Samurai Sejati 2: Fokus Menang ala Star Trek
Editor | Kolom Lepas | June 22nd, 2009 | No Comments »
Oleh: Risfan Munir*
Salah satu tujuan berkarier adalah mencapai prestasi, kemenangan. Motivasi ini bisa digali dari spirit samurai yang terbukti mengantarkan Jepang menjadi pemimpin industri dunia. Bagi samurai sejati Musashi tujuan samurai ialah kemenangan. Ilmu pedang, tata cara, kuda-kuda, urutan, dan kesempurnaan jurus perlu dipelajari, tetapi bukan sebagai tujuan. Tujuan utama samurai ialah kemenangan. Prinsip ini ia tegaskan dalam Kitab Angin (satu Bab dari The Book of Five Rings) sekaligus untuk mengritik do-jo (perguruan) lain yang mengajarkan seni bela diri hanya sebagai kemahiran, ilmu, dan keindahan akrobatik, tanpa spirit dan keberanian untuk menang.
Dalam dunia kerja dan bisnis masa kini, perbedaan orientasi atau motivasi kerja seperti ini juga sering kita jumpai. Dua orang sama-sama dari bidang tertentu, yang satu berpikir dan bertindak untuk kemenangan. Sementara, yang satu lagi pikiran dan tindakannya berfokus pada ketaatan kepada pakem ilmu yang dipelajarinya. Tetapi, ada juga orang ketiga yang bekerja asal menjalankan tugas dan melakukan apa yang diperintahkan dari pagi hingga jam pulang. Di sini yang kita bahas tentunya yang pertama dan kedua saja, karena dua-duanya baik, tetapi orientasinya berbeda.
Fokus pada kemenangan mengarahkan yang bersangkutan menjadi proaktif, progresif, menerapkan ilmu, taktik, dan strategi secara kreatif sesuai situasi dan kondisi yang dihadapi, dengan tujuan utama meraih kemenangan. Dia tak mudah kecewa kalau sikon yang ada di luar perkiraan, karena prinsipnya selalu “ready for the best, prepare for the worst” (siap menang, siap kalah).
Sementara, orang kedua yang orientasinya ialah kesempurnaan tata cara dan penerapan teori, ilmu, dan teknik secara “baik dan benar”, kelebihannya bisa lebih bagus dan sempurna. Namun kelemahannya, dia lebih sering kecewa atas situasi dan kondisi yang umumnya tidak seperti yang diharapkan atau diasumsikan. Akibatnya, dia lebih rentan untuk kecewa, bahkan frustrasi, lalu sinis kepada realitas yang terjadi.
Dari dua tipe fokus tersebut kita tahu mana orientasi berpikir dan kerja yang terbaik, yaitu untuk menang. Tetapi yang namaya bawaan psikologis, sering kali itu sifat bawaan yang sulit kita ganti. Sering kali kita tidak bisa memaksakan perubahan “bakat” diri. Meskipun kita harus dan sudah berupaya keras, suatu saat seseorang harus pula realistis menerima bakat “siapa” diri ini, tanpa kekecewaan. Dan, tetap optimis untuk menang.
Bagi penggemar Star Trek, baik serial TV maupun yang diputar di layar lebar, dilema di atas tergambar dengan perbandingan antara karakter kapten James Kirk yang sejak remaja selalu berorientasi pada kemenangan, jagoan. Oleh karena itu, dia juga sangat gemar menguasai berbagai kemahiran. Secara kontras dibandingkan dengan karakter perwira Spock, yang blasteran manusia dan Vulcan, yang sangat sempurna penguasaan ilmu, selalu logis sistematika berpikirnya. Tetapi, orientasi dan fokusnya untuk kesempurnaan dan ketaatan pada azas ilmu dan logika, bukan untuk kemenangan.
Dengan kerapihan dan patuh pada pakem itu membuat pikiran Spock sangat mudah dibaca oleh Kirk. Sehingga, dengan santai Kirk dapat mengalahkan simulasi tersulit yang dibuat Spock. Bahkan, fokus dan keasyikannya pada ilmu dan logika itu menyebabkan Spock tidak menyadari kehadiran musuh, yang sudah menghadang dan siap menghancurkan pesawat ruang angkasa USS Enterpise yang mereka kemudikan.
Jika memang kedua orientasi, “untuk menang vs. untuk kesempurnaan” tersebut sering kali merupakan karakter bawaan kita yang sulit diubah, maka dalam batas tertentu ya harus diterima. Sebagaimana diilustrasikan dalam Star Trek, dalam kerja tim kedua karakter itu bisa dipadukan menjadi kekuatan yang saling melengkapi dan tak terkalahkan. Yang pertama sebagai Kapten James Kirk yang selalu siap menghadapi situasi dan kondisi apa pun, secara proaktif, progresif berfokus pada kemenangan. Di dampingi oleh karakter Spock sebagai perwira utama yang sangat resourceful, kaya ilmu, logis, sebagai penasihatnya. Dwi tunggal yang tak terkalahkan.
Merasakan Kemenangan dalam Pikiran
Pelajaran kedua dari Star Trek dalam bermain pikiran untuk merasakan kemenangan. Dalam film ini penonton diajak untuk melakukan perjalanan melintas ruang-waktu berjarak 16 tahun cahaya. Ini adalah latihan menarik untuk memainkan pikiran kita sendiri melintas waktu terbang ke masa lalu dan kembali ke masa depan. Bahwa, kita ternyata mampu memainkan pikiran melintas ruang dan waktu, walau awalnya tak mudah.
Melihat dan merasakan ”sukses” di masa lalu untuk bekal menciptakan ”sukses” di masa depan itu penting. Tujuannya agar secara tak sadar (unconscious) pun kita terdorong menuju kepada sukses yang kita dambakan. Untuk merasakan ”sukses” ini saya mengajak pembaca untuk mempraktikkannya, bukan sekadar membaca uraian di bawah ini.
Silakan ambil posisi duduk yang tenang di tempat yang relatif tenang. Lalu, nyamankan diri, sambil menarik napas panjang perlahan tiga kali. Juga rasakan nimatnya ketenangan…. Sementara itu, mulailah mengingat kemenangan yang pernah Anda rasakan, entah baru-baru ini, entah waktu kuliah, atau waktu sekolah, entah bersama keluarga atau teman. Yah, mungkin Anda ingat beberapa peristiwa sukses itu, pilih satu saja. Sukses apakah itu? Ya, Anda ingat betul. Bagaimana perasaan waktu itu? Gambarkan dalam pikiran. Bagaimana suasana yang Anda rasakan, kebahagiaan, kemenangan. Siapakah orang-orang yang menyaksikannya? Yang Anda hormati, kasihi. Bagaimana ekspresi mereka memberi pujian dan pengakuan, ingatlah senyuman mereka. Mungkin ada yang bisa dikuantifikasi, Anda juara peringkat berapa, berapa skor Anda, berapa yang Anda raih. Rasakan yang Anda rasa sebagai kemenangan itu, bagaimana reaksi fisik Anda, di dada, di sekujur tubuh.
Rasakan, tetap pada perasaan itu beberapa lama. Kemudian perlahan kembali kepada kondisi sekarang lakukan hitungan mundur dari 10, 9, 8,…3, 2, 1. Kalau tadi Anda sambil tutup mata, perlahan bukalah mata Anda. Tarik napas panjang perlahan tiga kali. Kalau sekali melakukan proses tersebut masih tersendat, lakukan beberapa kali, pada beberapa kesempatan. Yang penting Anda betul-betul merasakan ”perasaan sukses” itu.
Setelah melakukan proses menggali sukses di masa lalu itu kita memperoleh ”perasaan sukses” yang pernah kita rasakan, kemudian Anda bisa menggunakannya untuk memvisualisasikan, menggambarkan bentuk sukses yang Anda dambakan di masa depan. Caranya hampir sama dengan pergi ke masa lalu di atas. Ambil posisi duduk tenang, bayangkan diri melintasi cakrawala, atau jalan panjang, atau melintasi antariksa bintang-bintang malam, menuju suatu tempat dan waktu di mana ”cita-cita” Anda tercapai.
Apa yang terlihat? Benda-benda yang Anda dambakan? Orang-orang yang Anda cintai menjadi yang Anda harapkan? Atau apa pun yang Anda dambakan, bisa hal besar, bisa hal kecil. Rasakan nikmatnya, reaksi tubuh Anda, berkembangnya rongga dada, dan anggota badan lainnya. Setelah tergambar situasi, warna-warna, angka-angka, terdengar bunyi-bunyi, percekapan atau musik yang ada, juga sensasi emosiyang Anda rasakan. Bartahanlah pada posisi itu beberapa saat sesuai yang Anda inginkan.
Kemudian perlahan kembali kepada kondisi sekarang lakukan hitungan mundur dari 10, 9, 8,…3, 2, 1. Lalu, tarik napas panjang perlahan tiga kali. Proses ini bisa dilakukan setiap saat, agar visi atau ”gambaran sukses” itu secara refleks, tanpa kita sadari (unconscious) hadir dan memandu kita menuju ke sana, memengaruhi tiap keputusan yang harus kita ambil.
Pesannya: Selalu berfokus kepada kemenangan, prestasi, lebih dari sekadar mengejar kesempurnaan yang kaku. Untuk itu kuasai semua ilmu dan keterampilan, tetapi jangan terjebak obsesi mengejar kesempurnaan. Tetaplah “ready for the best, prepare for the worst situation“.[rm]
* Risfan Munir adalah peminat spirit samurai untuk meningkatkan etos kerja. Ia bekerja sebagai seorang konsultan manajemen dan perencanaan. Alumnus Institut Teknologi Bandung ini sudah menulis tiga buku berjudul Pengembangan Ekonomi Lokal Partisipatif, Seri Manajemen: Skema Tindakan Peningkatan Pelayanan Publik, dan Aplikasi Pemberdayaan UMKM. Ia dapat dihubungi melalui blog http://ecoplano.blogspot.com dan pos-el: risfano[at]gmail[dot]com.
Oleh: Risfan Munir*