Luar Biasanya Hari-Hari Kita

Lisa NuriyantiOleh: Lisa Nuryanti*

Semua orang punya tujuh hari dalam seminggu. Berapa hari yang dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya? Apa arti hari-hari tersebut untuk kita? Mari coba kita lihat.

1. Senin adalah singkatan dari “Semangat Nan Indah”

Sebagian orang mengharap-harap tibanya hari Senin karena hari itu mereka mendapat uang. Yang telah libur, kembali berjualan sehingga uang masuk lancar lagi. Yang bekerja harian, berarti upah harian akan diterima kembali.

Sebagian orang tidak suka dengan hari Senin. Yang malas bekerja merasakan beban berat karena Senin berarti mulai bekerja kembali. Yang tadinya bisa santai di rumah, kini harus kembali masuk kantor. Anak sekolah kembali bersekolah, tidak bisa main-main Play Station lagi. Para ibu harus bangun pagi lagi untuk memasak sarapan pagi anak-anak yang akan berangkat sekolah. Ada yang menunggu-nunggu hari Sabtu lagi yang rasanya masih sangat lamaaaa….

Apa pun sikap yang kita pilih, tidak akan mengubah hari Senin. Senin tetap datang. Senin tetap harus kita lalui entah kita senang atau tidak. Sikap mana yang akan kita pilih? Memulai hari Senin dengan menggerutu atau memulai hari Senin dengan Semangat Nan Indah?

2. Selasa adalah singkatan dari “Selalu Luar Biasa”

Ada orang yang berpendapat bahwa Selasa adalah hari yang biasa saja. Tidak ada yang luar biasa. Mengapa begitu? Mengapa kita tidak membuatnya menjadi hari yang luar biasa? Luar biasa atau tidak, bukan tergantung dari nama hari atau pekerjaan kita. Tetapi, tergantung dari sikap hati kita. Tiap pagi saya bermain skipping (main tali) sebanyak 300 kali. Saya merasakan bedanya, ketika hati sedang malas, ya main tali jadi terasa berat. Tetapi bila hati gembira, maka main tali menjadi ringan. Bahkan tanpa terasa bisa sampai 400 kali. Jadi, saya selalu main tali sambil bernyanyi dan tersenyum. Hehehe….

3. Rabu adalah singkatan dari “Rasakan Bahagia dalam Kalbu”

Apakah kita bersyukur hanya kalau kita mendapatkan sesuatu? Kalau sedang senang dan kita bersyukur, itu sih biasa. Tetapi, bagaimana kalau kita sedang ada masalah? Apakah kita menggerutu dan marah-marah? Apakah kita bisa mensyukuri setiap kejadian dalam hidup kita?

Waktu anak saya masih kecil, dia sering menangis di malam hari. Padahal, tiap hari saya harus bekerja. Tetapi, saya bersyukur bisa bangun di malam hari dan memberikan ASI kepada anak saya. Saya senang ketika di malam hari dia terjaga dan memanggil “Mama... Mama….” Malah saya sengaja melarang baby sitter bangun di malam hari dan mengurus anak saya. Saya pikir, toh tidak lama dia begitu. Nanti kalau dia sudah besar, dia tidak akan lagi memanggil “Mama… Mama” ketika terjaga di malam hari.

Jadi, saya nikmati keadaan itu. Saya syukuri saat-saat tiap malam saya bangun dan menggendong anak saya. Biarlah hati kita selalu dipenuhi rasa syukur. Biarlah kalbu berseri. Hati yang gembira adalah obat yang paling manjur.

4. Kamis adalah “Kami Sukses”

Apakah hari Kamis juga hari biasa? Bagaimana kalau kita membuatnya sebagai hari di mana kita sudah lebih sukses? Rasanya, kita perlu mengingat kembali pentingnya “Berpikir Positif”. Bagaimana kalau tiap minggu kita mendapatkan sukses? Bagaimana kalau tiap hari? Apakah mungkin? Tentu saja. Yang perlu dilakukan adalah selalu berpikir positif. Kapan saja, di mana saja, dan kepada siapa saja….

Bila seseorang berkata kepada kita, “Wah, enak ya kerja di sana!” Daripada berkata, “Enak apanya? Biasa saja, kok!, mengapa kita tidak berkata, “Amin!“? Bila seseorang berkata, “Pasti Anda banyak uang.” Daripada berkata, Enggak, kok. Siapa bilang banyak uang?” Lebih baik kita berkata, “Amin.” Kalau nanti benar-benar banyak uang, siapa yang menikmati? Kita sendiri kan? Asyik….

5. Jumat berarti “Juga Amat Hebat”

Sering kali Jumat menjadi hari yang kurang produktif karena sudah mendekati Sabtu, sehingga pikiran sudah ke hari libur. Mengapa menyia-nyiakan satu hari dalam hidup kita? Bagaimana kalau kita menjadikannya hari Jumat yang Juga Amat Hebat? Bagaimana kalau kita menggunakan hari ini untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang tertunda? Memeriksa surat masuk? Mengevaluasi hari-hari kemarin? Mengatakan hal-hal indah yang belum sempat dikatakan?

6. Sabtu berarti “Saatnya Bersatu”

Hari Sabtu bisa menjadi hari yang produktif atau tidak produktif. Semuanya tergantung diri sendiri. Seorang pengusaha justru paling produktif di hari Sabtu karena dia bisa memeriksa semua pekerjaan, memantau hasil kerja karyawan, mencari ide baru, dan puluhan kegiatan lain yang sangat bermanfaat. Bahkan, dia membuat hari Sabtu sebagai hari di mana dia mendengarkan semua masalah yang dihadapi anak buahnya.

Orang tua yang libur dan ingin membina kedekatan dengan anak-anaknya bisa memanfaatkan hari Sabtu untuk bermain bersama, berenang, makan bareng, membersihkan rumah bersama, atau jalan-jalan. Daripada hanya duduk dan masing-masing nonton acara TV kesukaannya tanpa adanya komunikasi. Pasangan yang saling mencinta bisa menggunakan hari ini untuk saling mengerti bukan hari untuk bertengkar. Hayoo….

7. Minggu berarti “Mari Ingat Berkah Seminggu”

Hari Minggu bisa dijadikan hari bermalas-malas atau bisa juga menjadi hari untuk mengevaluasi diri kita. Untuk mengevaluasi sikap kita. Apa yang telah dilakukan dalam seminggu? Apa yang salah? Apa yang benar? Apa yang dapat kita lakukan lebih baik minggu depan? Apa rencana baru yang perlu dibuat? Bagaimana supaya minggu depan lebih sukses? Bagaimana caranya bekerja lebih baik? Bagaimana caranya agar tidak terlambat masuk kerja? Dan, seribu satu kegiatan lain.

Dengan demikian, hari Senin akan kita nantikan dengan semangat karena kita telah punya rencana yang akan diterapkan. Hari Senin menjadi awal minggu depan yang lebih sukses. Give Thanks for Every Day in Your Life![ln]

* * Lisa Nuryanti lahir di Yogyakarta pada 21 Agustus dan alumnus Teknik Arsitektur Universitas Parahyangan, Bandung. Ia adalah Master Trainer dan President Director Expands Consulting. Berpengalaman bekerja di beberapa perusahaan, seperti PT Sandoz Biochemie sebagai Product Manager, di PT Tempo Scan Pacific sebagai Product Manager, di Sewu New York Life sebagai Branch Manager, serta delapan tahun menjadi International Director John Robert Powers, kini ia mengelola Expands Consulting dengan bidang bisnis Training SDM. Selain sebagai motivator dan master trainer soft skill, Lisa juga menjadi fasilitator di berbagai perusahaan training lainnya. Ia paling cinta dengan dunia training dan memberikan pelatihan personal development dan soft skill yang hidup, fun, dan aktif. Lisa dapat dihubungi melalui email: expands[at]cbn[dot]net[dot]id.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 9.0/10 (4 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +2 (from 2 votes)

Berhasil di Masa Krisis

lnOleh: Lisa Nuryanti*

Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Tetapi, yang penting adalah, apakah setelah melakukan kesalahan dia menyadarinya, lalu mengubah sikapnya yang salah dan kemudian menjadi lebih baik?
Ruli bekerja di sebuah perusahaan yang sedang mengalami krisis. Pabrik yang biasa beroperasi penuh kini hanya beroperasi dua hari dalam seminggu. Bisa dibayangkan betapa sulitnya keadaan tersebut. Tetapi anehnya, Ruli justeru menuntut macam-macam dari perusahaan. Sampai-sampai, bagian SDM memanggilnya dan berusaha menjelaskan keadaan perusahaan. Tetapi, Ruli tetap merasa tidak puas.

Yang menjadi masalah adalah Ruli bekerja di bagian sales (penjualan). Sudah beberapa bulan ia gagal menjual produk perusahaan, sehingga target penjualan tidak tercapai. Selama ini, hasil penjualan Ruli juga tidak bagus. Hanya saja, kadang-kadang memang ada penjualan juga. Yah, kira-kira dua atau tiga bulan sekali.

Kebetulan, marketing manajernya sedang cuti melahirkan, sehingga tidak ada yang mengontrol Ruli. Tetapi, Ruli masih tidak merasakan adanya kesalahan dalam bekerja. Dia hanya menganggur, mengobrol, atau mengunjungi meja kerja teman lain untuk mengobrol.

Berbeda dengan Teny. Dia juga satu tim dengan Ruli. Dulu mereka memang agak santai. Tetapi, sikap Teny kini bertolak belakang. Melihat keadaan penjualan yang sangat jelek, Teny justru semakin rajin bekerja. Dia rajin menelepon dan melakukan follow up terhadap semua kliennya. Memang kelihatannya sia-sia, namun setelah sebulan lebih dia berusaha, ternyata mulai ada penjualan lagi. Hasilnya mulai terlihat.

Selama ini Ruli berpikir bahwa percuma berusaha karena dunia sedang dilanda krisis. Jadi, untuk berusaha pun dia sudah malas. Ruli merasa sulit. Ruli sudah kalah sebelum mulai berperang.
Berbeda dengan Teny, dia tidak peduli krisis. Dia maju terus. Buktinya, usahanya membawa hasil. Klien yang selama ini belum pernah membeli, tiba-tiba mulai melakukan pembelian. Sepertinya tidak mungkin. Tetapi memang sungguh-sungguh terjadi.

Melihat itu, Ruli bukan berubah. Dia malah iri terhadap Teny yang berhasil. Malah Ruli menunjukkan sikap menjauh dari Teny. Aneh. Melihat hal positif, dia malah menjauh dan menolak untuk berubah menjadi lebih baik. Padahal ada contoh bukti nyata yang memastikan bahwa apabila dia melakukan hal yang sama, maka usahanya tidak akan sia-sia.

Orang yang mau berusaha, mengubah sikapnya yang salah dan tidak kenal menyerah, pasti akan merasakan hasilnya. Always try to do better, the results will be better![ln]

* Lisa Nuryanti lahir di Yogyakarta pada 21 Agustus dan alumnus Teknik Arsitektur Universitas Parahyangan, Bandung. Ia adalah Master Trainer dan President Director Expands Consulting. Berpengalaman bekerja di beberapa perusahaan, seperti PT Sandoz Biochemie sebagai Product Manager, di PT Tempo Scan Pacific sebagai Product Manager, di Sewu New York Life sebagai Branch Manager, serta delapan tahun menjadi International Director John Robert Powers, kini ia mengelola Expands Consulting dengan bidang bisnis Training SDM. Selain sebagai motivator dan master trainer soft skill, Lisa juga menjadi fasilitator di berbagai perusahaan training lainnya. Ia paling cinta dengan dunia training dan memberikan pelatihan personal development dan soft skill yang hidup, fun, dan aktif. Lisa dapat dihubungi melalui email: expands[at]cbn[dot]net[dot]id.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 8.5/10 (2 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +2 (from 2 votes)

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya Oleh: Don Gabor Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009 ISBN: 978-979-22-5073-2 Tebal: xviii + 380 hal Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas! Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox