Kasih Sayang
Editor | Kolom Tetap | February 24th, 2010 | 2 Comments »
Oleh: Lina Kartasasmita*
Seorang teman mengirim SMS kepada saya isinya: “Lin, tulis mengenai hari kasih sayang untuk Valentine Day nih.” Buat saya menulis itu harus dari hati. Tapi, bukan tidak mungkin untuk menulis tentang kasih sayang. Apalagi begitu hari Kasih Sayang sibuk dirayakan juga oleh generasi muda di Indonesia, di Facebook sudah banyak yang mengirimkan bunga dan coklat virtual. Ya, sepertinya tidak ada salahnya juga saya ikutan memberi tambahan sebuah tulisan.
Ketika orang menyatakan kasih sayang itu dengan bunga dan coklat. Saya terkesan dengan dua kenyataan akan kasih sayang yang saya lihat bersama teman-teman. Hari Sabtu itu, sebagai ketua panitia reuni saya mengumpulkan beberapa teman untuk mengunjungi guru-guru kami yang tidak dapat lagi hadir di reuni. Pertama adalah Pak Jon yang sudah hampir sepuluh tahun mengalami kelumpuhan akibat stroke. Kedua adalah Ibu Tjoan yang dulu cantik tapi sudah menderita parkinson selama bertahun-tahun. Apa yang menarik dari kunjungan saya itu adalah kasih sayang.
Pertama kali saya dan teman-teman mengunjungi rumah Pak Jon yang berada di sebuah gang, kami sangat-sangat terharu melihat beliau terbaring di tempat tidur dan tidak lagi dapat berbicara. Beliau adalah guru di Sekolah Menengah Pertama kami, beliau mengajar PMP (Pendidikan Moral Pancasila). Pak Jon, seorang yang gagah dan bersuara jernih itu, kini tak lagi dapat bercerita tentang toleransi umat beragama, tidak lagi bisa mengajarkan artinya kerukunan antarsuku bangsa.
Satu hal yang kami semua rasakan sesuatu yang luar biasa adalah penampilan Pak Jon. Walaupun terbaring di tempat tidur, beliau mengenakan pakaian yang bersih dan rapi. Kami mulai mengamati perilaku istrinya yang ternyata merawat dengan penuh kasih. Ketika sang istri mengelus wajah Pak Jon, tampaklah kasih yang luar biasa. Walaupun sang istri mengurus segalanya sendiri, luar biasa rumah mereka tampak sangat bersih. Senyum di wajah sang istri itu mengingatkan kami semua yang hadir saat itu, bahwa ada kasih luar biasa dari seorang istri.
Seorang teman berkomentar, ”Luar biasa, rumahnya bersih sekali dan Pak Jon dirawat dengan sangat baik. Banyak orang yang mengalami kelumpuhan, dan dirawat oleh perawat saja sering kali tempat tidurnya masih tercium bau tidak enak. Ini luar biasa! Kamar Pak Jon bersih sekali” Berarti sang istri telah merawatnya dengan sepenuh hati. Itu hanya bisa terjadi karena adanya kasih.
Perjalanan kami lanjutkan dengan mengunjungi guru kami yang cantik Ibu Tjoan. Beliau dulu adalah guru Sekolah Dasar kelas satu. Ibu Tjoan masih dapat bercanda dengan kami dan mengingat kami, tetapi penyakit parkinsonnya harus diatasi dengan obat terus-menerus. Suami Ibu Tjoan adalah seorang yang penuh kasih sayang, begitu setia menjaga sang istri dan merawatnya terus-menerus.
Kedua kunjungan kami hari itu membawa pesan yang sarat akan kasih sayang. Bahwa, kasih sayang itu tidak luntur karena waktu dan tidak aus karena penyakit. Ketika orang sibuk menyatakan kasih sayang di hari Kasih Sayang, ada banyak orang yang tidak menyatakan kasih dengan bunga dan coklat, tetapi memberikan pengabdian dengan merawat sang kekasih.
Karena itu ada tertulis: “Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu, ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong …” (I Kor 13:4)
Selamat hari Kasih Sayang semua. Nyatakanlah kasih bukan hanya dengan bunga dan coklat, tapi nyatakan kasih hari lepas hari tanpa jemu dengan memberikan diri kita sendiri. Semoga setiap hari kita sanggup merayakan kasih sayang kepada sesama kita.[lk]
* Lina Kartasasmita lahir di Jakarta 1966, lulusan sarjana akuntansi yang memilih menjadi guru dan ibu rumah tangga. Aktif di Toastmaster Club, suka menulis dan mencintai dunia pendidikan. Tulisan-tulisan Lina terdapat di www.wisdom-to-share.blogspot.com atau www.wisdom-to-share.blog.friendster.com. Saat ini Lina sedang menyelesaikan penyusunan buku motivasi-inspiratif perdananya. Pos-el: Lkartasasmita[at]hotmail[dot]com.
Oleh: Lina Kartasasmita*
Oleh: Lina Kartasasmita*
Oleh: Lina Kartasasmita*
Oleh: Lina Kartasasmita*
Oleh: Lina Kartasasmita*
Oleh: Lina Kartasasmita*
Oleh: Lina Kartasasmita K.*