Lebih Baik Diam Ketimbang Berucap Negatif

Abidin NoorOleh: Abidin Noor*

“Silent is golden, positive thinking is platinum.”

Pada waktu saya berumur delapan tahun, seingat saya waktu itu saya sudah duduk di kelas dua Sekolah Dasar (SD). Dengan cara tidak sengaja saya mendengar percakapan antara bapak dan ibu di ruang keluarga.

“Bu,” bapak menyapa ibu saya.

“Ya,” sahut ibu.

“Begini, Bu…,” kata bapak saya lagi. “Ayah menasihatkan (maksudnya kakek saya), janganlah sekali-kali mengucapkan kata-kata negatif kepada anak-anak kita atau bahkan kepada diri kita sendiri. Karena, apabila ‘dewa’ sedang lewat bisa menjadi kenyataan,” kata bapak saya.

Kemudian ibu bertanya, “Bagaimana dengan orang yang suka mengumpat atau mengucapkan kata-kata negatif di saat sedang marah?”

Bapak kemudian menjawab, “Apabila sedang marah, lebih baik mengucapkan kata-kata yang positif.”

“Contohnya?” tanya ibu.

“Inilah anak kita kelak yang akan menjadi pemimpin bangsa,” bapak memberikan contoh dan mengakhiri percakapannya.

Ternyata, orang tua bapak atau kakek saya waktu itu sudah mengetahui dampak buruk dari mengucapkan kata-kata negatif. Namun, waktu itu tidak dijelaskan alasannya mengapa. Setelah beranjak dewasa, baru saya mengerti bahwa kata-kata negatif adalah mantera yang mempunyai kekuatan apabila diucapkan berulang-ulang (Repetitive Magic Power). Seperti tukang sihir zaman dahulu, mengucapkan kata-kata yang mereka yakini mempunyai kekuatan sihir.

Mulai saat itu, saya sering mengamati di lingkungan pergaulan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun rumah. Secara tidak sadar, seseorang itu sering terstimulasi mengucapkan “mantera” jahat terhadap dirinya sendiri, yang semestinya harus dihindari, terutama ketika menghadapi suatu keadaan seperti rasa kesal, kecewa, cemas, kawatir, dan takut. Mantera jahat yang sering diucapkan tersebut seperti ini:

· Wah, celaka aku!

· Wah, sialan aku!

· Aduh, pusing aku!

· Aduh, mati aku!

· Aku kurang percaya diri.

· Aduh, bodoh aku!

· Aduh, bingung aku!

· Ah, aku tidak punya bakat.

· Aku selalu merasa lelah.

· Ah, aku tidak akan sukses.

· Aku selalu mempunyai beban pekerjaan yang berat.

· Aku tidak pernah mendapat pekerjaan yang sesuai.

· Aku tidak pernah mendapatkan kenaikan upah.

· Ah, aku tidak pernah berhasil.

· Aku berdoa tetapi tidak pernah dikabulkan.

Sebagai contoh, saya punya saudara, sebut saja namanya Andi, bukan nama sebenarnya. Pada waktu datang ke rumah saya selalu berkata, “Wah, saya memang sial, gagal lagi!”

“Gagal apa?” tanya saya.

“Tidak lulus seleksi ujian masuk kerja,” sahutnya.

Kemudian saya menasihatinya, “Cobalah ubah pandanganmu terhadap sebuah kegagalan, dengan mengatakan, ‘Hari ini aku belum berhasil, akan tetapi besok harus berhasil’. ‘Saya termasuk orang yang beruntung bisa mengikuti seleksi ujian masuk kerja’.”

Sejak saat itu, Andi tidak pernah datang lagi ke rumah. Setahun kemudian, saya menerima sepucuk surat dari Andi, yang memberi kabar mengenai keberadaannya dan ucapan terima kasih atas nasihat yang saya berikan. Andi menjelaskan, “Setelah mengubah pandangan saya, terhadap sebuah kegagalan dan selalu mengucapkan kata syukur setiap menerima kesempatan, saya diterima bekerja pada sebuah perusahaan dan ditempatkan di luar kota, sehingga saya tidak bisa lagi datang ke rumah.”

“Syukurlah,” pikir saya kemudian.

Belakangan ini, Masaru Emoto, peneliti dan pemikir independen dari Jepang, pernah melakukan percobaan yang ditulis dalam buku The Secret Life of Water, yaitu dengan memasukan butiran nasi ke dalam tiga buah stoples. Pada stoples pertama diucapkan dengan kata positif, “Terima Kasih!”, pada stoples kedua diucapkan dengan kata negatif, “Bodoh!”, dan pada stoples ketiga, tidak diucapkan kata apa-apa.

Apa yang terjadi kemudian? Sangat menakjubkan! Pada stoples yang pertama, nasi yang mendapat ucapan kata positif, “Terima kasih!” mengalami peragian yang sempurna dan mengeluarkan aroma yang enak. Pada stoples yang kedua, nasi yang mendapat ucapan kata negatif, “Bodoh!” menjadi berwarna gelap dan membusuk. Sedangkan pada stoples yang ketiga, nasi yang tidak mendapat ucapan kata apa-apa, warnanya berubah menjadi hitam dan baunya yang sangat menyengat.

Masaru Emoto juga melakukan percobaan untuk melihat dampak dari mengucapkan kata-kata terhadap tetesan air. Pada tetesan air yang diucapkan dengan kata-kata positif, didinginkan pada suhu 25 derajat celcius kemudian difoto melalui mikroskop. Hasilnya adalah sebuah foto yang sangat menakjubkan dengan membentuk pola kristal heksagonal yang sangat indah. Sebaliknya, pada air yang diucapkan dengan kata-kata negatif, menghasilkan foto kristal dengan heksagonal yang pecah tidak beraturan.

Percobaan-percobaan di atas, membuktikan betapa dahsyatnya dampak ucapan kata-kata positif maupun kata-kata negatif terhadap butir-butiran nasi maupun tetesan air. Nah, bagaimana dampaknya apabila kata-kata itu diucapkan terhadap seseorang atau bahkan terhadap diri sendiri?

Oleh karena itu, lebih baik diam apabila kita tidak bisa berucap dengan kata positif, sebagaimana yang di diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. bahwa RasuluLlah SAW bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada ALLah dan Hari Kemudian maka hendaklah ia berkata akan yang baik atau hendaklah ia diam.”

Kebiasaan buruk mengucapkan kata-kata negatif itu tidaklah muncul secara tiba-tiba, namun itu sudah terprogram dan tersimpan di dalam pikiran bawah sadar sejak usia dini hingga dewasa. Pada suatu waktu kebiasaan itu akan muncul kembali ke permukaan ketika menerima stimulasi atau rangsangan dari luar. Program-program itu bisa didapat dari luar dan dalam diri sendiri. Dari luar, misalnya perkataan yang didapat dari lingkungan terdekat keluarga, tempat tinggal dan sekolah. Sedangkan dari dalam diri, bisa berupa ucapan kata-kata negatif terhadap diri sendiri atau self talk yang secara tidak sadar terlontar saat mengahadapi suatu keadaan.

Apabila tidak disadari adanya kebiasaan buruk dan tidak ada keinginan untuk merubahnya, kebiasaan buruk itu akan selalu muncul sebagai perilaku sehari-hari, seperti, “Aduh, celaka aku!”, “Aduh, pusing aku”. Nah, untuk menghilangkan kebiasaan buruk, setiap kali mengucapkan kata-kata negatif, kita dapat melakukan lima langkah seperti yang diperkenalkan oleh teknik Psychocybernetic, dikenal dengan metode ”CRAFT” sebagai berikut:

Langkah Pertama: Batalkan (Cancel), apabila Anda sadar bahwa Anda sudah berpikir akan mengucapkan kata-kata yang negatif, misal ”Saya bodoh,” segera batalkan.

Langkah Kedua: Gantikan (Replace) ucapan Anda dengan kata-kata positif, misalnya saya ”cerdas” saya ”sukses”.

Langkah Ketiga: Tegaskanlah atau afirmasikan (Affirm) uangkapan-ungkapan positif secara teratur sesaat sebelum dan sesudah bangun tidur. Misalnya: ”Saya cerdas,” atau ”Saya sukses.”

Langkah Keempat: Fokuskan (Focus) pikiran dan perasaan Anda pada kata-kata positif sebagai pengganti kata-kata negatif.

Langkah kelima: Lakukan latihan (Train) secara terus-menerus hingga perkataan negatif itu betul-betul terhapus dan telah diganti dengan perkataan yang positif.

KESIMPULAN:
Hindari mengucapkan kata-kata negatif dalam kondisi apa pun, karena kata-kata yang diucapkan mempunyai kekuatan apabila diucapkan berulang-ulang (Repetitive Magic Power). Untuk menghilangkan kebiasaan buruk, setiap kali mengucapkan kata-kata negatif dapat menggunakan metoda CRAFT: Cancel/batalkan, Replace/ganti, Affirm/tegaskan, Focus/pusatkan, dan Train/latih. Selamat mencoba![an]

* Abidin Noor banyak menghabiskan waktu berkarya di sebuah perusahaan minyak asing selama lebih dari 22 tahun. Saat ini, ia masih aktif berkarya pada perusahaan minyak lokal, di Jakarta. Ketertarikannya dalam dunia tulis-menulis memang sudah lama, tetapi karya tulisnya selama ini untuk koleksi pribadi. Abidin menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Ekonomi pada salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta, dan telah mengikuti berbagai pelatihan dan sertifikasi yang berhubungan dengan dunia perminyakan. Ia dapat dihubungi melalui HP: 0811986452, atau pos-el di: abidinn22[at]yahoo[dot]com, atau langsung di tempat tinggalnya Jalan Alam Permai X No. 58, Pondok Indah, Jakarta Selatan.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 7.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +2 (from 2 votes)

Potensi Manusia yang Luar Biasa

an1Oleh: Abidin Noor*

Tahukah Anda, pemborosan yang paling besar adalah di tanah pemakaman?seorang pembicara mengawali seminarnya. “Kenapa?” tanyanya. “Siapa yang bisa bantu saya untuk menjawabnya, tolong acungkan tangan!” pintanya. Melihat tidak ada satu pun yang mengacungkan tangan, akhirnya saya mengacungkan tangan. Kemudian saya jawab, “Pemborosan yang paling besar di tanah pemakaman, karena manusia mati sebelum dapat memaksimalkan seluruh potensi yang dimilikinya.Jawaban Anda betul sekali, sang pembicara membenarkan jawaban saya.

Kemudian pembicara menyebutkan, “Gus Dur, pangilan Abdurahman Wahid, dengan segala keterbatasan penglihatannya bisa menjadi orang nomor 1 di negeri ini, sebagai Presiden RI yang keempat. Stephen Hawking, yang menderita amyotrophic lateral sclerosis, yang mengakibatkan tubuhnya selalu terikat di kursi roda tercatat sebagai seorang ilmuwan yang sangat dikenal dengan teori physicists of his generation. Albert Einstein, seorang ilmuwan yang dikenal dengan teori relativitasnya. Segelintir nama yang saya sebutkan itu adalah orang-orang yang mampu memaksimalkan potensi luar biasa yang dimilikinya. Sehingga, namanya tercatat dan terukir dalam lembaran sejarah.

Pembicara melanjutkan seminarnya dengan sebuah cerita. “Konon, di salah satu negara di dunia, tidak dijelaskan pasti nama negaranya, diadakan sebuah pelelangan otak manusia. Salah seorang warga negara berkebangsaan Jerman maju ke panggung tempat pelelangan, menawarkan otak warganya setara dengan otak Albert Einstein. Harga penawar tertinggi sebesar 100 dollar AS. Kemudian, perwakilan dari warga negara Amerika, dengan langkah yang sangat optimistis, maju ke panggung dan kemudian menawarkan otak warganya yang setara dengan otak Abraham Lincon. Ia mendapat penawaran tertinggi 90 dollar, sedikit lebih rendah dari otak orang Jerman.

Tidak ketinggalan perwakilan dari negara Inggris yang menawarkan otak warganya setara dengan otak Margaret Thatcher, dan ia mendapat penawaran 89.50 dollar, sedikit lebih rendah dari otak warga negara Paman SAM. Terakhir, perwaklian dari salah satu negara, tidak dijelaskan betul nama negaranya. Namun, apabila dilihat dari postur tubuh dan gayanya, sepertinya dia orang dari Indonesia, yang juga menawarkan otak warganya. Tidak disebutkan dengan jelas, otaknya setara dengan otak siapa. Namun yang sangat mengejutkan, ia mendapatkan penawaran harga paling tinggi, sepuluh kali lipatnya harga otak orang Jerman, yaitu 1.000 dollar.

Kemudian waktu konferensi pers, pemenang lelang otak dari Indonesia itu berkomentar, ‘Otak ini keadaanya sangat baik sekali. Saya beruntung mendapatkannya.’ ‘Maksudnya?’ desak wartawan. Otak ini sama sekali belum pernah di pakai,’ jelas pemenang si lelang.

Ini hanya joke, pembicara mengakhiri ceritanya.Joke di atas hanya sebuah ilustrasi mengenai penggunaan potensi otak. Bisa jadi juga sebuah analogi dari keadaan yang sebenarnya. Karena, menurut kalangan peneliti, umumnya orang menggunakan empat persen saja dari kapasitas otaknya. Sama seperti penggunaan sebuah komputer. Kemampuan komputer itu sangat luar biasa, yaitu dapat membuat berbagai macam program. Namun kenyataannya, sebagian besar komputer digunakan hanya sebagai pengganti mesin ketik,” jelas si pembicara.

Kemudian pembicara melanjutkan penjelasannya. Bahwa setiap manusia dianugerahi potensi luar biasa, berupa otak. Otak merupakan komputer yang paling hebat yang dimiliki manusia. Ada yang menyebutnya sebagai the sleeping giant (raksasa tidur), dan ada juga yang menyebutnya sebagai the hidden power (tenaga yang tersembunyi). Dengan kekuatan pikirannya, manusia mampu berjalan di atas permukaan bulan, mampu membuat pesawat terbang, mampu mengarungi samudera luas, dan lain sebagainya.

Menurut beberapa literatur, otak manusia mempumyai 100 miliar sel, setiap sel mempunyai membran sel, membran, dan nukleus. Pada sel terdapat juga gen. Masing-masing sel mempunyai energi yang memancarkan gelombang elektromagnetik. Pada waktu berpikir akan terbentuk jaringan-jaringan antara sel yang satu dengan sel yang lainnya di dalam otak. Seperti kaset menyimpan hasil rekaman lagu. Pada waktu bernyanyi, semua nada baik atau sumbang terekam dalam sebuah kaset.

Nah, pada otak yang selalu dirangsang, terdapat banyak jaringan antara masing-masing sel yang menyerupai cabang dan ranting pohon. Sebaliknya, pada otak yang sedikit rangsangan, sedikit juga jaringan-jaringan yang terbentuk. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan, informasi tersimpan dalam sel-sel syaraf itu bercabang-cabang seperti cabang pohon. Agar semua informasi tersimpan dengan baik dan mudah diakses, ditemukan suatu metode atau alat berpikir (tools of thinking) yang ditemukan oleh Tony Busan. Alat itu dikenal dengan nama Mind Mapping yang dapat memetakan pikiran dan membantu otak berpikir secara teratur.

Kualitas seseorang sangat ditentukan oleh banyaknya jaringan yang terbentuk dalam sel otak dan kualitasnya dalam berpikir. Pada dasarnya, otak adalah suatu benda yang mempunyai energi yang memancarkan frekuensi dan dapat direkam dengan sebuah alat, yaitu Eletroenfalogram (EEG). Otak manusia yang direkam dalam berbagai kondisi memancarkan gelombang.

Gelombang Otak -> Frekuensi -> Kondisi

Beta -> 14-100 hz -> Terjaga

Alpha -> 8-13.9 hz -> Meditasi

Theta -> 4-7.9 hz -> Menjelang Tidur

Delta -> 0.5-3.9 hz -> Tidur nyenyak

Masih dalam penjelasannya, si pembicara itu menyatakan bahwa salah satu karunia luar biasa yang diberikan Tuhan kepada manusia adalah akal atau pikiran, yang membedakan manusia dengan binatang atau ciptaan-ciptaan Tuhan lainnya. Dengan akal atau pikiran manusia dapat berkreasi, berkarya, berbudi, dan berakhlak mulia sebagai khalifah di muka bumi ini.

Sebagaimana yang dinyatakan oleh para ilmuwan, pada dasarnya pikiran manusia meliputi dua bagian yang satu sama lainnya merupakan satu kesatuan. Bagian pertama disebut pikiran sadar (conscious mind), dan bagian kedua disebut pikiran bawah sadar (subconscious mind). Pikiran manusia diibaratkan sebagai sebuah gunung es yang berada di tengah permukaan laut. Yang tampak dipermukaan hanyalah sebagian kecil saja dari yang sebenarnya. Bagian yang terbesar lainnya tidak tampak dari permukaan, kecuali bila diselami hingga dasar laut.

Demikian juga yang terjadi pada manusia. Sikap mental yang tampak di luar hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan sikap mental yang sebenarnya. Kita tidak mengenal lebih jauh apabila tidak mendalaminya, demikian Sigmund Frued memberikan perumpamaan.

Sikap mental atau kepribadian (personality), kebiasaan-kebiasaan (habits), ingatan-ingatan masa kecil (memory), dan citra diri (self image) tersimpan dalam pikiran bawah sadar sejak usia dini.
Pada usia itu
, kesadaran kritisnya belum berkembang. Pada usia itu ia hanya menerima saja informasi dari lingkungan terdekat, seperti dari kedua orang tuanya. Selanjutnya, pada usia sekolah yang diterimanya berasal dari guru-gurunya. Dan pada usia remaja serta setelah dewasa, yang diterima adalah informasi dari lingkungan pergaulannya. Bahkan, ada kalanya secara tidak sadar diprogram oleh diri sendiri (self programmed).

Setiap orang dapat memaksimalkan potensi yang ada dalam dirinya untuk meraih kesuksesan dengan memaksimalkan potensi pikiran bawah sadarnya. Namun demikian, tidak semua orang menyadari potensi yang dimilikinya. “Pikiran bawah sadar seseorang menurut para ahli mempunyai kemampuan tujuh kali lipat lebih besar dari pikiran sadarnya,” ungkap pembicara itu lagi.

Pikiran bawah sadar Anda diibaratkan sebagai penguasa tunggal yang ada didalam diri Anda, dan paling dominan dalam menentukan sikap dan kepribadian Anda yang tidak tampak dari permukaan. Pikiran bawah sadar Anda adalah bagian yang paling mudah untuk disugesti, tanpa Anda menyadarinya. Apabila pikiran bawah sadar Anda sudah tersugesti, dan sugesti tersebut tersimpan dalam bentuk sebuah program, maka dengan suatu stimulasi secara otomatis program yang ada di dalam pikiran bawah sadar Anda akan aktif bekerja.

Sebagai contoh, iklan sebuah produk di media televisi. Pesan yang disampaikan terus-menerus ke pemirsa berupa sugesti, yang diarahkan pada pikiran bawah sadar pemirsa, agar pesan tersebut terprogram dan tersimpan dalam pikiran bawah sadar mereka. Seperti iklan salah satu produk minuman yang satu ini, Anda pasti ingat betul, dan dapat meneruskan pesan iklan yang disampaikan, “Apa pun makanannya, minumnya…. Sehingga, apabila Anda merasa haus dan punya hasrat untuk minum, secara otomatis pikiran bawah sadar Anda terpicu dan aktif bekerja, dan kemudian mengarahkan pikiran sadar Anda ke sebuah produk minuman tersebut.

Contoh lain, adalah iklan salah satu supermarket terbesar di Jakarta, yang sering kita dengar pada salah satu media televisi, yaitu “Ke Carrefour aja, ahh…!” Sehingga, apabila Anda merasakan adanya kebutuhan bulanan yang harus dipenuhi dan punya hasrat untuk berbelanja, pikiran bawah sadar Anda akan terpicu dan aktif bekerja untuk mengarahkan pikiran sadar Anda berbelanja ke supermarket tersebut.

Pembicara mengakhiri penjelasannya, “Sebagai bagian tubuh manusia yang menghasilkan buah pikiran, otak manusia secara fungsional terdiri dari belahan otak kiri dan kanan. Otak kiri mempunyai fungsi yang berhubungan dengan logika, analisis, bahasa, rangkaian (sequence), dan matematika. Jadi, belahan otak kiri berfungsi ketika manusia melakukan aktivitas mengupas/meninjau (analyzing), menyatakan (declaring), menganalisis, menjelaskan, berdiskusi, dan memutuskan (judging).

Belahan otak kanan berkaitan dengan ritme, kreativitas, warna, imajinasi, dan dimensi. Jadi, belahan otak kanan berfungsi ketika manusia melakukan aktivitas menggambar, menunjuk, memeragakan, bermain, berolahraga, bernyanyi, dan melakukan aktivitas motorik lainnya. Kedua belahan otak tersebut mempunyai peranannya masing-masing, dan sekaligus saling melengkapi. Fungsi otak yang berbeda antara belahan kiri dan kanan ini pertama kali ditemukan oleh Dr. Roger Sperry dan kawan-kawan tahun 1960.”

Kesimpulan saya, manusia dianugerahi potensi luar biasa, yaitu berupa otak. Otak merupakan komputer yang paling hebat yang dimiliki manusia. Dengan kekuatan pikiran (the power of mind), manusia mampu melakukan banyak hal. Nah, Anda dapat membuat program terhadap diri Anda sesuai dengan apa yang Anda inginkan. Anda ingin sukses buatlah programnya dan tanamkan program-program itu ke dalam pikiran bawah sadar Anda. Sebagaimana Anda meng-install program pada sebuah PC.[an]

* Abidin Noor banyak menghabiskan waktu berkarya di sebuah perusahan minyak asing selama lebih dari 22 tahun. Saat ini, ia masih aktif berkarya pada perusahaan minyak lokal, di Jakarta. Ketertarikannya dalam dunia tulis-menulis memang sudah lama, tetapi karya tulisnya selama ini untuk koleksi pribadi. Abidin menyelesaikan pendidikannya di Fsayaltas Ekonomi pada salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta, dan telah mengikuti berbagai pelatihan dan sertifikasi yang berhubungan dengan dunia perminyakan. Ia dapat dihubungi melalui pos-el:0811986452, atau pos-el: abidinn22[at]yahoo[dot]com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 7.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +5 (from 5 votes)

Gelas Setengah Penuh Setengah Kosong

an1Oleh: Abidin Noor*

The more you distribute it the more you receive it in return.

When you stop giving you stop receive it.

Apakah gelas ini berisi setengah penuh, setengah kosong, atau penuh? tanya Indrato kepada saya lewat email. Tanpa pikir-pikir lagi, saya jawab email-nya, ”Gelas itu berisi setengah penuh karena saya termasuk orang yang selalu berpikir positif dan optimis.” Tak lama kemudian, saya menerima email lagi yang menyatakan bahwa jawaban saya salah. Saya jadi penasaran untuk mencari tahu jawaban yang benar. Karena, yang saya ketahui selama ini jawabannya adalah gelas itu berisi setengah penuh.

Ternyata, jawabnya bukan setengah penuh atau kosong, namun gelas itu isinya penuh. Lalu, saya memberikan argumentasi, “Bukankah airnya hanya setengah?”

Anda betul, yang tampak mata memang setengah gelas air. Namun, yang tak tampak mata adalah setengah gelas udara, sanggah Indrato. Kemudian, Indrato menunjukkan buku Cracking the Millionaire C.O.D.E yang ditulis oleh Mark Victor Hansen dan Robert G Allen (2006), yang menjelaskan bahwa jawaban saya tadi itu kurang tepat.

Kemudian saya berpikir, “Betul juga apa yang disampaikan kawan tersebut, bahwa di balik yang isi itu ada udara yang mengandung oksigen, yang membuat kita dapat bernapas dan hidup. Lebih jauh lagi saya berpikir, “Kalau saja tidak ada udara dalam tiga puluh menit, saya akan mati karena tidak dapat menghirup oksigen.

Nah, pernahkah kita bersyukur betapa besar nikmat hidup yang diberikan oleh Allah SWT? Selama ini, kita hanya melihat yang kasat mata saja. Padahal, di balik yang kasat mata itu tersimpan kekuatan yang mahadahsyat.

Begitu juga saat Anda memberikan sejumlah uang untuk sedekah. Secara kasat mata uang Anda berkurang. Namun, di balik itu Anda menciptakan ruang hampa yang akan diisi olehbisa jadirezeki atau keberhasilan-keberhasilan lain dalam kehidupan Anda.

Sebagaimana yang difirmankan dalam Alquran, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada setiap butir seratus biji, dan Allah melipatgandakan bagi barang siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui. (QS. Abaqarah: 261)

Kesimpulannya, bahwa di balik yang kasat mata itu tersimpan kekuatan yang mahadahsyat. Pada saat Anda memberikan uang untuk sedekah, pada hakikatnya Anda menciptakan ruang hampa atau vakum, yang akan diisi atau menarik berbagai kemudahan-kemudahan. Bisa jadi diisi atau menarik kemudahan-kemudahan pada saat Anda berusaha, sehingga Anda mendapatkan hasil yang berlipat ganda, atau keberhasilan-keberhasilan lain dalam kehidupan Anda. Allahualambisawab.[an]

* Abidin Noor banyak menghabiskan waktu berkarya di sebuah perusahan minyak asing selama lebih dari 22 tahun. Saat ini, ia masih aktif berkarya pada perusahaan minyak lokal, di Jakarta. Ketertarikannya dalam dunia tulis-menulis memang sudah lama, tetapi karya tulisnya selama ini untuk koleksi pribadi. Abidin menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Ekonomi, Universitas Pancasila, Jakarta tahun 1988, dan telah mengikuti berbagai pelatihan dan sertifikasi yang berhubungan dengan dunia perminyakan. Ia dapat dihubungi melalui pos-el:

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 7.8/10 (6 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +2 (from 4 votes)

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya Oleh: Don Gabor Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009 ISBN: 978-979-22-5073-2 Tebal: xviii + 380 hal Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas! Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox