Satu Gigitan Demi Satu Gigitan
Editor | Kolom Tetap | December 23rd, 2009
Oleh: Relon Star*
“Sukses besar merupakan akumulasi dari sukses-sukses kecil yang telah Anda hasilkan.”
~ Relon Star
Dalam sebuah kegiatan promo buku yang saya lakukan, hasil penjualan menunjukkan angka 23 persen dari audience yang hadir. Sebenarnya, angka itu mengejutkan saya karena sesungguhnya saya berharap lebih besar dari yang angka tersebut. Tahu apa yang saya lakukan? Saya terduduk lesu di kamar, karena target penjualan yang saya tetapkan tidak tercapai.
Keesokan hari seorang rekan menanyakan hasil penjualan buku perdana saya. Saya pun menjawab dengan tidak bersemangat. Namun, respon teman saya sungguh di luar dugaan. Ia mengatakan demikian, “Re, visi boleh besar… tetapi kamu harus merayakan kemenangan kecilmu.”
Kalimat tersebut merupakan kalimat yang singkat, tapi mampu menjungkirbalikkan semua keraguan saya untuk melanjutkan profesi sebagai penulis. Sederhana memang, tapi inilah rahasia yang membuat saya dapat bertahan hingga kini, bahkan sampai bisa menelurkan buku kedua, ketiga, dan seterusnya.
Banyak orang yang secara global mempunyai sasaran pencapaian yang sangat besar. Itu tidak salah! Namun, mereka lupa bahwa sasaran besar merupakan akumulasi dari lompatan-lompatan kecil yang ia hasilkan. Tanpa adanya lompatan kecil, sasaran yang besar tidak mungkin tercapai.
Saya tidak dapat membayangkan apa yang terjadi dengan hidup saya, jika saya patah semangat dan berhenti menulis hanya karena pikiran yang sempit mengenai bagaimana mencetak keberhasilan. Betapa bodohnya saya karena kehilangan kesempatan tesebut. Padahal, sukses dapat diraih secara bertahap. Sukses besar merupakan akumulasi dari sukses-sukses kecil yang kita hasilkan. Bahkan buku perdana saya dapat dicetak ulang karena diawali dengan penjualan 23 persen tersebut.
Cobalah merenungkan jawaban dari pertanyaan berikut ini, “Bagaimana cara memakan seekor gajah dewasa?” Dapatkah Anda menemukan solusinya? Mungkin Anda langsung saja putus asa karena membayangkan seekor gajah dewasa yang besar dengan bobot lebih dari lima ton dengan daging yang keras dan tak sedap untuk disantap. Pikiran ini tentu langsung saja menghentikan usaha Anda untuk mencari solusi dari tantangan ini.
Mau tahu jawabannya? Sederhana, “Satu gigitan demi satu gigitan.” Ya, masalah yang besar dan kompleks dapat diselesaikan secara bertahap. Hal ini juga dapat melatih kita untuk berpikir strategis. Sebab, langkah pertama dari berpikir strategis adalah menjabarkan suatu persoalan menjadi bagian-bagian yang dapat dikelola, sehingga Anda bisa lebih fokus secara efektif.
Ternyata untuk suatu pencapaian yang besar dibutuhkan konsistensi. Jangan pernah terpengaruh pada jumlah kecil di depan, namun terus dapat menggulirkan bola-bola salju kesuksesan di masa mendatang. Anda boleh saja memiliki sasaran pencapaian yang besar, tetapi jangan lupa merayakan setiap kemenangan kecil yang Anda raih. Tentunya sambil terus berusaha untuk mendapatkan hasil yang lebih besar. Anda hanya perlu bertahan sedikit lagi, karena hasil yang besar sudah menanti Anda.
Bagaimana Anda melakukannya tidaklah sepenting “pokoknya Anda melakukannya”. Anda dapat menguraikan suatu persoalan menurut fungsinya. Itulah yang dilakukan Henry Ford ketika ia menciptakan lini perakitan, dan itulah sebabnya ia mengatakan, “Tidak ada yang terlalu sulit kalau Anda uraikan menjadi tugas-tugas kecil.”
Sama seperti masalah yang besar dan kompleks dapat diselesaikan secara bertahap, demikian pula sukses yang besar dapat diraih lewat kemenangan-kemenangan kecil yang sudah Anda hasilkan. Jika kita langsung melihat pada goal akhir, akan kelihatan sangat besar. Namun, jika Anda menguraikan sedikit demi sedikit … akan kelihatan kecil dan Anda merasa mudah meraihnya. Robert Schuller menegaskan, “Yard demi yard, kehidupan ini sulit; tetapi inci demi inci, kehidupan ini mudah.”
Sekarang bukan saatnya bagi Anda untuk mundur. Tetapi Anda hanya perlu bertahan. Sukses besar merupakan akumulasi dari sukses-sukses kecil. Selesaikan satu gigitan demi satu gigitan, dan bersiaplah untuk hasil yang besar![rs]
* Relon Star adalah seorang public speaker dan penulis buku (2008). Saat ini ia bekerja sama dengan Departemen Pemberdayaan Perempuan, aktif mengisi seminar-seminar serta penyuluhan di sekolah-sekolah mengenai bahaya narkoba. Relon dapat dihubungi melalui pos-el: relonstar[at]yahoo[dot]com.
December 24th, 2009 at 5:27 pm
Menarik sekali, “Masalah yang besar dan kompleks dapat diselesaikan secara bertahap. Hal ini juga dapat melatih kita untuk berpikir strategis”
Berpikir strategis, konsep berpikir baru bagi saya. Terima kasih pembelajarannya.
January 1st, 2010 at 5:12 pm
Saya setuju banget.Keberhasilan kecil itu perlu dan perlu dirayakan.Berpikir akumulatif
January 4th, 2010 at 12:57 pm
@Puspita
Thankiuu puspita.Iya kita sama2 belajar
spy tdk pantang menyerah! Salam
January 4th, 2010 at 12:58 pm
@AGus HAndoko
Yup! thanks for comment.