Home » Posts tagged 'Indari Mastuti'

Tag Archives: Indari Mastuti

Hidup Berlimpah Syukur!

indari mastutiOleh: Indari Mastuti*

Jika Anda tidak hidup pada kenyataan yang Anda inginkan, maka, mulailah menata pikiran Anda untuk menikmati hidup seburuk apa pun yang Anda miliki sambil terus bermimpi tentang masa depan Anda. Maka, kenyataan Anda selanjutnya pasti akan luar biasa!

~ Indari Mastuti

Dulu ketika saya kecil, di rekam jejak hidup saya, saya bukan berasal dari keluarga kaya. Hidup kami bisa dibilang memang pernah kaya, tapi terjun bebas setelah bapak sakit kronis tahunan. Hasil akhirnya, kami hidup serba kekurangan bahkan memiliki sejumlah utang dalam jumlah yang tidak sedikit.

Menginjak remaja, kesulitan ekonomi kian menjadi-jadi, maklum ayah yang sakit menjadi tidak produktif sedangkan keempat anaknya sekolah dengan biaya yang tidak sedikit. Ibu saya banting stir, kerja apa saja, dan tentu saja utang lama yang belum terbayar harus kembali menumpuk dengan utang baru.

Saya, sempat merasakan minder yang luar biasa dengan posisi ini, maklum saya yang bisa dibilang supel memiliki lebih dari 90 persen sahabat dengan ekonomi di atas rata-rata alias anak-anak borju. Saya pernah merasa bahwa saya ‘termiskin’, ‘terburuk’, ‘tertidakberuntung’, dan ter-ter lainnya.

Bersyukur, hanya sebentar saya merasakan hal itu!

Di masa-masa sulit itu, saya yang masih remaja terus meningkatkan kekuatan diri menghadapi berbagai kesulitan hidup. Saya bertekad, masa depan saya pasti akan lebih baik, bahkan jauh lebih baik. Mulailah saya berpetualang dengan hidup saya, dengan cara saya! Mulailah saya memandu masa depan saya dengan cara saya sendiri.

Salah satu hal yang membuat saya bangkit dari keterpurukan adalah RASA SYUKUR. Saya pahami, siapa pun orangnya, dari mana pun asalnya, sekaya apa pun dia, seberuntung apa pun orang itu tetap akan merasa menjadi orang ‘terburuk’ jika di hatinya tidak ada rasa syukur. Saya mulai mensyukuri hal-hal kecil yang saya miliki. Saya bersyukur karena saya memiliki banyak sahabat yang mengetahui siapa saya dan mereka tidak mempermasalahkannya, saya bersyukur memiliki adik yang sangat kompak dengan saya, saya bersyukur masih bisa melihat senyuman bapak walau sakitnya sedemikian parah, saya bersyukur masih bisa sekolah walau biaya sekolah berasal dari utang, saya bersyukur memiliki rumah untuk berteduh walaupun tidak bisa dibilang bagus, saya bersyukur bisa mendapatkan tambahan uang dari menulis walau nilainya tidak seberapa, dan banyak syukur yang saya hadiahkan untuk diri saya sendiri, tentu syukur yang saya panjatkan pada Allah SWT. Lambat laun, perasaan ketidakberuntungan saya berganti dengan perasaan-perasaan positif dalam hidup saya, dan harus saya akui perasaan itu yang mempermudah saya mencapai apa pun yang saya inginkan.

Setelah memenuhi diri dengan rasa syukur, saya mulai MENATA MIMPI masa depan saya. Ada 101 keinginan dalam hidup yang saya tulis dalam buku harian masa remaja saya. Mulai dari berapa gaji yang saya inginkan kelak, tipe rumah impian, jumlah mobil yang ingin saya miliki, karier yang akan saya raih, jumlah anak di masa depan, bahkan hal-hal besar yang pada saat menulisnya saya sempat berpikir, “Memang aku bisa meraihnya?” Tapi, pertanyaan itu saya tendang dengan kata-kata ajaib, “YA, AKU PASTI BISA!”

Masa depan saya berawal dari sana! Lebih dari 101 keinginan itu memandu saya melangkah dengan pasti dari satu langkah ke langkah lainnya. Tahun demi tahun saya lalui dengan menata mimpi, menata langkah, dan menata masa depan. Tanpa saya sadari ketika saya membuka kembali catatan itu, saya mulai mencapainya. Saya berhasil mendapatkan gaji, jabatan, karier, dan keinginan-keinginan saya tanpa saya sadari. Ketika saya mulai menyadari hal itu, saya mulai men-checklist mimpi yang sudah tercapai dan melanjutkan menata langkah untuk mencapai mimpi lainnya.

Well, saya tidak akan berpanjang lebar lagi tentang saya. Inti dari tulisan ini adalah bahwa dengan limpahan rasa syukur yang dimiliki dalam hidup akan membuka peluang baik pada masa depan.

Rasa syukur membuat mental kita bergerak ke arah yang positif. Jika secara materi Anda tidak kaya, tapi kekayaan hati Anda membuat Anda merasa lebih nyaman, jika secara IQ Anda bukanlah orang yang pintar tapi kestabilan syukur membuat EQ Anda memenuhi seluruh jiwa. Dengan kata lain, rasa syukur mampu memancarkan energi-energi positif dalam pikiran sehingga dapat menarik kelebihan-kelebihan dalam diri dan mengabaikan kekurangan-kekurangan dalam hidup Anda.

Rasa syukur menjadi salah satu bukti dan bentuk terima kasih kepada Allah SWT karena sudah memberikan keluarga, keadaan, napas, fisik, pikiran, dan segala sesuatu yang ada dalam hidup Anda tanpa keluh kesah. Dan, inilah umat yang Allah cintai. Hidup tanpa keluh kesah namun dengan reaksi positif menanggapi segala persoalan dalam hidupnya.

Kebanyakan dari manusia merasa pesimis pada masa depannya ketika dia menyadari bahwa kenyataan yang dialami saat ini jauh dari apa yang dia inginkan. Orang miskin berpikir bahwa hingga ketujuh turunannya akan tetap miskin, orang bodoh menganggap kebodohannya adalah penyakit turun temurun, orang cacat berpikir kecacatannya akan menghambat hidupnya sampai kapan pun, dan berbagai persoalan manusia yang kadang dianggap dapat memutus masa depan yang lebih gemilang. Padahal, jika saja semua orang pandai melihat tanah dibandingkan langit, melihat persoalan orang lain dibandingkan menangisi persoalan dirinya maka dia akan takjub pada diri sendiri dan menyadari bahwa dirinya lebih beruntung dibandingkan yang lainnya. Jika saja yang dilihat oleh semua manusia adalah sisi positif bukan sisi negatifnya semata, maka manusia akan takjub pada dirinya sendiri bahwa begitu banyak yang harus disyukuri dibandingkan ditangisi.

Manusia harus percaya dan lagi-lagi harus menyakini bahwa “di balik kesulitan ada kemudahan, di balik masalah ada makna tersembunyi”. Klise memang, tapi itulah yang sebetulnya terjadi pada manusia. Jika manusia bisa memanfaatkan kesulitannya ke arah yang positif, niscaya dia akan mendapatkan banyak kemudahan-kemudahan di masa depannya!

Lantas, apa yang harus kita lakukan untuk melimpahi hidup kita dengan rasa syukur untuk kemudian mendapatkan buah manis darinya?

  1. Lihatlah sesuatu dari sisi positif

Lihatlah tangan kiri Anda jika Anda tidak memiliki tangan kanan, syukuri sepeda Anda jika Anda tak punya motor, berbahagialah dengan adik Anda yang baik jika Anda jengkel dengan kakak Anda yang menyebalkan, tersenyumlah pada kekayaan batin Anda walau Anda ‘belum’ memiliki kekayaan harta.

  1. Menyakini masa depan Anda akan jauh lebih sempurna

Jika Anda yakin, maka Anda bisa. Jika Anda menganggap masa depan Anda akan sekelam masa sekarang, percayalah begitulah keadaaannya kelak. Begitupun jika Anda percaya masa depan Anda akan begitu indah dan sempurna, maka Anda akan mendapatkannya. Nah, semua kembali pada keyakinan Anda.

  1. Fokus pada penajaman kelebihan Anda

Tidak ada manusia yang diciptakan sia-sia! Anda, saya, dan manusia mana pun di mana pun lahir ke dunia dengan satu tujuan, yaitu BERGUNA. Oleh karena itu, manusia harus benar-benar berguna dengan memokuskan diri pada kelebihannya bukan menangisi kekurangannya.

  1. Lihatlah orang lain yang kurang beruntung dari Anda

Jika Anda sudah patah arang dengan diri Anda, akan lebih tersiksa jika Anda membandingkan Anda dengan orang ‘di atas’ Anda. Kalau sudah begini akan sangat bijak jika Anda mulai melihat ke tanah, dan berhenti melihat langit. Lihatlah orang yang kurang beruntung dibandingkan Anda. Dengan begitu Anda akan menyadari bahwa Anda terlahir lebih istimewa.

  1. Beri penghargaan untuk diri Anda

Berilah penghargaan pada diri Anda jika Anda berhasil melakukan sesuatu yang positif. Misalnya saja, Anda sudah berhasil berlari sejauh 2 km padahal biasanya Anda hanya mampu 1 km. Penghargaan-penghargaan kecil untuk diri Anda sendiri, akan mampu mendorong motivasi Anda untuk mencapai hal-hal lainnya. Tentu ini juga akan semakin menyempurnakan rasa syukur Anda.

  1. Miliki peta masa depan

Jika Anda sudah memiliki blueprint masa depan, maka sudah pasti langkah Anda akan lebih tertata dan terarah. Kalau sudah terarah dan tertata maka satu per satu impian Anda akan terwujud dan kalau begitu, biarpun impian kecil yang teraih, rasa syukur Anda akan bertambah dan terus bertambah.

Nah, selamat melimpahi hidup Anda dengan rasa syukur![im]

*Indari Mastuti Rezki Resmiyati Soleh Addy, atau memiliki nama pena Indari Mastuti lahir di Bandung, 9 Juli 1980. Alumnus Universitas Pasundan ini sudah gemar menulis sejak SD dan telah menelurkan lebih dari 50 buku. Saat ini, Iin tinggal di Bandung dan memimpin Indscript Creative, sebuah publishing service yang memproduksi naskah buku-buku psikologi popular, pendidikan, sains, penunjang, serta berbagai naskah buku bertema bisnis. Iin dapat dihubungi melalui website: www.iien.tk, www.indscript.com atau telepon: 022.70402352/081321811219.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 7.9/10 (14 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +4 (from 4 votes)

Kreatif Memulai Bisnis!

Indari Mastuti

Indari Mastuti

Oleh: Indari Mastuti*

Bisa dikatakan Indonesia mendapatkan “berkah” dari krisis ekonomi di tahun 1998. Karena, sejak krisis mengguncang Indonesia tahun itu, muncullah para entrepreneur muda ke area bisnis dengan mengandalkan ide segar dan kreativitas. Fenomena ini sedikit demi sedikit mematahkan anggapan bahwa seorang pebisnis yang sukses hanya milik orang dengan usia matang dan  mapan. Ini artinya, semakin hari semakin terbuka lebar kesempatan untuk kita, yang muda-muda ini, untuk melejitkan potensi dan berkiprah dalam dunia bisnis serta mereguk kesuksesan dari sana.

Tentu Anda masih ingat, krisis moneter itu telah mengakibatkan terjadinya PHK di banyak perusahaan besar sehingga membuat pengangguran meningkat tajam. Dampak negatif tentu ada, salah satunya angka kriminalitas merangkak naik dengan pasti. Tapi, dampak positif pun tak kalah hebat. Dalam keadaan terdesak, banyak orang memutar otak dan menggali keberanian untuk tetap berjuang mempertahankan hidup dalam kondisi rumit, secara sosial dan ekonomi. Kondisi terdesak ini memunculkan keberanian, kreativitas, dan perhitungan yang tepat dalam berbisnis, sekaligus membuat mereka jauh lebih sukses dibanding sebelum krisis moneter melanda. Luar biasa!

Perkembangan entrepreneur muda di Indonesia memang sangat signifikan dan tidak bisa dipandang dengan sebelah mata. Mau bukti? Bulan September 2009 kemarin, Indonesia berhasil mendominasi finalis Asia’s Best Young Enterpreneurs 2009. Dari 25 finalis yang terpilih berdasarkan pilihan pembaca majalah Busnisweek dan para editornya, dari Indonesia keluar sembilan nama pengusaha muda dengan umur mulai dari 19 tahun.

Maka, menilik krisis moneter dengan dampak positif yang dahsyat ini, selayaknya bisa menjadi inspirasi bagi semua orang bahwa sukses milik siapa saja. Anda, saya, dan kita semua bisa menjemput kesuksesan. Bahkan, dari latar belakang yang paling buruk sekalipun, asal ada kemauan yang kuat untuk mendorong langkah positif dan mencapai puncak kesuksesan. Kesuksesan bisa berasal dari segala yang minim, bisnis bisa yang berawal dari modal yang mungkin hanya cukup untuk makan satu bulan, dan banyak entrepreneur mengawali bisnis dari kreativitas, bukan dari jumlah rupiahnya.

Hem, kalau sudah begini, apa ya rahasia kesuksesan mereka? Berikut saya paparkan sukses bisnis yang berawal dari modal minim, bahkan minim sekali.

1. Pilihlah Bisnis Anda

Sebaiknya Anda tidak perlu susah-susah mencari bisnis yang paling cocok untuk Anda. Rahasianya hanya dua; Pasarnya ada dan Anda mampu memasuki pasar.

Pasarnya Ada

Sah-sah saja, Anda melakukan riset kecil-kecilan sebelum memilih terjun di bisnis apa. Bisnis yang paling mungkin Anda masuki adalah bisnis di mana pasar sudah menanti produk atau produk yang kemungkinan Anda keluarkan adalah produk yang dibutuhkan pasar. Misalnya saja, Anda sudah kenal dengan banyak pedagang ayam goreng, maka artinya Anda bisa saja memasok ayam ke warung-warung mereka.

Anda Mampu Memasuki Pasar

Kembali ke pasar yang ada, maka Anda harus mulai memikirkan apakah Anda mampu memasuki pasar itu. Okelah, Anda kenal dengan pedagang ayam goreng, tapi Anda sudah mampu meyakinkan mereka untuk membeli ayam kepada Anda? Jika jawabannya sudah, maka bersiaplah berbisnis ayam.

2. Maksimalkan aset yang dimiliki

Jangan melihat apa yang orang lain miliki dalam membangun bisnisnya, yang Anda harus lihat adalah apa yang Anda miliki saat ini. Tidak perlu berkecil hati dengan minimnya aset yang dimiliki, karena sekecil apa pun itu bisa jadi modal yang bagus.

Nah, apa yang Anda miliki sekarang? Jika Anda suka menulis, Anda bisa mengembangkan keterampilan ini di bidang kepenulisan dan perbukuan. Well, sementara ini Anda memang hanya memiliki aset seperangkat komputer ‘kuno’. Tetapi, jika Anda bisa membuat komputer Anda produktif, dalam jangka waktu tak lama Anda sudah bisa menggantinya dengan laptop tercanggih.

Intinya adalah maksimalkan aset yang dimiliki, tak perlu memaksakan menambah modal awal. Konsep ekonomi harus dipakai “Modal minimal, keuntungan maksimal”.

Aset minimal tidak perlu membuat Anda berkecil hati. Justru itu harus menyemangati Anda memperkuat sisi lain yang bisa membuat bisnis Anda berkembang.

Kebanyakan calon pebisnis resah dengan bekal modal atau malah nekat meminjam sejumlah uang ke bank untuk melengkapi semua fasilitas yang diyakini merupakan faktor penting dalam berjalannya perusahaan. Sayangnya mereka kurang memikirkan faktor lain yang lebih penting dalam menjalankan perusahaan, yaitu kreativitas dalam mengemas bisnisnya. Kerapkali fasilitas yang berlimpah dari awal melunakkan kegigihan dalam berusaha. Motivasi untuk mengembangkan perusahaan tidak tidak sekuat jika memulai bisnis benar-benar dari nol.

3. Promosikan diri dan bisnis Anda!

Promosi bagi sebuah usaha merupakan panah terdepan yang sangat menentukan berkembang atau tidaknya sebuah usaha, laku dan tidaknya suatu produk, dikenal atau tidaknya sebuah produk yang ditawarkan ke pasar. Meskipun produk suatu usaha yang dihasilkan sangat bagus, tetapi jika tidak ditunjang oleh promosi yang andal, tentu perkembangan serta penguasaan pasarnya tidak akan tercapai dengan maksimal. Lantas, bagaimana pola promosi untuk pebisnis awal?

a. Buatlah pola promosi yang efektif

Di sinilah diperlukan kejelian dan ketepatan. Pembacaan keadaan pasar yang tepat sangat dibutuhkan untuk dapat melahirkan sebuah promosi yang efektif. Tentu saja promosi yang efektif ini hanya akan bisa dicapai jika kita rajin turun ke pasar mengadakan survei dan mengikuti perkembangan keadaan pasar dengan seksama.

b. Buatlah data base calon konsumen Anda

Coba lihat friendlist Anda di Facebook, catatan nomor telepon kawan lama, dan kartu nama yang sudah Anda simpan hingga berdebu. Bisa jadi, merekalah prospek cerah untuk bisnis Anda.

c. Percaya diri dan optimis

Sifat yang harus dimiliki oleh seorang pebisnis adalah percaya diri dan optimis. Kalau pebisnis saja sebagai pemberi penawaran tidak percaya diri dengan produk yang ditawarkan, bagaimana bisa meyakinkan orang lain untuk menerima penawaran kita. Perasaan optimis penawaran kita mendapat feedback positif dan berhasil akan memancarkan aura persuasif yang tinggi bagi calon konsumen.

d. Out  of the box

Berani menciptakan inovasi baru, yaitu tidak hanya menawarkan produk dengan cara yang sudah pakem (ada) selama ini, tapi menciptakan cara penawaran baru yang kreatif dan tepat sasaran. Salah satu cara untuk menciptakan pola promosi out of the box adalah Anda harus mengetahui dengan pasti apa yang dilakukan oleh usaha-usaha sejenis dalam mempromosikan produknya. Gunakan ATM alias Ambil, Tiru, dan Modifikasi. Nah, sudah siap mengintai?

4. Selalu menganggap kritik sebagai hal positif untuk pengembangan diri

Bisnis baru, apalagi menggunakan metode out of box dalam penawarannya pasti akan mengundang banyak kontroversi. Mulai dari yang kagum dengan ide cerdas yang dilahirkan, sampai ada yang menghujat karena dianggap menyalahi pakem. Seorang calon entrepreneur muda yang sukses tidak akan menyerah karena kritik yang datang, justru mereka akan menggunakan kritik sebagai perbaikan. Mulailah jeli untuk menyaring kritik postif sebagai alat untuk menyempurnakan langkah dan membuang ke tong sampah kritik negatif yang hanya mematikan langkah.

Yang harus diasah oleh pebisnis awal adalah kekuatan mental untuk bersaing dengan ‘senior’ di lapangan, dan jangan cepat mundur dari ‘pertarungan’ bisnis hanya karena ejekan yang menjatuhkan.

5. Menjadikan hambatan sebagai pemicu

Orang-orang sukses melewati tahap sulit dalam perjalanan bisnisnya. Jadi, kalau ingin sukses, jangan takut dengan hambatan. Hambatan adalah kawah candradimuka, salah satu ajang penggodokan, untuk menjadi entrepreneur yang sukses. Hambatan bisa berupa apa saja, mulai dari tekanan secara moral maupun moril. Tapi, keduanya merupakan pemicu untuk mempercepat kesuksesan di genggaman Anda.

6. Memperluas dan menjaga jaringan

Perluasan jaringan harus dilakukan dari awal atau, jika perlu, sebelum hard launching dilakukan jaringan sudah terbangun. Bahkan, jauh hari sebelum soft launching. Apa pun jenis usaha Anda, jangan lupa mempersiapkan jaringan sedini mungkin. Jika pasar sudah siap, lebih gampang untuk menawarkan produk. Daripada fokus pada maintenance produk dan lambat pada pencarian jaringan atau pasar yang dituju.

7. Menjaga jaringan

Setelah jaringan telah Anda kuasai, jangan lupa menjaganya. Anda sudah berada dalam lingkaran persaingan yang bergerak sangat cepat dan super inovatif, sehingga satu dan lain hal bisa membuat jaringan Anda berpaling hati. Kuncinya selain Anda selalu menjaga jaringan dengan pelayanan yang profesional, Anda bisa menjaga hubungan semi formal dengan apik agar keduanya yaitu profesional dan pertemanan bisa berjalan harmonis. Kalau sudah begitu hubungan bisnis Anda bisa bertahan selamanya.

8. Upgrade terus Sumber Daya Manusia pendukungnya

Akhirnya bisnis Anda berkembang, ini artinya Anda membutuhkan bantuan orang lain dalam mengelola bisnis Anda. Nah, carilah SDM yang bisa seirama dengan langkah Anda. Anda harus mendidik partner Anda untuk bisa menjaga bisnis Anda dengan baik. Lakukan pendelegasian dengan baik, turunkan skill Anda dengan terarah, dan buatlah SDM Anda sekompeten Anda. Kalau sudah begini, apalagi yang kurang. Bisnis yang Anda bangun akan terus beranjak naik dengan pasti.

Kalau sudah begini, Anda semakin yakin bukan modal untuk menjadi pebisnis bukan dari modal besar, tetapi semua bergantung pada diri Anda! Salam Entrepreneur![im]

*Indari Mastuti lahir di Bandung, 9 Juli 1980. Alumnus Universitas Pasundan ini sudah gemar menulis sejak SD dan telah menelurkan lebih dari 50 buku. Saat ini, Iin tinggal di Bandung dan memimpin tim yang memproduksi buku-buku psikologi popular, pendidikan, dan wiraswasta. Iin dapat dihubungi melalui website: www.iien.tk atau telepon: 022.70402352/081321811219.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 8.8/10 (5 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)

Being Bookpreneur!

imOleh: Indari Mastuti*

Tentu telinga Anda tidak asing lagi dengan istilah entrepreneur yang saat ini sedang banyak dibahas dan jadi topik di mana-mana. Kata entrepreneur sebenarnya berasal dari bahasa Perancis yang diambil sebagai kata serapan ke dalam bahasa Inggris. Kata ini dalam bahasa Indonesia berarti ’wirausaha’. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha sendiri merujuk pada kata ’wiraswasta’ yang artinya adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya. Dalam arti lain, menurut hemat saya, wiraswasta atau wirausaha adalah seseorang yang mengatur dan mengendalikan sebuah bisnis yang dibangun oleh dirinya sendiri.

Lantas, apa arti dari bookpreneur? Well, kata itu baru saja saya dapatkan dari e-mail seorang sahabat. Jujur saja, saya baru tahu kata unik itu, entah saya kurang bergaul atau istilah itu sengaja dibuat untuk menggabungkan antara sense of writing dan sense of business. Saya sendiri mengira-ngira arti sebenarnya dari bookpreneur ini. Menurut saya, bookpreneur merupakan orang yang secara mandiri membuat bisnis yang produknya adalah buku karyanya sendiri. Dalam arti lain, seorang penulis buku yang sekaligus mempromosikan dan memasarkan karyanya.

Namun pada kenyataannya sekarang, tidak banyak penulis yang mampu menangkap peluang-peluang emas di sekitarnya. Karena itu, modal menjadi bookpreneur sangatlah penting dan berpengaruh. Jika penulis hanya memiliki sense of writing tetapi tidak memiliki sense of business, maka yang terjadi adalah penulis akan tertinggal dan tergilas oleh hiruk-pikuk dunia perbukuan yang semakin menggeliat hebat.

Saat ini, sesungguhnya pertumbuhan penulis cukup mengembirakan. Hal ini terbukti dengan semakin menjamurnya komunitas baca-tulis, ramainya milis kepenulisan, serta banyaknya produk buku dengan beragam gaya kepenulisan. Karena itu, pertumbuhan penerbitan pun selayaknya dapat ditunjang oleh pertumbuhan penulis yang qualified. Akan tetapi, kerap kali ketika penulis sudah menelurkan satu buku, kebanggaan itu tidak ditopang oleh kemampuan untuk mengikuti pergerakan pasar buku sehingga mereka hanya menulis satu buku dan hilang tanpa nama.

Bagi saya, menulis adalah satu kegiatan dari keseharian saya, bahkan menjadi denyut nadi saya. Meskipun dari sejumlah karya saya belum ada yang best seller, tetapi saya cukup terpuaskan dengan beragam ilmu yang didapat sepanjang kegiatan menulis terus dilakukan.

Ya, menjadi penulis yang baik tidak dapat terjadi secara instan. Kita butuh proses yang cukup panjang dan berliku. Misalnya, keluar masuk perusahaan penerbitan karena naskah ditolak—apalagi kalau karya kita dilecehkan karena dianggap kurang bagus—, mengejar menjadi penulis yang diidolakan untuk menimba ilmu, dan mengikuti beragam kegiatan penulisan yang kadang cukup melelahkan. Karena itu, jika penulis tidak memiliki jiwa entrepreneur, dapat dipastikan dia akan cepat down dan berhenti berkarya.

Jujur, saya mendukung sekali jika ada yang memilih untuk menjadi bookpreneur. Sebab, menulis bukan hanya melahirkan kepuasan psikologis, namun sesungguhnya bisa dijadikan profesi masa depan. Ribuan kesempatan menjanjikan bagi para penulis yang mampu memadukan antara hobi menulis dengan bisnis.

Bookpreneur akhirnya bukan hanya mengandalkan keahlian dalam menulis. Menurut saya, bookpreneur harus memadukan beberapa prinsip marketing dan promosi. Berikut saran saya bagi mereka yang ingin menjadikan bakat menulisnya menjadi sebuah usaha yang menjanjikan. So, be bookpreneur!

Bangun Networking

Kita banyak mendengar kisah sukses para pengusaha bukan karena modal finansial yang melimpah, namun banyak di antara mereka justru memulai usaha dengan modal yang minim atau pas?pasan, bahkan tanpa modal sekalipun. Istilah kerennya adalah modal dengkul, tetapi semangat mereka untuk membangun bisnis dilakukan dengan ulet, kreatif, tekun, dan berupaya untuk terus meningkatkan networking secara luas, sehingga akhirnya berhasil membangun usaha dengan sukses dan sangat menggembirakan.

Miliki Multi-tasking Skill

Dunia perbukuan begitu kompleks dan dinamis, tren buku pun terus berubah. Seorang bookpreneur harus memiliki kemampuan multi-tasking, yaitu penulis yang bisa melakukan semuanya, tidak sekadar mengonsep ide menjadi tulisan, namun juga mengedit, mempromosikan, dan memasarkan tulisannya.

Ada istilah yang bagus dalam hal ini, “You cannot buy the skill to be great.” Anda mungkin bisa meminjam uang, mengkredit perlengkapan kantor, dan membangun kantor, namun keahlian Anda dalam menjalankan bisnis ini tidak bisa meminjam atau membeli dari orang lain. Itu sebabnya seorang wirausaha atau wiraswasta produk apa pun, termasuk seorang bookpreneur, harus memiliki keahlian dalam bidang ini. Barangkali Anda tidak perlu menjadi benar-benar ahli untuk memulai menjadi bookpreneur, tetapi Anda harus terus meng-upgrade skill Anda untuk menjadi lebih baik dan terus lebih baik.

Lakukan Continues Improvement

Pada era kebangkitan perbukuan seperti sekarang, benchmark lapangan yang berkaitan dengan perkembangan jenis atau tema buku adalah hal yang mutlak. Selain itu, penulis selayaknya mengikuti aktivitas atau kegiatan yang dapat terus mengembangkan keahlian dan wawasan menulisnya. Ya, pembelajaran penulis tidak boleh berakhir. Hal ini agar seorang bookpreneur dapat melahirkan produk yang inovatif dan kaya akan ide segar. Bukan sekadar menulis, tetapi juga memberikan sesuatu yang berbeda pada setiap karya yang ditelurkannya.

Lakukan Public Relation

Penulis selayaknya aktif mempromosikan dirinya dan seluruh potensi yang dimiliki. Kenapa? Sebab, semakin aktif promosi dilakukan, semakin besar peluang yang akan didapatkan. Penulis yang melakukan PR atas karya yang dihasilkannya akan membantu, bahkan disukai penerbit. Dalam hal ini, penerbit pun membutuhkan pola promosi yang sinergis dengan penulis untuk memasarkan buku yang diterbitkan. Sehingga, sudah barang tentu penerbit akan memberikan ”order” penulisan lagi yang menggembirakan bagi penulis.

Melakukan PR bagi penulis sesungguhnya bukan perkara sulit. Banyak media yang kini dapat mendukung kegiatan tersebut. Misalnya, dengan aktif berpromosi di milis perbukuan, membuat situs pribadi yang bisa diakses banyak pihak, serta secara aktif berkomunikasi dengan para pelaksana industri perbukuan untuk mempromosikan ide segar Anda yang diyakini layak untuk diterbitkan.

Riset pada Dunia Perbukuan

Apa pun bentuk bisnis yang dilakukan, riset adalah sesuatu yang penting untuk bisa mengintip berbagai peluang dan potensi bisnis yang dilakukan. Bookpreneur adalah bagian dari industri perbukuan. Itulah sebabnya ia harus setali tiga uang dengan penerbitan agar bisa melihat indikasi ke depan mengenai tren yang akan berkembang.

Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengetahui seluk-beluk industri perbukuan adalah adanya ”perkawinan” antara editor dan penulis. Sinergi antara editor dan penulis tersebut dapat melahirkan buku-buku yang menarik karena keduanya terkait satu sama lain. Jika tak ingin disebut ”perkawinan”, maka hubungan yang harus dikembangkan antara penulis dan editor adalah hubungan “semi pribadi”.

Mempertahankan Hubungan Baik

Setelah Anda mampu melakukan seluruh poin di atas, maka hal terakhir yang harus dilakukan adalah mempertahankan hubungan baik. Jika Anda memiliki kemampuan berbisnis yang andal, mampu membuat karya yang sempurna, dan mampu memasarkan produk yang jitu, namun tidak memiliki kemampuan membina jaringan yang kokoh, maka Anda akan sulit untuk mengembangkan diri.

Akhir kata, menjadi menjadi seorang bookpreneur ternyata tak bisa dilepaskan begitu saja dari sense of marketing. Jadi, selamat mendalami kegiatan menulis dan memasarkannya![im]

* Indari Mastuti lahir di Bandung, 9 Juli 1980. Alumnus Universitas Pasundan ini sudah gemar menulis sejak SD dan telah menelurkan lebih dari … buku. Saat ini, Iin tinggal di Bandung dan memimpin tim yang memproduksi buku-buku psikologi popular, pendidikan, dan wiraswasta. Iin dapat dihubungi melalui website: www.iien.tk atau telepon: 022.70402352/081321811219.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 8.8/10 (6 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +1 (from 1 vote)

Indari Mastuti: Penulis Sukses Tidak Pernah Berhenti Menulis

iin2a

Indari Mastuti

Usianya sih belum genap 29 tahun. Tetapi, soal karya dan produktivitas, jangan ditanya. Sudah lebih dari 50 judul buku dia tulis, mulai dari novel, buku pengembangan diri remaja, buku agama, buku keluarga, buku pertanian, sampai buku cerita dan seri pengetahuan untuk anak-anak. Hebatnya lagi, ke-50 judul buku itu ditulis hanya dalam kurun waktu 2004-2009!

Ya, dialah si pemilik nama pena Indari Mastuti, atau lengkapnya bernama Indari Mastuti Rezki Resmiyati Soleh Addy. Iin, demikian nama panggilannya, sudah menulis sejak SD. Ayahnya, Jumeno Addy Karso (almarhum) yang multi-talenta; seorang sastrawan, ahli bahasa, pelukis, penyanyi, dan olahragawan, tahu persis bakat Iin. Maka, jadilah sang ayah sebagai motivator utama dalam perkembangan keterampilan Iin dalam hal tulis-menulis.

Dan, sang ayah tidak pernah salah. Satu per satu tulisan Iin mulai dimuat di sejumlah media cetak. Honor dari menulis pun makin memotivasi Iin untuk terus menulis. Sambil sekolah maupun saat kuliah, alumnus Universitas Pasundan ini terus produktif menulis, demi menghasilkan honor. Sebab, kondisi ekonomi keluarganya saat itu sempat terpuruk, sementara menulis ternyata telah memberi mereka jalan keluar. Kini, Iin tumbuh menjadi salah satu penulis perempuan yang sangat produktif dalam menghasilkan buku-buku populer.

Jika Anda bepergian ke toko buku, mungkin akan menemukan judul-judul buku seperti; Jadi Petani, Siapa Takut?, Jika Penghasilan Suami Anda Lebih Kecil, Bagaimana Membangkitkan Motivasi Bekerja, Sukses Menjalankan Peran Ganda, SHOPAHOLIC, JANJIHOLIC, Bahasa Baku Vs bahasa Gaul, Biar Hobby jadi Duit, 50 Kiat Percaya Diri, Kalo Bisa Jadi Bos Kenapa mesti Jadi Karyawan, Menulis Kok Dibilang Sulit!, dan masih banyak lagi.

Pernah menjadi wartawan dan freelancer di sejumlah media massa, kini Iin benar-benar dapat hidup dari menulis. Ia juga mengembangkan bakat wiraswastanya dengan mendirikan Indscript Creative, lembaga yang melayani jasa kepenulisan. Sejumlah penulis dan editor kini berada dalam tim kepenulisannya. Selain itu, istri dari Deky Tasdikin dan ibu dari Qanita Muthmainatunnisa (9 bulan) ini juga menjalankan usaha dagang online maupun offline.

Sudah banyak karya ditorehkan oleh Iin, namun ia merasa harus terus bergerak maju. Menurut Iin, penulis itu sukses jika dia tidak berhenti menulis, “…tidak pernah puas menulis! Dan, tentu saja bisa menghasilkan uang dari menulis hahaha…. Semangatnya untuk bisa mandiri dan berkarier di bidang yang ditekuni jelas layak untuk diapresiasi. Berikut petikan wawancara Edy Zaqeus dari AndaLuarBiasa.com dengan Iin melalui email dan disambung melalui chatting:

Sejak kapan Anda mulai berlatih menulis?

Menulis sebetulnya adalah hobi. Sejak SD, saya sudah membiasakan menulis. Namun, menulis yang sesungguhnya alias benar-benar belajar menulis, mungkin baru saya lakukan ketika SMA. Ketika itu, artikel pertama saya dimuat di majalah GADIS, dan otomatis dapat honor. Itu menjadi faktor motivasi saya. Dari kemunculan karya pertama itu, makin kuatlah keinginan lebih serius terjun ke dunia penulisan.

Peran orang tua dalam mendorong Anda supaya rajin berlatih menulis?

Barangkali, peran ayah yang paling menonjol. Ayah saya membudayakan membaca sejak saya masih kecil. Ayah sering memperlihatkan karya-karyanya pada saya. Secara tidak langsung itu mendorong saya aktif dan senang menulis. Dari mesin ketik kuno ayahlah karya pertama saya dimuat di majalah. Bagi saya, beliau adalah yang terbaik dalam hidup saya. Novel pertama saya didekasikan untuk beliau. Beliau sangat berjasa dalam hidup saya, tentu dengan cara beliau mendidik saya.

Dulu, ketika beliau terserang stroke, ekonomi keluarga kami jatuh terpuruk…. Ayah mengatakan, untuk mendapatkan uang, bisa saja saya memaksimalkan potensi menulis saya. Itulah awalnya, saya menyakini bahwa menulis bisa menjadi salah satu cara mencari uang. Tanpa teladannya, mungkin saya tak akan mampu melangkah sejauh ini.

Masih ingat, kapan pertama kali tulisan masuk ke media massa?

Tahun 1996, di majalah GADIS. Majalah favorit yang banyak digandrungi remaja, cewek khususnya.

Bagaimana perasaan Anda saat itu?

Tidak bisa terbayangkan, betapa senangnya! Luar biasa!!

Berapa besar honor menulis Anda saat itu?

Honor pertama yang saya dapatkan… waktu itu Rp 100.000, tahun 1996. Kebayang kan anak SMA udah dapat honor segede itu? Pastinya, seneng banget hehehe….

Ketika kuliah, Anda juga rajin mencari uang dengan menulis?

Ya. Selain kuliah, saya bekerja sambilan sebagai wartawan pemula di tabloid Indonesia-Indonesia dan beberapa majalah lokal di Bandung. Gajinya sih memang kecil. Tapi, keinginan belajar menulis sangat tinggi, keinginan mencari uang juga sama besarnya. Menjadi wartawan terus saya lakonin hingga dua tahun. Dari menjadi wartawan juga, saya sering kali mendapat tawaran menjadi notulis di banyak seminar atau rapat. Alhamdulillah, menulis ternyata memang menjadi sebuah pekerjaan yang menyenangkan.

Menulis 50 buku lebih

Menulis 50 buku lebih

Apa saja yang Anda tulis sewaktu masih kuliah?

Sewaktu kuliah, saya mengikuti beberapa kegiatan kemahasiswaan di kampus. Bidangnya pun tentang kepenulisan. Tulisan-tulisan itu berupa liputan berbagai kegiatan, notulis rapat-rapat, artikel koran, paper teman kampus.

Saat kuliah, Anda juga sudah mulai berwiraswasta, benarkah?

Benar. Kebetulan saya memang punya hobi berdagang. Sebenarnya, saya kuliah karena tuntutan pekerjaan. Bekerja sambil kuliah, sehingga peluang untuk berwiraswasta jauh lebih besar. Ketika kuliah sambil kerja, saya sudah memiliki usaha penjualan produk-produk fashion dan beberapa line KBU (telepon umum) yang tersebar di beberapa wilayah di Bandung.

Saya sangat suka dunia remaja. Remaja memiliki kesempatan yang sangat lebar untuk berprestasi. Sayangnya, saya sering kali miris ketika melihat begitu banyak hal negatif berseliweran di dunia mereka. Beberapa buku yang saya tulis, tak lain untuk satu tujuan agar remaja tidak sekadar menjadi remaja biasa, tapi luar biasa! Luar biasa dalam segala hal! Jujur, selain suka pada dunia remaja, buku-buku saya juga banyak bersumber dari kenyataan-kenyataan yang pernah saya alami, waktu remaja dulu.

Jadi, ini sebagai motivasi bagi remaja, bahwa kesulitan ekonomi tidak boleh menjadikan mereka berhenti melangkah. Justru ini menjadi motivasi untuk terus maju. Saya tumbuh dan besar dalam situasi yang sungguh menantang dalam segala hal. Satu hal yang membuat saya terus berkembang adalah satu keyakinan, masa depan ada di tangan saya, bukan orang lain.

Bagaimana Anda menilai kreativitas dan produktivitas remaja kita sekarang ini?

Di sisi yang lain, ada remaja yang sangat berprestasi dan luar biasa! Tapi di sisi lainnya, ada begitu banyak remaja yang menyia-nyiakan masa remajanya, untuk hal yang sia-sia. Kerap kali kreativitas dan produktivitas remaja terpaku hanya pada satu hal, yang bersifat fun atau kesenangan sesaat. Tetapi, pada hal lainnya yang juga membutuhkan sentuhan kreativitas, mereka sama sekali tak ada.

Kalau remaja berwiraswasta, bagaimana menurut Anda, perlukah?

Jiwa entrepreneur sebaiknya memang diasah sejak dini. Remaja berwiraswasta bagus, asal tidak melupakan tugas penting mereka, yaitu belajar di sekolah. Jangan sampai keasyikan dapat duit, mereka lupa mencari ilmu lainnya. Untuk remaja sih, wiraswasta bisa dilakukan sebagai kegiatan sampingan, yang mengasyikan sekaligus menambah wawasan.

Kabarnya Anda sudah menulis lebih dari 50 buku. Bagaimana caranya supaya bisa seproduktif itu?

Terdapat begitu banyak ide di kepala, dan kerap kali langsung saya tuangkan dalam bentuk tulisan. Dengan pede saya kirimkan kepada penerbit. Dan ternyata… dimuat. Siapa pun bisa produktif menurut saya, asal percaya diri dalam menulis, dan tidak malu mengirimkan karya yang sudah ditulis.

Anda suka menulis buku-buku pengembangan diri. Mengapa?

Moto menulis saya adalah menulis bisa menjadi pembelajaran bagi diri sendiri. Selain itu, menulis merupakan salah satu cara saya belajar, yaitu belajar dari tulisan yang dibuat dan bisa terus mengembangkan diri ke hal-hal yang positif. Itulah motivasi saya mengapa suka menulis buku-buku pengembangan diri.

Anda juga menelurkan banyak sekali judul buku anak. Bagaimana bisa menulis buku anak sebanyak itu?

Buku anak baru bisa saya tulis ketika saya sudah memiliki anak. Sebelumnya, saya kurang terampil membuat cerita anak. Walaupun waktu SMA, cerpen anak saya beberapa kali dimuat di harian Pikiran Rakyat Bandung. Nah, ketika memiliki anak, saya seolah membuat cerita untuk anak saya, sambil meninabobokannya dengan cerita, dan hasilnya ternyata lebih ada sense-nya.

Indari Mastuti bersama tim editor Indiscript

Indari Mastuti bersama tim editor Indscript

Dari sekian banyak karya Anda, karya mana saja yang paling mengesankan dan mengapa?

Yang paling mengesankan adalah buku saya yang diterbitkan oleh penerbit Grasindo, Jakarta, judulnya Berubah, Kenapa Nggak? Di buku itu, saya benar-benar menulis dengan semangat perubahan. Buku yang berkonsep day by day itu memotivasi saya untuk terus berubah. Hari-hari yang ditulis dalam buku itu, benar-benar saya praktikkan dalam keseharian. Saya merasa luar biasa ketika menulisnya.

Dalam waktu dekat, karya apa saja yang hendak Anda luncurkan?

Buku parenting yang akan diterbitkan akhir Februari 2009 ini, oleh penerbit Luxima, Jakarta. Judulnya Becoming A New Mother—Cara Cepat Jadi Ibu Hebat!. Kemudian, menyusul Being A Great Wife—Cara Cepat Jadi Istri Hebat! yang diterbitkan penerbit Luxima juga.

Baik, kalau menurut Anda, penulis sukses itu yang seperti apa, sih?

Penulis sukses adalah penulis yang tidak pernah berhenti menulis, dan tidak pernah puas menulis! Dan, tentu saja bisa menghasilkan uang dari menulis hahaha…. Jadi, semangatlah jadi penulis….!

Ok, sukses ya…![ez]

Foto-foto: Dokumentasi pribadi Indari Mastuti.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 6.5/10 (13 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +2 (from 2 votes)