Sang Negosiator

ayb1Oleh: Anang Y.B.*

Bekerja secara self employed ibarat bertarung di ring tinju, dan bukan seperti berperang bersama satu peleton pasukan. Saat bel tanda mulai berlaga dibunyikan, Anda bakal mempertahankan hidup mati sendirian, ya sendirian. Tak ada yang bisa andalkan selain gerak cepat Anda sendiri. Kegesitan Anda, kemampuan berkelit, taktik jitu, dan sederet pengalaman sebelumnya adalah modal yang bisa Anda kerahkan untuk memenangi pertandingan. Semuanya harus berasal dari diri Anda sendiri, bukan dari orang lain!

Mengerikan? Mungkin ya bagi Anda yang terbiasa bekerja dalam sebuah tim semasa masih menjadi karyawan. Anda hanya perlu menekuni dan berkonsentrasi pada bidang tugas Anda saja. Semisal Anda berada pada posisi accounting di sebuah perusahaan trading, Anda tidak perlu pusing soal bagaimana stock barang mesti disiapkan, bagaimana proses negosiasi pengadaan barang, tidak ada urusan soal mobil deliveri dan tetek-bengek di luar soal keuangan. Kini saat Anda banting setir kerja di rumah, Anda mendadak menjadi panitia tunggal dari semua urusan. Dari A sampai Z dan balik lagi ke A. Terus berputar.

Taruhlah Anda punya usaha rumahan berupa jasa sablon mug. Maka, urusan Anda bakal menjadi sederet persoalan dari yang remeh hingga yang rumit memusingkan kepala. Awalnya, Anda mesti mencari bahan baku mug, tinta sablon, dan kertas sublim. Belum selesai urusan itu Anda mesti juga memutar otak untuk mencari klien, merayunya, dan bernegosiasi soal harga. Barang siap, Anda pun harus segera memikirkan cara pengiriman apakah diantar langsung, klien mengambil sendiri, atau Anda menggunakan jasa kurir. Bagaimana sistem packing-nya? Dari sepuluh mug yang dipesan mungkin keuntungan Anda berasal dari satu mug saja. Jadi, kalau sistem pengepakan kedodoran hingga salah satu atau salah dua mug retak maka Anda hanya bisa gigit jari atau gigit bibir sambil menangis sesenggukan.

Karena dalam setiap tahap Anda berhubungan dengan pihak lain, maka satu jurus yang mutlak Anda kuasai adalah jurus bernegosiasi. Negosiasi tak sekadar bersilat lidah karena bukan cuma lidah yang Anda manfaatkan untuk memenangi sebuah negosiasi. Otak dan seluruh gerak tubuh Anda turut memberi andil pada hasil negosiasi. Anda bisa menang tetapi Anda bisa juga mati kutu tak berkutik karena salah memanfaatkan lidah dan otak Anda.

Nyaris seluruh hidup kita dilewati dengan bernegosiasi. Saat Anda memutuskan untuk resign dan kerja di rumah saja, pastinya Anda perlu bernegosiasi dengan pasangan Anda atau malah dengan mertua Anda juga. Pagi hari mungkin Anda perlu bernegosiasi soal menu sarapan pagi. Anda pun perlu bernegosiasi dengan tukang sayur keliling untuk mendapatkan harga ikan asin yang termurah. Saat memegang remote control televisi, negosiasi menjadi mutlak ada karena setiap kepala punya acara televisi yang diidolakan. Untuk urusan berapa mau punya anak, jaraknya masing-masing berapa tahun, pingin anak cowok atau cewek dulu, mau diikutkan les apa, semua perlu negosiasi. Hidup Anda dikelilingi dengan sejuta negosiasi. Dan, jalan menuju kesuksesan ditentukan pula oleh kemahiran Anda memainkan peran saat berada di panggung negosiasi.

Lantas, apa sebetulnya pengertian dari kata “negosiasi”? Secara gampang, negosiasi bisa kita pahami sebagai proses di mana kita memenuhi persyaratan untuk mendapatkan yang kita inginkan dari orang lain yang sebaliknya juga menginginkan sesuatu dari kita. Negosiasi adalah juga proses mencapai kompromi. Ukurannya adalah sama-sama bisa menerima walau tidak selalu kedua belah pihak menerima keuntungan yang sama besar.

Bernegosiasi bisa dipelajari dan tidak perlu bakat. Hal pertama yang harus Anda ingat adalah:

1. Negosiasi bertujuan demi keuntungan kedua belah pihak, bukan mengalahkan satu sama lain.

2. Negosiasi mengantar kita pada satu hubungan yang lebih baik, bukan malah memutus hubungan yang sudah terjalin.

3. Negosiasi yang baik berakhir pada satu kesepakatan, walau tidak selalu begitu. Dalam hal ini bisa saja dua belah pihak bersepakat untuk tidak sepakat.

Menjadi negosiator perlu persiapan. Terlalu bodoh bila Anda terburu-buru membuka negosiasi tanpa melakukan persiapan dan penelitian terlebih dahulu. Keuntungan dan kredibilitas Anda bakal melayang dalam sekejap bila Anda masuk dalam ruang negosiasi tanpa persiapan. Pasti diperlukan sederet pertemuan yang melelahkan dan membosankan bila negosiasi hanya berputar-putar tak menentu. Apalagi kalau Anda bernegosisi asal cuap karena tidak siap. Ingat, waktu dan energi Anda terbatas. Lebih baik buang sedikit energi dan waktu Anda untuk melakukan persiapan sebaik-baiknya sebelum berlaga.

Jadi, Apa yang perlu disiapkan sebelum Anda melakukan negosiasi? Ini dia yang perlu Anda tahu sebelum masuk meja perundingan:

1. Apa tujuan yang ingin Anda raih?

Tulis secara detail semua hasil yang ingin Anda dapat. Urutkan dari yang paling minimal hingga hasil bonus atau yang paling menggembirakan dan tak terduga karena lawan Anda mati kutu. Menetapkan tujuan secara tertulis dan menuliskannya secara konkret akan menghantar Anda pada pemilihan taktik dan strategi bernegosiasi nantinya.

2. Siapa lawan atau mitra dalam negosiasi?

Anda bisa saja menganggap pihak yang Anda ajak bernegosiasi sebagai lawan atau bisa juga sebagai mitra. Apa pun itu, Anda harus penuh selidik terhadap mereka. Cari tahu apakah lawan Anda itu seorang diri atau satu tim yang terdiri dari pimpinan, ahli marketing, sales, accounting, atau bahkan penasihat hukumnya bakal ikut nimbrung? Bila sendirian, lelaki atau perempuankah mereka? Anda tentu tahu bagaimana mencoloknya perbedaan bernegosiasi dengan lelaki dibandingkan bernegosiasi dengan perempuan yang penuh senyum sambil menegakkan kepalanya!

Anda juga harus tahu betul apa yang pingin diraih oleh lawan negosiasi. Strategi apa yang bakal dia terapkan. Tebak juga karakter atau temperamen lawan bicara Anda. Seorang yang bermuka manis namun penuh muslihat, ataukan seorang yang sangar namun penuh kompromi?

3. Bagaimana model pertemuan untuk melakukan negosiasi?

Pastikan Anda melakukan pertemuan dengan memanfaatkan waktu secara produktif. Bila satu pertemuan saja cukup untuk mencapai kesepakatan, tutup saja segera dan jangan membuka peluang baru untuk mementahkan apa yang sudah Anda raih. Pastikan bahwa pertemuan negosiasi membahas persoalan yang sesuai dengan yang Anda persiapkan. Sering kali lawan negosiasi memelesetkan agenda suatu pembicaraan dengan menggunakan kalimat yang diawali kata, “Ngomong-omong….” Bila itu terjadi, waspadalah. Untuk itu sebelum pertemuan dimulai Anda perlu membuat penegasan, apa agenda pembicaraan pada pertemuan itu. Bila perlu, sodorkan agenda yang sudah Anda rancang pada kesempatan pertama. Jangan ragu dan malu untuk melakukan itu. Sebab, bila lawan Anda memiliki agenda pembicaraan yang berbeda maka segala persiapan Anda bakal berantakan.

Sekarang tiba saatnya untuk bernegosiasi. Debat adalah salah satu makanan utama dalam proses negosiasi, bahkan mencapai 80 persen dari waktu yang Anda siapkan. Kecakapan Anda dalam berdebat bakal menentukan apakah negosiasi akan berjalan alot atau cukup satu ronde saja. Kemampuan berdebat juga membuka pintu gerbang pada pemahaman mengenai apa yang pingin diraih lawan Anda. Teknik memancing jawaban “tidak” bisa Anda terapkan untuk mengetahui sederet argumen lawan Anda. Semakin banyak Anda menemukan hal-hal yang terkait dengan minat dan kemauan lawan Anda, maka semakin besar pula Anda untuk memenangi perdebatan.

Adakah trik untuk memenangi perdebatan? Coba saja beberapa langkah mudah berikut ini:

1. Ajukan argumen yang tak terbantahkan

Semua orang tahu, hanya mereka yang paham persoalan yang bakal menjadi pemenang. Ingatlah itu. Menyiapkan diri dengan membuat daftar semua yang ingin Anda raih plus argumennya menjadi hal yang tidak bisa dianggap enteng. Lakukan itu sebaik mungkin. Bila perlu rancanglah argumen-argumen secara bertingkat mulai dari yang paling sederhana hingga argumen ilmiah sesuai kaidah perdagangan.

2. Pancing emosi lawan

Emosi berbanding terbalik dengan rasio. Manfaatkan teori ini saat argumen tidak lagi cukup ampuh untuk memenangi perdebatan. Semakin terpancing emosi lawan, maka dapat dipastikan dia bakal mengajukan argumen-argumen yang enteng untuk dipatahkan. Pandai-pandailah saat memancing emosi lawan. Bersikap tenang dan tetap santun adalah nasihat terbaik. Gunakan pilihan kata-kata yang baik namun menohok lawan Anda.

“Sebenarnya yang saya sampaikan tadi adalah sesuatu yang sepele, namun baiklah saya akan ulangi bila memang Bapak sulit untuk menangkap maksudnya….”

“Apakah kami harus menjelaskan hal sesederhana ini?”

“Bila tidak keberatan, apakah saya bisa mendapat penjelasan dari tim Bapak yang lebih paham mengenai masalah ini?”

“Saya kira terlalu menggelikan bila saya harus memenuhi permintaan Anda.”

3. Buatlah lawan kelelahan

Lelah berdebat berjam-jam bisa membuat Anda atau lawan bicara Anda kehilangan mood dan konsentrasi. Manfaatkan itu! Pancinglah lawan Anda sampai pada titik kelelahannya. Anda bisa datang dengan mengajak kawan sehingga bisa saling susul bergantian menyerang lawan Anda. Sering kali Anda harus berbicara panjang lebar hingga membuat lawan bicara Anda menatap Anda dengan pandangan kosong. Lakukan itu. Dan, bila lawan debat Anda terlihat kuyu, seranglah dia dengan tawaran yang tidak bisa dia tolak. Kemungkinan besar Anda akan sukses hari itu juga!

Nah, Anda sudah tahu manfaat dari kemampuan bernegosiasi? Asahlah dari sekarang. Bila perlu pancing pasangan Anda untuk bernegosiasi dalam banyak hal. Boleh pakai teknik yang membuat dia kelelahan, namun tentu saja jangan pakai teknik memancing emosi. Bisa gawat nanti![ayb]

*Anang Y.B.  dikenal sebagai penulis bergaya story telling. Pria ini menyebut dirinya sebagai blogger yang geografer. Menjadi geografer memungkinkan dia untuk berkeliling Indonesia dan memperoleh banyak inspirasi menulis dari catatan perjalanannya. Seluruh kisah unik dan opininya dia tuangkan dalam blog beralamat di www.jejakgeografer.com, yang kini telah memiliki lebih dari 500 cerita. Anang dapat dihubungi melalui pos-el: anangyb[at]gmail[dot]com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 10.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +2 (from 2 votes)

2 Responses to “Sang Negosiator”

  1. AA Kunto A Says:

    hoho, pasti segera menyusul jurus-jurus susulannya neh… ta ikuti terus lho Mas Anang hehe

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. anang yb Says:

    @Mas AA Kunto A:
    Waduh…! Jangan-jangan jurus negosiasi ini bakal Mas pakai utk serangan balik saat saya mbawa naskah ke penerbit panjenengan!

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya Oleh: Don Gabor Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009 ISBN: 978-979-22-5073-2 Tebal: xviii + 380 hal Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas! Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox