Think Time

bgOleh: Berny Gomulya*

Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan seorang CEO di Singapura. Saya berkesempatan berdiskusi dengannya. Salah satu pertanyaan saya adalah rahasia di balik kesuksesannya. Dia tersenyum sambil berkata, “I make the time to think.” Setiap hari, selesai doa pagi, dia menghabiskan waktu sekitar 30 menit dengan mata tertutup melakukan refleksi. Dia tidak bermeditasi. Dia juga tidak melamun. Dia berpikir.

Terkadang dia menganalisis kondisi dunia bisnis. Lain waktu, dia berpikir tentang produk dan pasar baru. Waktu lainnya, dia melakukan refleksi diri tentang apa arti hidup dan apa yang diinginkannya dalam hidup ini. Lain kali, dia membayangkan cara-cara baru untuk membuat bisnisnya berkembang. Pada kesempatan lain, dia merenungkan bagaimana agar pribadinya bertumbuh lebih baik lagi. Terkadang dia menghabiskan waktu beberapa jam melakukan hal ini. Duduk diam. Mata tertutup. Berpikir.

Menyempatkan waktu untuk berpikir adalah sebuah strategi untuk sukses dalam hidup. Kebanyakan orang menghabiskan waktu terbaiknya setiap hari untuk terus-menerus melakukan sesuatu. Mereka hanya fokus pada aspek melakukan. Beberapa teman melewati hari-hari mereka dengan sangat sibuk. Jadwal mereka sangat padat. Busy, busy, and busy…. Seorang klien pernah berkata kepada saya, ”Pak Berny, sometimes I get so busy that I don’t even know why I am so busy.”

Bagaimana jika seandainya ternyata klien saya itu sibuk untuk hal-hal yang salah? Bukankah dia sedang membuang waktu, tenaga, dan semua sumber daya hanya untuk mendaki puncak gunung yang ketika dia sampai di puncak gunung itu, dia baru sadar bahwa itu adalah gunung yang salah?

Tidak ada hal yang lebih tidak berguna selain melakukan sesuatu dengan sangat efisien, namun seharusnya Anda tidak melakukannya sama sekali. Berpikir dan melakukan refleksi setiap hari memastikan Anda sedang mendaki gunung yang benar.

Menjadi bijaksana adalah langkah awal untuk Anda menuju kejayaan. Kejernihan pikiran mendahului kesuksesan. Dengan berpikir, Anda akan mengetahui prioritas-prioritas dan panggilan hidup Anda. Hidup jadi lebih terfokus. Keputusan-keputusan Anda menjadi lebih baik. Anda menjadi makin jelas dalam penggunaan waktu terbaik Anda. Dan ”Think Time” Anda akan memunculkan ide-ide luar biasa dan menginspirasi Anda untuk mewujudkan mimpi-mimpi besar Anda.

Have a great day, my friends! Thank you. Cheers.[bg]

* Berny Gomulya adalah seorang trainer, konsultan, auditor, penulis, dan pembicara seminar dalam bidang leadership, strategy, dan operations. Sarjana elektro dan pemegang gelar magister manajemen dari Universitas Indonesia ini pernah menjabat sebagai country director untuk Indonesia di sebuah perusahaan Singapura. Berny adalah penulis buku The Leader in You! (Gramedia, 2009) dan dapat dihubungi telepon 0818-0800-7750 atau melalui pos-el: bernygomulya[at]yahoo[dot]com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 8.5/10 (2 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)

Belief System dan Peramal Masa Depan

bgOleh: Berny Gomulya*

Bom yang terjadi pada hari Jumat, 17 Juli 2009 lalu di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta, membuat saya tak kuasa menahan hasrat untuk menuliskan artikel ini. Peristiwa itu tidak hanya menguncang Jakarta, tetapi juga mengagetkan dunia. Bagaimana tidak, kondisi aman yang telah dibangun dengan susah payah beberapa tahun belakangan ini, terkoyak dalam sekejap oleh perilaku segelintir orang yang tidak bertanggung jawab. Ada perasaan marah, sedih, bingung, emosi dan duka, berkecamuk menjadi satu. Tak pelak lagi, tim sepak bola papan atas, Manchester United (MU) pun membatalkan pertandingan persahabatan dengan all star Indonesia karena alasan keamanan. Sebuah alasan yang bisa dimaklumi.

Ketika peristiwa itu terjadi, saya berada di Singapura sedang mengadakan meeting dengan beberapa orang lokal di sana. Jujur, ada perasaan malu atas peristiwa bom yang berkali-kali menimpa bangsa Indonesia yang saya cintai ini. Sulit untuk menyembunyikan rasa kecewa atas kemalangan dan penderitaan yang bertubi-tubi menimpa Indonesia.

Ada satu pertanyaan yang kembali saya ajukan dalam hati pascaledakan bom itu. Pertanyaan sama yang saya ajukan beberapa tahun lalu ketika bom bunuh diri terjadi pertama kali di Bumi Pertiwi: ”Kok ada ya orang yang mau mati dengan bom bunuh diri? Kok ada manusia yang tega membunuh umat yang tidak bersalah? Kok ada individu yang bisa berbuat seperti itu?” Pertanyaan itu terus menggema jauh di relung hati, tanpa menemukan jawaban yang berarti.

Keesokan harinya, Sabtu, 18 Juli 2009, sekitar jam 11.30, saya menonton acara The Oprah Show di Metro TV tentang budaya negara Mauritania. Di negara itu, perempuan yang dianggap cantik adalah perempuan yang gemuk dan memiliki banyak selulit. Para pria Mauritania lebih tertarik dengan perempuan yang telah bercerai dari pada perempuan yang masih gadis. Makin sering seorang perempuan bercerai, makin gemuk, dan makin berselulit, maka dia makin diminati para pria Mauritania.

Mengherankan, bukan? Sebaliknya, para pria di sana diharapkan kurus. Makin kurus seorang pria, makin gantenglah dia di mata perempuan Mauritania. Mauritania adalah sebuah negara yang terletak di bagian barat laut Afrika. Pesisirnya menghadap ke Samudra Atlantik, di antara Sahara Barat di sebelah utara dan Senegal di selatan.

”Acara hari ini adalah acara yang paling mencerahkan bagi saya,” begitu kalimat penutup Oprah Winfrey sambil tertawa. Semua penonton pun ikut tertawa sembari berdiri memberikan tepuk tangan. ”Sebuah acara yang menarik,” gumam saya.

Acara di Metro TV itu pun memberikan pemahaman kepada saya tentang belief system. Orang-orang Mauritania mempunyai belief system yang berbeda dengan orang-orang pada umumnya. Itu sebabnya perilaku mereka berbeda. Serupa dengan orang-orang Mauritania, para teroris pun memiliki belief system yang berbeda dengan orang-orang pada umumnya. ”Itu sebabnya mereka tega membunuh orang-orang yang tidak bersalah,” bisik saya dalam hati, seperti menemukan sebuah jawaban.

Setiap manusia memiliki life script (skenario hidup) masing-masing. Sesungguhnya, Anda dan saya menjalani hidup ini berdasarkan life script itu. Dan, life script yang kita jalani selaras dengan belief system yang kita anut. Belief adalah sesuatu yang tertanam dalam diri kita. Tertanam sedikit demi sedikit untuk waktu yang cukup lama, biasanya sejak kita kanak-kanak. Berita baiknya adalah ketika kita lahir, kita tidak memiliki belief sama sekali. Belief adalah sesuatu yang bisa dipelajari. Karena belief adalah sesuatu yang bisa dipelajari, maka belief itu bisa diubah, diganti, atau dimodifikasi. Proses pembentukan belief hampir sama dengan proses instalasi program software komputer. Jika Anda bisa meng-install sebuah program, maka sebenarnya Anda pun bisa meng-uninstall program tersebut. Walaupun perlu diakui bahwa proses uninstall belief tidak semudah membalikkan tangan.

Dalam buku The Leader in YOU! saya menuliskan tentang The Law of Belief (Hukum Keyakinan). The Law of belief berkata: ”Apa pun yang Anda percayai dan yakini sepenuhnya, itu akan menjadi kenyataan.” Anda bertindak berdasarkan apa yang Anda percayai, dan yakini, terlepas apakah hal itu benar atau salah. Keyakinan Anda menentukan kenyataaan hidup Anda. You do not only believe what you see; you rather see what you already believe. Sebenarnya, Anda tidak hanya percaya pada apa yang Anda lihat, tetapi Anda juga melihat apa yang Anda percayai.

Anda dapat memiliki keyakinan positif, keyakinan yang membuat hidup Anda gembira, senang, bahagia dan optimis. Atau, Anda dapat memiliki keyakinan negatif, keyakinan yang membuat hidup Anda sedih, murung, susah, dan pesimis. Anda sulit memiliki hidup yang positif, sementara Anda menyakini hal negatif. Keyakinan mempunyai kuasa dan pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan.

Perhatikan! Memang, Anda tidak selalu mendapatkan apa yang layak Anda terima dalam kehidupan, tetapi Anda biasanya mendapatkan tidak lebih dari apa yang Anda yakini. Anda menerima apa yang Anda yakini. Prinsip ini bekerja dalam hal negatif sekuat dalam hal positif. Keyakinan Anda, baik itu positif ataupun negatif, bekerja sama kuatnya untuk menjadi kenyataan dalam hidup Anda.

Oleh sebab itu, berhati-hatilah dengan belief Anda! Seperti yang pernah dikatakan oleh Mahatma Gandhi, “Your beliefs become your thoughts. Your thoughts become your words. Your words become your actions. Your actions become your habits. Your habits become your values. Your values become your destiny.”

Para teroris itu sudah menentukan nasib mereka berdasarkan belief mereka. Orang-orang di Mauritania menjalani hidup selaras dengan belief mereka. Saya pun bertanya dalam hati: “Bagaimana dengan saya? Bagaimanakah saya menjalani hidup ini? Belief apa yang sedang saya yakini saat ini? Apakah belief kesuksesan, kecemerlangan, senang, ceria, gembira, sukacita, dan bahagia atau… belief kegagalan, keterpurukan, duka cita, kesusahan, iri, dengki, sakit hati, dan balas dendam?”

Bagaimana dengan Anda? Ingat! Belief Anda adalah peramal masa depan Anda. May God bless Indonesia. Have a great day, my friends. Thank you. Cheers.[bg]

* Berny Gomulya adalah seorang trainer, konsultan, auditor, penulis, dan pembicara seminar dalam bidang leadership, strategy, dan operations. Sarjana elektro dan pemegang gelar magister manajemen dari Universitas Indonesia ini pernah menjabat sebagai country director untuk Indonesia di sebuah perusahaan Singapura. Berny adalah penulis buku The Leader in You! (Gramedia, 2009) dan dapat dihubungi telepon 0818-0800-7750 atau melalui pos-el: bernygomulya[at]yahoo[dot]com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 9.8/10 (4 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +3 (from 3 votes)

The Leader in You

the-leader-in-youJudul: The Leader in You
Oleh: Berny Gomulya
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
ISBN: 978-979-22-4679-7
Tebal: xxvi + 213 hal (hard cover)

Rahasia memimpin tanpa kekuasaan untuk menuju puncak kesuksesan Anda!

Dilengkapi kisah inspiratif lima pemimpin paling berpengaruh, pelaku terobosan baru di abad ke-21: Muhammad Yunus, Mark “Facebook” Zuckerberg, Steve Jobs, Barack Obama, dan Bill Gates.

Mencerahkan masa depan Anda dan orang-orang di sekitar Anda!

Entah Anda seorang karyawan, pimpinan, pengusaha, profesional, atau mahasiswa, buku ini akan membantu Anda mengembangkan kepemimpinan Anda untuk mencapai puncak sukses.

“Dari pengalaman saya selama 35 tahun berjuang membangun kepemimpinan, buku Berny ini merupakan salah satu yang terbaik dan wajib dibaca oleh setiap orang yang ingin menjadi pemimpin unggul.”

~ Willy Sidharta

President Director PT Mitra Sentosa Plastik Industri

Ketua Umum Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)

Mantan President Director PT Aqua Golden Mississippi Tbk

“Buku ini memberikan pencerahan yang luar biasa kepada setiap insan profesional. Bacalah!”

~ Freddy Tanudjaja

Trainer Brain Smart & Motivation

Penulis buku Ledakkan Pengaruh Anda dalam 2 Menit

“Buku ini akan memengaruhi Anda untuk berpikir positif, menentukan tujuan hidup, mengembangkan diri sendiri maupun orang lain, serta menghasilkan kinerja terbaik.”

~ Michael Ardiyanto

Managing Director Strategic & Human Resources Director Sinarmas Agribusiness & Food

Dosen Manajemen Universitas Indonesia dan Prasetiya Mulya Business School

“Berhati-hatilah membaca buku ini—bahkan jangan dibaca! Kalau Anda nekat, saya tidak bisa membayangkan betapa dahsyatnya pengaruh kepemimpinan Anda.”

~ Prasetya M. Brata

Mind Provocateur Penulis buku PROVOKASI: Menyiasati Pikiran Meraih Keberuntungan

Ketua Yayasan Dharma Bumiputera

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya Oleh: Don Gabor Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009 ISBN: 978-979-22-5073-2 Tebal: xviii + 380 hal Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas! Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox