Siapa yang Menggali, Dialah yang Masuk ke Dalam
Editor | Kolom Lepas | July 5th, 2009
Oleh: Radinal Mukhtar Harahap*
Ketika berbincang-bincang dengan teman-teman yang tergabung dalam Community of Santri Scholar of Ministry of Religious Affairs (CSS MoRA), yaitu para alumnus pondok pesantren yang mendapatkan beasiswa dari Departemen Agama Republik Indonesia, saya mendapatkan banyak cerita mengenai ‘rahasia’ sukses mereka untuk mendapatkan beasiswa.
Ada seorang teman yang mengatakan bahwa ia sebenarnya tidak menyangka akan lulus dalam tes yang dilakukan serempak di Indonesia. Ia sama sekali tidak belajar, bahkan ia baru mengetahui pelajaran yang akan diujikan tepat saat ujian dilakukan. Namun, setelah saya tanyakan lebih lanjut, rupanya selama di pondok, teman ini sangat sering membantu teman-temannya dalam memahami pelajaran pondok yang mayoritas berbahasa Arab dan asing. Pelajaran-pelajaran yang ia ajarkan kepada teman-temannya sangat membantunya dalam menjawab soal-soal ujian.
Ada juga yang menceritakan bahwa ia sebenarnya ingin kuliah di Mesir. Karena, menurut cerita ustaz-ustaznya di pondok, kuliah di Mesir itu gratis. Banyak beasiswa diberikan kepada mahasiswa di Mesir. Namun, orang tuanya tidak mengizinkannya pergi jauh. Ia patuh dan minta didoakan ketika akan mencoba program santri berprestasi dari Departemen Agama. Alhamdulillah, teman ini akhirnya diterima.
Ada juga teman yang menceritakan bahwa sebenarnya ia tidak tahu-menahu soal penerimaan beasiswa ini. Ia hanya menjalankan perintah ustaznya saja ketika menyarankan untuk mengikuti ujian tersebut. Sang ustaz menyemangatinya dan semangat tersebut sangat teringat di hatinya. Dengan semangat itulah, ia akhirnya diterima dalam program ini.
***
Dalam menjalani kehidupan di dunia ini, kita tentunya sering menemukan keberuntungan-keberuntungan yang jarang diduga. Ketika berjalan kita bertemu dengan seseorang yang sangat baik hati dan mau menumpangkan kendaraannya serta mengantarkan kita sampai ke rumah. Di tengah kesulitan keuangan, tiba-tiba ada tetangga yang tasyakkuran membagi-bagikan uang bagi yang membutuhkan dan kita termasuk di dalamnya.
Dan, tak jarang pula kita mendapatkan kesulitan dan musibah yang tak diharapkan sama sekali. Di tengah jalan, ketika sedang terburu-buru pergi ke kantor karena rapat, tiba-tiba kendaraan rusak dan harus masuk bengkel. Ketika akan masuk ujian, tiba-tiba buku yang menjadi referensi utama dari bahan yang akan ujian hilang pada malam harinya.
Lantas, kita akan bertanya bahkan mengeluh dalam hati ketika kesulitan dan musibah itu datang secara tiba-tiba. Namun, kita jarang menyadari ketika tiba-tiba kita mendapatkan sebuah kemudahan ataupun kenikmatan.
Pertanyaannya kemudian, sadarkah kita bahwa semua itu pada intinya adalah akibat dari perbuatan kita? Kemudahan saat ini adalah akibat kerja keras di waktu dulu. Dan, kesulitan saat ini adalah buah dari perlakuan salah kita di masa lampau.
Coba kita lihat cerita-cerita dari para penerima beasiswa dalam CSS MoRA sebagaimana telah saya ceritakan di atas. Semua mendapatkan beasiswa akibat ‘kebaikan’ yang telah mereka lakukan. Ada yang karena kebaikannya membantu teman-temannya dalam memahami pelajaran. Ada juga karena kepatuhannya pada orang tuanya. Tak tertinggal pula kepatuhan kepada para guru. Kebaikan mereka dibalas setimpal dengan sebuah beasiswa.
Siapa yang menggali, dialah yang masuk ke dalamnya, begitulah pepatah mengatakan. Istilah Arabnya mengatakan man hafaro hufratan, waqo’a fiha. Dalam ilmu perkembangan sumber daya manusia dikenal istilah tebar benih. Setiap yang ditebar, itu yang akan digapai.
Sekarang, kembali kepada kita semua, apakah yang telah kita lakukan sekarang? Kebaikankah? Bila itu kebaikan, tunggulah balasannya. Bila itu keburukan? Walaupun tidak diketahui saat ini, tunggulah, balasan itu pasti akan datang.
Sebagai penutup, ada baiknya saya menceritakan sebuah kisah yang terdapat dalam buku Kubik Leadership karangan Jamil Azzaini, Farid Poniman, dan Indrawan Nugroho. Dikisahkan bahwa suatu hari, seorang bocah miskin bernama Howard Kelly sedang berjualan dari rumah ke rumah demi membiayai sekolahnya. Ia merasa lapar dan haus, tetapi ia hanya memiliki sedikit uang. Ia memutuskan untuk meminta makanan dari rumah terdekat. Tetapi, ketika seorang gadis muda muncul membukakan pintu, ia kehilangan keberaniannya dan akhirnya hanya meninta segelas air putih untuk menjadi penawar dahaganya.
Namun, ternyata gadis muda tersebut sadar bahwa anak itu lapar. Karena itulah, dibawakannya segelas besar susu. Bocah itu meminumnya lalu berkata, “Berapakah saya harus membayarnya?”
Gadis muda itu menjawab, “Kamu tidak berhutang apa pun karena ibuku mengajarkan untuk tidak menerima bayaran apa pun dari perbuatan baik yang kami lakukan.”
Setelah kejadian itu beberapa tahun kemudian, gadis muda itu sudah tumbuh menjadi wanita dewasa. Namun, ia menderita penyakit parah yang para dokter pun bingung untuk menanganinya. Diputuskanlah bahwa wanita tersebut harus dipindahkan ke kota besar untuk mendapatkan pertolongan dari seorang spesialis. Dalam hati wanita tersebut khawatir kalau-kalau ia tidak mampu membayar biaya pengobatan yang ia jalani.
Ketika semua proses pengobatannya selesai, hatinya semakin khawatir. Tak lama lagi dia harus membayar seluruh biaya rumah sakit. Di tengah kebingungannya, petugas administrasi datang dan menyerahkan tagihan pembayaran kepadanya. Dengan rasa takut dan khawatir, wanita itu membaca slip tagihan dari rumah sakit. Wajahnya terkejut, pada slip tagihan tersebut tertera tulisan, “LUNAS DENGAN SEGELAS SUSU, tertanda Dr. Howard Kelly.[rmh]
* Radinal Mukhtar Harahap Alumnus PP. Ar-Raudhatul Hasanah Medan Sumatera Utara. Kini menempuh pendidikan sambil “nyantri” di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Sedang “jatuh cinta” dengan dunia kepenulisan dan motivasi. Dapat dihubungi di radinal88@gmail.com atau 081331185527.

July 6th, 2009 at 7:00 am
CooL
July 6th, 2009 at 7:55 am
nah itulah salah satu bukti bahwa barokah itu ada…
July 6th, 2009 at 1:03 pm
Iya ya..!hmm…
Berkah Alloh memang tersebar dimana-mana.
ALHAMDULILLAH…!!!
moga kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur…
July 6th, 2009 at 3:54 pm
Luar Biasa Bro
October 27th, 2009 at 6:39 pm
wah ..
Bermanfa.at bgt akh ..
Mg slalu sukses dlm dunia penulisan..