Anda Luar Biasa dan Fotografi

ahgOleh: Aleysius H. Gondosari*

Tentu, Pembaca bertanya-tanya, apa hubungan “Anda Luar Biasa” dengan fotografi?

Apakah ada yang luar biasa dengan fotografi? Atau, fotografi bisa membuat Anda menjadi luar biasa? Baiklah. Kita mulai saja dengan membahas dari sisi foto, dan setelah itu membahas sisi “Luar Biasa”.

Ketika melihat foto dalam sebuah pameran, foto pernikahan, atau foto tempat wisata, kita sering merasa kagum melihat keindahan pada foto tersebut. Bagi fotografer yang mengambil foto-foto tersebut, objek yang diambilnya mempunyai nilai artistik yang bisa diolah menjadi luar biasa.

Sebagai fotografer, baik profesional mau pun amatir, ketika akan mengambil foto suatu objek, kita tentu akan berusaha mencari hal yang menonjol dari objek tersebut. Kita ingin agar siapa pun yang melihat foto itu, akan mengatakannya indah dan menarik. Sementara, desainer dan pabrik pembuat kamera juga akan berusaha menambah fitur-fitur, yang memudahkan fotografer membuat foto yang lebih indah dan menarik secara alami.

Ketika melihat suatu objek, seorang fotografer akan berusaha fokus pada hal-hal luar biasa yang ada pada sebuah objek, dan tidak terlalu perduli dengan hal-hal lainnya.

Sebagai contoh, ketika kita mengunjungi sebuah objek wisata, biasanya ada dua hal menonjol yang mendapat perhatian. Yang pertama adalah objek wisata yang menarik. Yang kedua, ternyata di sana banyak sampah. Walaupun demikian, karena kita dapat merasakan keindahan tempat wisata tersebut, kita tetap mengatakan tempat itu indah. Walaupun, kita juga sedikit terusik dengan sampah-sampah tadi. Ketika kita mengambil objek wisata dengan kamera, kita akan berusaha mengambil sudut pengambilan yang mampu menangkap objek menarik tersebut, dan mengabaikan sampahnya.

Contoh lain adalah ketika kita mengambil objek manusia. Kita akan lebih senang mengambil foto orang tersebut ketika sedang tersenyum, atau tertawa, serta memperlihatkan ekspresi ceria. Dibandingkan misalnya, mengambil foto orang pada saat ia cemberut atau tanpa ekspresi.

Ketika melihat sekuntum bunga yang sedang mekar dan indah, kita sering terfokus hanya pada bunganya, dan kita tidak begitu memerhatikan daun atau batangnya, yang mungkin sedikit layu atau kotor. Dengan demikian, pada saat akan mengambil objek bunga, kita juga bisa berusaha memfokuskan kamera hanya pada bunga, dan membiarkan daun dan batangnya sedikit kabur.

Intinya di sini adalah fokus. Kamera mempunyai kemampuan fokus yang luar biasa. Fokus bisa diarahkan mulai jarak sangat dekat, dekat, sedang, jauh, atau fokus merata pada semua jarak. Karena wajah manusia merupakan objek utama dalam foto, kamera terkini juga sudah dilengkapi dengan kemampuan mengenali wajah, sehingga bisa otomatis fokus pada wajah-wajah manusia.

Demikian juga halnya dengan potensi manusia. Selalu ada hal yang luar biasa pada diri seseorang. Bila seorang anak mempunyai bakat yang luar biasa dan orang tuanya cukup peka, maka orang tua tersebut akan fokus dan berusaha mengembangkan bakat tersebut. Bakat itu bisa di bidang olah raga, melukis, musik, menulis, matematika, fisika, bahasa, manajemen, penelitian, komputer, dsb. Tetapi, hal yang luar biasa ini tidak selalu bisa terlihat oleh orang lain. Hal ini bisa disebabkan karena orang tuanya kurang peka, atau lebih fokus pada kekurangan anak tersebut, atau bisa juga karena kita sudah terbiasa dengan sistem yang ada.

Dalam sistem pendidikan yang umum, walaupun seorang anak sangat menonjol di bidang tertentu, misalnya menggambar, tetapi bila matematikanya memperoleh nilai merah, ia mungkin tidak lulus. Hal ini pernah terjadi pada seorang teman saya di SMA. Ia menonjol pada beberapa pelajaran, tetapi karena mendapat nilai merah untuk pelajaran tertentu, ia tidak naik kelas. Ia sangat kecewa dan akhirnya pindah sekolah.

Sistem pendidikan pada umumnya lebih fokus pada kekurangan dan tidak terlalu fokus pada kelebihan seorang anak. Sistem pendidikan juga lebih senang pada nilai yang bersifat rata-rata, jika dibandingkan dengan nilai yang menonjol pada bidang tertentu, tetapi jelek pada bidang lainnya. Dengan demikian, kita juga akan lebih terbiasa dan lebih fokus untuk memperbaiki kekurangan, daripada berusaha fokus untuk meningkatkan potensi luar biasa yang ada.

Menurut Ayah Edy, yang sering berbicara tentang parenting di radio SmartFM, sistem pendidikan yang ada saat ini mulai dikembangkan pada saat revolusi industri, di mana industri memerlukan pekerja dengan pengetahuan dan keterampilan yang sama. Jadi, pendidikan saat itu dibuat dengan asumsi bahwa semua anak dianggap mempunyai kemampuan yang sama, dan mendapat materi pendidikan yang sama.

Sistem ini tidak bisa dikatakan salah, karena bagaimana pun kita memang perlu fokus memperbaiki kekurangan. Tetapi, ada baiknya kita juga mulai belajar dan fokus melihat hal-hal yang luar biasa pada diri anak kita dan orang lain.

Hari ini saya ikut pertemuan di sekolah antara Kepala Sekolah SMP dengan para orang tua murid, membahas persiapan Ujian Nasional SMP. Salah satu hal yang menarik adalah adanya perhatian terhadap nilai yang menonjol, sehingga bisa mengompensasi nilai rendah dari mata pelajaran yang lain. Misalnya, Bahasa Inggris mendapat nilai 10, tetapi nilai Bahasa Indonesia, Matematika, IPA mendapat nilai rata-rata 4,25, maka anak tersebut masih tetap bisa lulus karena total meraih nilai 23 atau rata-rata di atas 5,50.

Hal lainnya yang bisa kita pelajari dari fotografi adalah bahwa untuk menghasilkan foto yang indah dan menarik, perlu waktu yang berbeda-beda. Ada kondisi yang memerlukan waktu yang sangat cepat, misalnya 1/1000 detik, ketika matahari bersinar terang. Ada juga yang normal, yaitu 1/125 detik. Ada juga yang memerlukan waktu yang lebih lama, misalnya sampai beberapa detik, ketika kita mengambil foto malam hari dalam kondisi kurang cahaya.

Potensi manusia juga memerlukan waktu yang berbeda-beda untuk menjadi luar biasa. Ada yang cepat, ada pula yang perlu proses lebih lama.

Jadi, dari fotografi kita bisa belajar untuk mengenali kemampuan yang luar biasa dari seseorang. Kita bisa belajar dari kemampuan kamera yang bersifat multifokus, waktu atau kecepatan yang bisa diatur agar menjadi luar biasa, bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi tertentu. Kita juga bisa belajar melihat objek dari kacamata fotografer yang peka dan fokus pada hal-hal yang menonjol dan menarik.[ahg]

Jakarta, 17 Januari 2009

* Aleysius H. Gondosari adalah alumnus ITB tahun 1984, trainer bidang organisasi dan manajemen, penggemar fotografi, dan pengembang online business. Aley tinggal di Jakarta dan dapat dihubungi melalui email: aleysiush[at]gmail.com atau di nomor telepon: 0818116669.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya
Oleh: Don Gabor
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
ISBN: 978-979-22-5073-2
Tebal: xviii + 380 hal

Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas!
Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda pada empat gaya berjejaring—Kopetetif, Supel, [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox