Dari Mario Kempes Sampai ke Pilpres 2009
Editor | Kolom Lepas | May 25th, 2009 | 3 Comments »
Oleh: X.L. Effendi Budi P.*
Ketika saya masih SMP, di tahun 1978 ada sosok yang sangat memesona dunia, setidaknya bagi diri saya. Tugas striker dalam permainan sepakbola adalah memasukkan bola ke gawang lawan. Tugas yang tidak mudah untuk dilakukan. Kepiawaian idola saya dalam menggiring bola dengan cepat sembari meliuk-liukkan badannya, menghindari sergapan lawan dengan ketenangan bak biarawan dari Tibet, menjadi atraksi yang sangat memukau saya. Maka, pasti tidak perlu diragukan lagi bila kakinya sering kali menjadi sasaran tebasan pemain belakang lawan.
Ia begitu memesona saya, bukan hanya karena kepiawaiannya mengolah bola dan menceploskannya ke gawang lawan saja. Tetapi, aksinya ketika ditebas lawan dan terjatuh itulah menjadi momen yang sangat membius saya. Saya tak pernah melihatnya marah seperti kebanyakan pemain bola lainnya, yang kerap meminta sang juru adil untuk mengganjar lawan main yang telah mencuranginya dengan kartu kuning atau kartu merah. Idola saya sangat tenang, paling-paling ekspresinya hanya mengangkat bahu dan tangannya, sambil dihiasi segaris senyum di bibirnya. Ekspresi yang meneduhkan—dalam sebuah pertandingan yang ketat—adalah langka dan sangat luar biasa menurut saya. Ia mengajari saya tentang arti sebuah “sikap”. Ia adalah Mario Kempes– sang superstar bola dari Argentina.
Tidak mudah bagi kita untuk tetap bisa tersenyum ketika kita jatuh, apalagi dijatuhkan orang lain. Mario Kempes memilih sikap positif; ia pasti tahu betul bahwa bermain bola ada risiko untuk dijatuhkan lawan. Namun, ia melawannya dengan keteduhan, kesabaran, ketenangan, dan yang khas adalah senyumnya yang menyejukkan.
Sering kali kita bersungut-sungut, bahkan meledakkan amarah ketika kita terjatuh atau dijatuhkan oleh orang lain. Semakin kita hanyut dalam sikap negatif ini; kita akan kehilangan keseimbangan dan kehilangan energi untuk bisa bangkit dan berlari lagi mengejar bola sukses kita.
Kita bisa memilih sikap yang akan kita bawa dalam perjalanan hidup kita. Sikap menjadi hal penting dalam hidup kita. Sebab, sikap itu diperlukan untuk melihat kedalaman diri kita sendiri; nilai apa yang ada di dalam sikap dan perbuatan kita dalam sebuah pertandingan.
Setiap pertandingan selalu memisahkan kelompok atau kubu-kubu. Namun, memisahkan bukan berarti saling meniadakan, justru saling mempersatukan agar bisa bermain bersama lagi. Alangkah indahnya sebuah pertandingan, jika kita mengerti dan memahami maknanya untuk dilaksanakan. Bukan sekadar retorika.
Sebentar lagi pertandingan kolosal pilpres akan segera digelar di negeri kita tercinta. Calon presiden dan wakilnya sudah muncul sebagai para pihak yang akan maju dalam pertandingan. Mereka diusung oleh kekuatan-kekuatan yang–tampaknya—hebat di negeri ini. Apakah sejatinya benar-benar hebat untuk rakyat?
Ibarat penonton sepakbola, rakyat paling tahu ke mana seharusnya bola ditendang untuk memuaskan dahaga emosionalnya. Rakyat paling merasakan kegetiran, bila tidak tercipta goal. Betapa tidak? Coba bayangkan! Berapa banyak rakyat sudah berkorban demi janji ‘sang idola’ yang tak kunjung mampu menciptakan goal? Sang idola hanya mampu membuat ‘peluang-peluang’ melulu. Fenomena ini pasti sangat menyesakkan dada, bukan? Belum lagi bila tingkah polahnya dalam bermain yang tidak bisa menghormati pemain lawan; menghalalkan segala cara dalam bertindak untuk sebuah ‘kemenangan’ semu, demi pembenaran diri sang idola semata. Pastilah tindakan tersebut akan menghasut penonton yang akan membuat mereka bertindak anarkis.
Wahai penonton, mari kita siapkan dan jaga diri kita untuk pertandingan akbar di negeri ini. Janganlah mudah terjerat keindahan fisik semata, tetapi pilihlah pemain yang seperti Mario Kempes, idola saya. Yang bermain sangat elegan demi ‘fair play’ yang sesungguhnya. Sekalipun tak tercipta goal, jiwa kita akan sedikit terpuaskan oleh permainan yang cantik, bersih, dan menghibur. Sejauh bola masih bundar, kita masih akan bisa menikmati permainan berikutnya dengan semangat dan harapan baru.
Semoga dalam pertandingan yang akan kita ikuti nanti akan tercipta goal yang sangat indah, yang akan membawa kita semua menjadi ‘masyarakat sejahtera.’ Semoga Tuhan berkenan![ebp]
* X.L. Effendi Budi P. adalah seorang public speaker dan penulis buku Branding You with Your Smile dan Rahasia Sukses Membangun dan Mengelola Bengkel/Toko Spare Parts Motor. Pendiri GroEdu yang bergerak di bidang konsultansi bisnis dan pelatihan.