Si Penghambat Kesuksesan Tanpa Batas

nsOleh: Nathalia Sunaidi

Beberapa hari yang lalu saya, suami, dan beberapa teman mencoba sauna jenis baru yaitu sauna tradisi Thailand di sebuah tempat meditasi. Sauna ini bukan sembarang sauna karena uapnya berasal dari tumbuh-tumbuhan dan akar-akaran resep Thailand yang sangat ampuh untuk mengobati berbagai penyakit. Di Thailand sendiri, tempat-tempat meditasi menyediakan juga sauna sejenis ini. Tujuannya untuk kesehatan dan melatih ketenangan pikiran saat bersauna.

Nah, setelah bersauna biasanya baru dilanjutkan dengan bermeditasi. “Rasa hangat dan uap tumbuhan-tumbuhan membuat aliran darah dan oksigen lebih lancar. Jika badan lebih sehat, batin akan lebih tenang saat meditasi,” begitu kata biku di tempat meditasi yang berasal dari Thailand.

Dengan percaya diri saya bersalin dan bersiap-siap masuk sauna. Saya sudah sering sauna di tempat fitnes. Jadi rasanya sudah terbiasa. Sedangkan dua teman saya ini seumur-umur belum pernah sauna jadi mereka sedikit takut.

Begitu saya membuka pintu sauna, terlihat asap di dalam ruangan tersebut dengan bau ramuan yang kental. Saya duduk dan… ampun deh… sauna yang ini kelas berat, pikir saya. Sauna di tempat fitnes yang biasanya saya masuki tida ada seujung kukunya dibandingkan yang ini. Ruangannya panas sekali dan ramuannya menyengat. Teman saya yang baru masuk, langsung mau keluar lagi. Saya katakan, “Coba dulu. Duduk dulu.” Dia mulai duduk.

Kami bertiga duduk dengan sangat tersiksa. Keringat mengucur sangat deras. Kami sangat meminimkan pergerakan tubuh. Karena, semakin bergerak maka panasnya akan semakin terasa. Wuih, ini seperti direbus. Teman yang satu tidak tahan dan langsung keluar. Saya pun sudah tidak tahan dan ingin keluar. Tetapi, saya katakan di dalam pikiran, “Lima menit lagi. Bertahan dulu.” Setelah lima menit kami keluar. Ketika keluar, kepala terasa melayang. Jantung berdetak sangat cepat. Kami duduk terdiam menunggu detak jantung kembali normal.

Kemudian, seorang pengurus mengatakan “Masuk lagi. Satu kali belum sehat. Racun di tubuh belum keluar.”

“Ha? Masuk lagi? Insane!” pikir saya dalam hati sambil bertatapan dengan teman-teman saya seolah mereka bisa membaca pikiran saya. Dengan lunglai kami bertiga masuk lagi. “Here we go!” teriak saya dalam hati. Penyiksaan dimulai lagi. Di kedua kali ini kami hanya bertahan lima menit lalu langsung keluar. Kepala kembali terasa melayang. Jantung berdetak cepat.

Setelah beristirahat sejena, ada di dalam bagian diri saya yang mengatakan untuk mencobanya sekali lagi. Saya mengajak salah seorang teman untuk masuk ke ruang sauna lagi. Anehnya, di momen ketiga ini, napas kami sudah mulai panjang. Kami mulai beradaptasi. Rasa panas sudah tidak begitu terasa. Kami belajar bernapas panjang lewat hidung dan menghembuskan lewat mulut. Di dalam ruang sauna yang panas itu kami bisa duduk bermeditasi. Pikiran menjadi tenang.

Ajaib, pikir saya. Bagaimana bisa berubah drastis? Tubuh dan pikiran seolah cepat sekali menyesuaikan diri. Dari yang sangat tersiksa karena terasa seperti direbus menjadi bisa duduk diam bermeditasi dengan tenang. Setelah sepuluh menit, kami putuskan untuk keluar karena di luar ada rombongan lain yang mengantri ingin mencoba. Setelah sauna, kami lanjutkan dengan duduk bermeditasi di ruangan meditasi yang terbuka. Pikiran menjadi cepat sekali tenangnya. Tarikan napas menjadi lebih panjang dan sangat melegakan. Efektif juga sauna tersebut untuk melatih ketenangan, kata saya dalam hati.

Para pembaca, mengapa di momen pertama kali saya masuk ke ruang sauna tradisi Thailand saya mengalami rasa tersiksa yang amat sangat, yang membuat saya langsung ingin kabur dari situasi tersebut? Pernahkan Anda mengalami hal yang saya rasakan? Ketika melakukan sesuatu yang benar-benar baru dan asing, tubuh dan pikiran Anda melakukan penolakan yang amat dahsyat?

Itu karena subconscious mind kita memiliki sifat homestatis, yaitu keengganan untuk berubah. Sifat itu yang membuat kita, setiap kali melakukan hal yang baru, akan mengalami penolakan dari diri kita sendiri. Subconscious mind resists to change! Homeostatis inilah biang keladi penghambat kesuksesan hidup kita. Dengan cara apa pun sifat ini menentang kita untuk berubah. Begitu sampai di zona nyaman, perubahan adalah sesuatu yang sangat dimusuhi oleh subconscious mind.

Milton Erickson sangat paham akan sifat homeostatis ini sebagai sifat subconscious mind yang menolak perubahan. Maka, dia suka sekali memasukkan dirinya sendiri ke sebuah situasi yang mengharuskannya melakukan action. Di suatu hari, Erickson sedang berjalan-jalan dan dia melihat sebuah pabrik. Dari luar terdengar suara pabrik tersebut sangat bising. Erickson adalah seseorang yang memiliki keingintahuan yang sangat besar. Dan dia suka sekali mempelajari komunikasi antar manusia. Dia berpikir, “Bagaimana pekerja-pekerja pabrik tersebut bisa berkomunikasi dalam suara bising tersebut? Saya juga mau mencobanya.”

Lalu, dia masuk ke pabrik tersebut. Di dalamnya agak gelap dengan suara bising yang amat sangat. Ada suara palu memukul-mukul besi dan suara mesin yang bergemuruh. Erickson meminta izin kepada pimpinan pabrik untuk bisa menginap semalam di pabrik yang beroperasi 24 jam tersebut. Di malam harinya, Erickson tidak bisa tidur. Suara bising di pabrik tersebut terasa hampir membuatnya gila. Kemudian dia berpikir, “Andaikan saya bisa mengeluarkan suara ini dari kepala saya.”

Kemudian, entah mengapa suara-suara tersebut seolah keluar dari kepalanya. Dan, dia bisa tertidur dengan nyenyak. Di momen itu Erickson menemukan sebuah konsep tentang teknik yang sekarang banyak digunakan dalam NLP (Neuro Linguistic Programming). Teknik tersebut  menjadi dasar berbagai teknik NLP dalam melepaskan hambatan-hambatan mental dan menciptakan behaviour of excellence untuk kesuksesan tanpa batas.

Pembaca, Erickson paham sekali tentang sifat homeostatis subconscious mind. Subconscious mind enggan berubah jika tidak dipaksa. Karena itu dia memasukkan dirinya ke situasi bising di pabrik tersebut untuk mendesak subconscious-nya menemukan solusi dan action. Dan, begitu kita take action, keajaiban terjadi. Subconscious mind sesungguhnya fast learner. Asalkan kita mau action, dengan sendirinya subconscious mind menemukan cara dan solusi dari situasi yang kita alami.

Andaikan saat itu Erickson tidak memasukkan dirinya ke situasi mendesak di pabrik bising tersebut maka dia tidak menemukan teknik yang sekarang banyak digunakan untuk menciptakan behaviour of excellence dalam NLP. Banyak para alumni hypnotherapist saya yang tercengang ketika mereka bisa melakukan sesi hypnotherapy dengan sangat baik seolah sudah alami.

