Mendidik Hati Agar Tetap Terkendali
Editor | Kolom Lepas | September 1st, 2009 | No Comments »
Oleh: Akhmad Sirodz*
Kita sebagai manusia kebanyakan hanya memikirkan kepentingan atau keuntungan pribadi atau kelompok. Ini karena kita menuruti sudut pandang dari ego kita. Tetapi, kalau kita coba memakai sudut pandang dari pihak ketiga (orang yang tidak berkepentingan dalam segi untung rugi), pandangan atau asumsi kita akan berubah. Ini yang disebut hati nurani.
Di antara mahluk hidup di dunia ini, manusialah yang paling kreatif. Bukan manusianya yang cerdas, melainkan hatinya yang peka. Hati yang menjadi motor penggerak sehingga menimbulkan keinginan (nafsu). Nafsu mengintruksikan pada otak dan seluruh organ tubuh untuk berupaya atau melaksanakan apa-apa yang diinginkan oleh hati.
Dengan demikian, kita mengetahui bahwa hatilah yang menjadi komando dari seluruh keinginan dan perasaan kita. Karena itu, dalam pembinaan diri pokok utamanya adalah belajar mengendalikan hati kita. Jangan membiarkan hati kita mempunyai perasaan atau keinginan apa-apa yang negatif, sehingga pikiran menjadi jernih dan hati pun tenang. Bahkan, A.A. Gym pakar manajemen qolbu dalam setiap ceramahnya selalu mendendangkan syair: Jagalah hati jangan kau kotori; Jagalah hati lentera hidup ini. Ini mendandakan bahwa hati perlu terapi agar tetap terkendali.
Berikut ini adalah beberapa cara memdidik dan menerapi hati kita agar selalu mampu mengendalikan dari perbuatan tidak terpuji.
1. Berteman dengan seksama: Teman punya pengaruh yang signifikan pada diri kita. Dia akan memberikan warna dalam kepribadian kita. Nabi Muhammad saw. memberi perumpamaan. Teman yang tidak baik itu seperti “pandai besi”. Andai tidak terbakar pun minimal kita—mau tidak mau—pasti mendapatkan udara yang panas. Karena itu, kita harus mampu mengendalikan diri dengan baik agar tidak terjebak dalam pertemanan dan pergaulan yang tidak bermanfaat.
2. Berbicara yang perlu: Sering sekali kita membicarakan hal-hal yang kadang-kadang tidak ada manfaatnya, baik untuk dunia maupun akhirat kita. Hati-hati dengan bahasa lisan kita, salah omong urusannya berabe. Apakah kita lupa bahwa Allah swt. telah memberikan lidah hanya satu dan telinga ada dua, dengan tujuan yaitu supaya kita lebih banyak diam untuk mendengar daripada bicara. Jadi, perlu pengendalian kata agar tidak percuma dan sia-sia. Oleh karena itu kebiasaan gosip harus dikurangi, bahkan dihilangkan.
3. Mengatur pandangan mata: Tidak mengatur pandangan yang kita lakukan akan menimbulkan tiga dampak negatif yaitu; pertama, setan masuk seiring pandangan untuk menyalakan api syahwat; kedua, membuat hati lupa dan menyibukkannya sehingga terjerumus mengikuti hawa nafsu; dan ketiga, menjadi lalai. Oleh karena itu, Nabi Muhammad saw. Menyatakan, “Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.” (HR: Ahmad).
4. Makan tidak berlebihan: Imam Syafi’i rahimahulloh mengatakan, “Selama 16 tahun aku hanya pernah kenyang sekali saja, yang akhirnya kumuntahkan. Karena kenyang itu membuat badan terasa berat, hati menjadi keras, kepandaian menjadi hilang, menyebabkan ngantuk dan membuat orang loyo dalam beribadah”. (Diwan Imam Syafi’I hal. 14). Sehingga, makan itu sekadarnya saja, kalau bisa jangan sampai kekenyangan. Kekenyangan tidak sehat dan membuat malas.
5. Tidur tidak berlebihan: Coba kita renungkan komentar Nabi Muhammad saw. tentang orang yang tidur satu malam penuh, bangun-bangun sudah pagi tanpa salat malam. “Itulah orang yang telinganya atau kedua telinganya dikencingi setan.” (HR: Bukhari dan Muslim).
Semoga Allah swt. selalu membimbing hati kita untuk dapat menghindarkan dari perbuatan tidak terpuji, karena Dialah yang mengendalikan hati-hati hamba-Nya.[as]
* Akhmad Sirodz adalah Widyaiswara/Fasilitator Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur (PKP2A) III, Lembaga Administrasi Negara, Samarinda. Saat ini, ia bekerja sama dengan SFGG-GTZ memfasilitasi peningkatan pelayanan publik di beberapa daerah Kota/Kabupaten, khususnya Wilayah Kalimantan. Akhmad Sirodz dapat dihubungi melalui email: sirodz_as[at]yahoo[dot]co[dot]id.
Oleh:
Oleh:
