Supaya PeDe Berbicara di Depan Umum (3)
Editor | Kolom Tetap | July 14th, 2009
Oleh: Agung Praptapa*
Pada tulisan yang pertama sudah kita bicarakan alasan-alasan mengapa orang tidak percaya diri untuk berbicara di depan umum. Kemudian, pada tulisan kedua kita membicarakan tentang gangguan fisik dan gangguan mental yang menyebabkan seseorang menjadi tidak percaya diri saat berbicara di depan umum. Dalam tulisan terakhir ini kita akan diskusikan bagaimana kita membangun kepercayaan diri dalam berbicara di depan umum.
Kepercayaan diri bukanlah suatu bawaan, tetapi hasil dari suatu proses dan pengalaman yang akhirnya memberikan kepercayaan seseorang kepada diri sendiri seberapa jauh ia akan berhasil melakukan suatu pekerjaan dengan baik. Kepercayaan diri sifatnya tidak permanen, bisa naik turun. Dengan demikian, pada dasarnya kepercayaan diri bisa diatur (managed). Jadi, bagaimana agar kita pede berbicara di depan umum? Mari kita bahas terlebih dahulu bagaimana kita bisa mengubah pikiran kita yang tadinya tidak percaya diri menjadi sosok yang percaya diri. Pertama-tama kita bicarakan membangun kepercayaan diri secara umum, dan kemudian disusul dengan membangun kepercayaan diri saat berbicara di depan umum.
Untuk menjadi percaya diri, pertama kita harus mampu mendefinisikan diri sendiri maupun orang lain secara postif. Hal ini bisa dilakukan dengan cara memandang diri sendiri maupun orang lain sebagai orang yang baik. Pada dasarnya semua orang baik, sehingga tidak ada alasan buat kita untuk tidak percaya diri. Kita juga dapat melakukan self hypnotize (menghipnosis diri sendiri) untuk meyakinkan diri sendiri bahwa kita adalah seorang profesional yang selalu memberi yang terbaik. Sebagai seorang yang profesional mengapa harus tidak percaya diri?
Yang kedua, kita harus menyadari adanya hukum aksi reaksi. Reaksi sangat bergantung pada aksi. Dengan demikian aksi kita merupakan kunci untuk mendapatkan reaksi yang kita harapkan. Kalau kita bersemangat, orang lain akan bersemangat pula. Kalau kita memberi perhatian, orang lain akan memberikan perhatian pula. Jadi, reaksi yang akan kita dapatkan sangat bergantung kepada aksi yang kita berikan.
Ketiga, kita harus berani membuat ketetapan diri untuk menghalau dan menghadang perasaan-perasaan negatif yang akan mengganggu kepercayaan diri kita. Misalnya, kita membuat keputusan untuk menerima hal positif saja dan tidak akan mau menerima pengaruh negatif. Ketetapan ini sebaiknya diuangkapkan dalam bahasa yang menurut kita gaul dan komunikatif agar raut muka kita tidak tegang seperti orang sedang menantang. “Maaf, gue cuma doyan positive thinking, gue enggak doyan negative thinking!” “Gua enggak bakalan mati walau apa pun elu bilang!” Cara ini bukan berarti kita membohongi diri sendiri. Bukan. Tetapi, kita sedang membuat ketetapan diri untuk menjadi positif.
Cara yang ke empat adalah memancing dengan gerakan tubuh. Artinya, gerakan tubuh kita harus dikondisikan seperti halnya seorang pembicara yang percaya diri. Misalnya, kita memberikan senyum yang ikhlas, badan kita tegakkan dan relaks, dan napas teratur. Badan dan pikiran pada dasarnya menyatu. Kalau pikiran kita loyo, badan kita akan loyo pula. Namun sebaliknya, gerakan badan dapat pula memengaruhi pikiran kita. Kalau pancaran muka kita optimis, pikiran kita juga akan terpengaruh menjadi optimis pula. Gerakan tubuh yang mencerminkan orang yang percaya diri akan membuat pikiran kita menjadi percaya diri pula. Jadi, pancingan gerakan tubuh sangat penting untuk mengendalikan pikiran kita.
Cara berikutnya adalah dengan memberikan sentuhan jenaka pada diri sendiri maupun pada orang lain. Maksudnya di sini bukanlah kita harus melucu. Bukan. Tetapi kita harus belajar mencari aspek jenaka dalam segala kejadian. Misalnya, seorang yang menganggu kepercayaan diri kita bayangkan sebagai seorang bayi lucu dengan wajah tua seperti dia! Sehingga, kita tidak sempat tersinggung, tidak sempat terganggu, tetapi harus tertawa dalam hati karena geli melihat orang yang mengganggu kita tadi. Nah, dengan melihat aspek jenaka dalam setiap kejadian, ekspresi muka kita akan menjadi relaks dan tidak tegang karena pikiran kita sedang melihat sesuatu yang lucu.
Uraian di atas adalah berkenaan dengan membangun kepercayaan diri secara umum. Sekarang bagaimana kita dapat membagun kepercayaan diri dalam public speaking?
Untuk membangun kepercayaan diri sebagai public speaker kita harus memiliki persiapan yang baik. Persiapan yang baik akan membuat kita tenang karena kita sudah mendapatkan gambaran yang jelas tentang materi yang akan diberikan, kurun waktu yang kita perlukan, urutan dari satu bahasan ke bahasan berikutnya. Persiapan di sini tidak hanya persiapan materi presentasi saja, namun juga persiapan secara teknis. Misalnya, apakah microphone yang akan kita gunakan dapat dipastikan berfungsi dengan baik, apakah layout ruangan sudah seperti yang kita inginkan, apakah LCD projector telah tersedia, dan beberapa hal teknis lainnya.
Berikutnya, sebelum kita mulai berbicara, kita usahakan untuk bisa menggambarkan kejadian “public speaking” di dalam pikiran kita. Saat menggambarkan di dalam pikiran ini, kita gambarkan saja bahwa kita sedang berbicara dengan penuh kepercayaan diri. Saat benar-benar berbicara, kita lakukan saja seperti yang telah kita gambarkan tadi. Seorang pembicara yang percaya diri.
Selanjutnya jadikan berbicara atau presentasi sebagai suatu tantangan yang menarik dan menggairahkan, yang merupakan kesempatan emas bagi kita untuk mengembangkan diri. Kita tidak perlu memungkiri bahwa banyak hal dapat membuat kita tidak percaya diri. Namun, kalau hal tersebut berhasil kita taklukkan satu-persatu kita akan menjadi pahlawan untuk diri sendiri. Ini adalah tantangan yang harus kita taklukkan.
Tuntunan berikutnya agar kita menjadi percaya diri saat berbicara di depan umum adalah dengan belajar untuk tenang saat stres. Memang benar manusia tidak bisa 100 persen terhindar dari stres, tetapi harus kita ingat bahwa stres yang ter-managed dengan baik justru positif bagi kita. Kebanyakan orang yang panik akan tergesa-gesa, dan ini akan berakibat buruk bagi presentasi kita. Kita perlu calm and slow down. Kalau kita tenang, kita akan kelihatan percaya diri. Kalau kita kelihatan percaya diri, kita akan benar-benar menjadi percaya diri.
Senyum juga merupakan senjata yang ampuh untuk mengalahkan ketidakpercayaan diri. Orang yang tersenyum akan kelihatan lebih pede. Senyum juga akan memancing pikiran kita lebih tenang dan lebih jernih.
Yang terakhir adalah kita harus latihan mengendorkan otot dan menghilangkan tekanan pada badan kita. Jadi, ini merupakan latihan fisik. Coba latih badan kita untuk lebih tenang, lebih relaks, dan lebih tegap. Kalu perlu jadikan hal ini sebagai senam pagi. Tegakkan badan, tegakkan kepala, senyum, otot dikendorkan, tatap mata dengan tajam tetapi bersahabat. Lakukan latihan fisik ini setiap pagi. Akan lebih baik lagi apabila dilakukan di udara terbuka dengan cermin ada di depan kita. Kita akan mendapatkan udara yang segar dan kita mendapatkan pula gambaran wajah dan sikap badan kita melalui cermin.
Semoga tip-tip tentang mambangun kepercayaan diri ini berguna dan dapat diaplikasikan dengan mudah dan efektif hasilnya. Selamat mencoba, selamat berlatih, dan sukses untuk kita semua.[ap] (selesai)
* Agung Praptapa adalah seorang dosen, pengelola Program Pascasarjana Manajemen di Universitas Jenderal Soedirman, dan juga Direktur AP Consulting, yang memberikan jasa konsultasi bisnis dan training di bidang personal and organizational development. Alumni UNDIP, dan kemudian melanjutkan studi pascasarjana ke Amerika dan Australia, di University of Central Arkansas dan University of Wollongong. Mengikuti training dan mempresentasikan karyanya di berbagai universitas di dalam negeri maupun di luar negeri termasuk di Ohio State University, Kent State University, Harvard University, dan University of London. Kolumnis tetap di andaluarbiasa.com. Tulisan ini untuk mendukung training “Empowering Your Confidence in Public Speaking”. Website: www.praptapa.com, pos-el: praptapa[at]yahoo[dot]com.
Leave a Reply