Sebarkan Energi Positif

Iftida YasarOleh: Iftida Yasar*

Saya selalu percaya bahwa segala sesuatu di alam ini terjadi bukan secara kebetulan. Artinya, kejadian hari ini ada kaitannya dengan kejadian di masa lalu. Lebih jelasnya, misalnya, kebaikan yang kita terima hari ini adalah buah dari kebaikan yang telah kita tanam lebih dahulu. Begitu juga sebaliknya, malapetaka, musibah, atau kesulitan yang menimpa kita adalah akibat dari perbuatan jelek kita. Atau, kalaupun bukan akibat hal buruk yang kita lakukan di masa lalu, mungkin ada hikmah di balik kejadian tadi. Ada pelajaran yang harus diambil dari musibah tadi, agar kita lebih waspada dan mengevaluasi diri. Terimalah musibah itu sebagai peringatan bahwa Tuhan sayang kepada kita.

Banyak peristiwa dalam hidup saya yang menambah keyakinan saya bahwa di balik semua kejadian ada yang mengaturnya.Tuhan selalu berada di balik kejadian atau peristiwa yang kita alami. Saya pernah mengikuti berbagai kegiatan pertukaran pelajar atau pekerja, di mana kami tinggal di rumah orang lain untuk belajar mengenai kehidupan mereka. Saya selalu bertemu dengan orang yang bahkan baru dikenal atau tidak dikenal, yang memperlakukan saya dengan baik. Menganggap anak sendiri, memberikan hadiah atau kemudahan, atau mencoba membuat saya nyaman dan bahagia.

Ini mungkin merupakan buah dari kebaikan yang ditanam oleh orang tua saya yang selalu dengan senang hati menerima tamu dan menjamu mereka sesuai dengan kemampuannya. Walaupun waktu kecil saya tidak terlalu suka dengan tamu yang datang silih berganti, menginap, bahkan ada yang sakit dan meninggal di rumah kami. Ternyata, kebiasaan baik itu secara tidak sadar juga menular kepada saya, walaupun anak-anak seperti saya dulu juga tidak terlalu senang dengan tamu yang sering datang, tetapi mereka juga merasakan manfaatnya secara langsung. Di mana pun anak-anak saya berada untuk mengikuti kegiatan pramuka atau home stay, mereka diperlakukan dengan baik oleh mereka yang bukan orang tua kandungnya.

Namun, ada juga beberapa peristiwa tidak enak yang saya terima dari orang lain, misalnya ditipu, dikhianati, atau dimarahi oleh orang lain. Biasanya, setelah mendapat kesempatan merenung, saya akan menerimanya dengan lapang dada dan menganggap itu bagian dari teguran Tuhan kepada saya agar lebih hati-hati.

Untuk urusan menipu dan menghianati, sampai hari ini, alhamdulillah saya tidak pernah melakukannya. Tetapi, kalau hal itu menimpa saya, yang penting nasihat ibu saya selalu terngiang bahwa, “Tidak apa-apa orang menipu, menjahati, atau mengkhianati kita. Yang penting bukan kita yang melakukannya.

Kejelekan saya waktu kecil misalnya nakal sama pembantu, suka melawan orang tua, lebih suka main dibandingkan belajar, dan kalau punya kemauan pasti harus dilaksanakan, dibalas secara tunai oleh anak-anak saya. Mereka juga nakal sama pembantu, kadang mbak-mbaknya sampai menangis dan enggak betah karena kenakalan mereka. Padahal, untuk menebus kenakalan saya semasa kecil saya terhadap pembantu, saya selalu menegur anak-anak kalau mereka nakal terhadap mbaknya.

Begitu juga soal main, anak saya semuanya mementingkan main dan bergaul dengan temannya dibandingkan belajar. Mereka juga suka mengkritik dan mendebat pendapat saya jika tidak setuju. Memang betul, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Rumah saya, waktu anak-anak saya masih kecil, hampir tidak punya kursi, apalagi guci dan kristal seperti rumah yang dihias pada umumnya. Hanya ada karpet dan bantal sehingga anak-anak bebas berlarian, bahkan main sepeda dan bola di dalam.

Makanya, saya suka kagum dengan teman yang punya anak kecil, tetapi dapat menghias rumahnya dengan pernak-pernik yang terbuat dari keramik atau gelas. Kata mereka, anak-anak sudah diberi pengertian agar jangan merusak atau memainkan benda pajangan tersebut. Kalau saya perhatikan dengan cermat, ternyata teman saya itu juga adalah orang yang baik dan tidak mempunyai sejarah nakal, atau memecahkan perabot rumah tangga waktu kecilnya. No wonder, anak-anak mereka pun juga mempunyai sifat yang sama dengan orang tuanya.

Berbuat baiklah terhadap siapa saja dengan niat baik, tulus, dan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan. Jangan pernah menjadi orang jahat karena kita diperlakukan tidak adil atau jahat oleh orang lain. Menebarkan energi positif akan mendapat imbalan dengan mendapatkan tambahan energi positif juga. Mungkin, bukan dari orang yang kita berikan kebaikan, tetapi dari orang lain yang tidak kita duga-duga. Alam semesta ini dapat menangkap energi positif yang kita sebarkan dan tahu kapan waktunya akan dikembalikan kepada kita. Jangan pernah berputus asa memberikan energi positif.[iy]

* Iftida Yasar lahir pada 28 Maret 1962. Ia meraih gelar Sarjana Psikologi Pendidikan dan Sarjana Hukum di Universitas Padjajaran tahun 1980. Dan meraih gelar S-2 Psikologi di Universitas Indonesia tahun 1992. Iftida Yasar adalah seorang konsultan SDM, hubungan industrial, dan outsourcing. Ia juga seorang entrepreneur, trainer, motivator, aktivis sosial bidang pengembangan SDM, Wakil Sekretaris Umum APINDO, dan Penasihat Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI). Iftida juag dikenal sebagai pribadi yang sangat aktif, suka tantangan, senang bertemu dengan orang-orang baru, membangun jejaring, membangun kompetensi SDM, bepergian, dan baca buku. Ia adalah penggemar berat Kho Ping Hoo, Winnetou, Mushashi, Sinchan, dan Andrea Hirata. Iftida dapat dihubungi di nomor: 0811896944 atau pos-el: iftidayasar[at]yahoo[dot]com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 9.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +1 (from 1 vote)

7 Responses to “Sebarkan Energi Positif”

  1. Fita Irnani Says:

    Setuju Bu If, saya percaya yang kita sebarkan suatu saat akan berbalik ke kita. Kapan waktunya itu rahasia Pencipta. Pintar-pintarnya kita untuk menafsirkannya (menduga-duga). Kebetulan kami berdua (saya & suami)berangkat dari visi yang sama perihal ini & tentu saja sudah membuktikan dahsyatnya ’sebaran energi positif’.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Sueli Says:

    Saya senang sekali bisa mebaca web ini .. dan mulai skarang sayah akan terus menebarkan enrgi fositp..smog hasil nya fositp jga

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. cahyo Says:

    trim bayk pada ibu iftada, kalau semua orang seperti itu niscaya dunia akan damai penuh dengan energi positif tsb.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. H.Asrul Hoesein Says:

    Ass.Alaikum…Sempat singgah disini, cukup menambah insfirasi dan wawasan akan pentingnya pemikiran atau energi positif, biar otak ini capek berpikir, asal Pikir dan Tindak Positif. Slam Sukses…Yu jalan2x jg ke blog saya.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  5. ferial Says:

    luar biasa sekali energi positif disebarkan,orang lain akan merasa nyaman berada diantara kita,….

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  6. abu musa Says:

    Assalamualaikum.wr.wb
    kalimat “Tidak apa-apa orang menipu, menjahati, atau mengkhianati kita. Yang penting bukan kita yang melakukannya.”bagi saya sangat luar biasa,bisa menambah dan membuka pola pikir saya.thanks

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  7. blog ioneday Says:

    inspirasi yang luar biasa,

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya
Oleh: Don Gabor
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
ISBN: 978-979-22-5073-2
Tebal: xviii + 380 hal

Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas!
Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda pada empat gaya berjejaring—Kopetetif, Supel, [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox