuhkannya. Dalam setiap peristiwa pasti terkandung sebuah hikmah yang tidak setiap orang dapat mengungkapkannya. Tidak terkecuali, sebuah musibah pasti menyimpan hikmah yang dapat kita jadikan bahan refleksi. Refleksi yang kita tangkap dapat kita jadikan tulisan, entah berupa cerpen, puisi, novel, berita, artikel, skenario film, naskah pidato, bahan training, dsb. Semua bahan refleksi tadi dapat dijadikan ide tulisan sesuai dengan minat kita. Tinggal bagaimana kita mau mengemasnya dalam tulisan nanti.

3. Perbarui otak kita dengan vitamin otak yang segar.

Vitamin yang dimaksudkan di sini bukanlah suplemen penguat memory dalam otak yang sering kita jumpai di televisi. Vitamin otak di sini adalah wawasan dan pengetahuan yang terus kita tambahkan dengan memanfaatkan berbagai sumber, seperti media massa, cetak maupun elektronik. Kita bisa mencari ide dengan membaca koran, majalah, mendengarkan radio, browsing berita di internet, menonton televisi, dsb. Semua media di atas akan memudahkan kita dalam menambah pengetahuan. Kita tidak boleh terpaku untuk mencari berita yang berkaitan dengan bidang kita saja. Namun, kita juga perlu menambah wawasan di luar bidang kita. Bagaimanapun juga, tidak ada pengetahuan yang sia-sia. Semua hal yang kita ketahui bermanfaat bagi kita, dan dapat mengasah pola pikir, serta menambah intelektualitas kita sebagai makhluk intelektual.

4. Jangan buang ide yang muncul, catatlah, dan buat buku catatan inspirasi.

Setiap kali kita menemukan ide baru, janganlah dianggap remeh, atau membuangnya begitu saja. Catat dan buatlah sebuah buku inspirasi yang memuat semua ide tersebut. Jangan takut ide kita tidak relevan dengan tulisan yang ingin kita buat saat ini. Bisa jadi ide kita dapat digunakan di lain kesempatan, dan kita tinggal memilah mana ide yang relevan, atau mana yang mendukung tulisan berikutnya. Ada baiknya kita membawa sebuah buku catatan, kertas kecil, handphone, atau apa saja yang dapat digunakan sebagai media menulis. Setelah tercatat, kita bisa pindahkan dalam buku inspirasi yang kita buat. Ingat, tulis ide-ide kita di sebuah buku agar inspirasi kita tidak terpisah-pisah, dan kita juga mudah menggunakannya ketika butuh.

5. Ketika melihat masalah muncul, berpikirlah kreatif.

Kreatif merupakan hal yang sering ditekankan oleh setiap orang dalam berpikir. Kenapa harus dengan cara kreatif? Karena, dengan pola pikir yang sama seperti kebanyakan orang, mungkin kita tidak akan menemukan something new, something different, yang membuat kita berbeda dari orang lain. Kreativitas yang tinggi merupakan nilai berharga yang wajib dimiliki oleh setiap penulis. Dengan berpikir kreatif, kita pun dituntut untuk terus mengasah kinerja otak serta membiasakan diri untuk tidak menunggu insight. Sebaliknya, kita harus mampu memunculkan insight setiap saat.

6. Tidak ada ide yang salah.

Kita perlu membangun sebuah konsep yang harus kita tanamkan dalam diri kita, bahwa tidak ada ide yang salah. Kita harus berani mengungkapakan segala ide yang muncul. Kesalahan kita bianya lebih karena takut mengungkap ide tersebut menjadi sebuah tulisan. Sehingga, kita mempunyai banyak kekhawatiran yang tidak beralasan. Akibatnya, kekhawatiran itu justru menghambat kita dalam menulis. Jadi, jangan pernah takut mengungkapakan sebuah ide. Karena, setiap ide adalah hal yang berharga. Jangan sampai kita menyesal kalau kita tidak jadi mengungkapkan ide kita, dan pada akhirnya orang lainlah yang sukses mengungkapkan ide yang ternyata mirip dengan punya kita.

7. Rekreasi atau refresh otak dengan hal-hal yang menyenangkan.

Jika kita lelah dan tubuh bekerja terlalu keras, ada baiknya kita rekreasi atau cari kegiatan yang bisa menyegarkan kembali tubuh maupun pikiran kita. Jika waktu kita terbatas, kita dapat melakukan hobi yang sudah lama ditinggalkan. Hal ini akan membantu menyegarkan tubuh dan pikiran sehingga kita dapat bekerja dengan suasana yang lebih bagus lagi. Selain melakukan hobi lama, kita juga dapat berkunjung ke rumah saudara atau teman sekadar melepaskan penat atau cari inspirasi.

8. Terus asahlah otak dengan menulis kejadian sehari-hari.

Tidak memerlukan ide besar dalam menulis kejadian sehari-hari. Menuliskan kejadian sehari-hari akan membuat kita mampu menganalisis sebuah peristiwa dengan lebih baik. Dengan menulis, kita akan semakin terlatih dalam mengungkapkan ide ke dalam sebuah tulisan. Bisa jadi tulisan kita tentang peristiwa sehari-hari merupakan hal yang menarik untuk dikembangkan, sehingga kita tidak mengalami kesulitan lagi dalam mencari ide.

9. Berbicaralah dan berdiskusilah dengan orang lain.

Berbicara dan berdiskusilah dengan orang lain tentang berbagai topik. Ini akan membuka pikiran dan wawasan kita. Pertukaran ide melalui diskusi akan semakin memperkaya hasil analisis kita terhadap sebuah masalah. Dengan begitu, kita dapat dengan lebih mudah menemukan solusi atas suatu masalah, terlebih lagi jika kita sebelumnya kesulitan menemukan solusinya.

Berbagai cara yang saya ungkapkan di atas hanyalah sebagian kecil dari cara memancing ide. Mengeksplorasi peristiwa sederhana dalam hidup sehari-hari itu perlu agar hal tersebut dapat menjadi stimulus dalam menemukan ide. Itu juga merupakan cara sederhana yang bisa dilakukan oleh setiap orang. Intinya, paculah diri kita di setiap saat supaya dapat menemukan ide, mulai dari berbagai hal sederhana yang terjadi sehari-hari. Seiring berjalannya waktu, kita akan semakin mudah menemukan ide untuk menulis.

Selain sebagai bahan tulisan, peristiwa sehari-hari yang dituliskan itu juga dapat berfungsi sebagai proses pengembangan diri, pengasah kemampuan analisis masalah, serta pemupuk ketajaman intelektualitas kita. Berbagai peristiwa yang terjadi itu juga menjadi bagian dari sejarah kita sendiri, atau bahkan sejarah secara umum.

Jadi, selamat menggali ide dan membuat sebuah karya spektakuler. Jangan pernah takut mengeksplorasi dan mengungkapkan ide, karena sekali lagi, ide tidak pernah salah. Semangat!!![sn]

* Sofa Nurdiyanti adalah mahasiswa semester lima Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Ia tengah semangat berlatih supaya kelak mampu menjadi penulis dan trainer. Sofa dapat dihubungi melalui email: nurrohmah_06[at]yahoo.com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 8.3/10 (3 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya
Oleh: Don Gabor
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
ISBN: 978-979-22-5073-2
Tebal: xviii + 380 hal

Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas!
Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda pada empat gaya berjejaring—Kopetetif, Supel, [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox