Samurai Sejati 8: Surrogate

rmOleh: Risfan Munir*

Surrogate” adalah judul film terbaru Bruce Willis. Film ini mengajak kita untuk berpetualang melihat dua dunia. Di mana manusia sudah begitu tidak percaya diri untuk tampil sebagai manusia biasa, sehingga mereka beli surrogate alias “robot pengganti.” Dengan banyaknya robot pengganti yang postur tubuhnya betul-betul mirip pemiliknya itu, maka yang tampil ke masyarakat dan berinteraksi adalah robot-robot itu. Sementara, “diri aslinya” terbaring pada dipan atau kursi pengendali di rumah masing-masing.

Setelah terlarut mengikuti alur film itu, dalam batas tertentu kok saya mengaitkannya dengan masyarakat kita yang perilaku keseharian di masyarakatnya juga mirip metafora masyarakat Surrogate tersebut. Kita semua tanpa sadar menjadi mirip robot-robot yang ‘lebih indah dari aslinya’ itu. Masyarakat di perkotaan kita banyak yang bersikap dan berdandan artifisial dengan senyum dan kata-kata yang distandarisasi oleh buku etiket, berpakaian menurut standar pabrik yang mendiktekan model. Mimik wajah, pakaian, dan tindakan yang kita lihat sudah semakin artifisial dan nyaris mengikuti standar gaya dan merek yang didiktekan melalui iklan tiap saat. Kehidupan menjadi arena dan panggung sandiwara saja. Sementara, masing-masing individu aslinya yang orisinal, manusiasi, tersembunyi di dalam kamar-kamar dalam rumah-rumah yang jarang dibuka. Mereka jarang bisa ditemui karena lebih memilih menyembunyikan diri.

Dalam hal ini mungkin berlaku pesan pujangga Ronggowarsito “seuntung-untungnya orang yang lupa, masih lebih beruntung orang yang waras.” Dapat ditebak di film Surrogate yang waras adalah lakonnya Greer (Bruce Willis) si agen FBI dan pencipta robot-robot itu. Mereka berdualah yang hidup di “dunia sejati”, yang melihat “dunia robot” sebagai panggung sandiwara atau olok-olok saja, yang cerita dan perannya bisa dirubah-rubah tiap saat.

Sementara itu, di masyarakat juga telah timbul kelompok pemberontak yang dipimpin oleh seorang “Nabi” kharismatis yang muak dengan “kehidupan surrogate” yang serba palsu yang dikendalikan oleh konglomerat produsen robot/surrogate itu. Kelompok ini melakukan demo dan rekrutmen pada event-event dan tempat-tempat tertentu yang strategis untuk berencana melakukan makar, sabotase, dan lainnya. Kisah menjadi sedikit rumit setelah Sang Nabi ternyata begitu kuat, menguasai teknologi perusak surrogate, dan punya sumber dana yang mantap pula.

Sebagai seorang detektif situasi Greer sesungguhnya dilematis. Di satu sisi dia menggunakan robot/surrogate sebagai perangkat, tetapi dia juga ingin kehidupan asli bersama istrinya (yang lebih suka tampil sebagai robot). Sementara itu, tugasnya adalah mengawasi Sang Nabi, pemberontak yang anti konglomerat pencipta robot-robot itu. Sehingga, hati kecilnya sebetulnya setuju dengan misi kelompok nabi pemberontak itu.

Begitulah kisahnya yang kian rumit setelah Greer tahu bahwa ternyata Sang Nabi itu sesungguhnya juga sebuah robot yang merupakan wajah lain atau surrogate dari Sang Konglomerat sendiri. Jadi rupanya, tokoh pemberontak itu sesungguhnya adalah Sang Konglomerat sendiri. Inilah puncak sandiwaranya.

Selanjutnya mungkin kita akan menghubung-hubungkannya dengan realitas di masyarakat kita. Jangan-jangan yang selama ini kita anggap musuh penguasa dan masyarakat, ternyata adalah ….. Tetapi, pesan yang dapat diambil pelajaran ialah “jangan terlalu cepat menilai dari apa yang tampak diluar,” karena di balik itu realitanya bisa kebalikannya.

Sekali lagi, sang Samurai Sejati Musashi mengingatkan pentingnya membebaskan pikiran dari cengkeraman berbagai bingkai (frame atau reframe) yang dibuat oleh para pengiklan, juru kampanye di berbagai media, ataupun yang lewat obrolan tetangga. Sebagaimana pesan TVRI tempo dulu, “teliti sebelum membeli.” Uji setiap iklan, kampanye, opini dari siapa pun yang berpotensi memengaruhi keputusan kita, dengan fakta yang ada, konfrontasikan dengan opini yang berlawanan, bertanyalah pada hati kecil sendiri, Apakah yang ditawarkan itu memang kebutuhan riil kita?”[rm]

* Risfan Munir adalah pemulis buku “Jurus Menang dalam Karier dan Hidup ala Samurai Sejati”. Ia dapat dihubungi melalui blog http://samuraisejati.blogspot.com dan pos-el: risfano[at]gmail[dot]com

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 9.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)

One Response to “Samurai Sejati 8: Surrogate”

  1. Nocturno al farisi Says:

    Mohon ijin di share di twitter ya pak. twitter pak risfan munir apa ya id nya? btw, dunia ini memang dikendalikan oleh segelintir orang saja, terasa atau tidak terasa, kita semua hanya menjadi robot . Nocturno al farisi @rajakopi2000

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya Oleh: Don Gabor Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009 ISBN: 978-979-22-5073-2 Tebal: xviii + 380 hal Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas! Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox