Home » Kolom Lepas » Renungan di Balik Memperingati Hari Ulang Tahun

Renungan di Balik Memperingati Hari Ulang Tahun

fa

Oleh: Fida Abbott*

Setiap tahun tentunya kita selalu memperingati hari ulang tahun. Bagi mereka, siapa pun yang sedang memperingati ulang tahun, lagu-lagu “Happy Birthday to You” atau “Panjang Umurnya” tak akan terlewat begitu saja sebelum meniup lilin-lilin yang berdiri tegak di atas cake.

Seminggu yang lalu, beberapa hari sebelum ulang tahun saya tiba, pesan utama yang saya utarakan kepada sang suami adalah agar ia tak perlu repot-repot membeli hadiah spesial untuk saya. Meskipun saya mengetahui, bahwa sebenarnya usaha saya itu pun akan sia-sia belaka. Apa pun alasan saya, saya yakin ia pun masih akan tetap memberikan sebuah hadiah ulang tahun kepada saya.

Setiap menjelang ulang tahun tiba, saya selalu merenungkan sejenak bagaimana saat saya lahir ke dunia ini. Dari beberapa cerita yang saya dengar, baik dari Bapak dan keluarga dari pihak Ibu saya mengatakan, bahwa saya terlahir dengan ukuran bayi yang sangat kecil, yaitu hanya seberat 2,2 kg. Bayangkan! Saat itu, menurut cerita mereka, Indonesia masih belum memiliki alat pembantu khusus (inkubator) untuk bayi-bayi yang lahir dengan ukuran kecil. Sehingga, mereka hanya melakukan blonyohan (mengolesi) minyak di sekujur tubuh saya dalam beberapa bulan dari awal kelahiran saya. Katanya sih sebagai pengganti proses tersebut. Tidak tahu apakah itu benar bila dipandang dari segi medical, tetapi nyatanya, saya berhasil tumbuh dan berkembang dengan sangat baik hingga dewasa. Dan, saya pun telah dikarunia seorang putri, buah cinta dari perkawinan saya dengan seseorang berwarga negara Amerika.

Saya kembali merenung, bagaimana keadaan saya waktu itu. Mereka bercerita, kalau mereka tidak tega saat melihat saya sewaktu bayi. Ukuran baju yang telah mereka sediakan pun tampak kebesaran di badan saya waktu itu. Sekarang setelah usia hampir berkepala empat, tubuh saya pun masih terlihat mungil. Seorang dokter di AS pernah mengatakan, bahwa saya adalah seorang pasiennya yang terkecil yang pernah ditanganinya selama bertahun-tahun. Dia pun bersyukur bahwa ternyata saya melahirkan dengan C-section (operasi cesar) karena posisi diagonal si jabang bayi, yang mana kondisi kepala di sebelah kanan atas dan kaki di sebelah kiri bawah. Seharusnya, posisi kepala berada di bagian bawah dan kaki di bagian atas. Kalau tidak melalui C-section, ia merasa khawatir, saya akan menemukan kesulitan dalam proses melahirkan bayi saya. Karena, dia yakin persentase tinggi si bayi ini pasti berukuran tidak kecil, mengingat suami saya memiliki postur tubuh sebagaimana orang-orang AS, tinggi dan besar.

Renungan terakhir menjelang ulang tahun saya adalah semakin bertambah usia, maka semakin berkuranglah usia saya untuk hidup di dunia ini. Mengingat semua itu, kembali saya terpanggil untuk mengingat apa hal yang baik atau terbaik dan berguna atau bermanfaat yang telah saya berikan atau bagikan kepada sesama, terutama linkup terkecil dan utama/pertama, yaitu keluarga sendiri. Itu semua tentu mengarah kepada eksistensi kita sebagai manusia, apakah berguna bagi sesama kita.

Saya merenungkan kembali malam itu. Ternyata, saya akui bahwa selama kita hidup di dunia, kita akan selalu dikenang oleh sesama. Baik itu oleh keluarga, sanak famili, para sahabat, rekan-rekan sejawat, dan lain-lain, apakah kita telah melakukan hal-hal yang baik ataupun sebaliknya. Apabila kita telah terlabel, bahwa kita banyak melakukan hal-hal yang baik, maka kita akan dikenang jasa-jasa baik kita. Misalnya, sebagai seorang penulis pemberi inspirasi; seorang dokter yang murah hati dan tidak berorientasi terhadap apa yang diterimanya saja; seorang guru yang tidak menjual keprofesioanalannya demi mendapatkan tambahan income, dan sejenisnya.

Sebaliknya, apabila kita sering melakukan hal-hal yang tidak baik, misalnya terkenal sebagai pencuri, perampok, salah satu koruptor negara, dan sejenisnya, maka kita pun akan dikenang dengan label tersebut. Manakah yang Anda pilih? Anda dikenang dengan jasa-jasa baik ataukah dikenang oleh karena telah melakukan hal-hal yang tidak berkenan? Saya yakin Anda akan memilih pilihan yang pertama, yaitu sebagai seseorang yang dikenang oleh karena jasa-jasa baik yang telah dilakukan.

Malam itu pun pikiran saya teringat akan keluarga di Indonesia. Merayakan ulang tahun bukanlah hal yang biasa dilakukan oleh keluarga saya. Biasa-biasa saja, hampir tak ada tanda untuk hari spesial itu bagi masing-masing anggota keluarga, selain ucapan selamat. Paling tidak, saya ditodong oleh rekan-rekan di tempat kerja atau teman-teman dekat untuk memberi traktiran. Terkadang ada juga yang memberi sebuah kado atau selembar kartu ucapan, atau sebuah ucapan saja, itu semua saya hargai, karena merupakan suatu bentuk perhatian khusus yang mereka berikan kepada saya secara pribadi.

Setelah perkawinan saya di AS, ternyata perayaan ulang tahun telah menjadi tradisi di pihak keluarga suami saya. Meskipun hanya berupa sebuah cake, dan sebuah hadiah, setiap ulang tahun dari masing–masing anggota keluarga tiba, pasti akan dirayakan walaupun hanya dihadiri oleh anggota keluarga sendiri. Jadi, saya merasa usaha untuk meminta suami saya agar tidak memberikan saya sebuah hadiah, pasti akan sia-sia belaka. Dia akan mencari tahu sendiri kira-kira benda apa yang sedang saya butuhkan saat ini, sehingga ia akan membelikannya sebagai kado ulang tahun.

Waktu telah menunjukkan pukul 11.30 malam waktu di tempat saya. Mata saya masih tetap kuat bertahan, namun tubuh saya sudah mulai tampak lelah. Karena itu, rasanya ingin rebah saja di atas tempat tidur. Menjelang menit-menit ulang tahun saya tiba, saya berdoa dalam hati, kiranya saya hadir ke dunia boleh menjadi berkat untuk sesama, baik itu untuk keluarga sendiri, para sahabat, rekan-rekan sejawat dan sekerja, offline maupun online, baik itu melalui tingkah laku/sikap, perkataan, pikiran, maupun tulisan-tulisan saya.

Akhirnya, saya pun terlelap. Saat bangun di pagi hari, tiga buah mawar merah dan sebuah kartu menyambut pagi indah saya. Ternyata ada satu lembar uang cash di dalam kartu. Suami saya berkata, “Buy a very nice thing for yourself!” Malam itu juga saya membeli sebuah baju yang sederhana, tetapi tampak indah dan semampai di tubuh saya. Suami dan si kecil pun menyukainya. Senang rasanya saya dapat menuruti permintaannya. Saya berpesan lagi kepadanya, agar tidak ada lagi hadiah untuk saya pada hari Minggu (15 Februari 2009), yang mana suami punya rencana untuk merayakan ulang tahun saya yang akan dihadiri oleh anggota-anggota keluarga lainnya.

Sekali lagi pesan saya tidak mempan juga. Hari Minggu pagi sebelum saya berangkat ke gereja, di atas tempat tidurdengan mata yang masih berat untuk dibukasuami saya menghampiri dan membangunkan saya sambil memberi sebuah bungkusan. Dia berkata, “Happy Birthday! One Birthday present for you.” Saya pun terjaga dan terbangun. “Gateway” adalah sebuah tulisan pertama dalam pembungkus kotak tersebut yang saya baca. Oh my God! begitu saya berucap dalam hati saya. Sebuah notebook yang telah saya incar selama ini dan saya sudah siap untuk membelinya dengan uang hasil jerih payah sendiri, ternyata kini sudah berada di depan mata saya. Kemudian saya bangkit dan menghampirinya, memeluknya dan mengucapkan terima kasih.

Ternyata dia memang mengetahuinya, bahwa saat ini saya sedang memerlukan sebuah notebook, agar saya dapat menemani si kecil ke mana-mana tanpa meninggalkan jadwal online saya yang kian padat.

Semua hal-hal tersebut yang telah saya ceritakan di atas mengekspresikan, bahwa ulang tahun merupakan hari yang spesial bagi kita masing-masing untuk merenungkan arti hidup kita, yang semakin hari semakin bertambah tua. Apa yang telah kita perbuat untuk sesama dan keluarga, negara Tanah Air kita? Menerima dan menikmati berkat dari mereka yang menyayangi/mencintai kita melalui apa-apa yang telah diterima. Dapatkah kita memanfaatkannya untuk berbagi kepada sesama? Kadangkala kita melupakan hal ini karena umumnya yang kita ingat hanya bagaimana kita akan merayakan ulang tahun kita, masakan/menu apa yang akan kita hidangkan untuk perayaan ulang tahun tersebut, siapa-siapa saja tamu yang akan diundang, dirayakan di mana; di restaurant sederhana atau di hotel berbintang lima, dan sebagainya.

Saat akan mengakhiri tulisan ini, sebuah kartu ulang tahun dari sang suami masih tergeletak di samping saya. Memang, saya sangat menyukai bait-bait puisi yang tertera di dalamnya. Dua buah kalimat paling akhir tertera demikian:

You bring so much joy to my life

just by being the beautiful,

caring person you are.

I’m very lucky man to have you

For my wife

HAPPY BIRTHDAY

***

Coatesville-PA, 17 Pebruari 2009[fa]

* Fida Abbott adalah Arek Suroboyo yang lahir pada 11 Pebruari 1970 di Surabaya dan sekarang tinggal di Pennsylvania, Amerika Serikat. Ia mengenal dunia tulis menulis sejak usia 8 tahun hasil didikan langsung ayahndanya, Imam Sujono, dan melahirkan cerpen remaja pertamanya berjudul “Kidung Kasih untuk Lintang” pada usia 13 tahun. Menulis merupakan aktivitas lulusan Pertanian jurusan Agronomi dari UPN ‘Veteran’ Surabaya ini. Fida memiliki beberapa pengalaman kerja di bidang landscape, dari proyek kecil hingga besar, dari perumahan tunggal, real estate, hingga hotel, kondominium, apartemen berbintang lima di Surabaya. Ia pernah berkarier di AIG-Lippo, jadi guru les privat, dan kini tercatat sebagai WALMART Associate, menjadi Redaktur Pelaksana Harian Online KabarIndonesia (HOKI), www.kabarindonesia.com sekaligus Direktur Pelatihan Menulis Online HOKI (PMOH). Tulisan-tulisannya tersebar di beberapa media online, antara lain di KabarIndonesia, Helium, Cross-Written, The Daily Avocado, dan ketiga blog-nya di www.fidaabbott.blogspot.com, www.buanainspiration.blogspot.com dan www.abbottsbooks.blogspot.com. Fida adalah penulis buku What Prayers does Mommy Teach Me dan Dancing in My World. Ia dapat dihubungi melalui email: …

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 8.9/10 (14 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +8 (from 8 votes)

10 Comments

  1. anang yb says:

    Fida, gantian sekarang saya yang mengucapkan ulang tahun untukmu!
    Tulisan yang sangat mencerahkan, Fida.
    Bukan cuma suamimu, kami pun di Indonesia beruntung memiliki penulis inspiratif sepertimu!

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 4 votes)
  2. Fida Abbott says:

    Terima kasih Mas Anang atas segala apresiasi dan undangannya.

    Terima kasih pula utk Mas Edy dan Pak Aley yg telah memperbaiki website ini shg malam ini (Rabu malam waktu di tempat saya) sudah dapat terbaca dengan normal semuanya, juga dpt merespon komentar Mas Anang.

    Salam hangat dari PA yg masih dingin.
    FA di PA

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: -1 (from 1 vote)
  3. ayek says:

    Selamat ulang tahun (walau sudah terlambat). Terima kasih saya bisa mampir dan membaca tulisan Anda. Dalam sepuluh hari ini saya terus belajar menulis, dan mencari pencerahan dalam banyak hal di dunia maya. Sukses selalu.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +2 (from 2 votes)
  4. Fida Abbott says:

    Hello Ayek, terima kasih atas ucapannya.
    Selamat datang di dunia maya dan selamat belajar menulis.

    Salam sukses!

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 3 votes)
  5. Pdt. Priskila Paksoal says:

    Bu Fida, saya sangat diberkati dengan tulisan ibu. Saya ingin mengikuti kursus tulis menulis secara on line yang ibu asuh. Apa dan bagaimana syaratnya bu? Saya berdoa semoga ibu dipakai oleh Tuhan lebih dahsyat lagi.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +2 (from 2 votes)
  6. nina says:

    di hari ulang tahun ini tanggal 19 juni 2011
    aku senengggggg banget karna temen2 ku udah ngasih eanx terbaik untuk ku contohnya:ada eanx ngasih aku kado,dan ada eanx ngasih ucapan ultah.tapi kali nie ga se senang seperti tahun kemarin karna tahun sekarang tuh kaka atau orang tua pun ga ada eanx ngucapin nya tapi walaupun gitu aku tetep bahagia ko…….
    makasih ya ALLAH karna engkau udah ngasih jalan eanx terbaik untuk ku………….
    :)

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  7. Thank you a bunch for sharing this with all of us you really understand what you’re speaking approximately! Bookmarked. Kindly additionally seek advice from my web site =). We could have a hyperlink alternate contract among us

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  8. dyahastuti says:

    Saya tertarik dengan renungan anda, jadi termotivasi untuk menulis catatan hidupku. Terima kasih

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  9. L'Free says:

    Tuhan memberkati anda untuk mau sllu berkarya melalui tulisan2 yg menguatkan Iman Kristen….

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  10. Sebagai bahan renungan pada saat ini ada yang berualang tahun di panti asuhan ..dirayakannya
    makan makan dan memberi hadiah kepada anak anak Tuhan memberkati

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Komentar