Do the Right Things, Do the Things Right

ery prasetyawanOleh: Ery Prasetyawan*

Sering kali kita melakukan suatu hal begitu saja tanpa didasari oleh rencana strategis yang baik. Akibatnya, banyak pekerjaan kita yang tidak membuahkan hasil memuaskan, bahkan kadang terbuang percuma. Di sisi lain, kalau kita mau membuat perencanaan strategis, kita bisa terbentur oleh beberapa faktor. Dan, tak jarang yang paling dominan adalah faktor M alias malas. Ini disebabkan karena kalau tidak terbiasa, membuat perencanaan strategis itu akan terkesan njelimet, kompleks, dan bertele-tele.

Meskipun demikian, kita tidak boleh menghilangkan perencanaan sama-sekali. Ya, perencanaan harus dibuat sebelum sesuatu dilakukan atau dikerjakan. Tetapi, bagaimana mau membuat perencanaan yang baik? Apalagi kalau orang pada tidak mau yang kompleks-kompleks? Baik, saya mempunyai cara sederhana sebagai panduan dalam membuat rencana strategis. Yaitu, dengan melakukan dua hal, do the right things dan do the things right.

Do the right things berarti soal melakukan sesuatu atau memilih peluang dengan suatu tingkat ketepatan tertentu. Ini akan berdampak pada faktor efektivitas. Contoh, pada zaman sekarang, jika kita akan membuka kursus mengetik, do the right things-nya adalah kursus mengetik yang menggunakan komputer, bukan kursus mengetik dengan mesin ketik manual. Contoh lain lagi, kalau berniat berjualan di Jakarta, do the right things-nya adalah berjualan tabung gas atau menjadi agennya, bukan berjualan kayu bakar.

Jadi, untuk menjadi efektif dan efisien dalam jangka panjang, ketepatan dalam pemilihan jenis dan model bisnis maupun pekerjaan sangatlah menentukan. Jika salah, maka sudah jelas kalau apa yang kita kerjakan bakalan tidak efektif dan efisien. Ujung-ujungnya kita akan kehilangan waktu, tenaga, dan biaya. Lalu, bagaimana memilih bisnis atau pekerjaan yang akan efektif dan efisien?

Memilih bisnis atau pekerjaan harus berdasarkan dua hal berikut ini:

Pertama, aktualitas jangka panjang. Bisnis atau pekerjaan yang akan kita lakukan harus bermanfaat buat orang banyak, punya nilai tambah (added value), dan aktualitasnya bias bertahan dalam selama mungkin. Namun, bukan hanya hal ini saja yang perlu diperhatikan.

Kedua, bisnis atau pekerjaan itu harus sesuai dengan diri atau hobi kita. Hal ini sangat penting, karena jika bisnis, pekerjaan, atau peluang yang akan kita jalankan sesuai dengan diri atau hobi kita, dengan kata lain kita bisa dan enjoy mengerjakannya, maka saat kita down, gagal, atau sedang ada masalah, kita tidak akan mudah atau pernah menyerah. Karena, kalau kita sudah menyukai dan enjoy mengerjakan suatu hal, pekerjaan yang berat bisa terasa ringan. Sebab, semua itu dikerjakan dengan senang hati. Bahkan, pekerjaan atau bisnis itu dianggap sebagai suatu permainan dengan tantangannya yang menyenangkan.

Lalu, bagiaman caranya supaya tahu pekerjaan, bisnis, atau peluang itu sesuai dengan diri kita atau tidak?

Ingat-ingatlah, pekerjaan apa yang membuat Anda menahan untuk tidak ke toilet, padahal sudah kebelet banget, bahkan bisa menunda makan Anda, karena kata hati Anda menyatakan “tanggung” kalau itu ditinggal? Jika Anda berhasil mengingatnya, itulah jawabannya.

Berikutnya adalah do the things right. Ini mengandung arti bahwa kita harus menepati apa yang kita rencanakan atau janjikan. Hal ini akan berdampak pada efisiensi kerja, profesionalisme, dan performance kerja kita. Contoh, kita sudah memutuskan membuka kursus mengetik komputer. Ini sudah do the right things. Jika kita menjanjikan kursus akan diselenggarakan di ruang ber-AC, dengan proyektor Infocus serta dengan jadwal dan guru yang baik, maka do the things right-nya adalah kita harus penuhi semua janji tersebut.

Contoh lagi, kita sudah memilih sebagai agen gas dan berjanji akan mengantar setiap pesanan gas maksimal 15 menit sudah sampai di tempat pelanggan. Do the things right-nya adalah mengantar gas sesuai pesanan dan dalam waktu kurang dari 15 menit.

Jadi, ini yang terpenting. Jika do the right things-nya sudah salah, maka bisnis atau pekerjaan kita pun tidak akan efektif dan efisien. Contoh, kita memutuskan membuka kursus mengetik dengan mesin ketik manual. Hal ini sudah tidak do the right things karena keterampilan ini sudah tidak aktual lagi. Sekalipun kita janjikan mengetik dengan mesin ketik manual 10 bahkan 15 jari, kita pun menjanjikan peserta kursus akan mahir dalam waktu hanya 5 hari, dan kita juga bisa menepati semua janji kita itu. Namun, bisnis atau pekerjaan ini tidak akan efektif dan efisien karena sudah dilindas oleh penggunaan komputer.

Juga dalam berbisnis atau menjalankan pekerjaan sebagai penyedia kayu bakar di Jakarta. Sekalipun kita janjikan dalam waktu 5 menit akan diantar dan sampai di rumah pelanggan, dan kita pun bisa penuhi janji itu, nmaun bisnis ini juga tidak akan efektif dan efisien karena do the right things-nya sudah salah.

Jadi, do the right things sangat-sangat penting dan harus benar karena itu akan menentukan efektifitas dan afisiensi bisnis atau pekerjaan kita. Kalau do the right things-nya sudah salah dari awal, kita akan sangat sulit memperbaikinya. Kalau mau melakukan perbaikan, biasanya harus memulai dari awal alias ganti bisnis atau pekerjaan. Akan tetapi, jika do the things right-nya yang salah, kita masih bisa dan tidak terlalu sulit untuk memperbaikinya.

Orang-orang pintar menyebut dua hal ini sebagai esensi dari strategic planning management. Jadi, jangan sampai salah menentukan keduanya. Pilihlah peluang dan bisnis/pekerjaan Anda sesuai dengan dua parameter di atas. Salam Anda Luar Biasa![ep]

* Ery Prasetyawan, S.T., P.M.P., S.I. C.P.M., adalah ahli manajemen proyek yang sekarang bekerja sebagai Senior Manager di sebuah perusahaan telekomunikasi multinasional. Ia juga seorang trainer dalam bidang manajemen proyek. Ery juga meminati bidang internet marketing, SEO, afiliasi, dan kini sedang menulis sebuah buku tentang manajemen utang. Ayah satu anak yang tinggal di Cinere, Depok ini mengembagkan tips website yang beralamat di: www.tips-db.com. Ery dapat dihubungi melalui email: income_21[at]yahoo[dot]com atau nomor telepon: +62 811904262.

UA:A [1.1.6_502]
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 9.3/10 (4 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +4 (from 4 votes)

5 Menit yang Menentukan Hidup Anda

epOleh: Ery Prasetyawan*

Cukup seringkah Anda merasa menghabiskan satu hari tanpa rencana? Sehingga, seakan hari lewat begitu saja, tidak terasa hasil nyatanya? Apalagi pada zaman sekarang, banyak sekali kegiatan penggoda yang bisa menghabiskan waktu kita secara cepat dan tak terasa. Contohnya adalah game di komputer, baik offline maupun online. Begitu juga dengan keasyikan chating dengan teman, baik melalui Yahoo Messenger, Facebook, dan masih banyak lagi media messenger lain yang mengasyikan.

Hal ini terjadi begitu saja dan mengisi hari-hari kita. Sehingga, seakan-akan dalam sehari kita tidak menghasilkan apa-apa. Kalaupun ada yang bisa kita hasilkan, sering kali itu hanyalah sedikit dan kurang produktif. Hal ini berbahaya bagi kita, karena produktivitas kita akan selalu menurun, dari hari ke hari. Kalau hal ini diakumulasikan dari bulan ke bulan, dan dari tahun ke tahun, akan sangat membahayakan kinerja (performance) kita. Selanjutnya, kita bisa rasakan akibat jangka panjangnya, lebih banyak hal negatif yang akan menimpa kita. Bahkan, kalau kita ini karyawan, bisa-bisa kita diberhentikan dari pekerjaan, atau kalau bisnis kita bisa bangkrut atau pailit.

Terus, apa yang bisa mencegah hal itu?

Banyak orang menyodorkan manajemen waktu yang harus kita lakukan, yaitu dengan cara menjadi lebih disiplin. Ini terasa klise bagi kita dan juga agak rumit melakukannya. Karena, kalau dari awal kita mendengar hal-hal yang berbau menajemen kita langsung jadi malas. Jangankan melakukan, mendengarkan saja kita sudah malas. Kedengaraanya perlu usaha keras dan panjang untuk menerapkan manajemen waktu dengan disiplin. So, kita jadi malas, deh! Manajemen waktu dengan disiplin… Hmmm, sound so goodbut too good to be true!”

Saya pun sudah mengalami problem manajemen waktu seperti di atas, memang tidak mudah. Sampai akhirnya saya menemukan hal dan cara yang sederhana, yang bisa kita lakukan untuk membuat diri kita tetap on the track dengan hasil-hasil yang baik dan tetap mempertahankan top performance kita. Di sisi lain, kita pun masih tetap bisa fun, enjoy, dan chating namun kinerja masih tetap nomer 1.

Pengalaman saya begini:

  1. Setiap pagi sebelum mulai melakukan aktivitas, baik di kantor maupun bisnis, setelah saya sampai di kantor dan pertama kali duduk di kursi, saya luangkan waktu 5 menit saja untuk menuliskan 5 hal paling prioritas yang harus selesai hari itu pada secarik kertas (kertas Post It).
  2. Saya urutkan kelima hal tadi sesuai prioritasnya dan saya beri kotak kecil sebagai tempat mencentang kalau sudah selesai.
  3. Lebih jelas lagi kalau di setiap hal itu juga diberi jam, sebagai tanda kapan waktu saya harus mengerjakannya.
  4. Saya tempelkan kertas kecil ini di dekat monitor kumputer atau saya masukkan ke dalam saku baju. Lalu saya fokus dan berkomitmen untuk menyelesaiakan semuanya hari itu juga.

Dengan langkah sederhana dan tidak merepotkan ini, kita akan tetap terjada pada jalur atau target-target kita. Dan juga, kita masih bisa main game dengan tenang karena kita sudah bisa mengontrol aktivitas dan target-target kita hari itu.

Untuk detailnya, yang biasa saya alami begini. Pagi jam 08.15 saya sampai di kantor. Setelah menyalakan dan menunggu komputer loading up, seperti biasa saya meluangkan waktu 5 menit untuk memikirkan 5 target terpenting yang harus kelar hari itu.

  1. Meng-upload hasil evaluasi seluruh anak buah di data base.
  2. Mengecek bahan rapat divisi sebagai persiapan sebelum rapat.
  3. Membuat laporan implementasi proses dan prosedur baru.
  4. Menulis atau merevisi bab-bab dari rangkaian naskah buku saya.
  5. Self-learning untuk hal teknis.
  6. Bayar SPP anak.

Lho, kenapa kok 6? Ya, yang nomor 6 adalah target yang tidak terlaksana hari kemarin. Jika ada target hari kemarin yang tidak bisa selesai, maka target itu harus tercantum dan dilaksanakan pada hari berikutnya. Jadikan itu prioritas nomer 1 di hari berikutnya. Itulah yang ada di pikiran saya, dan saya menuliskannya di kertas Post-It begini.

  1. SPP anak, 10.00-10.30.
  2. IPM (nama lain dari evaluasi di perusahaan saya), 09.00-10.00.
  3. Rapat divisi, 10.30-11.00.
  4. Proses & prosedur, 11.00 – 12.00.
  5. Training, 13.30-15.00.
  6. Menulis/revisi naskah, 17.00-18.00.

Di samping setiap aktivitas itu saya berikan kotak kecil sebagai tempat mencentang apabila sudah berhasil saya kerjakan. Dan, hari itu biasanya pada jam 11.00 aktivitas no 1-4 sudah selesai.

Nah, di sini kita bisa pilih apakah kita mau istirahat sebentar (karena tinggal dua aktivitas yang tersisa, sedangkan waktu masih banyak) atau kita bisa melanjutkan aktivitas ke-5 dan ke-6 sampai selesai dulu, baru kita bermain. Atau, kita bisa bermain dulu barang 30-60 menit, baru mengerjakan pekerjaan berikutnya. Mengasyikan, bukan? Bisa chating, browsing, main game, atau diskusi ringan dengan teman dll, tanpa kita lupa atau kelewatan tugas-tugas kita!

Setiap kita mencentang sebuah aktivitas sebagai tanda sudah menyelesaiakannya, ada rasa senang, lega, dan yang paling penting semangat bertambah untuk menyelesaiakn semua aktivitas hari itu. Nah, cara ini sederhana tetapi ampuh sekali. Hanya perlu waktu 5 menit saja. Itulah 5 menit yang bisa menentukan hidup kita. Selamat mencoba. Anda Luar Biasa![ep]

* Ery Prasetyawan, S.T., P.M.P., S.I. C.P.M., adalah ahli manajemen proyek yang sekarang bekerja sebagai Senior Manager di sebuah perusahaan telekomunikasi multinasional. Ia juga seorang trainer dalam bidang manajemen proyek. Ery juga meminati bidang internet marketing, SEO, afiliasi, dan kini sedang menulis sebuah buku tentang manajemen utang. Ayah satu anak yang tinggal di Cinere, Depok ini mengembagkan tips website yang beralamat di: www.tips-db.com. Ery dapat dihubungi melalui email: income_21[at]yahoo[dot]com atau nomor telepon: +62 811904262.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 8.5/10 (4 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +3 (from 3 votes)

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya Oleh: Don Gabor Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009 ISBN: 978-979-22-5073-2 Tebal: xviii + 380 hal Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas! Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox