Menghilangkan Minder Itu Mudah!

hnOleh: Hartati Nurwijaya*

Seluruh mahluk hidup di dunia ini pasti punya masalah. Bukan hanya manusia saja, ciptaan Tuhan yang punya masalah, dan menghadapi berbagai hal serta kejadian di dunia ini. Semua hal ditakdirkan oleh Tuhan berpasangan; ada panas dan ada dingin, ada baik dan buruk, ada susah dan senang. Manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan alam jagat raya ini punya takdirnya masing-masing. Tumbuhan ada yang liar hidup di hutan dan tidak pernah disentuh oleh tangan jahil yang merusaknya. Ada hewan yang diburu dan diperjualbelikan, ada hewan yang disayang, dipelihara, bahkan dibelikan perhiasaan seharga jutaan dolar. Anjing peliharaan Paris Hilton misalnya, atau hewan kesayangan selebritis dunia yang hidupnya kaya raya dan serbamewah.

Siapa sih yang tidak ingin hidup serba senang, mewah, dan berkecukupan? Pasti semua orang menginginkan hal itu. Walau tidak dimungkiri ada banyak juga individu yang memilih hidup dengan menjadi pertapa, biarawan, dan sebagainya. Mereka meninggalkan kemewahan dunia. Di Yunani misalnya, banyak biarawan berasal dari anak-anak muda yang punya penghasilan bagus atau berasal dari latar belakang keluarga yang kaya raya. Mereka memilih hidup dan tinggal di monasteraki dan memberikan seluruh kekayaannya pada gereja.

Anda dan saya yang memilih hidup untuk tetap menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat. Kita menghadapi berbagai peristiwa yang membahagiakan, mengecewakan, dan membingungkan. Misalanya saja salah seorang pembaca www.andaluarbiasa.com mengirim email pada saya dan bertanya tentang bagaimana caranya mengatasi rintangan dalam pergaulan.

Email yang saya terima cukup panjang, berikut petikannya: “… jika saya tidak diberi kemampuan untuk membawakan diri dengan tepat seperti orang lain dalam pergaulan, lalu apa yang harus disyukuri di balik semua itu? Seperti pada contoh ketika saya tidak bisa membeli makanan-makanan yang enak seperti ayam goreng dan pizza. Akan tetapi, saya masih bisa bersyukur bahwa saya masih bisa kenyang (tidak lapar) dengan sekadar makan nasi dan lauk tempe tahu telur. Namun, bagaimana dengan masalah saya ini?”

Pertanyaan ini bukan hanya milik seorang saja. Pasti banyak pembaca yang mengalami hal yang sama. Saya sendiri sering merasakannya ketika dalam suatu pertemuan, dalam suatu pesta bertemu dengan orang-orang yang tidak saya kenal. Kemudian, saya dikenalkan dan berbincang dengan mereka. Namun, ada respon lawan bicara yang seolah-olah dia tidak ingin memperpanjang percakapan dengan saya.

Menyikapi kejadian tersebut, kalau saya boleh berpendapat; jangan dipikirkan! Jangan biarkan timbul pikiran negatif dalam otak Anda. Singkirkan perasaan bahwa dia sombong, enyahkan pikiran bahwa Anda tidak selevel dengannya. Intinya, tetap fokuskan pada jati diri Anda, tumbuhkan kepercayaan diri Anda dengan memikirkan bahwa Anda lebih baik dari dia. Anda bisa merasa lebih baik dalam beribadah, lebih baik dalam berhubungan dengan orang tua dan sanak keluarga Anda. Ingat kembali prestasi-prestasi yang pernah Anda capai selama ini.

Satu hal lagi yang perlu diingat, bahwa kita sebagai manusia selalu punya keinginan-keinginan. Namun, Tuhan memberikan lain dari harapan. Dalam kitab suci agama-agama yang ada, disebutkan bahwa apa yang kita anggap baik belum tentu baik bagi diri kita. Ada hikmah di setiap peristiwa yang mungkin Anda dan saya belum mengetahuinya.[hw]

* Hartati Nurwijaya (41), adalah seorang pemerhati masalah sosial kemasyarakatan dan politik. Ia telah menerbitkan buku Perkawinan Antarbangsa Love and Shock dan Hidangan Favorit Ala Mediterania , Bahaya Alkohol dan Cara Mengatasi Kecanduannya. Sejak 2003, alumnus Jurusan Sosiologi, Fisipol, UGM, Yogyakarta ini menetap di Yunani. Ia dapat dihubungi melalui email: tatia41[at]gmail[dot]com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 8.7/10 (10 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +6 (from 6 votes)

Merawat Inner Motivation

hnOleh: Hartati Nurwijaya*

Ketika saya masih duduk di bangku SD, saya sering mendengar lelucon yang diucapkan oleh beberapa orang asal Sumatra Utara (Sumut). Konon, kebiasaan penduduk di wilayah Labuhan Batu, Sumut, jika ditanya hendak pergi ke mana, maka mereka yang punya gigi emas akan menjawab, “Batang Kuis!” Sedangkan, orang yang bergigi ompong akan menjawab, “Lubuk Pakam.”

Batang Kuis dan Lubuk Pakam adalah nama kota di wilayah Sumut. Maka, lelucon ini selalu populer di wilayah tersebut. Yang punya gigi palsu pamer giginya terbuat dari emas yang tentu saja harganya mahal.

Berkaitan dengan gigi palsu, kedua orang tua saya sudah lama memakai gigi palsu. Sering Ibu saya menggunakan gigi palsunya untuk bercanda denga cucu-cucunya. Tak jarang ditanggalkannya gigi palsu dan terdengar jeritan cucunya, “Hiii… gigi nenek copot!”

Jika saya boleh berpendapat, motivasi seseorang tidak ada bedanya dengan gigi. Motivasi individu perlu digosok, dipamerkan, dan dirawat. Jika Anda tidak peduli, maka motivasi Anda bisa ompong seperti gigi.

Manusia dapat merawat inner motivasinya dengan baik. Pertama, dengan cara menggosoknya dengan ilmu pengetahuan melalui banyak membaca, mengamati, dan menelaah sesuatu tanpa suatu penilaian (no value judgement). Banyak konflik yang terjadi akibat seseorang secara cepat memberi penilaian terhadap suatu masalah.

Contoh mudahnya: jika anak Anda menangis dan mengadu dicubit oleh anak tetangga. Biasanya, Anda akan mudah marah, dan tidak jarang mendatangi tetangga hingga muncul konflik. Jika Anda terbiasa menelaah masalah melalui looking behind the façade, otomatis Anda akan menjadi bijak. Lihat suatu masalah yang timbul melalui latar belakang dan dukungan data yang valid.

Kedua, memamerkan motivasi. Aah, ada-ada saja! Bukankah pamer berarti sombong? Memamerkan motivasi tidak sama artinya seperti orang Sumut yang pamer gigi palsunya yang terbuat dari emas. Anda perlu memamerkan motivasi melalui berbagai produksi. Anda harus berproduksi agar bisa mendapat hasil, pujian, dan kepuasan.

Anda bisa menjadi penulis, konsultan, chef, atlet ataupun menjadi orang tua yang bisa dibanggakan oleh anak-anak Anda. Jika Anda telah menjadi penulis, tanamkan motivasi agar menjadi penulis buku yang laris. Agar menjadi penulis yang dicintai pembaca dan dinanti penerbit untuk menulis buku lainnya.

Ketiga, motivasi harus dirawat. Motivasi layaknya bayi, perlu dirawat dan dijaga. Jika tidak, dia akan mudah terserang penyakit. Motivasi Anda perlu diberi gizi yang baik, diberi vaksin agar kebal penyakit. Biasanya, ancaman danmusuh utama motivasi adalah diri Anda sendiri. Ada saja alasan diri Anda untuk masa bodoh dengan situasi dan kondisi saat ini. Cepat merasa puas, sudah merasa cukup, malas, dan merasa tidak berdaya.

Jaga motivasi agar tidak terserang penyakit dengan melihat cara orang sukses meraih cita-citanya. Baca artikel, buku tokoh, atau biografi orang yang Anda kagumi. Menurut Denis Waitley, dengan membaca biografi tokoh yang sukses, Anda dapat belajar bagaimana mereka bertahan dan mengatasi rintangan hidup.

Jika Anda bukan pemimpin, tidak berarti Anda tidak perlu membaca buku motivasi Tamara Lowe. Jika Anda bukan jutawan, bukan berarti Anda tidak perlu baca buku Donald Trump. Mulai langkah awal Anda menjaga motivasi melalui membaca. Tidak perlu modal banyak untuk membaca. Bacalah![hn]

* Hartati Nurwijaya (41), adalah seorang pemerhati masalah sosial kemasyarakatan dan politik. Ia telah menerbitkan buku Perkawinan Antarbangsa Love and Shock dan Hidangan Favorit Ala Mediterania (Resep Sehat dan Awet Muda). Sejak 2003, alumnus Jurusan Sosiologi, Fisipol, UGM, Yogyakarta ini menetap di Yunani. Ia dapat dihubungi melalui email: tatia41[at]gmail[dot]com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +1 (from 1 vote)

Keinginan

hn1Oleh: Hartati Nurwijaya*

“A man is the sum of his actions, of what he has done, of what he can do, Nothing else.”
~
Mahatma Gandhi

Sifat alamiah manusia senantiasa mempunyai keinginan. Sejak kita terjaga dari tidur hingga mata terlelap, sering muncul berbagai keinginan. Beberapa keinginan itu bisa kita wujudkan sekejap mata, misalnya saja, “Hari ini saya ingin makan nasi uduk dan ingin pergi ke perpustakaan.” Logikanya, keinginan yang sesuai dengan kemampuan Anda akan mudah terpenuhi.

Sebaliknya, jika Anda berkeinginan di luar kemampuan, tentu saja harus diusahakan mewujudkannya. Suami saya pernah menyatakan berkeinginan mempunyai motor besar, padahal dia sudah punya mobil. Hampir setiap hari dia mengungkapkan pengalamannya semasa remaja pergi ke mana saja menggunakan motor trailnya yang sudah dijual sebelum kami menikah. Ada hasrat yang kuat bahwa dia ingin kembali mengendarai motor di musim panas.

Sebagai suami dan satu-satunya anggota keluarga yang membiayai kehidupan keluarga dengan tiga anak, dia berhak mewujudkan impiannya. Tetapi, sebagai istri saya harus mengingatkannya bahwa motor impiannya bukan prioritas utama. Agar tidak menguburkan impiannya, sebagai pendamping hidup saya harus bijaksana dalam cara menyampaikan ketidaksetujuan membeli motor. Yaitu dengan cara penyampaian yang benar dan tidak mematikan motivasi, maka saran kita pasti didengar.

Waktu berlalu, hasrat suami ingin mempunyai motor gede semakin besar. Hingga keinginannya tersebut diketahui oleh seorang teman. Teman kami ini seorang jurnalis, masih bujangan, dan hendak menukar motor gedenya dengan motor baru. Dia sudah mencoba menjual motornya yang lama ke toko. Namun, dia teringat pada suami saya sehingga diberikanlah motornya itu pada suami dengan harga murah. Bahkan, boleh dibayar kapan saja ketika kami ada uang.

Bagaikan anak kecil yang baru mendapat mainan, alangkah senangnya hati suami saya. Seketika dia membawa motor berkeliling dan mengajak saya naik motor ke pegunungan. Melihat kebahagiaan suami, saya otomatis menjadi bahagia. Motor juga berguna di saat mobil ada kerusakan. Bisa mengganti fungsi mobil yang biasa digunakan suami untuk berangkat kerja.

Intinya, jika kita mempunyai keinginan tetaplah pada hasrat tersebut. Jika Anda mengidamkan sesuatu hal yang belum dapat diwujudkan dalam waktu dekat, maka bersabar dulu. Hambatan apa pun tidak harus menjadi halangan bagi Anda untuk melupakan dan menghapus keinginan.

Setiap orang yang sukses selalu mengalami kegagalan dan dikalahkan sebelum mencapai puncak kejayaannya. Presdien Obama pernah dikalahkan oleh Bobby Rush dalam pemilihan senator negara bagian Illinois tahun 2000. Bobby Rush adalah senator kulit hitam pertama yang mengalahkan Obama.

Jika Anda menginginkan sesuatu jangan dipendam sendiri. Utarakan pada teman, anggota keluarga, dan berdoa pada Tuhan YME agar keinginan itu dapat segera terwujud. Jika sudah tercapai keinginannya, spontan ucapkan syukur dan berterima kasih pada orang yang telah membantu mewujudkan impian Anda. Hingga muncul lagi keinginan yang lain, sebab sifat manusia tidak pernah merasa cukup.[hn]

Megara, 2 Pebruari 2009

* Hartati Nurwijaya (41), adalah seorang pemerhati masalah sosial kemasyarakatan dan politik. Ia telah menerbitkan buku Perkawinan Antarbangsa Love and Shock dan Hidangan Favorit Ala Mediterania (Resep Sehat dan Awet Muda). Sejak 2003, alumnus Jurusan Sosiologi, Fisipol, UGM, Yogyakarta ini menetap di Yunani. Ia dapat dihubungi melalui email: tatia41[at]gmail[dot]com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +1 (from 1 vote)

Strategi Menghindari Keluhan

hnOleh: Hartati Nurwijaya*

Siapa sih yang senang jika menerima keluhan?

Mungkin ada yang senang menerima keluhan dari pelanggan. Seorang CEO akan senang jika mendapat keluhan agar dia dapat melakukan perbaikan di perusahaannya. Keluhan pelanggan tersebut lebih banyak dimaksudkan sebagai kritik dan saran. Masukan bagi perbaikan kinerja dan pelayanan perusahaan.

Tidak semua keluhan dapat menghasilkan perbaikan. Justru semakin banyak Anda mengeluh menunjukkan bahwa Anda tidak bahagia. Individu yang sering mengeluh semakin jauh dari bahagia.

Menurut ilmuwan, setiap hari manusia mempunyai 60.000 pikiran yang muncul di otaknya. Sekitar 80 persen dari pikiran tersebut adalah pikiran negatif. Atau, 45.000 pikiran yang muncul di otak manusia setiap hari adalah negatif. Disebut Dr Daniel Amen, seorang psikiater dan spesialis di bidang otak, 45.000 pikiran negatif yang muncul sebagai ANTs (pikiran negatif otomatis).

Otak kita lebih banyak memunculkan rasa khawatir yang belum tentu terjadi. Kita khawatir anak sakit, khawatir jika besok akan hujan dan banjir, khawatir teman yang diundang tidak datang, dan banyak pikiran buruk lainnya.

Menurut hasil riset, bahwa ada beberapa pasien kanker yang lebih lama bertahan hidupnya. Karena, dia berpikir bahwa alam sekitar, dokter, obat, dan keluarganya terus mendukung kesembuhannya. Sedangkan pasien kanker yang selalu khawatir bahwa penyakit itu tidak bisa diobati, hidupnya tidak bertahan lama.

Sebagai ibu rumah tangga dan istri, setiap hari sering muncul pikiran khawatir. Khawatir anak sakit, tagihan listrik naik, rekening telepon mahal, dan sebagainya. Akibatnya, mengeluh pada suami. Keluhan-keluhan tersebut ternyata menjadi beban bagi suami saya. Suami yang seharusnya fokus bekerja dengan giat agar mendapatkan banyak rezeki, akhirnya menjadi terganggu pikirannya akibat keluhan istri.

Memberi pujian pada seseorang dan menghargai sesuatu terkadang lebih sulit dilakukan. Individu cenderung lebih mudah mengeluh dan mencibir. Alangkah indahnya hidup, jika Anda membiasakan memberi pujian dan senyuman pada anggota keluarga dan rekan sekerja.

Marcy Shimoff, penulis buku Happy No Reason, mengatasi kebiasaan mengeluh dengan cara memasukkan uang 2 dollar AS ke dalam kotak setiap dia mengeluh. Mengeluh bukan saja ditujukan pada suami, anak, ibu, dan individu lainnya. Kita juga bisa mengeluh pada benda-benda, tumbuhan, dan hewan di sekitar kita.

Agar saya tidak mengeluh, saya katakan pada otak saya, bahwa saya tidak mau mengeluh. Saya ingin bahagia, ceria. Ketika saya ingin mengeluh kepada anak atau suami, maka hal pertama yang saya ingat adalah bahwa saya tidak suka jika mendengar keluhan. Sehingga, saya tidak jadi mengeluh pada anak dan suami. Saya atasi masalah yang ingin dikeluhkan. Saya cari solusi, sumber keluhan yang tidak jadi dikeluarkan tadi.

Agar rekening listrik tidak mahal, maka saya matikan lampu yang tidak perlu, mengurangi memanggang roti di oven litrik, mencuci piring dengan tangan, dan tidak menggunakan mesin cuci piring listrik. Agar rekening telepon tidak mahal, kami ganti layanan telekom beserta internet yang mengenakan biaya tetap 35 euro setiap bulan. Agar anak-anak tidak mudah terserang penyakit, saya selalu cek jadwal imunisasinya, dan setiap hari memberi mereka makan banyak buah.

Anda juga bisa mencoba mengurangi keluhan dengan cara menuliskannya sebelum diucapkan. Siapkan selalu pena dan kertas. Ketika muncul keinginan mengeluh, segera tulis apa saja yang menjadi uneg-uneg Anda. Misalnya; “Sayang, kenapa uang belanja hanya segini? Kamu tahu kan harga barang-barang mahal?”

Keluhan seperti ini tidak perlu diucapkan pada suami Anda. Sebab suami Anda sudah tentu mengetahui kondisi harga pasar.

Semakin berkurang keluhan, otomatis hidup berumah tangga lebih aman dan bahagia. Sebab, sejak saya tidak mengeluh, otomatis suami juga tidak banyak mengeluh.[hn]

* Hartati Nurwijaya (41), adalah seorang pemerhati masalah sosial kemasyarakatan dan politik. Ia telah menerbitkan buku Perkawinan Antarbangsa Love and Shock dan Hidangan Favorit Ala Mediterania (Resep Sehat dan Awet Muda). Sejak 2003, alumnus Jurusan Sosiologi, Fisipol, UGM, Yogyakarta ini menetap di Yunani. Ia dapat dihubungi melalui email: tatia41[at]gmail[dot]com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 6.5/10 (2 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +2 (from 2 votes)

Beberapa Kiat Menghadapi Krisis

hnpOleh: Hartati Nurwijaya*

Beberapa menit yang lalu, saya agak kaget dan menjurus ke panik. Laptop baru saya jatuh dan masih menyala. Hendak diklik tidak bisa. Keyboard hang dan tombol untuk mematikan pun hang. Sempat terpikir untuk menelepon sebuah nomor yang sering diiklankan di televisi. Nomor untuk bertanya apa saja seputar masalah laptop dan PC.

Namun, saya urungkan niat. Sebab, menelepon nomor tersebut harus membayar beberapa euro per menitnya. Beruntung saya masih punya PC, sehingga langsung saya cari solusinya. Tidak dapat menemukan solusi di website merek laptop saya. Akhirnya, saya bertanya melalui Yahoo Answer. Hanya 2 menit, saya sudah mendapat jawaban, dan laptop dapat dimatikan dengan cara menekan tombol start-nya selama 10 detik.

Pengalaman saya di atas, saya ceritakan karena kita semua masih dan akan terkena dampak resesi dunia. Walau harga minyak mentah turun, tetapi harga kebutuhan bahan pokok tetap melambung. Ingin memakan nasi pulen dan harum harganya dua kali lipat dari harga beras pera (beras yang keras dan tidak harum).

Tidak ada anggota masyarakat dunia yang dapat lari dari resesi ekonomi. Adapun yang lari adalah dua orang miliarder dari Inggris dan Jerman. Mereka bunuh diri akibat tidak kuat menerima kenyataan bahwa perusahaannya bangkrut.

Bangkrut! Kata yang sering kita ucapkan. Bahkan, kalau kita ingin merendah atau mencoba menghindari peminjam uang. Sering terdengar perkataan, “Aah gue lagi bangkrut nih, lagi bokek!” Anda tidak ingin bangkrut, saya dan semua orang di mana pun tidak ingin bangkrut. Oleh karena itu, kita harus membuat cash flow penggunaan uang kita.

Agar tidak bangkrut, hindari membeli barang yang tidak bermanfaat. Hanya karena ada undangan pesta, maka Anda ingin membeli baju baru. Sekali pakai sudah disimpan. Di zaman resesi, orang yang bijak tidak akan menggunakan uangnya untuk membeli benda yang tidak urgent. Biarkan dana Anda mengendap di bank atau di bawah lipatan baju.

Singkirkan rasa gengsi di zaman resesi ini. Tahan nafsu Anda untuk membeli, bahkan kredit sangat dilarang.

Jika Anda harus menggunakan uang untuk keperluan penting dan mendesak, coba berpikir ulang. Apakah masih ada jalan lain agar pengeluaran bisa dihemat? Jangan mudah tergoda rayuan promosi toko atau merek tertentu. Di Belgia saja, pernah diiklankan membeli mobil satu dapat dua. Akibat masyarakat tidak berminat membeli mobil baru. Bahkan, banyak pengguna kendaraan pribadi di Eropa beralih ke kendaraan umum, seperti kereta api cepat dan bus umum.

Ibu rumah tangga biasanya yang sering kesulitan mengatur uang belanja. Sejak resesi menghantam dunia, saya langsung memangkas pengeluaran. Walaupun, suami saya adalah seorang pegawai negeri dan tidak ada ancaman bangkrut atau dipecat. Tetapi, akibat harga kebutuhan pokok mahal, saya coba mengubah pos-pos pengeluaran uang.

Misalnya, dana potong rambut dan ke salon dihilangkan. Saya potong sendiri rambut ketiga anak saya. Bahan kosmetik wanita yang bisanya mahal. Saya pangkas juga dengan cara hanya memakai kosmetik jika diperlukan saja. Biasanya, saya memasak masakan beberapa jenis. Saya kurangi jumlah menu, namun menu tetap harus sehat. Sebab, menu tersebut masih diimbangi dengan buah-buahan. Menggunakan air dan listrik seperlunya saja, agar tagihan dapat dibayar.

Prinsip saya, dalam zaman resesi ini, adalah menyelamatkan kondisi keuangan keluarga, agar jangan sampai dampak krisisyang kadang membuat orang stressmenyerang kami. Biasakan bersyukur setiap hari dan berhati-hati dalam pengeluaran. Jika Anda terbiasa melihat televisi, coba hindari saat ada tayangan iklan di televisi. Sebab menurut penelitian, banyak ibu rumah tangga dan anak-anak terpengaruh oleh iklan televisi.[hnp]

Megara-Yunani, 15 Januari 2009

* Hartati Nurwijaya adalah seorang ibu rumah tangga yang hobi menulis dan nyambi menjadi pemandu turis di Yunani. Ia adalah penulis buku Perkawinan Antarbangsa-Love and Shock! dan Hidangan Favorit ala Mediterania.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +2 (from 2 votes)

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya Oleh: Don Gabor Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009 ISBN: 978-979-22-5073-2 Tebal: xviii + 380 hal Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas! Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox