Spirit of Change
Editor | Kolom Tetap | March 30th, 2009
Oleh: Relon Star*
“Jika Anda punya mobil tua dan Anda mengecatnya kembali dengan warna baru,
maka sesungguhnya mobil itu bukanlah mobil neos,
sebab secara usia, mobil itu tetaplah mobil tua.”
~ Yosi Rorimpandei
Ada yang bilang, kalau kita tidak berubah, bisa mati. Karena, perubahan itu sendiri akan melindas kita, sehingga kita jadi tertinggal jauh di belakang. Tetapi, kalau terlalu sering berubah, bisa membuat orang tergoda untuk berkata, “Dia harus belajar konsisten!” Lalu, mana yang benar?!
Belakangan, banyak orang berbicara tentang perubahan. Sewaktu Barack Obama mengumandangkan slogan, yang menariknya ke puncak tertinggi kepemimpinan di Amerika—“Yes, we can change”—seketika itu juga orang-orang heboh membicarakan perubahan. Tetapi sayangnya, perubahan itu tidak hanya untuk dibicarakan. Perubahan tidak sekompak itu dengan hidup kita. Ia tak mau hanya dibicarakan, tetapi perlu ditindaki.
Orang yang tidak mau melakukan perubahan, jangan bermimpi mendapatkan hasil yang maksimal. Jangankan bicara soal sukses, berada di garis rata-rata saja sudah lumayan. Memang benar pendapat yang mengatakan bahwa kegagalan itu sukses yang tertunda. Bahkan, Edward Dowden menyatakan, “Kadang-kadang suatu kegagalan yang mulia melayani dunia sama setianya seperti sukses yang terhormat.” Tetapi, jangan terlalu mengakrabi kegagalan, sehingga Anda sulit melakukan perubahan untuk mencapai sukses.
Saya menganalisis, ada empat hal yang dapat membawa kita ke dalam perubahan, yaitu:
1. Buatlah keputusan untuk berubah
Sebelum Anda melangkah lebih jauh kepada perubahan, putuskan terlebih dahulu untuk berubah. “Perubahan bukanlah perubahan sampai terjadi perubahan,” sebuah slogan yang sering kali dikumandangkan. Nyatanya, perubahan itu sendiri perlu keputusan. Anda perlu memutuskan untuk berubah, dan Anda sendiri yang harus mengambil keputusan tersebut. Anda tidak harus bergantung pada orang lain untuk mewujudkan perubahan, tetapi Anda yang sangat bertanggung jawab mengambil keputusan untuk berubah. Karena sering kali, perubahan-perubahan kecil yang kita lakukan, bisa berdampak besar.
Biarkan saya memberi contoh. Kekurangan saya yang paling fatal adalah pelupa. Padahal, profesi saya sebagai penulis dan pembicara sangat membutuhkan daya ingat yang kuat untuk segala aktivitas saya. Lalu, apa yang saya lakukan? Apakah saya tinggal diam dan meratapi kekurangan saya itu? No, itu tidak membantu. Langkah pertama yang saya lakukan, saya putuskan untuk berubah. Menyadari bahwa saya ini pelupa, saya mulai putuskan untuk lebih kuat mengingat segala hal yang penting. Misalnya, dengan mencatat segala hal yang harus dilakukan hari ini.
Setelah beberapa kali melakukan, ada kalanya saya gagal. Tetapi, setelah mencoba beberapa kali, resep ini cukup manjur dalam membantu perubahan saya.
2. Buatlah perubahan yang ACHIEVABLE (dapat dicapai)
Jangan terlalu muluk-muluk dalam melakukan perubahan. Nanti Anda sendiri yang stres karena tidak dapat mencapainya. Sebagai contoh: kalau Anda ingin menurunkan berat badan Anda, tetapkan berapa kilogram yang sanggup Anda capai. Kalau Anda ingin menurunkan lima kilogram berat badan Anda, tetapkan dulu dua kilogram. Setelah berat badan Anda turun dua kilogram, lanjutkan pencapaian Anda sampai berhasil turun lima kilogram. Mudah, bukan?
Buatlah perubahan yang achievable. Saya lebih senang menggunakan bahasa Inggris, karena lebih mendekati arti yang sesungguhnya. Banyak orang mundur sebelum melakukan perubahan—dan akhirnya tidak berubah—karena mereka menetapkan target perubahan yang sulit dicapai. Jika Anda sendiri sulit mencapainya, siapa lagi yang dapat membantu Anda melakukan perubahan?
Masih ingat contoh kekurangan saya yang disebutkan di atas? Pelupa. Target saya, untuk hari ini saya mengingat, misalnya, lima hal yang harus saya lakukan—yang benar-benar penting. Saya kemudian mencapainya. Setelah saya mencapainya, saya tambahkan lagi berapa hal lainnya yang harus saya ingat. Itu salah satu usaha saya menuju pribadi yang sukses. Karena, perubahan kecil yang saya lakukan sekarang menentukan hasil saya beberapa tahun ke depan.
3. Berubah tanpa tapi
Banyak orang ingin berubah, tetapi dengan melakukan banyak persyaratan. Saya mau meningkatkan kinerja saya, asalkan bos menaikkan gaji saya. Walah! Perubahan yang seperti ini merepotkan. Merepotkan diri Anda maupun orang lain. Ada lagi yang beralasan, saya mau berubah asal suami saya mendukung perubahan saya.
Perubahan hanya bisa dilakukan tanpa ’tapi’. Berubahlah untuk diri Anda sendiri. Jika Anda melakukan perubahan, Anda sendiri yang akan menikmati hasilnya. Lakukan perubahan itu sekarang atau tidak sama sekali!!
4. Berikan REWARD untuk perubahan Anda
Jika Anda telah melakukan upaya perubahan—sekecil apa pun itu, berikan reward atau penghargaan untuk diri Anda sendiri. Ada seorang psikolog bercerita pada saya, ia mempunyai anak yang sangat malas. Nilai pelajarannya selalu jelek, beda sekali dengan kakaknya. Psikolog ini bingung apa yang harus ia lakukan, padahal ia seorang psikolog.
Lalu, ia mencoba konsultasi pada psikolog lainnya. Jawaban sederhana yang didapatnya, “Berikan reward (penghargaan) untuk hal sekecil apa pun yang menunjukkan perubahannya. Puji dia atas usahanya.” Maka, mulailah ia menyemangati anaknya untuk meningkatkan nilai-nilai pelajarannya. Dari angka 2,8 berubah menjadi 3,2. Lalu, ia memuji usaha anaknya itu. Walaupun dalam hatinya dongkol karena nilainya masih tetap jelek. Setiap kali nilai anaknya meningkat, ia memberikan pujian. Dan, saat ini anaknya telah berhasil mencapai nilai cum laude di tempat kuliahnya.
Sedikit perubahan yang kita lakukan, tetapi jika dilakukan secara konsisten bisa menelurkan hasil yang besar di kemudian hari. Berikan penghargaan atas perubahan yang Anda lakukan sekarang, jangan kaget atas hasil besar yang Anda capai kemudian hari. Tunggu apa lagi? Mulailah lakukan perubahan![rs]
* Relon Star adalah seorang public speaker dan penulis buku Run or Die (2008). Saat ini ia bekerja sama dengan Departemen Pemberdayaan Perempuan, aktif mengisi seminar-seminar serta penyuluhan di sekolah-sekolah mengenai bahaya narkoba. Relon dapat dihubungi melalui email relonstar[at]yahoo[dot]com.

March 30th, 2009 at 3:01 pm
Saya setuju dengan konsep perubahan yang ditawarkan. Even, we have to change our mindset about change! Change the way we change!
April 2nd, 2009 at 1:07 pm
Pengalaman saya, spirit untuk berubah itu fluktuatif, up and down. Nah, dalam posisi down kita memerlukan ‘bensin’ untuk mengguyur api spirit yang mulai redup. Bensin dalam hal ini adalah motivasi. Salah satu contohnya ada di no. 4, dari tulisan mbak Relon.
April 3rd, 2009 at 6:12 am
Relon was right!
In order for us to change, we have to start from ourself (because nobody else is more powerful than our own mind), stay focus on the result that we will achieve at the end (to make us motivated) and never give up during the UPS and DOWNS (we shouldn’t let anything put us down). Just remember one thing;”we can do it if we can dream it”!
So you just have to give it a shot … JUST DO IT … like what the NIKE says !
God bless
April 30th, 2009 at 3:09 pm
ka^^
aku sudah membaca bu ku yang kaka tulis,disitu aku banyak belajar bahwa,tuhan adalah segalanya,dari aku membaca buku itu aku mendapat semangat hidup!!
buku itu pun,dapat menjadi cermin bagi ku…
dan masih banyak lagi yang ku dapat dari buku itu??
doain aku ya ka semoga pertobatan ku ini bisa berjalan lancar!!(sepenuh nya)
tuhan memberkati kaka!!
gbu^^