“Padahal, awalnya sangat takut dan enggan mengikuti training karena takut tidak mampu. Namun, setelah dilakukan, ternyata saya baru menyadari bisa menyembuhkan orang menggunakan hypnotherapy dengan mudahnya,” komentar salah seorang alumni yang berhasil di sesi praktik. Ya, begitu kita putuskan untuk take action maka subconscious akan beradaptasi dan belajar dengan sangat cepat.

Sifat homestatis inilah yang menjadi penghambat diri kita untuk mau take action. Kita selalu dipermainkan oleh homeostatis subconscious mind. Dia selalu menghambat kita untuk berubah. Pikiran kita akan membuat banyak skenario dan rasa sakit supaya kita tidak melakukan perubahan. Saat pertama kali fitnes, tubuh akan ngilu-ngilu yang bisa membuat kita kapok melakukan lagi. Saat awal-awal berhenti merokok, mulut terasa asam dan pikiran gelisah. Mau mulai usaha baru, jantung berdetak cepat, keringat dingin dan pikiran diliputi rasa takut. Pindah ke rumah baru, jadi sulit tidur di malam hari. Makan makanan baru membuat perut mules dan lain-lain.

Semua itu reaksi-reaksi penolakan sifat homeostatis subconscious mind yang tidak mau berubah. Jika hal itu diikuti terus-menerus maka diri kita sendirilah yang menghentikan potensi kesuksesan kita yang tanpa batas.

Lalu, bagaimana untuk bisa mengalahkan sifat homestatis subconscious mind ini? Sederhana, yang perlu Anda lakukan adalah TAKE ACTION. Take action tidak cukup hanya sekali. Lakukanlah minimum tiga kali baru subconscious mind mulai beradaptasi. Dan begitu sudah beradaptasi, miracle akan terjadi. Seperti pengalaman saya di sauna, di momen pertama mencoba seluruh tubuh dan pikiran saya menolak. Namun, di momen ketiga, seperti ajaib seluruh sistem tubuh sudah bisa beradaptasi dengan cepat.

Setelah take action, BERTAHANLAH sampai terbiasa. Katakan kepada diri Anda sendiri untuk mau bertahan sebentar lagi, jangan menyerah dulu. Anda akan terkesima betapa subconscious mind memiliki potensi tanpa batas jika kita mau bertahan sebentar lagi. Begitu subconscious mind mulai mahir dan terbiasa maka dia akan mulai dirambati kembali sifat homeostatis. Action kita akan menciptakan zona nyaman yang baru.

Dan, jika kita tidak belajar hal baru lagi maka homeostatis akan mematikan potensi kita lagi. Karena itu kita perlu terus belajar dan take action untuk hal-hal baru yang positif maka kita akan menemukan betapa subconscious mind merupakan sahabat terbaik meraih kesuksesan tanpa batas. Salam perubahan dan selamat berubah ke arah yang lebih baik setiap saatnya![ns]

* Nathalia Sunaidi, C.Ht adalah seorang hypnotherapist dan Direktur Nathalia Institute dan penulis buku Journey to My Past Live. Dapat dihubungi di: www.nathaliainstitute.com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 7.0/10 (6 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +5 (from 5 votes)

Menyembuhkan Indonesia

nsOleh: Nathalia Sunaidi*

Hari ini saya bersama para graduates pelatihan Becoming Hypnotherpist Batch 2 mendatangi Panti Asuhan Chandranaya di Bogor. Saya mendampingi para graduates untuk melakukan praktik hypnotherapy langsung kepada anak-anak di panti. Begitu kami datang, puluhan anak panti yang berusia antara tujuh sampai belasan tahun sudah berkumpul.

Saya membuka sesi praktik ini dengan membawakan pre-talk tentang alam bawah sadar. Tentang bagaimana alam bawah sadar berisi memori-memori, pengalaman hidup, mulai dari janin sampai sekarang. Di dalamnya juga tersimpan berbagai emosi yang ter-attach di setiap pengalaman tersebut; luka batin, kesedihan, kekecewaan, ketakutan, dendam, kemarahan, dll. Emosi-emosi negatif tersebut menjadi penghambat keberhasilan dan penyebab rasa tidak bahagia dalam hidup.

Setelah pre-talk, saya bertanya, “Siapa sekarang yang mau diterapi untuk melepaskan emosi negatif?” Luar biasa, semua anak mengangkat tangan. Sampai-sampai anak-anak yang masih SD juga angkat tangan.

Saya berikan briefing singkat kepada para graduates yang akan praktik, jika kasus ringan pakai saja Hypno-NLP yang saya ajarkan. Tetapi kalau berat pakai Wisdom Therapy–sebuah set hypnotherapy sistematis yang saya ciptakan. Pada momen itu kami mengira bahwa kami akan mendapatkan kasus-kasus phobia ringan atau meningkatkan kualitas belajar. Namun, setiap sesi terapi adalah kejutan yang tidak pernah terduga. Ternyata, di hari itu para graduates mendapatkan kasus-kasus yang berat dan mengharukan. Hampir semua hypnotherapist (para graduates) juga ikut meneteskan air mata saat menerapi anak-anak panti tersebut. Dan luar biasa, para graduates menanganinya dengan tuntas dan excellent!

Kami tidak mengira betapa pilunya penderitaan para anak panti tersebut. Mereka ternyata kebanyakan korban kerusuhan Timor-Timur, di mana mereka melihat langsung pembunuhan keluarga mereka. Juga sebagian di antaranya adalah anak-anak korban gempa Nias, dan banyak anak yang menderita luka batin karena merasa dibuang oleh orang tua mereka.

Cool, pikir saya di dalam hati ketika saya mengetahui kisah para anak panti tersebut dari pengasuhnya. “Ini akan menjadi sesi praktik yang seru dan pengalaman pembelajaran yang berharga untuk para graduates.”

Para graduates langsung memasuki ruangan-ruangan yang telah disediakan dan siap menangani klien muda mereka. Ternyata benar, mereka mendapatkan klien-klien dengan abreaction (pelepasan emosi) yang dahsyat. Para klien (anak-anak panti) menangis dan berteriak dengan pilu sampai memukul-mukul bantal untuk melepaskan perasaan sedih yang mendalam. Sampai-sampai saya dan para graduates ikutan menangis saat melakukan terapi tersebut. Tidak tahan, tangisan pilu mereka sungguh-sungguh menyayat hati.

Yang lebih menyentuh hati lagi, para anak panti tersebut mengantri menunggu giliran terapi. Begitu yang satunya selesai, dengan cepat mereka langsung memasuki ruangan kamar terapi dan berdiri dengan manis menunggu diterapi. Pada momen itu saya sangat terharu. Mereka tentunya telah lama menanti momen ini untuk melepaskan kesedihan mereka.

Saya bertanya kepada anak-anak panti yang sedang menenunggu giliran terapi, “Kamu kalau ada masalah cerita sama siapa?”

“Tidak cerita ke siapa-siapa. Masalah apa pun disimpan di sini (sambil mereka menunjuk hati mereka),” jawab mereka.

Kasihan sekali, pikir saya dalam hati.

Hari telah sore, jadi kami harus mengakhiri sesi terapi. Masih banyak anak panti yang belum kedapatan giliran terapi. Mereka bertanya kepada saya dan para graduates, “Kalian besok datang lagi, kan?” Kami terharu sekali. Memang besok akan dilanjutkan oleh group graduates lainnya untuk menyelesaikan deretan klien muda kami.

Beberapa orang bertanya kepada saya, “Nath, apa yang membuat kamu rutin mengadakan training Becoming Hypnotherapist 100 Jam?”

Saya selalu menjawab, “Saya mau menciptakan banyak hypnotherapist yang melakukan terapi. Indonesia sangat membutuhkan banyak hypnotherapist yang bisa melepaskan luka batin dan permasalahan hidup mereka!”

