Menjadi Manusia Penuh Cinta Kasih

Amelia DevinaOleh: Amelia Devina*

Salam hangat untuk teman-teman sekalian! Suatu malam, saat sedang nongkrong dengan para SG dan SB di sebuah rumah makan, tanpa diduga sama sekali, tiba-tiba datang tiga orang SB (Po San, Po Lin, Po Lay/Hok Lay yang tergabung dalam tim du shu hui He Qi Utara) menawari saya sebuah tanggung jawab dalam tim mereka, yaitu menjadi seorang pembawa acara! Jujur saja, saya tidak punya pengalaman yang terlalu spesial dalam membawakan sebuah acara. Padahal, pengetahuan serta kebijaksanaan saya pun belumlah seberapa.

Namun, bagaimana mungkin saya menghindar dari tanggung jawab yang begitu mencerahkan dari para SB yang begitu penuh cinta itu?! Maka, mulai Kamis malam itu pun saya turut serta berevolusi. Berikut adalah petikan perenungan yang saya tuliskan di Kamis malam penuh berkah itu, saat bedah buku The Power of Love, dengan pembicara tamu Lulu Sj.

Kita selalu berpikir, bahwa kita sudah mempunyai cinta. Kita sayang pada orang tua dan keluarga kita, teman-teman, dan teman hidup kita. Namun, ada perbedaan antara cinta dalam pengertian sempit dan cinta yang sifatnya universal. Pertanyaannya, sudahkah dan punyakah kita rasa cinta yang begitu besar itu?

Belajarlah untuk mencintai orang yang bahkan tidak kita kenal. Dengan demikian, kita pun sedang belajar untuk melepaskan ke-aku-an kita. Mencintai orang yang tidak kita kenal, mungkin itu masih mudah. Namun, bagaimana kita belajar untuk mencintai orang yang tidak kita sukai (baca: musuh kita)?

Janganlah berprasangka, satu orang terhadap yang lainnya! Tanpa prasangka, kita akan terhindar dari pemikiran buruk, dan kita akan dengan bebas mencinta.

Keinginan untuk memiliki mengakibatkan kekhawatiran dan kegelisahan. Dan, keduanya adalah sumber penderitaan.

Alam raya ini begitu luas. Di galaksi ini bumi hanyalah sebuah planet kecil. Bahkan, di jagat raya ini, terdapat begitu banyak galaksi yang tidak kita ketahui. Lalu, siapalah kita ini? Sesungguhnya, manusia terlihat begitu kecil dibanding kebesaran yang tiada tara itu. Mengapa kita harus bersikap begitu angkuh?

Semua orang pasti mempunyai cinta kasih, bahkan seorang penjahat sekalipun. Cinta kasih yang baik adalah cinta kasih yang bisa membebaskan, memberikan kebahagiaan, dan ketenangan. Seperti kata Master, “Teh yang harum wanginya pun, apabila diseduh terlalu lama, maka teh tersebut akan menjadi terlalu pekat dan tidak terasa nikmat lagi.

Wanita yang paling berbahagia adalah wanita yang menenteng sekeranjang penuh berisi makanan. Apakah artinya? Dengan sekeranjang penuh makanan, seorang wanita dengan cinta kasihnya mempunyai kemampuan untuk memberikan makanan tersebut kepada semua orang.

Mencintai seseorang tidak menjamin kita telah memberikan kebahagiaan kepada orang tersebut. Maka, ketika kita mencintai seseorang, ingatlah untuk membuat ia bahagia. Untuk mencapai kebijaksanaan, salah satu unsur yang diperlukan adalah cinta. Tuhan atau hantu. Cinta atau dendam. Seperti dua mata koin, pilihan terletak di tangan kita.

Alkisah, ada seseorang yang selama 20 kali reinkarnasi, selalu terlahir kembali untuk dibunuh oleh orang yang selalu sama. Bayangkan, betapa kekuatan dendam telah menjerat kita. Kejahatan haruslah dibalas dengan kebaikan dan cinta kasih. Dengan demikian, terbayar lunaslah hutang kita di dunia ini. Makanya, dalam menyelesaikan masalah, haruslah dengan hati dan tutur kata yang baik.

Ketika meninggal, para Dalai Lama mempunyai kehormatan untuk dapat langsung dilahirkan lagi ke dunia. Itu karena mereka mempunyai tabungan karma yang berlimpah. Bahkan, Buddha menyatakan, ia tidak bisa mengubah karma seseorang. Sama seperti pikiran negatif, cinta kasih itu menular! Sebelum belajar mencintai orang lain, cintailah dulu diri Anda sendiri! Perbesar cintamu!

Malam itu, du shu hui ditutup dengan para peserta yang saling berpelukan. Ketika kita sudah belajar mengenai cinta, bukankah tidak wajar kalau kita tidak membuktikan rasa cinta itu, bahkan kepada orang yang berada di sebelah kiri dan kanan kita? Mereka, yang notabene adalah sekeluarga kita? Keluarga besar Tzu Chi? Maka, lewat tulisan ini, saling berangkulanlah kita. Siapa pun Anda, cinta yang telah mempersatukan kita![ame]

* Amelia Devina lahir di Jakarta, 7 Mei 1987 yang lalu. Ia menyelesaikan Bachelor of Business (Marketing) di University of Western, Sydney, Australia, pada tahun 2006. Amelia menetap di Jakarta dan bekerja di sebuah perusahaan distribusi peralatan dan perlengkapan hotel. Ia aktif menulis di blog http://ameliadevina.blogspot.com, dan telah menggarap beberapa film pendek independen, di antaranya berjudul Can I Hold Your Hand?, Mata Sinar, dan Eve Renatha. Amelia aktif sebagai relawan di Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan hidup dengan filosofi keseimbangan. Ia dapat dihubungi melalui pos-el: ameldeketgw[at]yahoo[dot]com atau HP: 0819 0822 4578.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 9.0/10 (3 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +1 (from 1 vote)

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya Oleh: Don Gabor Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009 ISBN: 978-979-22-5073-2 Tebal: xviii + 380 hal Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas! Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox