Silaturahmi, Cara Gampang Memperoleh Pekerjaan
Editor | Kolom Lepas | October 13th, 2009
Oleh: Gagan Gartika*
“Anda masih menganggur, belum mendapatkan pekerjaan tetap sampai saat ini? Coba kita telaah, mungkin ada yang salah dalam cara Anda mendapatkan pekerjaan atau dalam menjalani hidup, khususnya, dalam melakukan silaturahmi.”
Saat melihat banyak pengangguran di sekitar kita, terkadang saya suka merasa kasihan kepada mereka. Padahal, ilmu dicapai sudah demikian tinggi. Dari gelar yang diperolehnya, bukan main, banyak yang telah lulus perguruan tinggi, bahkan telah menapaki jenjang S-2 (Magister). Namun, kok masih belum mendapatkan pekerjaan? Mereka yang sudah bergelar insinyur, sarjana ekonomi, sarjana pertanian, sarjana hukum, dan lainnya, kok terus-menerus menenteng lamaran kerja? Mereka masih bingung ke sana kemari mencari pekerjaan.
Di antara mereka, bahkan ada yang sempat stres ingin mengembalikan ijazah yang telah diperoleh dari perguruan tinggi. Mereka merasa ijazah yang telah diperoleh itu tidak ada gunanya lagi. Berbagai perusahaan yang telah dilamar, hampir semuanya serentak mengatakan tidak ada lowongan pekerjaan. Sementara, perusahaan yang membuka lowongan, klasifikasinya sering tidak masuk sehingga lamaran jarang direspon.
Apalagi zaman sekarang, untuk melamar pekerjaan sudah tidak murah lagi, khususnya pegawai negeri. Persiapan untuk fotocopy ijazah serta untuk memenuhi persyaratan lainnya, yang didapatkan perlu dengan pengeluaran uang, antara lain surat kesehatan, bukti kelakuan baik, tes pskologi, tes TOEFL, dan ongkos pengiriman lamaran, biayanya cukup besar.
Bayangkan bila kita harus menyebar lamaran ke berbagai perusahaan, tentu pengeluaran secara total menjadi besar. Padahal, lamaran yang dimasukan tersebut belum tentu mendapatkan tanggapan dari perusahaan. Dan, biaya itu pun baru sebatas pengiriman sesuai persyaratan yang diminta oleh perusahaan pemasang iklan di surat kabar.
Sehingga wajar apabila banyak orang stres dalam mendapatkan perkerjaan ini. Apalagi kalau orang tua kita bawel, tak sabar melihat kita ingin cepat bekerja, kita lebih stres. Belum lagi tetangga, teman seangkatan, saudara, yang sering bertanya tentang pekejaan itu. Ini menjadikan kita pontang-panting untuk segera mendapatkan pekerjaan.
Sebetulnya, bagi orang yang tahu kiatnya, tak begitu sukar memperoleh pekerjaan. Karena, yang membuat Anda sulit mendapatkan pekerjaan adalah diri kita sendiri. Dalam hal ini ada beberapa hambatan untuk memperoleh pekerjaan.
Pertama, mengenai keahlian praktis dalam bekerja, apakah Anda telah miliki? Karena, dunia kerja sering menuntut ilmu terapan, tidak sekadar teori. Berbeda dengan perguruan tinggi, di antaranya masih banyak yang hanya memberikan teori-teori dalam pengajarannya. Sementara, model praktisnya kurang diberikan. Hal ini wajar karena dosen yang bersangkutan belum pernah mengenyam dunia kerja praktis. Tetapi, dosen hanya mengenyam pengalaman dari sisi keilmuan. Untuk mengatasinya, Anda perlu menambah ilmu praktis dengan kursus terapan atau banyak praktik kerja.
Kedua, Anda telah memiliki keahlian, tapi belum dikenal di pasar kerja, bisa saja Anda masih menganggur. Karena, perusahaan belum mengetahui kemampuan Anda, sementara lamaran yang Anda berikan hanya terdampar di file perusahaan. Apalagi kalau Anda mengirim lamaran lewat perantaraan kantor pos. Jalan keluarnya, bagi pelamar yang masuk kategori ini, Anda harus mengenalkan kemampuan Anda kepada dunia kerja dengan cara magang kerja. Setelah lulus kuliah, enggak apa-apalah Anda bekerja dulu tanpa digaji. Anggaplah ini merupakan biaya perkenalan atau dalam jualan catering disebut sebagai test food dulu. Sehingga, dengan mereka mengenal kemampuan pekerjaan atau lezatnya masakan Anda, mereka akan ketagihan. Selanjutnya, mereka akan menjadikan Anda sebagai pegawai tetap, atau kalau untuk catering mereka akan memesan makanan Anda buat karyawan mereka. Dengan demikian, magang merupakan alternatif cepat dalam mengenalkan keahlian dan memperoleh kerja dibanding dengan melamar-lamar pakai pos.
Ketiga, Anda terlalu jual mahal sehingga setiap melamar pekerjaan selalu mempermasalahkan gaji yang akan diterima. Padahal, keahlian Anda belum ditunjukan kepada perusahaan. Mereka tahu Anda hanya berdasar fotocopy ijazah. Sehingga, perusahaan enggan menerima karena anggaran perusahaan belum cocok untuk memenuhi gaji sesuai dengan permintaan pelamar. Cara mengatasinya, kalau Anda sebagai pelamar baru, sebaiknya Anda menyesuaikan dengan anggaran mereka. Lain lagi kalau setelah masuk bekerja perusahaan akan mengetahui keandalan Anda, termasuk tekun, rajin, berkualitas, mampu bekerja dalam tekanan. Nah, setelah kenal, biasanya perusahaan akan mempertimbangkan kenaikan salary dan pemberian fasilitas.
Keempat, kurangnya kenalan atau relasi. Akibatnya, Anda kurang informasi mengenal perusahaan mana yang membutuhkan tenaga Anda. Sehingga, pasar kurang mengetahui keandalan atau keahlian yang Anda miliki. Berbeda dengan orang yang rajin bersilaturahmi, ia pandai bergaul, begitu lulus dan memiliki keahlian tertentu, keahliannya sudah banyak dikenal oleh temannya yang sudah bekerja. Karena, ia terbiasa mengerjakan pekerjaan paruh waktu, kuliah sambil bekerja. Dan ketika ia lulus kuliah, pekerjaan cepat ia raih. Silaturahmi membuat relasi semakin luas. Relasi yang luas akan memberikan peluang bagi seseorang menjadi lebar. Sehingga, kalau hanya urusan mendapatkan pekerjaan, bisa cingcailah apalagi teman sudah lama mengenal kemampuan dan prilaku kerja Anda, akan mudah menolong.
Karena itulah bagi mereka yang belum mendapatkan perkerjaan, mulailah sekarang meluaskan silaturahmi dengan teman atau mengenalkan diri kepada kemunitas sesuai dengan keahlian ilmu yang dimiliki. Supaya gampang memperoleh pekerjaan, bersilaturahmilah![gg]
* Gagan Gartika adalah Pengusaha di bidang Forwarding, Transportasi dan Pengurusan Jasa Kepabeanan pada PT Kumaitu Cargo dan PT. Penata Logistic. Ia pemilik Lembaga Pendididikan dan Pengembangan Bisnis (LPPB) Sinergi Indonesia. Pendidkan terakhir, S2 Manajemen dari IbiI. Selain itu pada dibidang pengajaran, mengabdi menjadi Dosen Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti. Alamat Rumah: Jalan Alur Laut Blok HH-42, Jakarta, pos-el: gagan[at]kumaitucargo[dot]co[dot]id.
October 27th, 2009 at 11:53 am
Pak Gagan, sekarang saya seorang job seeker saya berpengalaman sebagai PPIC selama 4 tahun di PMA bagaimana cara saya mendapat pekerjaan lagi sesuai keahlian saya sekaligus membuat saya lebih bersyukur dan tawadlu?,amien
October 27th, 2009 at 11:54 am
apakah saya salah dalam melangkah dan apakah salah apabila saya mencari pekerjaan yang menenangkan nurani saya?
October 30th, 2009 at 4:17 pm
Mba Rachmia, sebetulnya gampang sekali mencari kerja seperti mba, karena sudah berpengalaman dan ada skill. Tinggal Mba meluaskan silaturahmi dengan sesama komunitas sesuai skill. Namun saya belum mengerti, apakah mba menyenangi pekerjaan sesuai skill itu, atau ada pekerjaan lain yang lebih menenangkan, untuk itu saya memerlukan data secara detail, agar gampang mendeteksinya.