Sedikit sekali lulusan hypnotherapy yang ada mau atau bisa melakukan terapi. Lebih banyak dari mereka, begitu selesai training hypnosis, langsung terjun membuat training hypnosis atau hypnotherapy lagi. Mereka mengajarkan orang-orang menjadi hypnotherapist dalam training dua atau tiga hari. Tetapi, jarang yang benar-benar “jadi” hypnotherapist yang menangani langsung kasus klien.

Hal itu membuat saya bertanya-tanya–jika mereka tidak membuka terapi yang menangani antrian klien–bagaimana mereka bisa mengajarkan pengalaman-pengalaman hypnotherapy kepada para muridnya? Jadinya hanya seperti teori yang diteruskan dari mulut ke mulut tanpa adanya pengalaman keberhasilan pribadi. Karena itu, saya membuat training Becoming Hypnotherapist 100 Jam di mana saya sharing-kan semua pengalaman hypnotherapy saya selama bertahun-tahun dengan ribuan klien.

Para graduates Becoming Hypnotherapist saya persiapkan sungguh-sungguh untuk bisa langsung terjun terapi, bahkan di hari kelulusan mereka. Karena di training Becoming Hypnotherapist isinya adalah 80 persen praktik langsung dan 20 persen teori. Saya ajarkan mereka Wisdom Therapy yang saya buat berdasarkan pengalaman terapi ribuan klien. Tujuannya supaya mereka bisa dengan mudahnya langsung terjun untuk terapi menggunakan prosedur yang sudah tersistemasi. Dan, para graduates dari batch 1 dan 2 bisa melakukan sesi hypnotherapy untuk menolong klien melepaskan problem mereka dengan mudah, seolah sudah sangat alami melampaui imajinasi saya. Excellent!

Hypnotherapy adalah salah satu alat dari berbagai alat yang bisa kita gunakan untuk menolong orang lain. Dalam sebuah sesi menemukan misi hidup dengan peserta training, seorang peserta mengatakan misi hidupnya kali ini adalah untuk menolong banyak orang. Dan, hypnotherapy adalah alat untuk melakukan misi tersebut.

Hypnotherapist adalah salah satu profesi yang bisa menolong orang lain. Sebagian murid saya menjadi hypnotherapist sebagai back-up profesi andaikan suatu hari mereka harus keluar dari perusahaannya. Sebagian untuk bisa menolong orang-orang tercinta mereka–istri/suami, anak-anak, keluarga, dan sahabat. Ada yang anggota LSM dan organisasi sosial yang menggunakan hypnotherapy untuk menangani para korban kekerasan atau pelecehan. Atau, para ibu dan ayah yang mau membesarkan anak-anaknya dengan hypnosis, memasukkan program-program keberhasilan dan melepaskan blok-blok mental para anaknya sedini mungkin (saya sebut mereka “Mom/Dad the Hypnotherapist”). Kebanyakan, mereka ingin menggunakan hypnoterapy sebagai sarana untuk menolong sesama, seperti yang kami lakukan di Panti Asuhan Chandranaya.

Jika ada lagi yang bertanya kepada saya, “Mengapa kamu terus mendidik orang-orang menjadi hypnotherapist?” Saya akan jawab, “Karena ada banyak anak dan orang yang menunggu untuk diterapi demi melepaskan luka batin dalam hidup mereka.” Seperti anak-anak panti yang hari itu kami terapi.

Murid saya, yang menjadi koordinator praktik sesi hypnotherapy di Panti Asuhan Chandranaya , mengatakan banyak antrian panti asuhan yang mengundang kami untuk melakukan terapi pelepasan luka batin anak-anak yatim piatu. Indonesia membutuhkan banyak hypnotherapist!

Dalam obrolan saya dengan Ayah Edy, dia menceritakan bagaimana dia membuat “Strong from Home”. Ayah Edy mengatakan kepada pemilik radio Smart FM, “Apakah Anda tahu bagaimana membangun Indonesia? Saya tahu! Mulailah dari rumah.” Itulah alasan dibuat programnya di Smart FM. Maka, saya pun menanyakan kepada Anda, “Apakah Anda tahu bagaimana menyembuhkan Indonesia? Saya tahu! Mulailah dari alam bawah sadar. Lepaskan emosi-emosi negatif; berbagai lukan batin, kepiluan, kebencian, dendam, amarah, sakit hati. Maka, Anda telah menyembuhkan sebuah kehidupan yang sangat berharga.”

Itulah alasan saya terus belajar menjadi hypnotherapist yang andal dan terus membagikan semua pengetahuan hypnotherapy saya kepada para murid dengan program free life-time resit. Saya ingin mengantarkan orang-orang menjadi hypnotherapist yang melakukan hypnotherapy andal untuk menyembuhkan Indonesia![ns]

* Nathalia Sunaidi, C.Ht adalah seorang hypnotherapist, Direktur Nathalia Institute, dan penulis buku laris Jurney to My Past Live. Ia dapat dihubungi melalui web-nya: http://www.nathaliainstitute.com

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 8.0/10 (5 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +2 (from 4 votes)

Menjadi Seorang Hypnotherapist Profesional

nsOleh: Nathalia Sunaidi*

Sepanjang pengalaman saya menjadi hypnotherapist, saya temukan hypnotherapy adalah sebuah terapi yang powerful untuk melepaskan emosi negatif, luka batin, ketakutan irasional atau phobia, untuk menemukan misi hidup, dll. Dari pengalaman ribuan jam terapi dengan ribuan klien, serta dengan waiting list klien hingga empat bulan ke depan, saya menyaksikan sendiri bagaimana hypnotherapy bisa mentransformasi hidup mereka. Itulah pula yang menjadi fondasi saya merancang Wisdom Therapy.

Tetapi, jika kembali mengingat pengalaman-pengalaman awal saya menjalankan terapi, saya bisa tersenyum-senyum sendiri. Waktu itu, saya merasa sulit sekali membuat klien terhipnosis, dan waktu yang dibutuhkan lebih dari setengah jam. Karena, saya hanya diajarkannya induksi progresif yang memakan waktu sangat panjang. Problem lainnya yang muncul adalah, setelah klien masuk relaksasikarena dengan induksi progresif mengantarkan klien ke relaksasi dan sulit sekali klien bisa masuk level somnambulismmaka therapeutic apa yang harus dilakukan? Dulu, saya hanya diajarkan untuk memberikan sugesti kepada klien, tetapi tidak secara mendalam diajarkan metode therapeutic. Padahal, therapeutic adalah kunci dalam hypnotherapy. Mudah untuk menghipnosis orang, namun setelah orang itu sudah terhipnosis mau diapakan? Faktor-faktor di atas membuat sesi hipnosis tidak efektif, dan itulah yang membuat orang-orang merasa hypnotherapy doesn’t work. Padahal, hypnotherapy does work very effectively!

Kendala-kendala di atas pasti banyak dihadapi oleh para hypnotherapist baru. Itu saya alami karena waktu training yang saya dapatkan hanya tiga hari, dan waktu tiga hari itu sangat tidak efektif untuk bisa membuat seseorang mempelajari teknik therapeutic secara maksimal.

Lalu, bagaimana supaya bisa menjadi seorang hypnotherapist profesional? Seorang hypnotherapist adalah orang yang memberikan terapi. Definisi terapi adalah sesuatu yang bisa membuat individu menjadi lebih sehat dan lebih baik. Jadi, dalam hal ini ada proses transformasi bagi si klien. Transformasi itu bisa terjadi karena ada proses therapeutic yang dilakukan. Tetapi, justru inilah kendala utama para hypnotherapist baru.

Seorang hypnotherapist profesional harus menguasai teknik hipnosis yang efektif yang bisa mengantarkan klien ke level somnambulism. Somnambulism adalah level di mana therapeutic bisa dilakukan. Berarti, perubahan atau transformasi baru bisa terjadi jika klien masuk ke level ini. Setelah klien berada di somnambulism, kunci utama selanjutnya adalah proses therapeutic yang efektif untuk melepaskan semua masalah klien. Kebanyakan training yang hanya dua atau tiga hari hanya keburu mengajarkan bagaimana mengantarkan klien ke kondisi hipnosis sehingga teknik therapeutic tidak ditekankan.

Hal ini membuat saya merenung. Dalam pengalaman training “Becoming Hypnotherapist 100 Jam yang saya adakan, tiga hari pertama saja hanya saya pakai untuk mengajarkan fundamental hypnosis, karena ada begitu banyak pengetahuan yang harus diajarkan, seperti role of unconscious, conscious mind, waking hypnosis, instant and rapid inductions, rules of the mind, self-hypnosis, hypnosis method for analitical subject, deepening techniques, dan masih banyak lagi. Dalam hipnosis fundamental itu, saya mengajarkan berbagai metode instan dan rapid inductions, di mana hanya dalam waktu maksimal empat menit, kita bisa mengantarkan seseorang ke level somnambulism.

Lalu, saya ajarkan delapan kunci memberikan sugesti yang efektif. Di tiga hari itu, para murid melakukan banyak praktik supaya mereka merasakan sendiri pengalaman menghipnosis orang hanya dalam waktu kurang dari empat menit. Itu semua baru dasar hipnosis, belum masuk ke intermediate dan advance level, di mana teknik therapeutic akan di-reveal. Bahkan, setelah 100 jam training itu saya langsung sediakan klien yang memiliki problem kepada para murid, sebagai penambah jam terbang praktik mereka. Jika demikian, apakah cukup dan memadai untuk seseorang menjadi advance dalam hypnotherapy hanya dalam waktu dua atau tiga hari?

Lalu, jika Anda ingin menjadi hypnotherapist profesional, yang artinya ingin berkarier sebagai hypnotherapistsebuah profesi untuk menolong orang lainberikut adalah sejumlah tip, supaya Anda bisa menjadi seorang hypnotherapist dengan klien yang Anda tangani sungguh-sungguh merasakan proses transfomasi.

  • Kuasai induksi yang bisa mengantarkan klien minimal ke level somnambulism.
  • Kuasai pengetahuan tentang cara kerja pikiran, dalam hal ini unconscious, subconscious and conscious mind, cara bypass critical factor dan waking hypnosis.
  • Kuasai cara penyampaian pre-talk Anda kepada klien.
  • Kuasai instant dan rapid inductions di mana Anda bisa menghipnosis orang dalam hitungan detik. Ini diperlukan untuk demo kepada orang lain dan meningkatkan kepercayaan diri Anda sebagai seorang hypnotist yang handal.
  • Kuasai teknik therapeutic supaya hypnotherapy session yang Anda lakukan sungguh-sungguh efektif.
  • Jadilah up-to-date! Belajar dan ikuti pelatihan hypnotherapy karena teknik induksi dan metode therapeutic dalam hypnotherapy terus berkembang.

Jika Anda sungguh-sungguh, waktu dan tenaga yang Anda investasikan untuk terus mengembangkan teknik Anda, dan mengikuti pelatihan hypnotherapy, maka Anda akan menyaksikan langsung kalau hypnotherapy does work! Klien pun akan terus bertambah dan itu bukan karena Anda yang berkoar, tetapi efektivitas therapeutic itu yang bicara. Percayalah, jika itu terjadi, jadwal terapi Anda akan terus full booked sampai Anda kewalahan![ns]

* Nathalia Sunaidi adalah seorang hipnoterapis dengan spesialisasi past live regretion. Ia adalah penulis buku Journey to My Past Lives. Untuk informasi pelatihan hipnoterapi, kunjungi website Nathalia yang beralamat di: http://www.nathaliainstitute.com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 7.2/10 (27 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +3 (from 3 votes)

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya Oleh: Don Gabor Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009 ISBN: 978-979-22-5073-2 Tebal: xviii + 380 hal Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas! Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox