Psikologi Nyontek

tnOleh: Tanenji*

Ada sisi lain dalam dunia persekolahan di Indonesia, yakni dengan dikenalnya istilah nyontek (sontek, menyontek). Mungkin dan bisa jadi, istilah ini termasuk dalam kategori undercover. Nyontek sering kali dipahami dan merupakan sikap pecundang yang menginginkan hasil optimal tanpa harus bersusah payah. Biasanya, nyontek dilakukan oleh para siswa atau mahasiswa yang sedang mengerjakan soal ujian, dan yang bersangkutan tidak mempersiapkan penguasaan bahan/materi pelajaran yang memadai dengan berbagai alasan. Mereka menyontek pekerjaan temannya yang dianggap lebih pintar atau mengerjakan soal dengan jawaban yang dilihatnya dari catatan yang sudah dipersiapakan. Catatan ini bisa berupa apa saja, buku-buku, atau catatan kecil lainnya.

Anak sekolah/mahasiswa yang menyontek biasanya menempati posisi yang ‘aman’ dari pengawas ujian. Biasanya di barisan belakang, atau yang terhalang oleh pengawas. Makanya, ada juga istilah yang cukup beken ‘posisi menentukan prestasi’. Istilah ini jangan-jangan merupakan metafora yang diambil dari pola kekuasaan dan jabatan di negeri kita, yang mana posisi jabatan seseorang sangat berpengaruh dan menentukan terhadap kekayaan pejabat tertentu.

Tentang hal yang satu ini, pernah seseorang menanyakan kepada saya tentang alasan tidak membeli atau mempunyai mobil. Yang bersangkutan membandingkan beberapa tetangga dan koleganya yang sama-sama menjadi pegawai pemerintah yang sudah berganti-ganti mobil. Dengan bijak saya mengatakan bahwa sejarah kehidupan seseorang tidaklah sama. Bisa jadi mereka memang sudah mapan dan boleh disebut kaya sebelum menjadi pegawai pemerintah. Karena, secara wajar gaji yang dapat dibawa pulang seorang pegawai pemerintah tidaklah memungkinkan seseorang sampai kepada gaya hidup bermobil. Okelah dalam tulisan ini saya tidak akan fokus pada hal ini. Lagian, rezeki kan bukan hanya dari gaji semata? Tuhan Maha-Pemberi-Rezeki.

Penyebab Menyontek

Banyak hal yang menyebabkan seseorang menyontek. Ini di antaranya:

1. Ingin berhasil tanpa usaha yang melelahkan.

Seseorang harus memahami, bahkan harus hafal bahan-bahan pelajaran yang akan diujikan. Seorang pemalas biasanya ada saja alasan untuk tidak belajar atau membaca buku-buku yang dijadikan rujukan pembuatan soal ujian. Mestiya, berbekal kajian-kajian psikologi memungkinkan seseorang dapat memahami bahan ajar dengan mudah. Belajar yang menyenangkan mestinya juga memungkinkan siswa dapat belajar dengna enjoy juga semua informasi langsung melekat pada ingatannya (lihat bahasan tentang lupa dan ingatan).

2. Ingin membahagiakan pihak lain.

Katakanlah, siswa yang menginginkan pihak lain atau orang tuanya tersenyum bahagia melihat anaknya berprestasi dengan digambarkan pada perolehan angka-angka yang fantastis dalam nilai rapornya. Karena kurang persiapan, malas, atau alasan lainnya, ia memakai cara-cara yang bertentangan dengan mainstream yakni dengan menyontek. Ia tak memedulikan cara ini sesuai dengan norma-norma yang ada atau tidak ada. Baginya, yang terpenting adalah bisa menjawab soal-soal ujian dengan mudah karena melihat sontekan dan nilainya bagus. Titik. Padahal, kebahagian sejati para orang tua dapat dipastikan adalah perolehan nilai ujian anaknya tinggi, memuaskan, dan diraih dengan cara-cara elegan dan bermartabat.

3. Malu tidak disebut berprestasi.

Mengapa harus malu ketika tidak berprestasi? Jikalau memang belum bisa berprestasi sebaiknya mengakui saja kondisi ini. Tidak usah menggunakan segala cara yang tidak halalsampai-sampai harus menggunakan cara pecundang. Prestasi itu bukan sesuatu yang bisa didapat dalam sekejap melalui kata-kata magic bim sala bim, tetapi harus diperjuangkan melalui ketekunan. Tubagus Wahyudi, pakar hipnotis dan public speaking terkenal, pernah mengemukakan bahwa salah satu cara untuk menguasai sensorik power adalah dengan tetap melakukan ketekunan. Ketekunan dalam bidang ilmu, hobi, penelitian, dll akan membuat dan mengantarkan seseorang menjadi pakar pada bidang tertentu tersebut. Bahkan, hobi yang ditekuni dapat menjadi sumber penghasilan dan sandaran hidup.

Jadi, agar berprestasi ya janganlah menyontek. Tetapi, jalankanlah ketekunan dengan tetap membaca buku, baik sebelum maupun setelah bahan ajar itu dipresentasikan oleh guru atau dosen.

4. Bahan yang diujikan tidak menarik.

Mengapa tidak menarik? Kalau dibandingkan dengan pepatah tidak ada orang yang bodoh di dunia ini melainkan malas, maka sebenarnya tidak ada ujian yang tidak menarik. Yang ada adalah seseorang yang tidak bisa menyikapi sesuatu dengan pandangan yang berbeda dari biasanya.

5. Sistem pengawasan ujian yang longgar.

Pengawasan yang longgar dapat memunculkan ide bagi para pecundang untuk menyontek. Sedangkan pengawasan ujian yang ekstra ketat juga memungkinkan peserta menjadi lebih stres menghadapi soal-soal ujian.

Menyontek dan Kasus Ujian Nasioanl

Kalau diperhatikan sejak Ujian Nasional sebagai faktor penentu kelulusan seorang siswa dari sekolah yang ditetapkan oleh pemerintah, terjadi banyak kasus yang mana guru menjadi ‘tim sukses’. Mereka seabagai pengawas ujian, bukannya mengawasi jalannya ujian agar berjalan tertib dan aman, tetapi malahan memberikan jawaban kepada para peserta. Antarpengawas terjadi pemahaman TST (tahu sama tahu). Mengapa itu mereka lakukan? Banyak pihak beralasan; agar siswanya lulus ujian, karena kalau tidak dibantu akan banyak yang tidak lulus. Akibatnya, reputasi sekolahnya pun bisa hancur. Lebih-lebih sekolah swasta yang kualitasnya biasa saja (standar) yang mana mati hidupnya sangat bergantung pada penerimaan jumlah siswanya.

Dalam kasus ini sebenarnya seperti melihat lingkaran setan. Karena, banyak pihak menyatakan guru ditekan oleh kepala sekolah. Sedangkan kepala sekolah mengaku ditekan oleh ketua yayasan atau atasan langsungnya, seperti kepala dinas pendidikan atau kepala kantor cabang departemen yang ada di kabupaten yang menangani pendidikan. Dalam kasus ini, menyontek justru terjadi secara massif, dan bahkan ‘semi legal’, karena justru disponsori oleh para pengawas itu sendiri.

Ketika standar nilai yang ditetapkan pemerintah terlalu tinggi dijadikan sebagai alasan dan pembenaran memberikan sontekan—yang dalam pandangan saya standar tersebut masih terlalu rendah—maka mestinya standar itu ditetapkan lebih tinggi lagi. Katakanlah standar nilai dengan skala 0-10, maka yang lulus ujian adalah mereka yang mendapatkan nilai 75 persen atau 7,5. Seandainya mereka menganggap musthail, pertanyaan yang mestinya ditujukan pada pengelola sekolah adalah, “Selama ini mereka ngapain aja? Mengapa siswa belajar tiga tahun sampai tidak siap menghadapi soal ujian nasional? Yang salah siapa? Apa gurunya? Apa bahan ajarnya? Apa metodenya? Atau, sarananya?

Dan, janganlah menyalahkan siswa karena siswa datang ke sekolah adalah untuk belajar. Belajar yang menurut KKBI adalah proses perubahan tingkah laku, baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik.

Dan, janganlah pula menyalahkan soalnya yang terlalu tinggi. Dalam sebuah kesempatan pejabat Pusat Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional pernah menyakatan bahwa soal matematika SD kelas 6 di Indonesia adalah yang paling mudah se-ASEAN. Bagaimana jika dibandingkan dengan kawasan lain? Bagaimana bila dibandingkan seasia? Sedunia? Wajarlah demikian, sehingga sampai-sampai Human Development Index (HDI) Indonesia merupakan yang paling rendah. Bahkan, katanya berada pada titik nadir, yaitu lebih rendah daripada Vietnam, negara yang belum terlalu lama bangkit dari sisa-sisa reruntuhan perang bersenjata melawan hegemoni Amerika Serikat (AS).

Akibat Menyontek

Bagi yang menyontek ketahuan oleh pengawas dapat dipastikan bagaimana kisah selanjutnya. Bisa dikeluarkan dari ruang ujian dan menanggung malu, dan bahkan lebih fatal lagi adalah adalah didiskualifikasi dan dinyatakan tidak lulus ujian. Hal ini pernah terjadi pada siswa di sebuah SLTA favorit di Jakarta Timur. Ia adalah siswa yang pintar dan rajin. Ia dikeluarkan dari ruang ujian bahkan tidak diluluskan bukan karena ia menyontek. Tetapi, yang ia lakukan adalah memberi sontekan pada yang lainnya. Bahkan, mestinya guru sebagai pengawas yang memberikan sontekan pada siswanya mestinya jugadikeluarkan dari jabatan atau profesinya, karena ia kontraproduktif dengan usaha-usaha sebelumnya, yaitu menanamkan banyak nilai dan norma bahwa siswa harus memegang kejujuran sekalipun langit akan runtuh.

Akibat lebih jauh ketika seseorang sudah lulus dari lembaga pendidikan maka ia tidak bisa menghadapi persoalan kehidupannya. Mengapa banyak produk sekolah yang menganggur? Jangan-jangan, itu karena penamanan nilai di sekolah mengalami kegagalan.

Menyontek dan Kreativitas

Kalau Anda menginginkan keberhasilan, hal ini bisa dilakukan dengan cara menyontek secara all out. Apa saja dunia yang Anda geluti? Katakalah seorang petani, ia bisa melakukan hal yang sama dengan petani lainnya ketika hasil panennya meningkat. Seorang pemusik juga demikian adanya. Sering kali seseorang yang bergelut di bidang musik diklaim sebagai plagiat gara-gara nada ciptaannya mirip dengan karya pemusik lainnya, baik di dalam maupun luar negeri. Ada juga yang berkilah bahwa, “Ya, wajar saja wong nada itu cuma tujuh, dari do dampai si. Bagi seorang pengusaha juga bisa demikian. Bila ada bidang baru yang boleh dibilang sukses dan masih sepi pesaingnya, bisa disontek. Termasuk acara-acara televisi kita juga banyak yang menyontek acara serupa di belahan dunia lain.

Sedangkan bagi pelajar atau mahasiswa, menyonteklah secara kreatif. Artinya, jangan menyontek pada saat ujian berlangsung. Agar ujian dapat dijalankan dengan sukses, bacalah setiap bahan pelajaran atau buku yang dijadikan rujukan sebanyak tujuh kali. Karena, sebelum dibaca sebanyak tujuh kali, bahan rujukan masih berada di otak dan belum turun ke dada.

Hal ini sesuai dengan pepatah Arab yang menyatakan al ilmu fi al shudur la fi shutur, ilmu itu ada di dada bukan di lembar-lembar kertas. Artinya, mesti ada proses internalisasi dari apa-apa saja yang menjadi kajian seseorang agar tetap melekat pada ingatan berjangka lama (long term memory).

Andrias Harefa pernah menyatakan bahwa kunci seseorang agar kreatif adalah dengan 3 N: niteni, niroke, nambahi. Atau, dalam bahasa lain yakni mencirikan, menirukan, dan menambahkan. Banyak kasus belajar justru dipahami sebagai proses peniruan. Contoh, anak kecil belajar berjalan, belajar berbicara, atau belajar apa saja adalah menirukan gerakan orang dewasa di sekelilinginya, terutama orang tuanya.

Artinya, sebelum mempunyai ide, langkah pertama bisa menirukan apa saja yang ada di sekelilingi kita. Sebagaimana halnya belajar menjahit baju. Pola dasar baju di mana saja dan kapan saja kan sama? Ada lengan, ada kerah, ada kancing, ada saku. Selebihnya adalah penambahan-penambahan di sana-sini akibat yang ditimbulkan dari proses kreativitas.

Jadi, menyontek di ruang ujian adalah tindakan yang tidak bijak, konyol, sembrono, serta tidak menghargai karunia Allah. Tuhan adalah Sang Maha-Pemberi akal pikiran yang luar biasa kepada setiap manusia. Menyontek sebagai bahan permulaan kreativitas dimungkinkan, karena bagaimanapun tidak ada yang original di dunia ini. Yang terjadi adalah proses kreatif yang terus-menerus untuk menciptakan produk, baik barang atau jasa, maupun produk kreatif lainnya.[tan]

* Tanenji lahir dan dibesarkan di Brebes, Jawa-Tengah, pada 12 Juli 1972. Ia menyelesaikan pendidikan S-1 dan S-2 di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, dan kini menjadi dosen tetap pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah serta dosen tidak tetap pada tiga perguruan tinggi swasta di Jakarta-Timur, Depok, dan Bogor. Sewaktu kuliah, ia pernah bekerja di sebuah perusahaan ekspedisi. Tanenji juga aktif menjadi peneliti dan trainer pada Center for Teaching and Learning Development (CTLD), sebuah lembaga semi otonom di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, yang mengkhususkan pada pengembangan pembelajaran baik pada sekolah dasar dan menengah, serta perguruan tinggi. Ia mengaku terinspirasi pada Andrias Harefa, dan bercita-cita menjadi WTS (Writer, Trainer, and Speaker) yang sukses, andal, dan terkenal. Semboyannya,Tidak ada yang tidak mungkin bagi mereka yang berani mencobanya’. Tanenji dapat dihubungi melalui e-mail: tanenji[at]yahoo[dot]com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 7.2/10 (43 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +21 (from 37 votes)

167 Responses to “Psikologi Nyontek”

  1. Puspita W Says:

    Budaya menyontek berkembang pesat di negeri ini karena dukungan opini keluarga/masyarakat, produk pendidikan selalu dinilai dari pencapaian nilai akademik semata, sehingga nilai-nilai lain seringkali diabaikan.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +3 (from 5 votes)
  2. M. Edi Sulaksono, S.H.,S.Pd.I Says:

    Nyontek pada dasarnya adalah fitrah manusia,maka menyonteklah. Akan tetapi pastikan bahwa nyonteknya anda terjadi secara baik dan benar, artinya… secara formil jangan menyontek setelah anda memasuki area DILARANG MENYONTEK !! Jika anda pelajar atau mahasiswa maka sonteklah rekan anda (yang layak anda sontek itu) cara belajarnya, cara memenej waktunya, cara menempatkan skala prioritasnya,cara bergaulnya, cara memilih temannya, dll, dsb. Akhirnya… marilah menyontek..tetapi…secara baik dan benar. Trims.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +2 (from 6 votes)
  3. suarti Says:

    nyontek adalah salah satu perbuatan yang tidak terpuji karena merupakan sikap pecundang yg menginginkann hasil optimal tanpa mau bersusah payah. Nyontek biasanya dilakukan oleh para siswa, mahasiswa dan calon pegawai yang sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian karena yg bersangkutan tidak memiliki atau menguasai materi yg diujikan.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 3 votes)
  4. M. Thohir Says:

    biar bagaimanapun nyontek itu membuat orang bikin malas bodoh dan sebagainya

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +2 (from 2 votes)
  5. Lilis Suryani Says:

    Kebiasan menyontek yanng dilakukuan oleh sebagian pelajar kita tidak boleh dibiarkan, apalagi sampai dianggap bahwa menyontek adalah hal yang biasa saja. Membiarkan mereka menyontek berarti kita membiarkan mereka berkembang menjadi pribadi yang malas, curang dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu. Untuk saat ini masih sebatas untuk mendapatkan nilai yang tinggi saja. Bayangkan, apa yang akan terjadi jika kelak mereka menjadi pekerja, pengusaha, ataupun penguasa. Bisa jadi karakter yanng terbentuk ketika mereka menempuh pendidikan akan menentukan sikap mereka kelak.Oleh karena itu kita sebagai pendidik bertanggung jawab untuk meminimalisir kemungkinan bagi mereka untuk menyontek.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 2 votes)
  6. jajahharjanah Says:

    Menyontek adalah suatu kebiasaan yang sering kali dilakukan oleh siswa atau mahasiswa dalam ujian dengan harapan untuk memperoleh hasil optimal tanpa harus bekerja keras dalam hal ini belajar tujuan siswa atau mahasiswa menyontek adalah belum atau tidak menguasai bahan / materi ujian, mengandalkan teman yang lebih pintar dan melihat catatan yang sudah dipersiapkan.
    bila kebiasaan nyontek ini terus menerus dilakukan, maka motivasi siswa atau mahasiswa belajar hanya semata-mata mencari hasil / nilai yang optimal / bagus dengan berbagai cara. Hal ini berarti siswa atau maha siswa tidak pernah menghargai dirinya dan merasakan susahnya belajar.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  7. Iis Djulaeha Says:

    menyontek sudah menjadi budaya dikalangan siswa, ataupun maha siswa hal ini dilakukan karena ingin mendapat nilai yang baik.
    Menyontek biasanya dilakukan ketika sedang mengerjakan soal ujian.
    pada dasarnya menyontek itu tidak baik karena secara tidak langsung mengajarkan ketidak jujuran atau membohongi diri sendiri.
    Jadi dalam mengerjakan soal-soal yang sulit tetap harus dikerjakan sendiri walaupun jawaban tersebut salah, yag penting sudah berusaha.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  8. Juriah Says:

    pendapat saya menyontek sudah menjadi budaya dikalangan siswa ataupun maha siswa. Hal ini dilakukan karena beberapa alasan, antaranya ingin mendapat nilai bagus bahkan juga ada yang ingin dianggap pintar padahal yang mereka lakukan jelas-jelas membohongi diri-sendiri. Sebenarnya jika kita lihat pada hati nurani hal yang kita lakukan secara tidak langsung akan dampak kemasa depan. Oleh karena itu alangkah baiknya jika kita ingin mendapatkan hasil ujian yang maksimal harus berusaha dengan bersungguh-sungguh. dan selalu berdo’a kepada Allah SWT. Agar apa yang kita lakukan mendapat Ridhonya.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  9. Ismail Says:

    Budaya menyontek ibarat dua mata uang logam yang tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan. Di satu sisi, siswa atau mahasiswa dituntut untuk dapat berprestasi dengan hasil yang maksimal, di sisi yang lain pengetahuan atau kemampuan siswa atau mahasiswa yang minim dengan pengetahuan yang dia miliki kurang, sehingga pada sangat ia dihadapkan pada situasi yang tegang (ujian), maka untuk mengantisipasi hasil yang jelek, mau tidak mau ia harus “MENYONTEK”.
    Walaupun sebenarnya menyontek itu tidak sesuai dengan hati nuraninya.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  10. saipulloh Says:

    Bagaimanapun kebiasaan mencontek dalam belajar merupakan tindakan tidak terpuji, mungkin kalimat ini pun sudah didapat oleh semua para peserta didik sejak kelas 3 SD.Namun ibarat penyakit sudah kronis,ibarat makanan sudah mendarah daging.Mencontek merupakan sudah menjadi budaya dalam pergaulan hidup anak sekolah, semua penyakit pasti ada obatnya.Apakah obat untuk menghilangkan Virus mencontek? yang perlu kita tanamkan adalah nilai-nilai etika dalam menuntut ilmu atau paradigma yang sudah lama jarang terlihat dan dipelajari, dalam agama islam semua sudah pasti tau sebuah buku yang berjudul “Ta’lim Mu’talim” yang memang didalamnya membahas bagaiman seorang thalib ( penuntut ilmu ) harus berperilaku terhadap guru, teman menuntut ilmu maupun ilmu yang sedang dipelajari. Sehingga tindakan-tindakan yang tidak terpuji dapat dihindari. Mengenai penyebab menyontek mungkin saya p[erlu menambahkan selain yang sudah disebutkan didalam artikel Psikologi Menyontek yaitu : Tekanan nilai yang tinggi dari guru adalah suatu faktor yang menyebabkan siswa dan siswi menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan nilai tersebut. Jadi penyebab mencontek adalah jangan hanya dilihat dari segi si-pelaku masih banyak hal-hal lain yang menyebabkan si-pencontek itu melakukan hal tersebut.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  11. Ida Mustafida Says:

    Menyontek seolah telah menjadi budaya dinegara kita,sehingga muncul slogan “kurang afdhol kalau belum nyontek”
    Menurut saya,sistem pendidikan dinegara kita inilah yang menyebabkan banyak pelajar dari tingkat SD-Perguruan Tinggi untuk menyontek.karena banyaknya ilmu pendidikan yang harus mereka pelajari untuk mencapai tujuan akhir dari suatu pendidikan,yaitu LULUS.
    Seorang pelajar melakukan nyontek,karena mereka tidak mengusai materi pelajaran yang memang tidak mereka sukai/minati.Hal ini dilakukan agar ia dapat menjadi kebanggaan bagi orang orang disekitarnya dengan hasil belajar yang diraihnya.walaupun hasil yang dicapainya didapatkan dengan cara menyontek.
    Oleh karena itu sebagai tenaga pendidik kita harus menanamkan kepada anak didik,bahwa menyontek bukanlah suatu usaha yang baik dan benar dalam memperoleh nilai yang memuaskan.Insya Allah budaya nyontek tidak akan menjadi tren lagi bagi pelajar di negara kita.Dan lambat laun dapat dihilangkan dari budaya pendidikan di negara kita.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  12. Amenah hm Says:

    Budava sontek menyontek sepertinyaq bukan lagi paradigma baru di negeri kita ini ,khususnya dilembaga pendidikan atau sekolah dan perguruan tinggi .karena dibeberapa sekolah ternyata kebiasaan negatif sudah berlangsung dari tahun ke tahun,dan hal itu justru difasilitasi oleh pihak sekolah sendiri dengan mengabaikan harga diri mereka dan sekolah demi kelulusan para siswa mereka kondisi ini terus berlangsung lama sehingga sudah merupakan hal yang biasa,bahkan pihak sekolah dan guru pun sudah tak merasa bersalah atas kebiasaan yang tak terpuji ini. padahal jika dilihat dari sisi mana pun contek-mencontek tidak dibenerkan sama sekali oleh alasan mana punapa lagi jika dilihat dari sisi agama hal tersebut merupakan perbuatan tak terpuji terlepas dari itu semua rasanya tak perlu menyalahkan satu pihak saja,baik guru siswa atau pihak sekolah dan menerut saya salah satu cara untuk menghilangkan kebiasaan jelek ini mendidik dan membangun akhlak dan moral guru dan siswa dengan dibekali moral yang baik mudah-mudahan mereka benar-benar menyadari bahwa menyontek tidak benarkan sama sekali jika demikian walaupun ada kesempatan maka siswa merasa malu menyontek atau memberi contekan sehingga mereka menjadi siswa dan guru yang propesional saran saya selanjutnya agar pihak sekolah membuat peraturan atau undang-undang larangan menyontek bagi ayng melanggarnya baik siswa maupun guru yang membantu untuk menyontek diberikan sangksi atau hukuman siswa tidak diluluskan dan guru di keluarkan mungkin dengan peraturan seperti ini pendidikan di negara kita ini bisa lebih baik lagi mutu pendidikannya.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  13. Suryani Says:

    Menyontek itu adalah perbuatan yang tidak terpuji, karena menyontek secara tidak langsung ini ialah perbuatan curang, untuk mendapat hasil yang bagus tanpa harus berkorban dengan cara yang maksimal, secara tidak langsung menyontek ini pun sama hal nya dengan mencuri apabila contekan didapat dari teman secara sembunyi-sembunyi, hal ini membuat murid semakin malas dan semakin bodoh, karena hal yang didapat hanya bertujuan untuk mendapat nilai yang baik tanpa ia mengerti dan mendalami materi yang sedang diujikan atau dipelajari. Agar budaya menyontek ini tidak terus menerus turun temurun terjadi dikalangan pelajar maupun mahasiswa maka guru maupun dosen selaku pendidik harus lebih ketat dalam mengawasi peserta yang sedang ujian atau menjalani tes, selalu memperingati siswa atau mahasiswa untuk rajin belajar, dan memberikan sanksi-sanksi kepada pelaku menyontek agar ia jera dan tidak mengulanginya kembali. Dengan berkurangnya budaya menyontek dikalangan pelajar maupun mahasiswa maka InsyaAllah pelajar-pelajar dan mahasiswa di Indonesia akan semakin berkualitas.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  14. fatimah Says:

    Fatimah
    Apa yang di maksud dengan pertumbuhan individu anak?
    Jawab
    • Proses Perubahan dan perkembangan secara bertahap mengenai keadaan fisik, social, emosional, moral dan mentalnya.
    • perkembangan merupakan hasil pertumbuhan, kematangan dan belajar. Perkembangan menganut prinsip sebagai berikut; 1) perkembangan berlangsung sepanjang hayat, 2) ada perbedaan irama dan tempo perkembangan, 3) dalam batas tertentu perkembangan dapat dipercepat, 4) perkembangan dipengaruhi oleh faktor bawaan, lingkungan, dan kematangan, 5) untuk aspek tertentu perkembangan wanita lebih cepat daripada pria, 6) individu yang normal mengalami semua fase perkembangan. (b) fase perkembangan secara umum adalah 1) masa pre natal, 2) masa bayi, 3) masa anak, 4) masa remaja, 5) masa dewasa, dan 6) masa tua, (c) aspek perkembangan terdiri dari perkembangan kognitif, sosial, bahasa, moral, emosi, fisik, dan penghayatan keagamaan.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  15. darjah Says:

    Kesimpulan akibat menyonyek

    Dasar penyebab menyontek

    1. Materi terlalu banyak
    Siswa akan lupa dengan pelajaran karena materi yang di sampaikan terlalu bertele tele dan banyak, sehingga daya ingat siswa kurang dan mengakibatkan siswa itu mnyontek untuk meraih nilai bagus.
    2. Mengandalkan teman, sahabat yang pintar
    Ini merupakan prioritas utama dalam meraih keberhasilan untuk memperoleh nilai bagus, siswa selalu mengandalkan temannya yang pintar,dan siswa itu tidak mau berusaha untk bertanya dan minta di ajarkan caranya.
    3. Guru/ dosen yang kurang menjelaskan secara detail
    Banyak pengajar cara meyampaikan materi pelajaran
    Kurang menguasai sehingga siswa kurang tanggap dan memahami materi tersebut, dan kurang diberi kesempatan untuk bertanya, jadi dalam tes siswa melakukan penyontekan untuk meraih tes yang bagus dengan tidak wajar.
    4. latihan tes kurang.
    Pengajar atau siswa kurang berlatih dalam belajar dan menerima pelajaran dalam menjawab soal. Dalam mengadakan latihan soal kurang. Sehingga siswa kurang ingat.

    Kesimpulan dari materi menyontek adalah.

    1. Menyontek merupakan perbuatan yang tidak bagus, karena siswa tidak mandiri, yang mengakibatkan kebodohan selamanya.
    2. Menyontek merupakan siasat untuk kehancuran. Dan menyontek merupakan seseorang tidak bisa menguasai materi pelajaran.
    3. Tempat menentukan prestasi, menurut saya salah, karena seseorang tersebut tidak bertanggung jawab dan selalu menghandalkan temannya, dan kemudian otaknya tidak berkembang selamanya sampai dia belajar untuk meraih cita cita kemudian.
    4. Seorang yang menyontek, kurang rasa percaya diri, dan kurang jujur, mengakibatkan kehancuran moral dan etikanya dalam berpikir.

    Jadi sebagai siswa tanggapan positif saya adalah
    Agar tidak menyontek hal yang di lakukan siswa adalah
    1. banyak berlatih
    2. banyak belajar dan membaca
    3. jujur dan banyak bertanya
    4. Ada rasa ingin tahu
    5. motivasi dan dorongan minat belajar
    6. Berdoa
    7. Memanfaatkan teman pintar sebagai tutor sebaya.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  16. fatimah Says:

    Kesimpulan dan tanggapan mengenai menyontek bagi seorang siswa

    Hal hal Penyebab siswa ingin menyontek
    Negatif
    1. Ingin berhasil tanpa usaha yang melelahkan
    Disini seorang siswa tidak mau berfikir dia hanya mencari jalan pintas bagaimana cara untuk memperoleh nilai yang baik. Siswa tidak mau belajar dan tidak mau berusaha, karena keterbatasan waktu dan kemalasan rasa ingin tahu.
    2. Bahan yang diujikan tidak menarik
    Materi yang di ajarkan kepada siswa tidak menarik dan siswa bosan karena materinya terlalu membosankan, bukan mengikuti perkembangan dan bersifat baku, sehingga siswa tidak suka pelajaran, dan ketika di ujikan untuk melakukan tes dengan keterpaksaan siswa tersebut menyontek
    3. Sistem pengawasan ujian longgar,
    Pada kategori ini siswa di kelas terlalu banyak dan system yang digunakan kurang bagus, sehingga dalam ujian di kelas kurang terpantau dan kurang pengawasan yang mengakibatkan siswa menyontek ke teman sebelahnya.atau dengan sengaja menyontek pada catatan, karena pengawas lengah. Dan siswa yang mengikuti tes terlau banyak dan pengawasnya berkurang.
    4. kurangnya ide dan wawasan dalam belajar,
    5. terlalu banyak pekerjaan dan kurang mengatur waktu
    Positif
    1. Rasa ingin tahu dan mengambil gaya belajar teman yang pintar.
    Biasanya siswa yang sifatnya seperti ini ingin menyontek cara belajar yang trik bagus yang selalu memperhatikan temannya. Terutama cara belajar temannya, dan dalam penglihatan sehari hari menurut cara itu menambah nilai yang baik,
    2. Igin meniru penampilan gaya belajar, dan kretivitas , orang lain, sehingga hal tersbut dengan tujuan dia berubah, karena hal yang di lakukan untuk mengadakan perubahan yang lebih baik.
    3. Menyontek cara mengatur waktu belajar, dan mencari sela sela, dari temanya yang versifat positif sehingga dia menirunya dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi belajarnmya
    Kesimpulan dari keduanya :
    Ternyata menyontek yang dilakukan oleh siswa ada yang bersifat positif dan negative,

    ? Menyontek sesuai pepatah arab adalah al ilmu fi al shundur la fi shutur, ilmu itu ada di dada bukan di lembar lembar kertas artinya mesti ada proses internalisasi, dari apa yang menjadi kajian seorang agar tetap melekat pa ingatan berjangka lama, ( long Term Memory)

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  17. darjah Says:

    Dasar penyebab menyontek

    1. Materi terlalu banyak
    Siswa akan lupa dengan pelajaran karena materi yang di sampaikan terlalu bertele tele dan banyak, sehingga daya ingat siswa kurang dan mengakibatkan siswa itu mnyontek untuk meraih nilai bagus.
    2. Mengandalkan teman, sahabat yang pintar
    Ini merupakan prioritas utama dalam meraih keberhasilan untuk memperoleh nilai bagus, siswa selalu mengandalkan temannya yang pintar,dan siswa itu tidak mau berusaha untk bertanya dan minta di ajarkan caranya.
    3. Guru/ dosen yang kurang menjelaskan secara detail
    Banyak pengajar cara meyampaikan materi pelajaran
    Kurang menguasai sehingga siswa kurang tanggap dan memahami materi tersebut, dan kurang diberi kesempatan untuk bertanya, jadi dalam tes siswa melakukan penyontekan untuk meraih tes yang bagus dengan tidak wajar.
    4. latihan tes kurang.
    Pengajar atau siswa kurang berlatih dalam belajar dan menerima pelajaran dalam menjawab soal. Dalam mengadakan latihan soal kurang. Sehingga siswa kurang ingat.

    Kesimpulan dari materi menyontek adalah.

    1. Menyontek merupakan perbuatan yang tidak bagus, karena siswa tidak mandiri, yang mengakibatkan kebodohan selamanya.
    2. Menyontek merupakan siasat untuk kehancuran. Dan menyontek merupakan seseorang tidak bisa menguasai materi pelajaran.
    3. Tempat menentukan prestasi, menurut saya salah, karena seseorang tersebut tidak bertanggung jawab dan selalu menghandalkan temannya, dan kemudian otaknya tidak berkembang selamanya sampai dia belajar untuk meraih cita cita kemudian.
    4. Seorang yang menyontek, kurang rasa percaya diri, dan kurang jujur, mengakibatkan kehancuran moral dan etikanya dalam berpikir.

    Jadi sebagai siswa tanggapan positif saya adalah
    Agar tidak menyontek hal yang di lakukan siswa adalah
    1. banyak berlatih
    2. banyak belajar dan membaca
    3. jujur dan banyak bertanya
    4. Ada rasa ingin tahu
    5. motivasi dan dorongan minat belajar
    6. Berdoa
    7. Memanfaatkan teman pintar sebagai tutor sebaya.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  18. Darjah Maarif Says:

    menyontek merupakan perbuatan yang tidak bagus,karna sisiwa tidak mandiri,yang mengakibatkan kebodohan selamanya. menyontek merupakan siasat untuk kehancuran. dan menyontek merupakan seseorang tidak bisa menguasai materi pelajaran.tempat menentukan prestasi menerut saya saya slah,karna seseorang tersebut tidak bertanggung jawab dan selalu mengandalkan temannya,dan kemudian otaknya tidak berkembang selamanya sampai ia belajar untuk meraih cita-cita kemudian.seorang yang menyontek,kurang merasa percaya diri,dan kurang jujur,mengakibatkan kehancuran moral dan etikanya dalam berfikir. siswa tidak bisa berkeatifitas dan berkembang. jadi sebagai siswa tanggapan saya adalah agar tidak menyontek hal yang dilakukan siswa adalah
    1.banyak berlatih.
    2.belajar dan membaca dan menghafal
    3.ada rasa ingin tau
    4.motifasi dan dorongan minat belajar
    5.berdo’a.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  19. Fatimah Says:

    secara pribadi saya tidak mendukung kebiasaan hidup menyontek bagi siswa atau mahasiswa dalam hal mengerjakan tugas-tugas terutama dalam mengerjakan soal ujian. menerut saya pekerjaan menyontek adalah pekerjaan yang tidak terpuji,bahkan dapat diindifikasikan tercela,karna dengan kebiasaaaan mencontek dapat membuat kita malas belajar secara tidak sungguh-sungguh dalm mencari ilmu.secara lang sung sudah membohongi diri sendiri dan orang lain.bahkan saya dapat menyimpulkan dengan menyontek pada waktu sekolah atau kuliah dapat berimplikasi pada kehidupan sehari-hari,baik dikantor maupun dalam pergaulan sehari-hari bahkan yang lebih extrime lagi akan menjadi orang yang selalu membohongi dirinya sendiri dan orang lain. serta selalu memanipulasi segala macam aspek sebagai kehidupan,yang tidak benar menjadi benar,yang salah menjadi akurat,bahkan yang paling tercela menjadi kotor.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  20. Sri Dwi Rahmawati Says:

    Komentar/tanggapan mengenai psikologi nyontek;
    Budaya nyontek adalah akibat dari lemahnya akidah peserta didik.Tertanamnya keyakinan Alloh selalu mengawasi setidaknya dapat membuat seseorang takut untuk melakukan kecurangan.Ironisnya, kebiasaan buruk ini justru dilakukan oleh sebagian para “pendidik”.Padahal kebiasaan buruk nyontek para pelajar kelak berakibat kepada diri mereka sendiri seperti malas dalam belajar dan terbiasa dalam melakukan kecurangan, dan yang terpenting budaya mencontek hanya menghasilkan generasi yang mempunyai sdm yang rendah.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  21. Iis dahlia Says:

    sebenarnya saya tidak setuju dengan yang namanya nyontek, tapi mau gimana lagi nyontek sudah menjadi tradisi dalam dunia pendidikan, mulai dari siswa SD hingga mahasiswa. Apalagi di zaman sekarang nternet sudah tidak asing lagi keyika guru/dosen memberikan tugas, mereka dengan mudah mencari di Internet. Nyontek juga bisa disebabkan karena kurang percaya diri, takut tidak naik kelas, tidak lulus ujian dan sebagainya. Nyontek ketika ujian berlangsung sudah menjadi rahasia umum sebenarnya lembaga pendidikan mempunyai aturan yang melarang siswanya nyontek tapi pada perakteknya berbeda, mungkin karena tidak adanya sanksi dari lembaga itu sendiri.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  22. Marsudih Says:

    Setelah saya membaca artikel psikologi nyontek saya menarik kesimpulan menyontek adalah sudah menjadi budaya baik dikalangan pelajar pengusaha dan lainnya. Pada dasarnya budaya menyontek ini saya tiadak setuju karena tidak sesuai dengan kenyataan. Oleh sebab itu kebiasaan yang kurang baik ini mari kita rubah dan kita sampaikan kepada khalayak ramai.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  23. apendi Says:

    Mencontek tidaklah baik bila dilakukan dalam ruang ujian demi mengejar hasil yang oke bahkan mungkin fantastis, itu Cuma hasil yang semu dan tidak membanggakan sama sekali. Buat apa dapat nilai yang tinggi kalau hasil mencontek?, bahkan kalau ditanyakan kepada para “contekers” mereka tidaklah bahagia….ketika mereka tersenyum mendapat nilai yang bagus padahal hati kecil mereka sedih karena hasil yang didapatkan adalah hasil mencontek, kalau ternyata hati kecil mereka tak sedih juga, mungkin di hati kecil mereka yang lebih kecil lagi pasti SEDIH dan MALU. dan yang terpenting adalah bukan hasil yang baik tapi proses yang baik, karena kalau prosesnya yang baik pasti hasilnya adalah BAIK!
    Mencontek adalah baik bila dilakukan dalam kehidupan nyata, karena sudah banyak contoh bahwa mencontek itu baik (dalam kehidupan nyata ) seperti banyaknya orang yang ingin kaya seperti Liem Su Liong atau seperti Bakrie yang punya perusahaan banyak atau seperti Om Bob Sadino pengusaha nyentrik yang sukses, atau mungkin seperti Mario Teguh seorang motivator yang sekali jadi motivator saja fee-nya sama dengan fee beliau sebelumnya sebagai pejabat teras di sebuah bank. mereka memang dinilai pantas untuk dicontek. Tentunya semua yang akan dicontek adalah yang baik – baik saja bukannya mencontek untuk kalah seperti kalahnya mereka di kursi kepemimpinan RT atau RW atau yang lebih tinggi lagi, tentunya bukan yang seperti itu. Bukankah kalau mau mendahului kita harus membuntuti dulu dari belakang dan kalau sudah ada kesempatan baru tancap gass!.
    apendi….D.414

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  24. Hambali Says:

    Menurut saya kebiasaan menyontek sudah menjadi tradisi dan membudaya dilingkungan pelajar kita, nyontek merupakan suata perbuatan jalan pintas untuk meraih keberhasilan dan kesuksesan tanpa harus bersusah payah.Begitu banyak para pelajar yang merasa kurang percaya diri atau malas untuk mempersiapkan diri dalam mengahadapai ujian.

    Nyotek tidak hanya dilakukan oleh pelajar tingkat dasar dan menengah bahkan mahasiswapun masih banyak yang menyontek. Bagi mereka menyontek itu sesuatu yang dianggap wajar dan biasa selama yang dilakukan tidak ketahuan oleh Guru/Dosen dan Pengawas, mereka tidak lagi merasa takut atau malu bila mendapatkan nilai yang bagus dari hasil contekan.
    Budaya nyontek tidak hanya tidak hanya terjadi pada dunia persekolahan saja bahkan dalam dunia bisnis juga terjadi, sebagai contoh Pengusaha Restauran, dimana sang Pengusaha meniru berbagai tata cara restauran yang telah maju.
    Inilah faktanya ternyata menyntek sudah membudaya tidak hanya dikalangan pelajar bahkan dibisnispun ada yang menyontek.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  25. Yusuf Says:

    Menurut pendapat saya bahwa perbuatan menyontek adalah perbuatan yang kurang baik untuk dikerjakan, karena karena menyontek merupakan sikap pecundang yang menginginkan hasil optimal tanpa haruis bersusah payah, biasanya nyontek dilakukan oleh para siswa dan mahasiswa yang sedang mengerjakan ulangan atau ujian Menyontek bisa dilakukan bagi orang yang :
    1. Ingin berhasil tanpa usaha yang melelahkan
    2. Ingin membahagiakan pihak lain
    3. Karena malu tidak tidak disebut berprestasi
    4. Tidak menguasai bahan yang duji.

    2.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  26. sholihat Says:

    Saya setuju bila menyontek sebagai bahan permulaan kreatifitas,karena dengan menyontek memungkinkan proses kreatif yang terus menerus untuk menciptakan produk,baik barang atau jasa maupun produk kreatif lainnya.
    Namun saya kurang setuju bila menyontek dijadikan tradisi bagi para siswa pada saat ujian berlangsung,karena akan mendidik siswa malas belajar,tidak memiliki tanggung jawab dan tidak akan menghasilkan manusia yang berkwalitas.Jadi menyonteklah secara kreatif yang dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  27. Siti Zaenah Says:

    Menyontek memang kebiasan buruk yang harus dihilangkan. Untuk menghilangkan kebiasaan itu harus dimulai dari diri kita sebagai pendidik dan mengarahkan siswa dengan kebiasaan bersikap jujur.
    Apalah artinya nilai bagus kalau bukan hasil jirih payah sendiri. Kalau kita sudah berusaha lalu dapat nilai tidak memuaskan gali lagi potensi kita pada bidang yang lain.
    Saya juga tidak setuju dengan ketatnya pengawasan UN dengan sistem silang pengawas, sementara hasil UN sebelum dikirim tetap disortir oleh tim sukses UN sekolah bersangkutan.Kalau budaya seperti itu dibiasakan mau jadi apa generasi kita ??

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  28. jaelani Says:

    Untuk diruang ujian akhir sekolah saya sangat setuju apa yang ditulis oleh bapak . alasannya:
    Bahwa yang menyotek atau yang memberi contekan baik siswa kapada siswa batau guru kepada siswa dalam hal ujian adalh perbuatan yang tidak baik atau tidak terpuji. Mudah2an artikel yang bapak tulis dibaca oleh para siswa dan guru agar supaya mereka tahu bahwa perbuatan menyontek dan memberikan contekan adalh perbuatan tercela. Bagaimanapun bagusnya nilai ujian kalau hasilnya menyontek itu sangat tidak membanggakan diri sendiri maupun orang lain.

    Tetapi untuk hal yang lainnya seperti dalam bidang membuat pakaian .kita menyontek dalam membuatnya lalu kita tambahkan ide2 atau model2 yang lain agar supaya lebih sempurna.

    Dalam bidang membuat makanan kita menyontek resepnya lalu kita tambahkan ide2 yang kita miliki magar supaya lebih nikmat dan menarik.

    Dalam bidang akhlak kita harus menyontek kepada akhlak nabi kita Muhammad SAW

    Dalam bidang salat kita harus mencontoh sholatnya nabi….

    dll

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  29. H. Suryadi Says:

    Betul apa yang bapak katakan dalam artikel ini, tentang hal-hal yang menyebabkan orang itu menyontek. Karena dari sinilah nilai-nilai kepercayaan diri menjadi rapuh. Seorang pepatah arab mengatakan “ Al-I’timadu ala nafsi asasu najahi” bersandar pada diri sendiri adalah pangkal kesuksesan.

    Dan ini menjadi sebuah dilematis sekaligus tantangan buat guru-guru untuk menerapkan disiplin dalam pendidikan khususnya dalam hal ujian nasional.

    Istilah tekan menekan yang Bapak ungkapkan dalam artikel ini bukan suatu hal yang tabu, buat saya ini merupakan buah simalakama yang sulit untuk dihindarkan. kalau terus begini kapan dunia pendidikan kita akan maju ? inilah saatnya buat kita para guru untuk mengubah paradigma yang bobrok ini .

    Kalau menyontek hal-hal yang bersifat fositif seperti kreativitas, barang kali itu sah-sah saja selagi kreativitas itu terus dikembangkan sehingga menghasilkan karya-karya yang bagus demi kemajuan bangsa ini.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  30. hj. maesaroh Says:

    ya saya setuju
    budaya nyontek itu jangan dibiasakan, karena dapat merusak generasi yang akan datang.
    Mau jadi apa mereka kelak kalau dari sekarang sudah dididik nyontek saat UN dari pengawas itu sendiri atau dikoreksi dulu sebelum dikirim oleh tim sukses nya

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  31. arfah Says:

    Ini tanggapan dan komentar saya atas artikel Bapak.
    Nama: Arfah
    Setelah saya membaca ini saya berpendapat bahwa fenomena mencontek/menyontek/sontek atau apapun namanya merupakan kegiatan yang sudah mengakar dalam dunia persekolahan di Indonesia. Kegiatan mencontek dapat di sandingkan dengan korupsi di Indonesia yang sudah mengakar dan sulit diberantas. Akan tetapi menurut pandangan saya, ini merupakan tantangan bagi pendidik/dosen bagi perbaikan dunia pendidikan kedepan, agar menghasilkan lulusan yang berkwalitas.
    Untuk menghilangkan kebiasaan mencontek secara instant/ cepat memang tidak mungkin, akan tetapi diperlukan proses yang panjang dan berkelanjutan untuk menanamkan pada peserta didik/ mahasiswa bahwa ilmu itu ada di dada bukan di lembar-lembar kertas ( sesuai pepatah Arab al ilmu fi al shudur la fi shutur ) melalaui beberapa cara.
    Cara yang saya maksudkan di sini adalah menyiasati bentuk-bentuk pengambilan nilai evaluasi ( Ulangan,UTS,ULUM ataupun Ujian ) ke dalam bentuk lain selain bentuk tertulis. Sehingga dapat mengikis dan meminimalisir kegiatan nyontek. Evalusi dapat dilaksanakan dengan tes lisan, pembelajaran proses ataupun dengan menggunakan metode mikro teaching. Sehingga dengan sendirinya akan tertanam pada peserta didik/mahasiswa bahwa untuk menyelesaikan pendidikannya tidak bisa bergantung pada orang lain ( dengan cara menyontek ) akan tetapi harus lahir dari keinginan dirinya sendiri, di jamin dengan menjalani tes seperti ini ( Tes Lisan, Pembelajaran Proses, study kasus ataupun metode Mikro Teaching ) peserta didik/mahasiswa akan selalu senantiasa berusaha ( dengan cara belajar dan mempersiapkan dirinya ) siap untuk menjalani evaluasi penilaian/tes.
    Cara lain yang dapat di tempuh adalah dengan memberikan suatu pendidikan moral kepada peserta didik/mahasiswa sehingga bagi yang melanggar akan timbul perasaan malu untuk mengulanginya. Pendidikan moral yang dimaksud di sini dilakukan dengan cara memberikan schok therahpy yang dimulai dari hal-hal yang kecil di kelas. Contohnya adalah mengajak bertepuk tangan peserta didik/mahasiswa yang tidak terlambat dating terhadap peserta didik/mahasiswa yang terlambat datang, pendidik/dosen member ketauladanan dengan selalu datang tepat waktu, ataupun mengadakan evaluasi atau tes secara dadakan,sehingga peserta didik/mahasiswa tidak ada waktu untuk mempersiapkan bahan-bahan contekan, karena pada prinsipnya kewajiban peserta didik/mahasiswa harus selalu siap menghadapai evaluasi/tes kapanpun dan dimanapun.
    Demikian pendapat yang dapat saya berikan, mudah-mudahan ini dapat memberikan kontribusi bagi perbaikan dunia persekolahan di Indonesia.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  32. siti zaenah Says:

    ya, saya tidak setuju dengan budaya menyontek para pelajar dan mahasiswa saat ulangan harian, UTS, UN / UAS. Kebiasaan menyontek itu tidak baik dan harus dihilangkan karena tidak sesuai dengan ajaran agama.
    Untuk menghilangkannya mulailah dari diri kita sebagai pendidik. Kemudian tanamkan kepada anak didik kita kebiasaan hidup jujur, dan ingatkan pada mereka bahwa Allah maha mengetahui apa yang kita perbuat

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  33. ramdan Says:

    Ass.menurut pendapat saya,apa2 yang dipaparkan dalam psikologi nyontek, adalah suatu kritikan bagi siapa saja yang merasa pernah melakukannya .Dan inipun adalah sebuah teguran bagi semua guru/dosen,supaya mendidik siswanya agar lebih percaya diri,merasa bangga dan puas dengan hasil yang dibuat oleh siswa itu sendiri.Karena sebagus-bagusnya nilai yang diperoleh dari menyontek, tetap lebih bagus hasil kerjaan sendiri.Serta bagus dan tidaknya hasil sesuatu yang kita kerjakan, kita harus memiliki sikap introsfeksi diri.Kalau itu baik/bagus maka kita harus tingkatkan dan apabila tidak/kurang maka kita harus perbaiki dan jangan sampai kita putus asa apalagi harus menyontek ketika ujian.Berusahalah terus dan janganlah malu untuk bertanya kepada siapapun apalagi dalam hal peningkatan SDM.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  34. Fatiyah Says:

    Menyontek bisa dilihat dari segi baiknya dan ada juga dari segi buruknya…. tentunya jika dilihat dari segi baiknya seseorang dapat meningkatkan presetasi dan kreativitas bahkan lebih maju dari dari apa yang dicontek… contohnya menyontek kepribadian yang baik, menyontek dalam bidang usaha dll… bisa dikatakan pelaku yang lebih banyak melakukan segi baik menyontek yaitu masyarakat luas…. namun dalam segi buruk menyontek mungkin banyak dilakukan oleh siswa dan mahasiswa ya… tentunya banyak sebab sehingga menyontek dijadikan tradisi…
    Tanggapan saya…. menyontek dari segi baiknya saya sangat setuju akan tetapi dari segi buruknya saya sangat tidak setuju karena menjadikan kepribadian yang malas dan tidak disiplin…. dan akan ketahuan hasil dari pendidikan yang baik dan buruk yang telah dilakukan kelak orang tersebut akan menyesal dikemudian hari….

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: -1 (from 1 vote)
  35. winda ameliana Says:

    pada dasarnya perbuatan menyontek adalah sebuah perbuatan tidak terpuji (apapun alasan dari menyontek itu sendiri)karena menyontek adalah mencontoh dan atau meniru hasil kerja oreng lain baik dalam hal belajar mengajar atupun dalam pembuatan sebuah produk (tiruan).khususnya dalam belajar mengajar, dalam hal mencontek tercermin beberapa hal :
    1. tidak percaya diri (PD) dengan kemampuannya sendiri
    2. tercermin sikap pemalas
    3. cenderung mengandalkan orang lain
    4. sama dengan membodohi diri sendiri
    5. dll
    dilain pihak mencontek atau memberi contekan pada saat unjian berlangsung dan atau dalam kegiatan belajar mengajar merupakan suatu mara bahaya yang sangat besar.karena itu sama dengan mendidik siswa untuk malas dan tidak belajar,pembodohan secara masal,pembunuhan karakter (bagi siswa yang mampu),tidak bertanggung jawab serta tidak akan menghasilkan manusia yang berkualitas dan bertanggung jawab.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +2 (from 2 votes)
  36. Iik Baehaqi Says:

    menurut ilmu kejiwaan nyontek merupakan suatu gejala yang timbul pada diri manusia yang tidak mampu melakukan suatu usaha atau pekerjaan,sehingga dapat mempengaruhi mental seseorang yang membuatnya ketergantungan pda orang lain dan tdak percaya pada diri sendiri/engga pede.
    perilaku mencontek tidak baik bagi perkembangan jiwa seseorang khususnya pada anak-anak sekolah yang masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  37. Nurhayati Says:

    Pertanyaan :
    Mengapa dalam pelajaran ini jangkauan wawasannya sangat luas sekali
    Jawaban :
    Karena dalam mata kuliah penajqaran ilmu pendidikan membahas mengenai ilmu pendidikan tata cara pengajaranyang tujuannya untuk membentuk manusia robbani
    Komentar :
    Secara pribadi saya kurang setuju dengan kebiasaan menyontek, khususunya bagi pelajar karna pada dasarnya belajar adalah merubah seseorang dari tidak tahu menjadi tahu dari tidak bias menjadi bias dari kurang baik menjadi baik. Untuk menempuh perubahan tersebut , pelejar seharusnya rajin dan sungguh sungguh dalam belajar. Justru dengan adanya kebiasaan menyontek dapat membuat pelajar malas dalam menuntut ilmu secara langsung membohongi diri sendiri dan orang lain bahkan dampak negatip yang lebih luas adalah semakin berkurangnya kualitas sumber daya manusia di Negara kita ini

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  38. Fery Anwarudin Says:

    Fery Anwarudin (Bogor III).
    secara pundamental manusia memiliki nafsu yang bersifat kodrati yakni ingin berhasil, bahagia dan berprestasi. namun untuk mencapai kesemuanya itu perlu ketekunan dan keuletan sesuai dengan wahyu yang pertamakali diterima Nabi Muhammad SAW. melalui malaikat jibril(QS. Al-’Alaq ; Iqra ; bacalah). perintah membaca dalam surat ini terdapat dua kali kata iqra. dengan demikian untuk mencapai keberhasilan, kebahagiaan dan prestasi maka ; bacalah, bacalah dan bacalah karena dengan membaca akan menghasilkan pengetahuan. kendati demikian dalam membaca harus dilandasi dengan keikhlasan.
    jadi kata pecundag memang sangatlah pantas dilontarkan dalam dunia pend. terlebih bagi mereka yang tidak mau menggerakkan daya pikirnya(Nyontek). Nyontek memang sebuah kebutuhan bagi manusia selama hal itu dalam posisi yang baik, seperti nyontek pada teman untuk menirukan metode keberhasilan mereka sebagai pemicu guna mencapai tujuan dan kreatifitas yang baik. padahal salah satu hak dan kewajiban kita sebagai manusia adalah menghormati dirinya sendiri atas karunia Tuhan YME, yakni dengan diberikannya kesempurnaan akal sehingga itulah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. jadi bersyukurlah kepada Tuhan YME.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  39. Urip Sugiartatik Says:

    saya sangat setuju dengan apa yang telah bapak uraikan, begitu jelas dan dapat membuka mata hati kita, terutama bagi saya sendiri khususnya dan rekan-rekan mahasiswa/mahasiswi pada umumnya yang telah membaca artikel ini. terus terang memang ini terjadi pada diri saya ketika duduk di bangku MTS dan MA. Ketika materi yang diujikan tidak dapat dikuasai , karena minat membaca dan kemalasan yang menyebabkan say jadi menyontek. Ketika ujian berlangsung tengok kanan – kiri untuk menyontek catatan kecil atau minta jawaban ke teman. karena khawatir akan terjadi hal yang buruk. Rasa takut dan cemaspun bergantian dalam pikiran ini. Tetapi ketika saya menjadi mahasiswi PGTK saya mulai berfikir dengan cermat bahwa menyontek adalah hal yang buruk, tidak halal, malu pada diri sendiri dan malu juga kepada Allah SWT. Kalau kita menyontek dapat mematikan pikiran sehingga jalan pikiran kita tidak bekembang. Apalagi setelah membaca atikel ini … subhanallah apa yang ada dalam artikel ini adalah potret nyata dalam kehidupan yang saya alami, jadi mulai sekarang saya ingin lebih maju lagi terutama dengan banyak belajar, berlatih, berdoa, membaca dan membacalah itu yang utama. Tiada suatu kebehasilan tanpa kerja keras untuk selalu berusaha menjadikan belajar sebagai kebutuhan yang utama walaupun sudah lanjut usia. Tiada kata terlambat selagi kita dapat memperbaiki diri.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  40. Yayu Mulyasih Says:

    Saya sangat setuju dengan tulisan bapak.Bagi saya menyontek tidak ada manfaatnya dan hanya merugikan diri sendiri dan orang lain.Karena saya yakin jika kita menyontek kita tidak akan puas dengan hasil yang kita dapat.Walaupun hasil atau nilainya bagus kita pasti sadar bahwa itu bukan hasil fikiran atau usaha kita dan tidak akan bangga dengan hasil yang kita dapat,karena itu adalah hasil orang lain.Dan saya akan lebih bangga dengan apa yang saya usahakan.Maka dari itu sejak sekolah saya selalu berusaha sendiri tanpa menyontek,agar saya puas dengan apa yang saya dapat karena saya yakin itu adalah hasil kerja keras saya.Dan saya setuju dengan pendapat bapak masalah tim sukses di sekolah-sekolah hanya akan membodohi murid karena yang seharusnya tidak lulus tetapi demi reputasi sekolah diluluskan oleh tim sukses itu.Dan mestinya ada sangsi tersendiri bagi pelakunya.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  41. Jubaedah juju Says:

    Dasar penyebab menyontek :
    1. Akibat Guru kurang menjelaskan dengan jelas tentang materi yang diberikan.

    2. Terlalu banyaknya materi yang harus di ingat.

    3.Ingin mendapatkan nilai yang baik tanpa harus sulit untuk menghafal semua materi.

    4.cenderung mengandalkan orang lain.

    5.tidak percaya diri (PD) dengan kemampuannya sendiri

    Jadi sebagai mahasiswi tanggapan positif saya
    Agar tidak menyontek:
    1. banyak berlatih
    2. banyak belajar dan membaca
    3. jujur dan banyak bertanya
    4. Ada rasa ingin tahu
    5. motivasi dan dorongan minat belajar
    6. Berdoa
    7. Memanfaatkan teman pintar sebagai tutor sebaya.

    Demikian kesimpulan dari saya setelah membaca Artikel psikologi nyontek.semua itu kembali kepada individu masing-masing agar dapat meninggalkan budaya nyontek ini.

    sekian terimakasih,,Jubaedah

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  42. atikah sari Says:

    Sebaiknya kita tidak membiasakan nyontek, karena dengan mencontek nilai yang kita dapat tidaklah murni dan sesuai dengan kemampuan diri kita yang sebenarnya. Jika kita sekolah atau kuliah untuk mencari ilmu sebaiknya kita tidak mencontek. Tapi apabila tujuan kita sekolah atau kuliah hanya ingin mendapat nilai tinggi saja maka contek-mencontek bisa menjadi cara yang cukup ampuh.

    Sistem pendidikan di negara kita memang terlalu mengagung-agungkan nilai. Siswa yang memiliki nilai tinggi akan sangat dihormati dan disayang oleh guru dan sekolah. Padahal orang yang pintar secara akademis belum tentu bisa sukses di dunia kerja karena banyak sekali faktor yang menentukan dalam meraih kesuksesan.

    Bodoh di satu mata pelajaran pun bisa membuat seorang siswa menderita seumur hidup karena ujian nasional mengharuskan siswa menjadi orang sempurna di semua mata pelajaran yang diujikan. Peribahasa tak ada gading yang tak retak / tidak ada orang yang sempurna diabaikan. Itulah sebabnya nilai dianggap begitu penting sehingga mencontek dan manipulasi pun menjadi halal.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  43. E. HENDRAWATI Says:

    Mencontek adalah pekerjaan yang bertentangan dengan nilai-nilai kejujuran. Menyikapi hal tersebut, tugas utama pendidik adalah harus adanya pembinaan terhadap pendidikan nilai dan sikap.
    Pendidikan nilai dan sikap diantaranya membiasakan diri agar tidak mencontek.
    Ciri dari sikap mencontek yaitu timbulnya ketidak percayaan terhadap kemampuan diri sendiri.
    Untuk menghindari hal tersebut, harus adanya suasana sekolah yang kondusif sehingga tercapai kehidupan yang berahlak mulia antar warga sekolah.
    Atas dasar itulah nilai-nilai kejujuran diharapkan dapat terwujud dalam setiap situasi.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  44. Engkar Says:

    kesimpulan bahwa pisikologi nyontek sudah jadi penyebab diantaranya
    1. inggin enek tidak mau berusaha
    2. selalu membahagiakan pihak lain
    3. malu tidak disebut prestasi
    4. kurang menarik
    5. sistim pengawasan yang longgar

    sebenarnya jangan terlalu menyalahkan siswa, alasanya karena siswa datang kesekolah untuk belajar yang menurut KKBI adalah proses perubahan tingkah laku baik kognetif, afektif, atau pisikomotor jadi kesimpulan nyontek bahwa studi tidak relevan dengn pendidikan yang lebih baik bahkan sdemakain bertambah malas belajar baik tingkat anak-anak maupun tingkat dewasa

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  45. Tanenji Says:

    Terima kasih atas seluruh komentarnya. Insya Allah nanti saya akan masukkan dalam draf buku.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  46. Meithy Ariani_0in9 Says:

    ” Budaya mencontek itu wajar. Setiap manusia, bahkan hewan pun mempunyai dorongan, keinginan, atau harapan untuk mencontek.

    Tapi yang patut di’betulkan’ itu budaya mencontek hal positif.
    Misalnya, mencontek kata-kata, sabda, atau filsafat-filsafat untuk dijadikan pedoman dalm hidup.

    Bagi yang kurang sependapat dengan saya, silahkan hub:
    0in9 : 087796776196.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  47. Nunung Nurhasanah Says:

    menurut saya tidak setuju, karena kebiasaan menyontek itu akan merusak generasi yang akan datang. anak didik kita sedangkan UN diperiksa oleh Dinas Pendidikan. Terima kasih.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  48. baehaqi Says:

    1. Baehaqi Says
    2. Menyontek sudah membudaya di Indonesia terutama dikalangan siswa maupun mahasiswa apalagi diterapkan system kelulusan yang nilainya telah ditetapkan oleh pemerintah sehingga pihak pengelola pendidikan mencari aman dengan menggunakan strategi membodohi bukan membuat orang pintar atau berkualitas padahal dalam ajaran islam itu sangat bertentangan sehingga ada pepatah dalam sistim pembelajaran “ assabku harpoon watikroru alpun”
    Belajar satu huruf menghafal seribu kali ini berarti ada perintah proses belajar harus ada usaha menghafal atau penguasaan kognitif afektif sikomoterik sehingga lulus dalam lembaga pendidikan siap dimasyarakat maupun dalam dunia pekerjaan

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  49. Siti Hodijah Says:

    ya saya pun setuju.
    budaya nyontek di Indonesia sudah begitu parah. jangan dibiarkan ini terus terjadi. harus ada yang menghentikannya. jangan sampai PBB menjadikan nyontek sebagai warisan budaya bangsa Indonesia. trims

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  50. MUHTAROM Says:

    Komentar :

    Bagaimanapun juga nyontek itu tidak jujur pada dirinya sendiri

    Sebaiknya kita tidak membiasakan nyontek, karena dengan mencontek nilai yang kita dapat tidaklah murni dan sesuai dengan kemampuan diri kita yang sebenarnya. Jika kita sekolah atau kuliah untuk mencari ilmu sebaiknya kita tidak mencontek. Tapi apabila tujuan kita sekolah atau kuliah hanya ingin mendapat nilai tinggi saja maka contek-mencontek bisa menjadi cara yang cukup ampuh.

    Sistem pendidikan di negara kita memang terlalu mengagung-agungkan nilai. Siswa yang memiliki nilai tinggi akan sangat dihormati dan disayang oleh guru dan sekolah. Padahal orang yang pintar secara akademis belum tentu bisa sukses di dunia kerja karena banyak sekali faktor yang menentukan dalam meraih kesuksesan.

    Bodoh di satu mata pelajaran pun bisa membuat seorang siswa menderita seumur hidup karena ujian nasional mengharuskan siswa menjadi orang sempurna di semua mata pelajaran yang diujikan. Peribahasa tak ada gading yang tak retak / tidak ada orang yang sempurna diabaikan. Itulah sebabnya nilai dianggap begitu penting sehingga mencontek dan manipulasi pun menjadi halal.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  51. encah heria heriyanti Says:

    Pendapat saya tentang artikel bapa :
    saya sangat senang dengan artikel yang anda buat karena menurut saya menyontek adalah perbuatan yang kurang baik dan dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, selain itu akibat dari menyontek adalah dapat membuat seseorang menjadi malas dan tidak percaya diri.
    “cerminan pelajar yang menyontek adalah budaya korupsi semenjak dini”

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  52. u.burhanudin Says:

    nyontek pada dasarnya adalah pitrah manusia dari kecil hingga dewasa tetap nyontek atau bisa jg disebut meniru. Psisikologi nyntek 1.nyontek pekerjaan hina.2.nyontek biasa dilakukan orang yg malas

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  53. MIMIH Says:

    menyontek jelas merupakan perbuatan yang tidak baik, dan cenderung melemahkan potensi yang dimiliki seseorang, sesungguhnya ketika seseorang menyontek, maka dia telah membodohi dirinya sendiri karena dia tidak menggunakan kemampuan nalar atau logika nya dalam berpikir ketika menjawab soal.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 2.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  54. Heri Suanta Says:

    Saya setuju dengan pendapat Bapak mengenai budaya nyontek yang selama ini merebak bukan hanya dikalangan pelajar termasuk juga dikalangan pegawai juga para seniman yang sering kali mencontek hasil karya orang lain dengan berbagai jenis yang pada dasarnya hanya itu-itu juga, dengan kata lain hasil contekan atau plagiat ini disebabkan karena adanya sifat tidak percaya diri dan ingin memperoleh hasil yang maksimal dengan cara yang mudah, artinya tanpa usaha keras. sekian

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  55. entong yahya Says:

    menurut saya,menyontek itu ada baiknya dan ada buruknya.tergantung seseorang menempatkannya.walau bagaimanapun juga,kita harus percaya pada diri sendiri.percuma saja jika mendapat nilai yang baik tetapi dengan cara yang tidak baik.bukankah itu dinamakan sia-sia?untuk apa dari awal belajar jika diakhiri dengan menyontek?

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 1.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  56. Ahmad Faridudin Says:

    Menyontek atau cheating memang bukan hal baru dalam dunia pendidikan maupun dalam hal yang lainnya, yang biasanya dilakukan oleh seorang atau sekelompok siswa/mahasiswa pada saat menghadapi ujian (test), misalnya dengan cara melihat catatan atau melihat pekerjaan orang lain atau pada saat memenuhi tugas pembuatan makalah (skripsi) dengan cara menjiplak karya orang lain dengan tanpa mencantumkan sumbernya (plagiat).
    Komentar saya nyonyek merupakan tindakan bohong, curang, penipuan guna memperoleh keuntungan teretentu dengan mengorbankan kepentingan orang lain.
    maraknya korupsi di Indonesia sekarang ini memiliki korelasi dengan kebiasaan menyontek yang dilakukan oleh pelakunya pada saat dia mengikuti pendidikan.
    aturan baku yang melarang para siswanya sebenarnya, secara formal setiap sekolah atau institusi pendidikan lainnya pasti telah memiliki. Namun kadang kala dalam prakteknya sangat sulit untuk menegakkan aturan yang satu ini
    Yang lebih mengerikan tindakan nyontek dilakukan secara trrencana dan konspiratif antara siswa dengan guru, tenaga kependidikan (kepala sekolah, birokrat pendidikan, pengawas sekolah, dll) atau pihak-pihak lainnya yang berkepentingan dengan pendidikan, seperti yang terjadi pada saat Ujian Nasional. Jelas, hal ini merupakan tindakan amoral yang sangat luar biasa, justru dilakukan oleh orang-orang yang berlabelkan “pendidikan”. Mereka secara tidak langsung telah mengajarkan kebohongan kepada siswanya, dan telah mengingkari hakikat dari pendidikan itu sendiri.
    Anehnmya lagi para orang tua siswa pun dan mungkin pemerintah setempat sepertinya berterima kasih dan memberikan dukungan atas “bantuan yang diberikan sekolah” kepada putera-puterinya pada saat mengisi soal-soal ujian nasional hasdil nyontek
    Apa kata Dunia………..? “Generasi masa depan pembohong dan penipu” yang akan merugikan banyak orang.
    Secara psikologis, orang yang nyontek
    1.Lemah Moral
    2.belum memahami dan menyadari mana yang baik dan buruk dalam berbuat
    3.kurangnya harga diri dan rasa percaya diri (ego weakness)
    Basgaimana mau berhasil jika aspek psikologi yang dikembangkannya seperti diatas….?
    Seharusnya dalam menghadapi segala macam ujian harus bisa mengatakan “TIDAK TAKUT” dengan ujian maka dengan demikian “SIAP” menghadapi ujian . Mungkin kata inilah yang tepat untuk disampaikan, dengan demikian sebelumnya sudah mempersiapkan diri dengan usaha-usaha yang baik dan benar sesuai dengan aturan
    Maka selamatlah bangsa ini dari kemunafikan, kebohongan dan bebas dari penipu-penipu ULUNG .
    Demikian komentar saya . Wassalam

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  57. Ahmad Faridudin Says:

    saya setuju dengan apa yang telah bapak kemukakan.
    Komentar saya bahwa budaya “menyontek” bukanlah perbuatan yang terpuji melainkan perbuatan yang tercela, karena orang yang menyontek bertanda lemah Moralnya, tidak memahami mana yang baik dan buruk, tidak percaya diri, sehungga menyebabkan harga dirinya murah.
    maraknya budaya menyontek dikaalangan para pelajar dan mahasiswa apalagi pada Ujian Nasional, hampir semua steakholder dari mulai kepala Sekolah, guru, bahkan orang tuanya pun mendukung terhadap budaya nyontek tersebut, yang akhirnaya siswa/mahasiswa lulus dengan baik tapi dengan cara yang tidak baik. Seharusnya harapan yang harus ditanamkan adalah lulus Baik dengan Cara yang BAIK artinya tidak menyontek.
    Menyontek merupakan suatu jejak tapi tidak mengarah kepada kebaikan mealainkan kearah kesesatan apa yang muncul dari meyontek ….? Kemunafika, Penipuan, Pembohongan ……? sedangkan perbuatan tersebut sudah jelas TERLARANG.
    Implikasi Pelajaran Agama Disekolah NOL BESAR jika menyontek terjadi pada sekolah .
    Katanya sekolah mau berhasil dalam rangtka mencerdaskan kehidupan Bangsa, nyatanya BODOH yang ada kalau budaya nyontek ini berkembang.

    Orang-orang yang terlibat dalam dunia pendidikan seharusnya sadar dengan tujuan pendidikan yang tercantum dalam peraturan pemerintah.bukan mencerdaskan bangsa untuk menyontek pantas saja jika marak dikalangan pemerintah Korupsi, mungkin itulah hasil dari pendidikan yang telah didapatkan sebelumnya yang mengedepankan budaya nyontek, sehingga membekas sampai jadi pejabat.
    Sungguh ironis jika bangsa ini banyak yang pintar, cerdas, pandai tapi tidak menjadi dirinya sendiri. Apa kata dunia jika masih banyak yang nyontek……?
    Jawaban dunia pati, MUNAFIK, PEMBOHONG,dan BODOH, TIDAK PERCAYA DIRI.

    untuk mencapai kelulusan ternyata banyak yang diharpakan diantaranya
    1. Asal LULUS (nyontek)
    2. Lulus dengan cara Tidak Baik (nyontek)
    3. Lulus dengan cara yang baik (tidask Nyontek)
    mungkin cara yang ketigalah yang tepat untuk dijadikan harapan. seharusnya tanamkan rasa TIDAK TAKUT agar dapat mengatakan SIAP pada pelaksanaan Ujian dalam bentuk apapun. tetapi sebelumnya harus dengan usaha yang keras yang dilandasi dengan komitmen.

    KESIMPULAN

    PSIKOLOGI MENYONTEK bukanlah cermin kepribadian yang seutuhnya melainkan kepribadian yang semu.
    tapi kalau menyontek dalam kehidupan / aklhlaq dan untuk hal yang baik-baik dan membawa kita kejalan yang benar itu boleh-boleh saja, seperihalnya meniru tauladan Nabi MUHAMMAD.SAW.

    demikian sedikit komentar dari saya tentang PSIKOLOGI MENYONTEK.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  58. Mardiyanah Says:

    menurut saya nyontek itu perbuatan yg tidak patut ditiru karena perbuatan tersebut akan membodohi diri sendiri karena akibat dari nyontek itu sendiri telah merugikan orang lain dan perbuatan merugikan orang lain itu hukumnya Dosa,

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  59. Jaelani Says:

    Saya sangat senang membaca makalah yang Bapak buat,jujur kita akui bahwa menyontek adalah perbuatan buruk dalam pembelajaran yang sudah mengakar mulai dari pelajar kelas bawah hingga kelas atas,dilakukan semua kalangan tanpa terkecuali termasuk mahasiswa pun melakukan hal ini,padahal dalam islam sangat tegas dilarang, Firman Allah :Walaa Ta’awanu Alal Itsmi Wal ‘Udwan,”artinya Janganlah kalian tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan.
    Semoga kita semua tidak membiasakan kebiaasan buruk ini,ingat bahwa disamping kanan dan kiri kita ada malaikat yang slalu mengawasi kita dan Dia tidak pernah tidur. Wallahu a’lam.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  60. Ai Azizah Says:

    Menyontek merupakan sikap pecundang yang menginginkan hasil optimal, maksimal, tanpa harus bersusah payah biasanya nyontek dilakukan oleh siswa atau mahasiswa yang sedang mengerjakan soal ujian, karena mereka tidak punya persiapan yang cukup untuk menghadapi ujian tersebut adapun sebab2 mencontek dilakukan oleh para siswa atau mahasiswa yaitu sebagai berikut :
    1. ingin berhasil tanpa usaha yang melelahkan
    2. ingin membahagiakan pihak lain
    3. malu tidak disebut berprstasi
    4. bahan yang diujikan tidak menarik
    5. system pengawasan ujian yang longgar
    menyontek akan berakibat sangat fatal, seorang mahasiswa dapat dikeluarkan atau dinyatakan tidak lulus ujian. Oleh karena itu para siswa atau mahasiswa, menconteklah dengan keatif, maksudnya pada saat ujian sedang berlangsung, agar ujian dapat berjalan degan sukses dan lancar, bacalah setiap bahan pelajaran / buku pelajaran dengan tekun dan teliti.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  61. Jaenudin Says:

    Menurut saya, perbuatan menyontek adalah suatu perbuatan tidak terpuji, tidak gentle man, dan tidak mempunyai rasa percaya diri.
    menyontek merupakan tindakan yang membohongi diri sendiri, hasil sebaik apapun tidak akan membuat kita bangga. berbeda dengan hasil yang diraih dari kemampuan diri sendiri apapun itu hasilnya itulah salah satu kompetensi yang sehat.
    “JANGAN JADIKAN MENYONTEK SEBAGIAN DARI BUDAYA BANGSA KITA”.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  62. Titin Farida Says:

    saya berpendapat menyontek itu ada 2 macam, menyontek yang membuat kita bodoh dan menyontek yang mebuat klita lebih kreatif.menyontek yang membuat kita bodoh yaitu meniru hasil pekerjaan orang lain tanpa pikir panjang dan menelaah apakah pekerjaan orang itu betul atau salah. dan kedua, menyontek yang membuat kita lebih kreatif yaitu menyontek dengan cara membuang yang buruk dan mengambil yang baiknya dan tidak asal menyontek sana sini, seperti sistem contek orang-orang jepang yang disebut kaizen. jadi sekarang terserah andamau memilih sistem contek yang apa? budayakanlah sistem contek yang membuat kita lebih kreatif..

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  63. pipih syopiah Says:

    menyontek adalah termasuk perbuatan yang tidak baik,atau boleh dikatakan melanggar norma agama. mengapa? karena orang yang menyontek ingin mendapatkan hasil atau nilai yang tinggi tanpa mau bekerja keras. kita semua tahu sebuah hadis mengatakan “man jadda wa jadda” siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. jadi orang yang selalu menyontek tidak mau berusaha untuk belajar hanya mau enaknya saja. oleh karena itu mulai dari sekarang kita tanamkan pada anak-anak maupun peserta didik kita untuk menanamkan kecintaan membaca,bukan menghafal. kalau kita sering membaca lama-lama akan terus ingat difikiran kita,tapi kalau menghafal akan cepat lupa. jadi sekali lagi janganlah kita membiasakan pada anak-anak untuk menyontek karena kita sendiri yang akan ikut berdosa sebagai gurunya.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  64. N Nurlaelah Says:

    bogor 3
    nama: N Nurlaelah
    nim : 8090184121100861
    Setelah saya menelaah dari kutipan bapak, bahwa menyontek itu adalah perbuatan kurang baik terhadap anak sekolah ataupun mahasiswa, menyontek mengakibatkan pada waktu ujian apabila diketahui oleh pengawas/panitia ujian akan dikeluarkan dan berakibat tidak akan lulus ujiannya.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  65. azwar anas Says:

    pendapat saya nyontek itu perbuatan yang dilarang oleh semua guru, karena menyontek perbuatan yang tidak baik untuk para siswa-siswa disekolah,dengan ada menyontek siswa tidak dapat berfikir dengan sendirinya dan tidak menghasilkan perbuatan atau nilai yang maksimal bagi diri sendiri.menyontek sudah tradisi bagi para siswa-siswa dari jaman dahulu sampai sekarang disekolah agar siswa naik kelas atau lulus disekolah. oleh karena itu pemerintah mengadakan nilai untuk siswa naik kelas dan siswa lulus sekolah untuk kemampuan siswa disekolah tersebut.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  66. azwar anas Says:

    pendapat saya nyontek itu perbuatan yang dilarang oleh semua guru, karena menyontek perbuatan yang tidak baik untuk para siswa-siswa disekolah,dengan menyontek siswa tidak dapat berfikir dengan sendirinya dan tidak menghasilkan perbuatan atau nilai yang maksimal bagi diri sendiri, walaupun menyontek sudah tradisi bagi para siswa-siswa dari jaman dahulu sampai sekarang disekolah agar siswa naik kelas atau lulus disekolah. oleh karena itu pemerintah mengadakan nilai untuk siswa naik kelas dan siswa lulus sekolah untuk kemampuan siswa disekolah tersebut, tetapi tetap saja para siswa – siswa malas dalam belajar banyak yang mengandalkan teman – temannya yang sekolah. jadi perbutan nyontek itu sudah tradisi bagi siswa – siswa disekolah.Maka para guru – guru mendidik anak disekolah dengan baik,untuk kemajuan bangsa dan negara kita.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  67. abdurahman Hj Says:

    Menyontek memang perbuatan yang tidak baik,tapi kalau dilihat bahwa setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam arti tidak semua mata pelajaran dapat di kuasai. daya tangkap seseorang juga berbeda-beda, jadi mungkin tidak pada semua pelajaran dia menyontek.
    di samping itu, alasan orang untuk menyontek ada beberapa macam:
    1. karena memang dia tidak dapat menguasai pelajaran tersebut meski sudah belajar berulang, hal tersebut bisa disebabkan oleh banyak kata/kalimat yang tidak dia pahami dan lain-lain.
    2. karena malas untuk membaca/belajar.
    3. karena tidak percaya diri dengan jawabannya sendiri.
    4. karena sudah menjadi kebiasaan.

    dari beberapa alasan di atas, mungkin yang bisa di maklumi adalah alasan yang pertama. sebab, memang kemampuannnya baru sebatas apa yang dia miliki.
    namun, secara garis besar menyontek adalah perbuatan yang tidak baik, karena akan membentuk pribadi yang malas, tidak percaya, tidak dapat berkreasi dan berprestasi.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  68. ABDUL WAHAB KLS PAI BOGOR 111 Says:

    apakah sistem penilaian pendidikan sekolah.
    dinegara kita sudah menjadi harapan bagi masyarakat?

    jawab: belum!
    sebab pendidikan di negara kita jauh lebih rendah dari negara luar. karena guru-gurunya tidak pokus menyampaikan materi memikirkan ekonomi keluarga dengan kesejahteraan sekolah tidak memadai selalu kekurangan untuk kehidupan sehari-hari.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  69. titn asmanah Says:

    Menyontek adalah perbuatan yang tidak baik.Orang yang suka menyontek membuat dia tidak percaya diri.Boleh menyontek,tetapi menyontek yang kreatif,artinya menyonteknya jangan pada waktu ujian.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 2 votes)
  70. Maroh Komaroh Says:

    •Tidak punya pendirian / tidak percaya diri
    atau pesimis dengan kemampuan pribadi
    •Perilaku yang tercela
    •Mendidik pribadi yang malas
    Manusia itu adalah makhluk paling mulia karena diberi akal, agar dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk
    Untuk itu kita harus mempunyai sifat percaya diri dan optimisme. Sifat itulah yang menentukan keberhasilan dalam kehidupan.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  71. Marpuah Says:

    Ini baik sekali untuk supaya manusia sadar bila di dalam pelaksanaan ujian tidak menyontek karena menyontek itu perbuatan tercela, kita sebagai manusia sempurna diberikan akal dan pikiran oleh Allah SWTharus dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  72. maemunah Says:

    Komentar saya yang berkaitan dengan psikologi nyontek adalah : saya sangat setuju sekali jika budaya nyontek DILARANG, karena kalau budaya menyontek dibiarkan, akan bagaimana nasib anak bangsa selanjutnya ?
    kalau semua guru membaca/membuka internet, lalu membacanya artikel psikologi nyontek ini, dan membantu siswa untuk menghilangkan budaya nyontek (amar ma’ruf nahi munkar) Insya Allah akan selamat dunia maupun akhirat. karena menyontek itu selain merugikan diri sediri. juga merugian orang lain.
    memang, maksud guur itu memberi tahu/ memberi contekan, karena sangat sayang terhadap murid-muridnya dan untuk menjaga nama baik sekolahnya, itu dipandang dari sisi positifnya.
    kalau dipandang dari sisi negatifnya, guru itu menjadikan anak didiknya malas, mengandalkan bantuan orang lain, yang paling mengkhawatirkan budaya nyontek tersebut menular pada adik kelas nya dn seterusnya….

    Soal : Apa implikasi pendidikan ?

    Jawab :
    Implikasi pendidikan hendaknya bertujuan untuk mengembangkan bakat kepribadian, dan kebijakan sosial para siswa, agar mereka dapat melaksanakan kehidupan yang baik didalam masyarakat/ negara sesuai nilai yang diturunkan dari yang absolut (Tuhan Yang Maha Esa).

    (mohon maaf pak, saya memberikan soal dan jawaban 2 nomor. yang no. 1 di modul I, sedangkan saya diberi tugas oleh bapak kelompok II, membaca modul II). terima kasih.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  73. JAJANG S BOGOR 1 Says:

    Menarik topik yg Bapak rilis, intinya semua ingin melenyapkan “praktek” tsb dari cerita pendidikan kita, tapi anehnya walaupun kita tahu MENYONTEK adalah perbuatan tidak baik, terhina, gaya bodoh, pemalas… cara tersebut sering kita lakukan, semua kembali kepada diri kita ingin nilai bagus, dianggap pintar atau ILMU !?

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  74. Maroh Komaroh Bogor I Says:

    * Tidak punya pendirian / tidak percaya diri atau peimis dengan kemampuan pribadi.
    * Perilaku yang tercela
    * mendidik pribadi yang malas
    * Manusia itu adalah makhluk paling mulia karena diberi akal, agar dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk
    Untuk itu kita harus mempunyai sifat percaya diri dan optimisme. Sifat itulah yang menentukan keberhasilan dalam kehidupan

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 2.0/5 (2 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  75. Marpuah Bogor I Says:

    Ini baik sekali untuk supaya manusia sadar bila di dalam pelaksanaan ujian tidak menyontek itu perbuatan tercela. kita sebagai manusia sempurna diberikan akal dan pikiran oleh Allah SWT harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  76. Maroh Komaroh Bogor I Says:

    * Perilaku yang tercela
    * Tidak punya pendirian / tidak percaya diri atau peimis dengan kemampuan pribadi.
    * mendidik pribadi yang malas
    * Manusia itu adalah makhluk paling mulia karena diberi akal, agar dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk
    Untuk itu kita harus mempunyai sifat percaya diri dan optimisme. Sifat itulah yang menentukan keberhasilan dalam kehidupan

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  77. jumriah Says:

    Mencontek adalah pekerjaan yang bertentangan dengan kejujuran untuk itu kita harus belajar lebih giat lagi dan harus percaya diri dengan kemampuan kita sendiri .Dan jangan lupa berdoa kepada Allah SWT Dialah yang menentukan seberapa besar usaha yang kita lakukan untuk menjadi lebih baik dan menjadi orang yang berhasil.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  78. Rahmat Hidayat Says:

    Apresiasi Budaya Nyontek
    - Nyontek sesungguhnya merupakan indikasi potret buram dunia pendidikan Indonesia
    serta nyontek telah menjadi budaya dalam lingkungan dunia pendidikan kita.
    - Meskipun nyontek bukan merupakan sebuah produk dunia pendidikan, namun kenyataan telah berkembang secara masif ditengah ranah pendidikan yang berimplikasi kualitas yang carut marut, degradasi, dan distorsi nilai.
    - Secara psikologis nyontek telah mempormat dan membentuk tipikal siswa/Mahasiswa yang permisif dan halal segala cara, apatis, inkonsistensi.
    - Disisi lain, secara obyektif sistem pendidikan di indonesia masih perlu pembenahan. Melainkan, harus mempormat dan membangun “KARAKTER BUILDING”. Indikator inilah yang akan mengeliminasi dan mengcounter budaya nyontek

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  79. IJAH KHODIJAH Says:

    KOMENTAR: Contek mencontek memang sudah membudaya khususnya Indonesia pada umumnya contek menyontek dilakukan oleh mereka yang belum siap menghadapi semua jenis soal yang diberikan ataupun mereka yang ingin puas dengan jalan pintas. Padahal jawaban dari orang lain itu belum tentu benar.

    Menurut saya tidak adil kalau kelulusan itu harus distandarkan, pertama tingkat kecerdasan yang berbeda-beda, kedua fasilitas sekolahpun berbeda-beda, mungkin sekolah yang ada dikota lebih lengkap fasilitasnya dibandingkan disekolah – sekolah pedesaan.

    Dalam pelaksanaan ujian nasional seharusnya murid jangan diberikan contekan karena dengan diberikan contekan, murid akan semakin bodoh dan malas untuk berfikir.

    Bagi anak yang malas mencontek adalah sebuah keuntungan, karena tanpa bersusah payah, dia sudah mendapatkan jawaban. Tapi mereka yang pintar dan rajin memberi contekan justru menjadi sanag merugikan.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  80. A Dasuki Says:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Setelah saya membaca dan meneliti makalah yang berjudul “Psikologi Menyontek” dari pertama sampai terakhir.
    Didalam makalah dimuat tentang:
    - Penyebab menyontek
    - Menyontek dan kasus ujian nasional
    - Akibat menyontek
    - Menyontek dan kreativitas
    Akan tetapu, bapak lupa mengapa tidak dimuat tentang solusi (jalan keluar) bagaimana siswa supaya tidak menyontek baik dalam ujian harian maupun dalam ujian nasional.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  81. Badriah Says:

    Bismillahirramanirrahim,

    Setelah saya membaca dan meneliti makalah “Psikologi Menyontek”, yang mana isi makalah itu memuat diantaranya:
    - Penyebab menyontek
    - Menyontek dan kasusu ujian nasional
    - Akibat mencontek
    - Mencontek dan kreativitas
    Mencontek atau memberikan contekan kepada orang lain dalam ujian atau ulangan harian adalah perbuatan yang tidak baik, karena pada umumnya siswa atau mahasiswa yang mencontek itu biasanya tidak pernah belajar atau membaca buku yang dijadikan sebagai bahan rujukan.

    Untuk itu, alangkah baiknya jika makalah tentang “Psikologi Menyontek” bisa dibaca oleh semua orang terutama dikalangan pelajar dan mahasiswa agar mereka menyadari dampak dari menyontek. Dan seharusnya di makalah itu dituliskan bagaimana jalan keluar (solusi) agar tidak selalu menyontek atau memberikan contekan?

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  82. Wardatun Jamilah Says:

    nyontek adalah perbuatan yang buruk karena akan membuat generasi penerus menjadi bodoh namun jika menyonetk dalam hal yang positif akan membuat lebih maju,

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  83. Abdul hamid PGMI BOGOR 1 Says:

    “saya pikir apapun alasannya menyontek adalah perbuatan yang amat tercela,dan harus segera di hentikan.karena,jika kebiasaan menyontek terus berlanjut,sampai kiamat pun pendidikan di indonesia tidak akan berhasil.kita akan terus tertinggal oleh negara-negara tetangga kita dalam bidang pendidikan,moral(akhlak).Dan akhirnya negara indonesia menjadi negara terkorup.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  84. Ismail Says:

    Pendapat saya nyotek tidak baik

    karena akan menghantarkan kita selalu mengharapkan bantuna-bantuan yang belum tentu kita pahami dan dimengerti, juga ketergantungan kepada orang lain. Lebih baik mengerjakan sendiri walaupun hasilnya kurang memuaskan, dengan demikian kita dapat mengetahui sejauh mana kemampuan kita. dalam pepatah mengadakan ” belajar sekali membaca atau menghapal seribu kali. saya pernah membaca sejarah Ibu hajar dia melihat tetesan air dari sebuah daun yang mengenai sebuah batu yang terus menerus. Maka batu itu pun tembus atau bolong karena tetesan air tersebut

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  85. Heri Sujono Says:

    Banyak siswa menyontek karena takut mendapatkan nilai rendah. Kenapa? Karena penghargaan prestasi pada sistim pendidikan yang ada sekarang ini dilihat dari nilai, nilai dan nilai sedangkan faktor lain tidak ditinjau. Jadi siswa berusaha bagimana caranya mendapatkan nilai tinggi.
    Sekarang coba kalau anak didik dikasih soal open book (tapi jawabannya tidak tersurat di buku) misalnya dan siswa tidak dihantui dengan rasa takut salah atau nilai tidak lulus saya yakin mereka akan mengekplor isi otak mereka untuk menjawab soalnya dan tidak akan menyontek lagi.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  86. ABDUL HAMID PGMI BOGOR 1 Says:

    “Saya pikir,apapun alasannya menyontek adalah perbuatan yang amat tercela,dan harus di hentikan.karena jika kebiasaan menyontek terus berlanjut,sampai kiamatpun pendidikan di indonesia tidak akan berhasil.kita akan terus tertinggal oleh negara-negara tetangga kita dalam bidang pendidikan,moral(akhlak).dan akhirnya indonesia menjadi negara terkorup.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  87. ricki rediansyah Says:

    menurut saya menyontek pada saat ujian sangat tidak benar……….klo terus begini tidak akan maju negara indonesia…..

    memang benar sekali bahwa hampir di seemua sekolah oknum guru membantu memberikan jawaban terhadap muridnya….

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  88. ABDUL HAMID PGMI BOGOR 1 Says:

    “Saya pikir apapun alasannya menyontek adalah perbuatan yang amat tercela,dan harus dihentikan.karena jika kebiasaan menyontek terus berlanjut,sampai kiamatpun pendidikan di Indonesia tidak akan berhasil.kita akan terus tertinggal oleh Negara-negara tetangga kita dalam bidang pendidikan,moral(akhlak).Dan akhirnya Indonesia menjadi Negara terkorup.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  89. riyan arroniri Says:

    berbagai hal yg menyebabkan seseorang menyontek . 1. Malas belajar sehingga pada saat ujian tidak siap untuk belajar. 2.ingin mendapat nilai yg bagus tanpa bersusah payah.atbu ingin mendapat nilai baik tanpa harus belajarfh payah .3. Kurang per2ya diri akan kdmampuan dirinya 4. Eaktor luar luar atau lingkungan seperti guru memberi kdrempatan kpd siswanya untuk memenyontek

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  90. H.Hasanudin Bogor 3 Says:

    Dalam dunia sekolah/pendidikan kita tidak terlepas dari dunia nyontek/menyontek mungkin hampir 80% siswa sekolah pernah melakukan ini ,ibarat 2 mata uang antara menyontek&sekolah tidak dapat dipisahkan.
    Berbagai hal yang dapat menyebabkan seseorang menyontek antara lain :
    - malas untuk belajar/mengulang pelajaran sehingga pada saat ujian orang tersebut tidak siap mengerjakan soal.
    - kurang percaya diri akan kemampuannya untuk menjawab pertanyaan soal ujian sehingga orang tersebut menyiapkan jawaban di kertas contekan
    - ingin mendapatkan hasil yang bagus tanpa bersusah payah ,artinya ingin mendapatkan nilai yang baik tanpa belajar
    - faktor luar/lingkungan maksudnya pengawas/guru yang kurang mengawasi/memberikan kesenpatan kepada siswanya untuk menyontek.
    Faktor yang utama adalah faktor malas,sebenarnya inilah yang harus dipikirkan,bagaimana supaya siswa mau belajar dengan enjoy,mungkin dengan metoda belajar aktiv/tidak dengan texs book sehingga siswa dapat aktiv dalam mengikuti pelajaran.
    kalau seorang siswa dapat mengerti/memahami tugasnya maka seharusnya sebelum atau sesudahnya bahan ajar itu di presentasikan.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  91. ABDUL HAMID PGMI BOGOR 1 Says:

    “Saya pikir apapun alasannya menyontek adalah perbuatan yang amat tercela,dan harus dihentikan.karena jika kebiasaan menyontek terus berlanjut,sampai kiamatpun pendidikan di Indonesia tidak akan berhasil.kita akan terus tertinggal oleh Negara-negara tetangga kita dalam bidang pendidikan,moral(akhlak).Dan akhirnya Indonesia menjadi Negara

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  92. Upu Marfuah Says:

    Masalah menyontek selalu terkait dengan tes atau ujian. Banyak orang beranggapan menyontek sebagai masalah yang biasa saja, namun ada juga yang memandang serius masalah ini.

    hal ini sering terjadi dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah atau madrasah, tetapi jarang kita dengar masalah menyontek dibahas dalam tingkatan atas, cukup diselesaikan oleh guru atau paling tinggi pada tingkat pimpinan sekolah atau madrasah itu sendiri.
    Bagi para siswa-siswi di sekolah, menyontek hanya untuk mendapatkan nilai tinggi dan lulus ujian, inilah yang membuat mereka mengambil jalan pintas, tidak jujur dalam ujian atau melakukan praktek mencontek.
    Menurut pendapat saya, masalah menyontek ini merupakan masalah serius. Jika masalah mencontek ini masih saja dianggap sepele oleh semua orang, tidak akan respon dan tanggapan dari guru, kepala sekolah, pengawas, dinas pendidkan para pakar pendidikan dan pengambil kebijakan dalam bidang pendidikan, maka dunia pendidikan ga akan maju, kreatifitas siswa akan hilang yang tumbuh mungkin orang-orang yang tidak jujur yang bekerja disemua sektor kehidupan.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  93. sihabuddin mansur Says:

    budaya menyontek didunia pendidikan Indonesia tidak akan bisa dihilangkan, karena disisi lain guru melarang menyontek tetapi di sisi lain guru mengajarkan menyontek, seperti dalam pelaksanaan Ujian Nasiona, guru membolehkan dengan cara apapun termasuk menyontek, agar murid–muridnya lulus ujian. Karena lulus merupakan harga mati bagi siswa-siswanya. Bagi orang yang sadar dan percaya dirilah yang tidak akan menyontek.Ini hanya segelintir saja darisiswa-siswa yang ada di dunia pendidikan Indonesia.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  94. Heryani Says:

    Menyontek adalah tindakan yang tidak bijak, konyol, serta tidak menghargai karunia Allah. Menyontek sebagai bahan permulaan kreativitas. Standar kelulusan bukanlah momok bagi kelas akhir tapi bertujuan untuk meningkatkan nilai secara kualitas lulusan . Apalagi kita guru yang bergelut di bidang ini .akan selalu berupaya untuk meningkatkan dengan cara –cara yang baik dengan cara meningkatkan gairah belajar siswa melalui sentuhan hati agar agar mau belajar. Menyontek adalah tindakan yang tidak bijak, konyol, serta tidak menghargai karunia Allah. Menyontek sebagai bahan permulaan kreativitas. Standar kelulusan bukanlah momok bagi kelas akhir tapi bertujuan untuk meningkatkan nilai secara kualitas lulusan . Apalagi kita guru yang bergelut di bidang ini .akan selalu berupaya untuk meningkatkan dengan cara –cara yang baik dengan cara meningkatkan gairah belajar siswa melalui sentuhan hati agar agar mau belajar.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  95. Rohani Says:

    Menurut saya semua manusia tentunya ingin menjadi orang yang cerdas dan pandai. Karena kecerdasan manusia itu tidak sama ada orang yang kecerdasannya rendah,sedang,atau superior. Hal ini disebabkan karena faktor ekonomi, keluarga atau yang lainnya. Sehingga dalam dunia pendidikan banyak kita temukan terutama bagi siswa menyontek sudah menjadi hal yang biasa.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  96. Naali Says:

    Budaya nyontek dikalangan pelajar, adapun dimahasiswa di Indonesia sudah dijadikan budaya dalam menyelesaikan atau mengerjakan saat – saat diberikan oleh guru atau dosen. oleh sebab itu kita harus mempunyai cara dan taktik dalam mengadakan evaluasi, baik buat pelajaran dan mahasiswa.
    Nyontek merupakan gaya pelajar dan mahasiswa yang dijadikan andalan dalam mengerjakan soal saat yang diberikan kepada guru dan dosen tetapi tidak disadari oleh kalangan pelajar dan mahasiswa bahwa ingin meraih prestasi yang baik tanpa susah payah. padahal itu merupakan kesalahan besar yang dilakukannya walaupun prestasi yang diraih dengan hasil yang memuaskan.
    Perbuatan pelajar dan mahasiswa tersebut merupakan cermin ketidak percayaan kepada diri sendiri, bahwa dia mempunyai kemampuan dan bisa mengerjakan segala sesuatu dengan hasil pemikiran sendiri, yang bisa mendapatkan prestasi yang baik kejujuran sekaligus menanamkan kepercyaan diri dan yang merupakan modal besar kita dalam menghadapi dan mengerjakan soal apapun yang diberikan kepada kita. amien

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  97. NAALIH Says:

    Assalamualaikum

    Budaya nyontek dikalangan pelajar, adapun dimahasiswa di Indonesia sudah dijadikan budaya dalam menyelesaikan atau mengerjakan saat – saat diberikan oleh guru atau dosen. oleh sebab itu kita harus mempunyai cara dan taktik dalam mengadakan evaluasi, baik buat pelajaran dan mahasiswa.
    Nyontek merupakan gaya pelajar dan mahasiswa yang dijadikan andalan dalam mengerjakan soal saat yang diberikan kepada guru dan dosen tetapi tidak disadari oleh kalangan pelajar dan mahasiswa bahwa ingin meraih prestasi yang baik tanpa susah payah. padahal itu merupakan kesalahan besar yang dilakukannya walaupun prestasi yang diraih dengan hasil yang memuaskan.
    Perbuatan pelajar dan mahasiswa tersebut merupakan cermin ketidak percayaan kepada diri sendiri, bahwa dia mempunyai kemampuan dan bisa mengerjakan segala sesuatu dengan hasil pemikiran sendiri, yang bisa mendapatkan prestasi yang baik kejujuran sekaligus menanamkan kepercyaan diri dan yang merupakan modal besar kita dalam menghadapi dan mengerjakan soal apapun yang diberikan kepada kita. amien

    Walaikum Salam

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  98. h. suryadi Says:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb .

    Ini tanggapan dan komentar saya atas artikel Bapak.

    Nama : H. Suryadi
    Nim : 8090184111080389
    Kelas : D/414
    Program study : PGMI ( Dual Mode)
    Mata Kuliah : PIP

    Dari artikel yang bapak paparkan ini sebetulnnya memang sebuah penomena yang tidak bisa dipungkiri dalam dunia pendidikan, bahkan kalau boleh dikatakan menyontek ini menjadi sebuah Budaya dalam dunia pendidikan, tapi budaya ini adalah budaya yang jelek yang tidak boleh dilestarikan.

    Dalam kehidupan ini memang banyak cara yang ditempuh seseorang untuk mencapai suatu tujuan, istilah yang sering kita dengar dari ungkapan seorang kiyai kondang KH. Zainuddin MZ dalam ceramah-ceramahnya “ orang banyak mengambil jalan pintas dengan menghalalkan berbagai macam cara untuk mencapai suatu tujuan”. Satu contoh dalam hal pengangkatan pegawai negeri sipil, sekalipun pemerintah sudah menetapkan standar kelayakan untuk menjadi seorang pegawai negeri, dengan cara mengadakan tes penerimaan kepegawaian tapi disana sini masih ada saja oknum yang melegalkan cara” kotor dengan meminta bayaran yang cukup mahal kepada orang-orang tertentu untuk menjadi pegawai negeri sipil tanpa mengindahkan qaidah-qaidah yang telah ditetapkan pemerintah untuk menjadi seorang pegawai negeri sipil, tes kepegawaian yang dilakukan hanya sebuah kamuplase untuk mengecoh masyarakat, supaya masyarakat percaya bahwa pengangkatan kepegawaian di lakukan dengan cara-cara yang selektif jujur dan adil tanpa memandang siapa dia, anak siapa dia dan keturunan kaya atau miskinkah dia.

    Wal-hasil tes yang dilakukan pemerintah hanya sebuah pormalitas belaka. Dan ini sudah menjadi rahasia umum, maka yang terjadi adalah setelah dia menjadi pegawai negeri ia akan berfikir, bagaimana supaya uang yang ia keluarkan itu bisa kembali secepat mungkin. Maka timbullah fikiran-fikiran kotor dengan melegalkan cara-cara yang kotor pula yakni dengan berbuat kecurangan baik itu korupsi, kolusi, atau cara-cara kotor lainnya ditempat dia bekerja, bisa jadi hal ini merupakan imbas dari sebuah pendidikan yang salah, dulu disaat dia belajar sering dijjumpai cara-cara illegal yang dilakukan teman-temannya bahkan bisa jadi guru-gurunya didalam proses belajar dan mengajar terutama disaat ujian sekolah dengan cara sontek-menyontek, bahkan gurunnya pun ikut berperan aktif didalam memberikan jawaban kepada murid-muridnya.

    Maka betul apa yang bapak katakan dalam artikel ini, tentang hal-hal yang menyebabkan orang itu menyontek. Karena dari sinilah nilai-nilai kepercayaan diri menjadi rapuh. Seorang pepatah arab mengatakan “ Al-I’timadu ala nafsi asasu najahi” bersandar pada diri sendiri adalah pangkal kesuksesan.

    Dan ini menjadi sebuah dilematis sekaligus tantangan buat guru-guru untuk menerapkan disiplin dalam pendidikan khususnya dalam hal ujian nasional.

    Istilah tekan menekan yang Bapak ungkapkan dalam artikel ini bukan suatu hal yang tabu, buat saya ini merupakan buah simalakama yang sulit untuk dihindarkan. kalau terus begini kapan dunia pendidikan kita akan maju ? inilah saatnya buat kita para guru untuk mengubah paradigma yang bobrok ini .

    Kalau menyontek hal-hal yang bersifat fositif seperti kreativitas, barang kali itu sah-sah saja selagi kreativitas itu terus dikembangkan sehingga menghasilkan karya-karya yang bagus demi kemajuan bangsa ini.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  99. wilda Says:

    masih maraknya menyontek baik dikalangan pelajar maupun masyarakat umum (plagiat) menandakan bahwa kecerdasan emosi luput dari dunia pendidikan kita, dimana kita masih mendewakan IQ atau nilai akademis dan penghargaan dari luar dengan mengesampingkan EQ. Sekarang ini guru lebih sebagai pengajar bukan pendidik dan sekolah hanya untuk mendapatkan gelar dan nilai akademis terbaik.
    Selama pandangan masyarakat masih seperti itu maka menyontek adalah keniscayaan di lingkungan kita.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  100. Agus Says:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb .
    Ini tanggapan dan komentar saya atas artikel Bapak.
    Nama : Agus
    Nim : 8090184111080382
    Kelas : D/414
    Program study : PGMI ( Dual Mode)
    Mata Kuliah : PIP

    MENYONTEK MENURUT PENDAPAT AGUS

    Anak-anak yang baru berbicara kitu ajarkan ucapan yang seperti kita ucapkan. Dari situ aja kita sudah mangajarkan menyontek.
    Menyontek kan mengikuti apa yang orang lakukan dalam mengerjakan soal. Orang tidak tahu jadi memilih jalan pintas yaitu dengan menyontek kalo yang ini baru tidak baik. Saya tidak setuju.
    Dalam ujian nasional sekarang ini kita telah melihat berita-berita di berbagai media kedapatan anak-anak sekolah dikasih bocoran soal sama ajakan menyontek itu boleh kalau tidak ketahuan.
    Dengan adanya standar kelulusan untuk anak-anak sekolah guru-guru tidak mau anak didik nya tidak lulus jadi dengan cara untuk memberi contekan kepada siswanya, mau jadi apa anak-anak didik kita lau sudah begini. Dari pihak sekolah punya lulus UN 100% murid-murid selain itu mengejar rangking nilai kelulusan dengan demikian membawa nama baik sekolah

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: -1 (from 1 vote)
  101. Pupu Marpuah Says:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb….

    Menyontek merupakan perbuatan yang tidak mensyukuri nikmat akal dari sang Maha Pencipta yakni Allah SWT. karena pada hakikatnya Allah SWT. telah mengkaruniai akal pikiran untuk berkreatif dalam segala hal yang positif, menyontek perbuatan amoral karena tidak mau berusaha untuk mendayagunakan/memanfaatkan akal pikiran dan ini disinggung pada firmannya : “Aqalaa ta’qiluuna….” (Maka apakah kamu sekalian tidak menggunakan akal?).

    Dengan demikian menyontek perbuatan yang tidak bijak, karena menyontek disebabkan karena didorong ingin berhasil tanpa usaha yang melelahkan dengan cara cepat yakni mencari kreatifitas/karya orang lain yang menyebabkan ketidakpercayaan seseorang pada akal pikirannya sendiri dan mencari merupakan perbuatan dosa yang menempati posisi penyakit pada hati seseorang. apabila ingin berhasil dengan sukses maka harus ada upaya yang maksimal. “Innallaaha laa yughayyiruma bi qaumiin khatta yughayyiruma bi anfusihim…” (Sesunguhnya Allah tidak merubah suatu kaum, sehingga kaum itu yang merubah dirinya sendiri).

    Dengan demikian menyontek apapun alasannya merupakan tindakan yang tidak sesuai dengan hati nurani akan nilai-nilai positif. Maka perlu “Pendidikan Karakter”, karena pendidikan karakter, budaya, dan moral semakin mendesak diterapkan didunia pendidikan maka akan tercermin nilai akademik yang tinggi, seperti kejujuran, kecermatan dan kehati-hatian.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  102. ramdoni pgmi/bgr 1 Says:

    saya tidak setuju dengan nyontek/menyontek karna akan membawa siswa siswi kita kejalan yang salah.
    ada beberapa paktor yang harus dibenahi :
    – malas untuk belajar/mengulang pelajaran sehingga pada saat ujian orang tersebut tidak siap mengerjakan soal.
    - kurang percaya diri akan kemampuannya untuk menjawab pertanyaan soal ujian sehingga orang tersebut menyiapkan jawaban di kertas contekan
    - ingin mendapatkan hasil yang bagus tanpa bersusah payah ,artinya ingin mendapatkan nilai yang baik tanpa belajar
    - faktor luar/lingkungan maksudnya pengawas/guru yang kurang mengawasi/memberikan kesenpatan kepada siswanya untuk menyontek.
    Faktor yang utama adalah faktor malas,sebenarnya inilah yang harus dipikirkan,bagaimana supaya siswa mau belajar dengan enjoy,mungkin dengan metoda belajar aktiv/tidak dengan texs book sehingga siswa dapat aktiv dalam mengikuti pelajaran.
    kalau seorang siswa dapat mengerti/memahami tugasnya maka seharusnya sebelum atau sesudahnya bahan ajar itu di presentasikan.

    ada pepapatah yang mengatakan buat apa ilmu,pangkat dan jabatan tapi tidak ada gunanya malah buat malu sendiri.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  103. Mayati Says:

    Assalammualaikum wr.wb….

    “Tak ada hasil yang baik dan memuaskan tanpa dilakukan dengan usaha yang maksimal dan sungguh-sungguh”. Menyontek tentu saja bukanlah pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. Kegiatan tersebut nyaris dilakukan tanpa usaha yang maksimal hanya sekedar memindahkan hasil karya orang lain ke dalam tulisannya. Kebiasaan “menyontek” merupakan perilaku yang sangat memalukan dalam dunia pendidikan. Kebiasaan tersebut terjadi pada lembaga endidikan mulai dari tingkat dasar sampai ke perguruan tinggi. Banyak alasan yang melatarkanbelakangi seseorang untuk menyontek, yang paling utama ialah karena Si Pemalas yang ingin memperoleh nilai yang baik. Tentu saja kebiasaan tersebut tidak di benarkan dan harus dirubah.

    Perlu adanya perubahan pola pikir pada diri seseorang yang sering menyontek. Orang yang sering menyontek harus di berikan pemahaman bahwa nilai bukanlah satu-satunya titik tolak dalam memperoleh prestasi. Karena prestasi itu akan di peroleh melalui proses dan usaha yang maksimal dan terus menerus bukan diperoleh dari hasil menyontek secara singkat. Tentu saja halini menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat tidak hanya siswa, tetapi guru, orang tua, dan pemerintah. Tak ada kata terlambat untuk merubah paradigma tersebut, ubahlah “kebiasaan menyontek menjadi kebiasaan belajar”.

    Belajar merupakan proses yang dilakukan secara terus menerus. Apabila belajar hanya bertujuan untuk memperoleh nilai yang bagus maka tujuan pembelajaran belum tentu tercapai, karena mungkin masih ada siswa yang memperolehnya dengan cara menyontek.

    Seorang guru harus menghargai setiap hasil yang dicapai oleh peserta didiknya, bila masih kurang memuaskan maka perlu dibenahi lagi dalam proses belajar mengajarnya. Hal ini menjadi sangat penting, terlebih pada sekolah tingkat dasar, dimana siswa harus benar-benar ditanamkan nilai-nilai kejujuran bahwa tak ada hasil yang memuaskan selain yang dilakukan dengan usaha yang maksimal yaitu dengan belajar sungguh-sungguh bukan dengan menyontek.

    Tidak hanya guru di sekolah, orang tua juga mempunyai andil yang cukup besar untuk terus mengawasi perkembangan prestasi anaknya di sekolah. Apabila orang tua sering menuntut anaknya berprestasi tanpa di imbangi dengan belajar yang maksimal dan terus menerus maka kebiasaan menyontek mungkin akan terus berkembang dan bahkan menjadi berakar pada diri seorang siswa.

    Pemerintah juga sangat berperan dalam mengawasi perkembangan pendidikan di indonesia. Pemerintah bukan hanya menetapkan angka untuk mencapai target kelulusan tetapi juga harus memberikan fasilitas yang memadai dalam rangka meningkatkan proses belajar mengajar di sekolah. Fasilitas yang maksimal dapat membuat siswa senang belajar di sekolah sehingga siswa dapat memperoleh nilai yang baik tanpa dengan menyontek.

    Nah……., bila angka bukanlah menjadi titik tolak satu-satunya prestasi, mungkin kebiasaan menyontek akan berubah menjadi kebisaan belajar walaupun memang angka masih menjadi tolak ukur dalam menilai hasil belajar siswa.

    Dalam kaitannya kasus menyontek pada ujian nasional, ternyata kasus tersebut bukan dialami pada siswa tetapi pada guru yang mengajarkan mata pelajaran yang di ujiankan. Mengapa guru sendiri yang merasa ketakutan??? Berarti masih perlu pembinaan pada diri kita sendiri yang berprofesi sebagai guru.

    Oleh karena itu kebiasaan menyontek harus di hilangkan pada diri setiap siswa karena semua ilmu yang di peroleh dengan proses belajar yang maksimal akan lebih bermanfaat dan terus melekat pada jiwa seseorang. Dan mulailah untuk membiasakan hidup dengan belajar…belajar….dan belajar.

    Maryati
    Semester II
    PGMI UIN SYARIF HIDAYATULLAH
    JAKARTA
    2010

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  104. mumun maemunah Says:

    menyontek dalam ilmu pendidikan sangat tidak di perbolehkan karena menyontek adalah perbuatan tidak mulia ,menyontek menjadi kita malas belajar ,maka dari itu jauhilah sistem menyontek.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  105. Upu Marfuah/ Bogor Says:

    Menyontek merupakan salah satu fenomena pendidikan yang sering dan bahkan selalu muncul dalam aktivitas proses belajar mengajar sehari-hari, persoalan ini bukanlah sesuatu yang sifatnya sepele, tetapi masalah menyontek sesungguhnya merupakan sesuatu yang sangat mendasar.
    Menurut pendapat saya menyontek itu sangat tidak baik karena “menyontek” dalam segala bentuknya membawa resiko negatif terhadap siswa, sekolah, maupun masyarakat.
    Dampak negatif bagi individu akan terjadi apabila praktek ”menyontek” dilakukan secara kontinyu sehingga menjurus menjadi bagian kepribadian seseorang. Selanjutnya, dampak negatif bagi masyarakat akan terjadi apabila masyarakat juga melakukan praktek ”menyontek” sehingga akan menjadi bagian dari kebudayaan, dimana nilai-nilai moral akan terkaburkan dalam setiap aspek kehidupan sosial.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  106. rosyidah Says:

    tanggapan saya pada artikel Bapak tentang psikologi nyontek menurut saya cukup bagus tetapi tradisi itu memang sudah ada sejak dulu yang menurut saya agak sulit untuk merubah kebiasaan itu.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  107. NENENG SURYATI Says:

    nama : neneng suryati
    bogor 1
    mata kuliah tutorial : Landasan Pendidikan
    menyontek adalah orang yang bisa merugikan orang yang sudah berpikir.
    Yang saya lihat, mereka yang suka nyontek itu, memang belajar malas, pengennya nilai bagus. Jadi nyontek solusi terbaik mereka. Malas ini disebabkan oleh banyal hal, tetapi yg lebih menonjol adalah dari keluarga dan lingkungan….

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  108. SODIK Says:

    Jika Faktanya seperti itu, tentu sangat prihatin, hal itu akan berimplikasi luas bagi generasi bangsa kedepan.
    Pengaruhnya akan lebih banyak bersifat negatif dan sedikit pengaruh positif. Pengaruh positifnya, mungkin hanya akan sedikit memperkuat pendapat dan keyakinan, tetapi pengaruh negatifnya bisa berbagai macam , antara lain :
    - Menurunkan tingkat kepercayaan akan kemampuan diri sendiri ( Tidak percaya diri ).
    - Melemahkan kemandirian siswa.
    - Mengurangi kreatifitas berfikir siswa.
    - Bersifat konsumtif dan tidak produktif.
    - Menurunkan kreadibilitas Guru ( Guru menjadi tidak berwibawa ).
    - Dan yang paling berbahaya, melahirkan generasi bangsa kedepan yang tidak konsisten, tidak jujur, dan tidak lagi memiliki teladan.
    Menurut pendapat saya kedepan harus terus selalu dicarikan solusi yang tepat. Bila perlu untuk beberapa tahun kedepan ujian nasional (UAS BN ) mestinya diganti dengan bentuk yang lain seperti semacam “INCUBASI” ( Kekosongan berfikir ) melepaskan, sampai tumbuh kembali kesadaran baru dan kebutuhan baru dalam menilai, mengevaluasi danmenganalisa proses pendidikan nasional.
    SODIK
    FITK UIN JAKARTA
    JUR : PGMI
    BOGOR I (SATU)

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  109. Muawaroh Says:

    Tanggapan kami tentang psikologi nyontek

    Saya setuju dengan pendapat tersebut. Memang rezeki itu dari Allah, jadi kita tidak boleh memponis seseorang itu dari satu sudut pandang saja. Dalam hal ini gaji misalnya. Jadi belum tentu mobil yang dibeli itu hasil kerja semata.
    Begitu juga dalam hal menyontek, ada kalanya memang siswa / mahasiswa itu malas, ada pula yang memang terpaksa karena mendesak dengan situasi dan kondisi. Tapi yang jelas menyontek itu tidak baik, maka jangan dibudi dayakan.

    1.Ingin berhasil tanpa usaha yang melelahkan
    Apabila mengiginkan mendapat nilai yang baik sudah pasti dengan cara membaca buku, membaca media dan belajar yang rajin sehingga pada waktu ujian tiba sudah terbayang yang pernah kita abaca.

    2.Ingin membahagiakan orang lain
    TIdak baik dengan cara menyontek, boleh daja membahagiakan orang tua dan orang lain tapi dengan cara yang baik dan sehat.

    3.Malu tidak disebut berprestasi
    Kita tidak perlu malu kalau tidak mendapatkan nilai memuaskan ataupun berprestasi, kalu memang kemampuan dan daya serap yang kita miliki hanya sampai disitu. Karena Allah membeikan manusia dengan kemampuan yang berbeda. Yang terpenting kita berusaha untuk melakukan belajar dan belajar sehingga apa yang kita baca dan kita pelajari pasti ada manfaatnya.

    4.Bahan yang diujikan tidak menarik
    Apabila kita rajin membaca dan belajar maka sesuatu pekerjaan akan lebih mudah hingga kita akan menjalaninya akan menarik

    5.Sistem pengawasan ujian yang longgar
    Sebaiknya pengawas ujian jangan terlalu longgar juga jagan ekstra ketat. Sebab yang ekstra ketat membuat anak tak dapat menjawab dan akibatnya stress, para pengawas ujian itu memberikan ketenangan kepada siswa sehingga siswa itu yakin dan percaya diri.

    Menyontek dan kasus ujian nasional

    Faktor siswa / mahasiswa adalah kurangnya pantauan dari pihak orangtua dirumah, juga pantauan sekolah. Sebab disekolah lebih sedikit keberadaannya. Dan siswa sekarang sudah banyak pengaruhnya dengan permainan-permainan yang ada ditempat-tempat terdekat seperti video dan video game sehingga lupa dengan belajar.

    Faktor dari guru adalah kurangnya sarana dan prasarana. Seperti kurang lengkapnya alat peraga dan mengajarnya kurikulum agar pada waktu akan ujian materi pembahasan selesai.

    Faktor yayasan adalah penekanan kepada guru untuk memberikan pelajaran semaksimal mungkin agar kurikulum terlaksana.

    Menyontek dan kreatipitas

    Menyontek dengan cara ini boleh saja.

    Contoh : pak tani dan pak tani
    Bagaimana caranya membuat panen yang menghasilkan dengan bagus.
    Dengan cara bertanya.

    Sehingga kita bisa ambil cara pak tani yang berhasil itu.

    Pada dasarnya menyontek itu tidak baik, oleh sebab itu mari kita belajar dan belajar agar mendapatkan hasil yang memuaskan.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  110. PARIDI / Bogor 1 Says:

    Nama : Paridi
    Kelas : Bogor 1
    MK : Landasan Pendidikan
    Menyontek adalah perbuatan yang kurang etis dan baik, karena menyontek sangat berbahaya, sebab bisa merigikan diri sendiri dan orang lain.
    1. Bisa membuat malas belajar
    2. Tidak percaya pada diri sendiri

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  111. MARDI SUPRIADI Says:

    Menyontek diruang ujian adalah tindakan yang tidak bijak, semberono, tidak menghargai karunia allah. Akan tetapi dari referensi yang saya baca dari artikel yang bapak buat bahwa menyontek itu adalah sama seperti halnya melihat lingkaran setan, karena banyak pihak yang menyatakan guru ditekan oleh kepala sekolah. Sedangkan kepala sekolah mengaku ditekan oleh ketua yayasan atau atasan langsungnya, seperti kepala dinas pendidikan atau kepala kantor cabang departemen yang ada di kabupaten yang menangani pendidikan. Dalam kasus ini menyontek terjadi secara massif dan bahkan “semi illegal” karena justru di sponsori oleh pengawas itu sendiri.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  112. Bunyamin Says:

    Tanggapan dan Komentar tentang “Menyontek”

    “Kasus Menyontek” sangat bagus sekali diangkat kepermukaan dan dijadikan permasalahan yang harus dicari solusi penyelesaiannya. Kasus menyontek memang sudah menjadi permasalahan yang ada pada perkembangan dunia pendidikan kita. Dari zaman ke zaman kata “menyontek” tak pernah hilang.
    Menyontek memang merupakan perbuatan yang sangat tercela. Menyontek merupakan kasus perseorangan (individu), karena tidak semua orang menggunakan cara singkat ini untuk memperoleh nilai yang baik. Kasus ini hanya terjadi pada “Si Pemalas” yang ingin memperoleh nilai yang baik tanpa adanya usaha yang maksimal.
    “Kasus Menyontek” tidak hanya terjadi pada sekolah tingkat dasar, tapi juga tingkat perguruan tinggi. Alasan utamanya adalah nilai. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman kepada peserta didik bahwa nilai bukanlah penentu keberhasilannya dalam belajar. Keberhasilan peserta didik dalam belajar diperoleh dengan usaha yang sungguh-sungguh dan maksimal serta proses terus menerus.

    Bunyamin
    PGMI D414

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  113. Mohammad Areifin Tanjung Says:

    I think “yontek” is not good performance, sebab sudah saatnya, perilaku itu kita tinggalkan. Saya selaku kepala sekolah mengajak semua elemen pendidikan untuk “joint venture” MARI bergabung pada gerakan “ANTI NYONTEK” karena perbuatan itu mematikan ide kreatif siapa saja, bukan hanya siswa, tapi semua umat. Mualai hari ini kita kampanyekan gerakan tersebut agar supaya para pendidik dan peserta didik kita bisa membuka pintu-pintu kreativitas,dan juga jendela berfikir kita menyonsong paradigma baru pendikian kita. Bravo Pendidikan Indonesia.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  114. M. Thohir Says:

    biar bagaimanapun nyontek itu membuat orang bikin malas bodoh dan sebagainya. suatu budaya yang harus kita hilangkan. apakah kita dapat menghilangkannya begitu saja budaya yang sudah mengakar pada dunia pendidikan kita. jangankan siswa, mahasiswa terkadang para pengajarpun mencari jalan pintas dengan menyontek untuk meyelesaikan tugas-tugasnya seperti RPP soal-soal untuk anak didik. bahkah sepertinya hal tersebut sudah disahkan dengan beredarnya cd-cd kegiatan tersebut. sehingga para pengajar yang seharusnya mengerjakan tugasnya dengan kreatifitas dan karyanya sendiri sepertinya tidak mau mengembangkannya lagi karena sudah ada sofware yang mengerjakannya sehinga tinggal copy paste kelar dah dilihat dari sisi ini sepertinya budaya menyontek masih diperlukan biar gak buang-buang tenaga walaupun sangat melarang anak didiknya menyontek.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  115. INTAN FEBRI/PGMI ONE MODE/A2/R.615 Says:

    Banyaknya alasan orang dalam kasus contek- menyontek,memang tidak seharusnya dijadikan alasan. Apapun itu menyontek memang tidak baik, apa alasan kita dalam menuntut ilmu kalau toh ilmu itu tidak kita dapatkan. Nilai bagus yang kita dapatkan terasa semu dan ilmu yang kita dapat bersifat sementara karena tidak sesuai dengan isi yang kita punya.
    Memang ilmu itu adanya diqolbu bukan dilembar-lembar kertas, ilmu tidak berat dibawa sampai kapanpun dan dimanapun kita berada.
    Tetapi pada kenyataannya di kalangan siswa/mahasiswa mencontek sudah membudaya, susah sekali menghapus budaya itu karena sudah mengakar sangat kuat.
    Mulai saat inilah budaya mencontek harus dihapuskan dimulai dari pendidikan yang paling dasar karena budaya mencontek melahirkan produk-produk koruptor seperti yang terjadi di Negara kita ini.
    Disinilah peranan guru sangat besar untuk menanamkan nilai-nilai “Kebermaknaan Ilmu”.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  116. HERAWATI A2.PGMI Says:

    Dari artikel yang saya baca, saya sangatlah setuju dengan artikel tersebut yang mengatakan bahwa menyontek merupakan suatu tindakan yang tidak bijak, konyol, semberono, yang dilakukan oleh siswa baik disekolah maupun di universitas. hal tersebut dapat membangun perilaku yang tidak baik dimana jika didiamkan akan menjadi kebiasaan sehingga siswa menjadi malas untuk belajar.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  117. ABDUROHMAN SOLEH Says:

    Assalamu’alaikum,wr,wb.

    Nama : Abdurohman Soleh
    Nim : 809018300456
    Jurusan/Prodi: FITK/PGMI
    Kelas : A 1

    Manusia berskala diberikan akal pikiran dan kemampuan untuk berpikir, baik manusia yang normal ataupun non normal, keraguan atau keyakinan berpedoman pada manusia itusendiri, adapula dengan faktorr lingkungan baik dalam maupun luar, sehingga kebiasaan hidup harus bertumpu pasa pemikiran walaupun sudah diatur oleh Allah SWT, akan tetapi manusia juga tidak boleh mengandalkan pemikiran orang lain seperti halnya kebiasaan “nyontek”, karena nyontek itu akan mengakibatkan pola pikir seseorang kurang stabil dan buruk untuk masa depan baik diri sendiri ataupun untuk orang lain pada umumnya terutama Bangsa Negara serta Agama. Seharusnya berpikirlah sendiri dengan apa yang kita lakukan karena dengan pemikiran itu sendiri diri kita akan merasa puas walaupun hasil yang kita dapati tidak memuaskan, setidaknya ada rasa kepercayaan dan kesenangan pada diri kita sendiri. Jadi pada intinya menyontek adalah perbuatan yang buruk dan jauh-jauh harus kita hindari, karena menyontek itu adalah sebagian dari perbuatan Syetan….

    Wassalamu’alaikum

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  118. sulistiani Says:

    menyontek pada umumnya dinegri ini sudah membudidaya, jadi sulit untuk mengubah paradigma mereka yang menyontek agar sadar apa yang dilakukannya adalah sifat seorang pecundang dan berdampak pada karir nantinya. jadi bagaimana cara menghilangkan perilaku menyontek bukanlah perkara mudah semudah membalikan telapak tangan, ini PR besar untuk negri ini…

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  119. SALAMI Says:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb

    Nama : Salami
    Jurusan : PGMI
    Kelas : A-1

    Menurut pendapat saya, menyontek adalah perbuatan yang sangat tidak terpuji namun selalu ada pengikutnya, bukan hanya perorangan saja yang suka menyontek namun dari berbagai kalangan, bahkan antar negara. Pada dasarnya menyontek membuat kita menjadi bodoh dan merusak masa depan kita. karena menyontek membuat kita jd malas belajar. Maka dari itu kita usahakan sebisa mungkin berusaha untuk tidak menyontek.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  120. salami jurusan Pgmi kelas a1 Says:

    menyontek adalah sesuatu perbuatan yang tidak terpuji, namun selalu ada pengikutnya, bukan hanya perorangan saja yang suka menyontek namun dari berbagai kalangan, bahkan antar negara maka dari itu kita usahakan sebisa ,mungkin berusaha utuk tidak menyontek.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  121. herawati Says:

    assalamualaikum
    herawati kelas A2 PGMI

    Dari artikel yang saya baca,saya sangatlah setuju dengan artikel tersebut yang mengatakan bahwa menyontek merupakan suatu tindakan yang tidak bijak,konyol,sembrono,yang dilakukan oleh siswa baik disekolah maupun diuniversitas.hal tersebut dapat membangun prilaku yang tidak baik dimana jika di diamkan akan menjadi kebiasaan sehingga menjadi malas untuk belajar.

    Tapi pada kenyataan budaya menyontek sulit dihindari karna disetiap ada ujian guru dan pengawas ujian tidak memberikan dengan tegas sangsi bagi siswa yang ketahuan menyontek.maka dengan tidak ada sangsi atau hukuman yang di terapkan membuat siswa atau orang yang melakukan cendrung mengulangi lagi padahal.menyontek sangatlah merugikan bagi siswa siswi yang rajin belajar,karena objektivitas penilaian tidak sama sekali melihat dari hasil ujian bukan keseluruhan proses dalam pembelajaran.karena pernah terjadi pada siswa ia seorang yang sangat pintar dan jujur dalam menjawab pertanyaan tapi nilainya lebih rendah dari siswa yang jelas-jelas menyontek.

    Maka untuk mengurangi atau mencegah contek menyontek harus di beri hukuman dan sangsi entah itu berupa skorsing,pengurangan nilai atau pembatalan kenaikan kelas jika hal ini di terapkan di setiap lembaga pendidikan mulai sekolah dasar sampai universitas maka tidak ada lagi budaya menyontek dan akan membuat siswa menjadi lebih rajin belajar sehingga siswa siswi kita akan berkualitas yang lebih baik lagi.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 1.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  122. intan febri/A2 Says:

    Di dunia pendidikan mensontek sudah mengakar sangat kuat,bahkan sudah membudaya bagi siswa atau mahasiswa. Apapun alasanya mensontek itu tidak dibenarkan karna tidak terlihat hasil yang diperoleh dari proses belajar mengajar yang telah dijalankan. Banyak hal yang menyebabkan siswa mencontek baik dari intern siswa maupun ekstern. Namun sebaiknya disikapi sedari dini. Tugas guru dalam dalam mendidik dan mengajar sangat menentukan terutama pendidikan yang paling dasar. Sebagai contoh di negara kita banyak koruptor bertebaran. Itu hasil produk pendidikan masa lalu kita. Sebaiknya ditanamkan pada siswa bahwa ilmu itu adanya di qolbu bukan di lembar-lembar kertas,agar terasa “kebermaknaan” ilmu.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  123. Husni Fikri, kls IA PGMI, UIN Jkt. Says:

    Kebiasaan menyontek, bisa memasyarakat di kalangan pelajar dan mahasiswa, karena hal-hal seabagai beikut:
    1. Sekolah tingkat selanjutnya butuhkan nilai tinggi.
    2. Orang tua bangga, anaknya bernilai tinggi.
    3. Siswa/mahasiswa boleh berbangga bernilai tinggi
    4. Dunia kerja butuh nilai tinggi.
    Karena semua butuh nilai, maka siswa/mahasiswa akan berusaha mencapai nilai itu, walau dengan berbagai cara yang ilegal. Dan salah satunya, karena standar nilai kelulusan yang selalu jadi momok di masyarakat.
    Cobalah ubah persepsi kita, bahwa bukan hanhya nilai yang dimunculkan, tapi pengetahuan, keterampian, nilai, dan sikap. jadi, seorang siswa/ mahasiswa, jangan dilihat nilainya saja, tapi dilihat hal yang disebutkan di atas. Anak terdidik harus di tes/dilihat seberapa pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang dimiliki. Maka anak yang memiliki nilai kurang pun akan berani tampil, karena merasa mampu, dan hasil yang didapat pun karena perjuangan murni, tanpa berusaha mendapatkan nilai dengan cara ilegal yang dianggap legal.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  124. Husni Fikri, kls IA PGMI, UIN Jkt. Says:

    Jadi intinya, jangan terpaku pada nilai yang tertulis dalam secarik kertas.Tapi potensi yang ada pada diri anak. Sekolah tingkat selanjutnya, arang tua, siswa/mahasiswa, dan dunia kerja, boleh berbangga terhadap nilai tersebut, jika ditunjang dengan cara memperoleh nilai tersebut yang jujur dan murni kemampuan sendiri( termasuk,Bagi siswa/mahasiswa).Dunia kerja, bolehlah memanfaatkan mereka, orang tua, bolehlah senang dan bersyukur, sekolah tingkat selanjutnya, bolehlah menjadikan mereka anak terdidik di sekolahnya.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  125. nurhayatinufus Says:

    NURHAYATI NUFUS
    PAI/B/III

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Mengomentari tentang “Budaya Menyontek di tanah air” adalah bukan sebuah hal baru dalam dunia pendidikan kita, hal ini sudah berurat akar bahkan akar-akarnya tidak mudah untuk dimusnahkan. Bagaimana tidak kebiasaan menyontek sudah terbentuk sejak pendidikan tingkat dasar sampai pada tingkat perguruan tinggi di tanah air. hal ini disebabkan karena lembaga pemerintahan yang menukangi bidang pendidikan sampai saat ini belum menemukan formula yang ideal bagi proses penyelenggaraan pendidikan kita. “Setali tiga uang” dengan itu kebijakan-kebijakan tanggung pun menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya aksi menyontek. Seperti: Proses belajar di tingkat SD-SMA yang berlangsung cukup lama ditentukan nasibnya oleh pemerintah hanya dengan beberapa hari dengan tema ujian nasional yang sudah terbentuk layaknya hajatan nasional, bukan guru yang bersangkutan yang menentukan kelulusan akan muridnya. hal ini menjadikan celah bagi siswa ataupun mahasiswa untuk berupaya memperoleh nilai yang bagus dengan menghalalkan segala macam cara(menyontek). bukan skill yang dibutuhkan tetapi hanya secarik kertas yang berisikan nilai. Bahkan pejabat-pejabat daerah saling berlomba-lomba menaikkan gengsi pencapaian nilai yang memuaskan dengan memberikan instruksi kepada bawahannya agar daerah yang dipimpinnya mencapai nilai ujian yang sempurna, yang bermuara pada praktek suap dalam bidang pendidikan. Kalau di ranah pendidikannya saja seperti ini bagaimana negara kita mau maju karena negara akan maju kalau kwalitas pendidikannya baik. jadi, intinya menurut sudut pandang saya kelaziman menyontek disebabkan oleh faktor-faktor berikut:
    1. Pemerintah, seperti uraian diatas
    2. Orang Tua, karena pemerintah hanya mengikuti gengsi, maka orang tuapun memiliki persepsi yang sama, yang penting nilai bagus walaupun dengan beragam cara, seperti menyontek
    3. Lingkungan Sosial(Dunia Kerja), karena meneladani juga dari kabijakan pemerintah yang hanya melihat nilai sebagai acuan, didunia kerjapun senada dengan itu artinya nilai yang tertera pada secarik kertas itu pula yang menjadi alasan mempekerjakan seseorang, adapun skill menjadi urusan belakangan.
    3. Sekolah/Perguruan Tinggi itu sendiri yang menyebabkan Siswa atau Mahasiswanya melakukan kebiasaan menyontek.
    Dengan dalih sekolah itu akan menuju sekolah bertaraf/berstandar ini, itu, dan lain sebagainya.
    entah sampai kapan pendidikan kita bisa menyelenggarakan proses pendidikan yang jujur, tanpa menyontek? Bisakah hal ini terwujud? Sampai saat ini menurut pendapat saya hal itu akan sulit rasanya terwujud.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  126. SURYALAYA Says:

    Saya mengajar di Sekolah Internasional selama 10 tahun. Murid2nya semua anak expatriate. Guru2nya juga asing cuma saya orang Indonesia mengajar Indonesian Studies. Ketika saya pertama kali berikan mereka ujian saya suruh duduknya berjauhan tapi mereka jawab: Untuk apa? Ok lah duduk di tempat masing2. Anehnya mereka samasekali tidak mau lirik kiri kanan lihat pekerjaan temannya alias nyontek. Seorang anak menyerahkan kertas ujiannya sebelum habis waktu. Tapi ketika saya periksa masih banyak yang tidak dijawab. Saya katakan kenapa banyak yang masih kosong? Dia jawab, “Saya tidak bisa”. Coba usahakan dijawab yang masih kosong. Saya berikan kembali kertas ujian tsb. dan saya perhatikan anak itu samasekali tidak berusaha melihat kiri kanan padahal dekat sekali. Saya tahu dia berfikir keras untuk bisa menjawab ujian tsb. Selang beberapa waktu dia berikan lagi kertas ujiannya. Lo masih banyak yang kosong? Dia jawab maaf tidak bisa pak. Rupanya nyontek seperti haram baginya. Begitupun dicontek adalah dianggap pencurian alias haram dan akan sangat marah. Baginya lebih baik tidak lulus daripada nyontek. Raport sekolah asing ada dua kolom yaitu “academic grade” dan “effort grade”. Saya berikan effort gradenya tinggi dan academic grade sesuai nilai dia.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  127. muhamad arobi Says:

    banyak orang menjadi bodoh karena tidak ingin terlihat bodoh….

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  128. griselda olinda Says:

    pak saya mau nanya ketika ada murid saat ujian nasional dilaksanakan, semua siswa yang ada di kelas menyontek dan ada satu siswa yang duduk paling depan dekat pengawas juga menyontek dan yang diketahuinya cuma satu anak tersebut, sebenarnya siapa yang akan disalahkan ? kemudian keesokannya ia tidak menyontek lagi….? menurut bapak apakah dia bisa LULUS tahun ini ?

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  129. febri Says:

    ssya sering menyontek sewaktu ujian dengan membuat catatan kecil namun dengan membuat catatan tersebut sedikit demi sedikit saya bisa mengafal pelajaran tersebut karena menulis juga termasuk cara belajar dan menghafal
    namun terkadang saya juga suka lupa sehingga terpaksa membuka catatan kecil tersebut,

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  130. MAYA CANDRA LESTARI Says:

    saya setuju bahwa dengan mencontek akan berakibat buruk bagi si pencontek… apalagi, ini akan membuat si pencontek menjadi malas belajar dan maunya usaha dari teman sendiri. nilai yang bagus, bukan hasil dari pemikirannya sendiri, nah ini sama saja membohongi diri sendiri.
    jangan budayakan mencontek.. tapi kita harus membudayakan sifat kerja keras. ini akan membangun sifat yang baik.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  131. ummul banin bsa Says:

    sepertinya menyontrk merupakan sebuah tradisi turun menurun disetiap sekolah. sangat susah untuk di hilangkan karena tradisinya sudah mengakar. menyontek dapat terjadinya karena adanya penyontek dan pemberi contekan,kalau salah satunya tidak ada maka aktifitas ini tidak akan terjadi, tapi sayangnya ketika si pemberi contekan tidak mau memberi contekan agar tidak terjadi proses ini maka si penyontek akan marah dan mengancamnya.
    jadi tradisi ini akan sangat sulit untuk dibrantas. mungkin kita bisa memberi pengetahuan pada anak sejak dini kalau menyontek adalah perbuatan yang tidak baik, sehingga setidaknya mengurangi tradisi ini. selain itu percaya diri juga harus di tanamkan agar mereka yakin pada diri sendirj dan tidak ingin menyontek.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  132. latifatul novidasari Says:

    seratus persen tidak setuju adanya menyontek bagaimanapun kondisinya mencontek……………… budaya dari dulu, yang merupakan cikal bakal seseorang untuk korupsi, karena mencontek merupakan tindakan korupsi kecil yang dilakukan oleh para siswa maupun mahasiswa jika masih pelajar ajahh udah melakukan korupsi kecil bagaimana ketika dia menjadi pejabat nantinnya

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  133. Aspui Says:

    ana suka artikel antum, karena tidak hanya memandand dari satu sisi.

    seorang siswa melakukan menyontek dikernakan berbagai faktor diatas.

    yang menelatarbelakangi saya mengapa menyontek adalah:
    1. malas belajar
    2. kurang minat terhadap mata pelajaran yang bersangkutan
    3. karena dikasih bocoran, yang mengahruskan saya mau tidak mau untuk menyontek

    di kalangan teman-teman saya banyak yang berkata:
    “saat belajar kita mencari ilmu dan ketika ujian kita cari nilai” ini adalah yang melatar belakangi mengapa teman-teman saya menyontek. thanksssssssssss !!!!!

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  134. Amaliyah Says:

    Aassalaam
    berkenaan dengan kasus menyontek yang trjadi dikalangan pelajar or mahasiswa, klo diliht dari segi akhlaq itu merupakan perbuatan yang tidak baik, karena dsni tidak adanya nilai kejujuran.
    tapi kalo menurut sya mencotek atau memberikn contekan tak masalh, karena setiap individu(siswa) ada yg tidak menguasai pelajaran tertentu, dengan catatan yang diberikn contekan tersebut hrus punya skil lain dlm bidang lain, sehingga kita memberikn contekan dengan tujuan agar pelajaran yang dia tidak mampu itu tidak menjadi beban baginya dalam mengembangkan skil husus yang dia miliki.

    tapi ada cara lain juga untuk memberikan contekan tidak harus langsung dg memberikn jawabn, tp hanya dengan memberikan key ja,

    thankz

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  135. farwah najmi Says:

    assalamualaikum
    pak saya mahasiswi STAI Madinatul Ilmi akan sedikit berkomentar tentang contek menyontek
    pertama menyontek merupakan tindakan yang memang tidak bagus karenakan nilai yang diujikan melalui uan itu sudah pasti tidak murni, dan ini berdampak sangat merugikan bagi orang yang di contekan, dan perbuatan ini membuat anak yang mencontek menjadi tambah malas belajar.
    namun sekarang contek mencontek ini merupakan hal yang di anggap lumrah oleh anak-anak dan bahkan gurunya sendiripun mendukung akibat mencontek tersebut. dan seharusnya ada solusi yang harus pemerintah buat agar contek mencontek tidak terjadi lagi..
    dan khusus untuk pemerintah saya memberikan sedikit ide agar pemerintah itu tidak mengadakan uan yang terlalu rumit sehingga membuat anak-anak dan guru-guru menjadi stres untuk berlomba-lomba mengejar nilai… seharusnya pemerintah memberikan kelonggaran dalam penilaian dan tidak perlu di adakan secara ketat, yang penting sekolah mengadakan ujian untuk melatih kecerdasan mereka dan bagi saya untuk menilai keahlian murid itu bukan dengan penilain uan saja tetapi harus dilihat dari keaktifan dan keseriusan murid belajar di sekolah itulah nilai yang terpenting,,,
    sekian dari farwah semoga contek mencontek bisa ditanggulangi.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  136. Aspui Says:

    bagaimanapun caranya saya pribadi tidak setuju dengan kegiatan menyontek. walau terkadang saya melakukan hal ini. karena saya sendiri berfikiran nilai itu tidak penting, banyak nilai-nilai saya yang lumayan bagus namun itu hanya menjadi hiasan kertas yang membuat saya jadi malu pada diri sendiri, karena nilai dan pengetahuan yang ada pada diri saya bagaikan langit dan bumi, nilai bagus sementara pengethuan penuh dengan sangat keprihatinan. thanks !!!

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  137. Rismawati Says:

    contek menyontek adalah budaya masa lalu hingga sekarang yang agaknya sulit untuk dihapuskan, karena sudah terlampaun melekat. dan ini merupakan tugas terberat bagi para guru termasuk juga para calon guru untuk mengupayakan pembangunan kebudayaan baru “BELAJAR TANPA NYONTEK” atau UJIAN TANPA NYONTEK.
    menyontek, salah satu bentuk ketidkpercayaandiri, kemalasan, kebodohan, yang ada pada diri seseorang yang sangat penting untuk dibasmi, meskipun ada sebagian yang mengatakan, ada sebagian kegiatan menyontek yang sifatnya posotif. akan tetapi menurut saya bahasa ini (menyontek)tidak/kurang layak digunakan (apalagi dilakukan),karena berarti disini nilai kejujuran yang dikalahkan. karena justru sebaliknya kejujuran adalah nilai yang paling mahal dalam kehidupan ini. bangsa kita ini sudah tidak memerlukan anak yang pintar (buat apa pintar kalau hanya untuk membodohi orang/pinter kebelinger), akan tetapi bangsa kita ini membutuhkan anak yang jujur untuk membangun bangsa kita menjadi maju dan lebih baik terutama dalam sisi kualitas.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  138. tri mulyo Says:

    memang nyontek itu g baik.., tapi apa bleh wt? sekrang kbnyakn guru atau dosen menilai siswa / mahasiswanya dari segi kognitifnya saja, segi psikomotorik dan afektifnya tidk d nilai. jd d mata siswa / mahasiswa hanya mengejar nilai. orang yang di tuju guru atau dosen hanya nilai ujian saja dari segi kognitif saja, segi yang lain di lupakaaaannnnnnnnn…
    jadi ketika proses pembelajaran siswa/ mahasiswa mencari ilmu sedangkan ketika ujian maka siswa/ mahasiswa mencari nilai.
    apalagi UN yang hanya mencari nilai kelulusan.., masa cuma gara-gara nilai UN g lulus..,sekolah selama 3 tahun di tentukan cuma 3 hari..,cuma nila UN doang…., itu kan g sepadan apa yang mereka jalani selama 3 tahun belajar..,gimana mereka tidak gemetaran mengisi soal UN?kalau soal UN menjadi monster bagi mereka yang akan menjatuhkan mereka dengan sekejap…,,

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  139. Tri Wahyuni Says:

    Salah satu faktor utama penyebab menyontek adalah kurangnya rasa percaya diri pada seseorang serta kurangnya kesadaran bahwa ia telah dipercaya untuk mengemban tugas yang telah dipercayakan kepadanya.

    Kurang PD ini pun yang kemudian akan menyebabkan kegagalan yang sering dialami kebanyakan orang.

    Dengan sikap percaya diri, maka seseorang dapat membangkitkan spiritnya untuk melangkah lebih maju, tanpa dihinggapi rasa takut, mundur kebelakang atau mengambil jalan pintas dengan cara MENYONTEK.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  140. Siti Nurjanah Says:

    Salam,,,,,

    Mencontek memang salah satu kebiasaan buruk siswa yang malas belajar. Karena mereka malas belajar setiap hari, akhirnya mereka putuskan untuk belajar ketika hendak ujian, dengan SISTEM KEBUT SEMALAM-nya.Tapi mereka sadar, bahwa sistem kebut semalam tidaklah berhasil, karena terlalu banyak materi yang harus mereka pelajari. Akhirnya, pada saat itu kekereatifan mereka timbul, yakni membuat catatan kecil tentang materi atau mereka putuskan untuk mencontek pada teman mereka.
    Tentang kelonggaran atau kelengahan penganwas, saya rasa memang benar. Teman saya pernah bercerita, bahwa dia pernah mencontek ketika ujian, padahal waktu ujian, dia duduk di bangku depan.
    Berhubungan dengan budaya mencontek ketika Ujian Nasional, di sini bukan hanya siswa yang berperan, akan tetapi malah pihak sekolah sendiri yang ngasih contekan pada siswa mereka. Siapakah yang harus disalahkan pada kasus ini ?
    Mungkin tidak akan mudah untuk menghilangkan Ujian Nasional di Negeri kita ini, akan tetapi, budaya nyontek bisa dihilangkan, asalkan ada kemauan untuk belajar pada setiap siswa. Belajarlah dari awal kawan, agar ketika kita hendak ujian, materi yang akan kita pelajari tidak terlalu menumpuk.
    Kalau kita ingin berhasil, berusahalah sekuat mungkin, jangan mau yang instan, karena sesuatu yang instan tidak akan membuat kita senang dan bangga ketika kita berhasil, dan keberhasilan yang kita raih dengan cara instan tidak akan bertahan lama.
    Dalam artian, saya tidak menyetujui adanya contek mencontek. Akan tetapi, siswa tidak sepenuhnya jadi tersangka, karena ada pihak lain yang malah menyuruh siswa mereka untuk mencontek.

    Wassalam,,,,,,,

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  141. eti suherti Says:

    mengingat masa lalu yang sudah saya alami,, mencontek adalah jalan satu-satunya untuk keluar dari permasalahan soal ujian yang dapat mengakibatkan kesetresan,,
    bahkan nyontek-menyontek ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak,,, yaah apa boleh buat hati kadang menolak untuk melakukan suatu tindakan ini tp klo tidak begitu yaah tidak luluslah saya,malulah saya jika tidak lulus sendirian,yang lain lulus masa saya enggak, behhh atuttt…. karna semua siswa, bahkan siswa lain dari berbagai sekolahpun yang mengalami ujian bersama saya waktu ujian SMA kmaren yang kebetulan satu tempat juga melakukan contek-menyontek yang juga didukung oleh berbagai pihak,, jd semua siswa pada hari ujian itu dengan santainyna dan dengan tenangnya melakukan hal itu,, bahkan secara terang-terangan..
    entah apa motivasi dibalik semua ini??
    apakah mereka kaum yang bersangkutan dengan hal ini ingin anak didiknya lulus dan tidak mengalami kesetresan??
    atau ingin menghancurkan masa depan anak didiknya dengan mengajari hal yang tidak jujur??

    karna sayang atau karna benci??

    maaf saya tidak bisa komentar tp saya ingin bertanya,, apa yang harus dilakukan jika berada diposisi yang saya alami waktu itu????,,,

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  142. Muti'atillah Says:

    menyontek adalah suatu tindakan yang secara tidak langsung dirinya itu merasa malas dan tidak mau berusaha, perbuatan seperti itu tidak layak dilakukan dan seharusnya, kita itu menyadari bahwa kita masih memiliki otak untuk berfikir, bahwa tindakan seperti itu salah. Da kita harus sadar jangan mudah putus asa dalam artian kita itu pasti bisa.

    Dan perbuatan seperti itu adalah suatu perbuatan tidak jujur pada diri sendiri dan orang lain. di samping itu karna kita merasa tidak diawasi secara ketat padahal Allah selalu mengawasi kita.

    Untuk menghindari perbuatan tersebut kita harus:
    1. Belajar sungguh- sungguh.
    2. Hindari kebut semalam.
    3. Percaya diri bahwa kita bisa.
    4. Dan jangan lupa setiap usaha harus disertai dengan do’a, selanjutnya apapun yang terjadi kita harus bangga pada diri kita sendiri meskipun hasilnya kurang memuaskan.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  143. syarofah Says:

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Sebelumnya terima kasih pak atas tugas yang telah diberikan oleh bapak.
    Dalam pembahasan “Psikologi Nyontek” ini saya akan memberikan beberapa pendapat berkenaan dengan hal tersebut, diantaranya:
    Menurut saya nyontek merupakan perbuatan yang tidak terpuji, karena dalam menyontek akan membuat seseorang itu malas dalam belajar, berfikir dan menimbulkan ketidakpercayaan terhadap dirinya sendiri atas kemampuan yang dimilikinya.

    Saya setuju dengan penyebab orang melakukan nyontek yang seperti bapak Tanenji sebutkan, hal itu disebabkan karena ingin berhasil tanpa usaha yang melelahkan, ingin membahagiakan pihak lain, malu tidak disebut berprestasi, bahan yang diujikan tidak menarik dan sistem pengawasan ujian yang longgar. Tetapi penyebab seseorang menyontek tersebut tidak dapat dibenarkan, karena perbuatan menyontek menimbulkan beberapa dampak yang negatif bagi dirinya baik di kehidupan sekarang maupun di masa depan nantinya.

    Oleh karena itu seseorang harus percaya pada dirinya sendiri dengan kemampuan yang dimilikinya, bahwasanya apabila seseorang telah belajar dengan sungguh-sungguh maka nilai nya pun akan mengikutinya. Jadi, tidak perlu khawatir bagi seseorang yang telah belajar secara sungguh-sungguh dan tekun akan mendapatkan nilai yang tidak bagus, karena nilai itu mengikuti bagaimana kita menjalani proses tersebut (mendapat nilai yang bagus pula bagi yang belajar secara sungguh-sungguh dan tekun).

    Berkenaan dengan hal contek-mencontek yang terjadi secara kecil maupun besar (massal) misalnya saja kasus UAN, manurut saya, kita sebaiknya tidak saling menyalahkan satu sama lainnya. Melainkan kita harus mencari solusinya dari semua hal tersebut, jadi baik pihak siswa/i, guru, kepala sekolah, Depdiknas, dan semuanya harus mengintropeksi diri terhadap pribadinya/ instituisinya berkenaan dengan apa yang menyebabkan terjadinya proses contek-mencontek ini.
    Misalnya para siswa/i belajarlah secara sungguh-sungguh dan tekun, para pendidik mendidiklah sebagaimana peran pendidik, kepala sekolah mengaturlah secara bijaksana, terutama Depdiknas dalam hal ini bagaimana harus bisa memfasilitasi sarana dan prasarana yang baik dalam mewujudkan proses kegiatan belajar yang baik pula, dan saran saya sebaiknya Depdiknas dalam hal ini tidak membebankan tanggungan yang berat kepada siswa/i, guru, maupun kepala sekolah, sehingga apabila telah demikian maka tidak adanya perilaku contek-mencontek tersebut apalagi secara massal.

    Cukup sekian pendapat saya berkenaan dengan Psikologi Nyontek, apabila ada kesalahan baik tulisan maupun dari isinya saya memohon maaf, semata-mata saya hanya mengeluarkan pendapat pribadi saya saja.

    Wassalamualaikum Wr.Wb…

    Syarofah
    Semester III
    STAI Madinatul Ilmi

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  144. Sri Khasanah Says:

    Kata “menyontek” bukanlah yang pertama kali kita dengar. Menyontek sudah sering didegungkan, apalagi ketika detik-detik menjelang atau pun setelah UNAS oleh orang-orang di sekitar kita atau bahkan di berbagai media massa berkali-kali akan disinggung sebagai bahan bahasan yang hangat.

    Menyontek merupakan perbuatan yang tidak hanya menunjukkan sikap pecundang, tetapi juga merupakan perbuatan yang tidak jujur. Namun, perbuatan yang tidak baik ini kenapa justru menjadi hobi, bahkan seolah-olah menjadi tradisi dan hal yang biasa dilakukan oleh manusia-manusia dan khususnya anak didik di negeri kita.

    Seperti yang kita tahu, menyontek merupakan perbuatan atau kebiasaan yang tidak baik. Maka tentu banyak akibat yang tidak baik juga muncul dari perbuatan ini. Dengan menyotek, seorang siswa / mahasiswa tidak akan terbisa untuk selalu mengasah otaknya, tidak terbiasa dengan beratih mengingat. Bahkan dengan kebiasan menyontek yang mungkin dianggap sepele oleh para pelakunya ini, dapat menanamkan pada diri seseorang itu sifat buruk, yaitu tidak berusaha atau bekerja keras ketika menginginkan suatu keberhasilan, kseuksesan, sesuatuyang optimal dsb. Padahal, tidak ada keberhasilan yang diperoleh dengan duduk manis.

    Hapus menyotek dan Tanamkan kejujuran
    > jujur adalah kunci kesuksesan bagi seseorang di dunia dan di akhirat.
    > sebagaimana menyontek merupakan perbuatan yang tidak jujur, akan menghilangkan kepercayaan.

    Menyontek karena ingin dapat nilai bagus? Ingin menyenangkan orangtua?
    > Nilai bagus karena kerja keras kita sendiri akan lebih memuaskan. Apa salahnya belajar? Apa dengan belajar kita akan rugi?
    > Terpandang di dalam masyarakat, tidak melulu karena nilai akademik kita yang bagus.
    > Orangtua akan lebih bahagia ketika melihat anaknya tumbuh menjadi seorang yang jujur.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  145. Mujib Munawan Says:

    Salam..
    sebagai seorang mantan (ya kadang2 masih)pencontek sejati, saya (yang sekarang masih berstatus pelajar,maklum atas tindak contek mencontek. selain dari banyak ulasan dan tanggapan2 yang telah banyak dilontarkan dalam komentar2 sebelumnya. mencontek yang tidak sekedar mencontoh(menyalin) pekerjaan teman, juga dengan “ngepek” atau melihat buku catatan atau terkadang dengan membawa catatan kecil secara tersembunyi. yang terakhir ini biasa dilakukan (terutama saya sendiri. waktu itu)pada saat ujian. tentu dengan pertaruhan harga diri hanya sekedar demi mendapat hasil ujian (nilai) yang bagus. ya minimal gak “jeblog” lah. tapi seiring perjalanan waktu, kita akan tersadar bahwa kebutuhan kita akan ilmu tidak hanya sebatas pada perolehan nilai secara dhohir. yang lebih utama adalah penguasaan kita akan materi tersebut. sekarang, bagi saya nilai itu nomer 29, bahkan contek mencontek sudah mulai ditinggalkan. trauma. karena, pengalaman, bahwa tiap anak yang saya beri contekan justru mereka mendapat nilai lebih baik dari saya. karena diam2 saya juga tahu, bahwa sebenarnya, mereka (para “contekers”)itu pura2 tidak paham, sementara ada beberapa soal saja yang tidak dia paham, yang itu dia minta contekan dari teman lain. jadi misal, sebagian mereka bisa mengerjakan, tapi bagian yang dia tidak tahu, ia tanyakan pada teman lain. hingga perolehan nilai dia itu menjadi tinggi. menurutku, (sampai pada sebuah kesimpulan) bahwa sebenarnya, orang yang bener2 pintar itu bukan yang nilainya bagus, tapi adalah yang nilainya cukup. andai terpatok nilai 1-10, maka anak yang “asli” pintar, ialah yang memperoleh nilai 7-8 saja. anak yang yang mendapat nilai 4-5 ia adalah orang yang tidak pintar2 amat, tetapi ia jujur. tapi anak yang mendapat nilai 8 keatas, itu ada dua kemungkinan yang pertama, ia memang benar2 pintar. yang kedua, ia aslinya gak pintar, tapi mendapat “bantuan” contekan. satu-satunya cara membedakan hanya dengan melihat bagaimana harian mereka. saya kira guru yang baik, tidak sekedar melihat prestasi anak didik dari sekedar nilai akhir. tetapi bagaimana menilai anak didik dari keseluruhan.
    menurutku juga, sebaiknya gak usah kita mematikan tradisi contek mencontek, tapi cukup kita arahkan atau beri pelajaran. agar anak didik itu tahu dan dapat secara dewasa mengambil keputusan sendiri untuk meninggalkan tradisi buruk itu. hanya dengan memberikan motivasi dan stimulus, serta memberikan mereka gambaran2 tentang bagaimana mencontek dan apa akibat2nya.
    pikirkan bagaimana agar anak itu tidak mencontek, bukan bagaimana memperlakukan anak yang mencontek…
    (ah….semakin siang, semakin konslet, sehingga semakin tidak koheren apa yang saya tuliskan).
    cukup sekian saja komentar saya, pak Tanenji.

    Mujib Munawan
    11.031.010
    STAI Madinatul Ilmi Depok

    (Senang berdiskusi dengan anda).
    Wassalam..

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  146. Ibnu Masfud Says:

    Sebenarnya menyontek itu perbuatan yang tidak baik dilakukan,tetapi di Negara Indonesia sudah menjadi kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan sampai saat ini.banyak anak sekolah atau mungkin mahasiswa yang menyontek pada waktu ujian agar bisa mendapatkan nilai yang bagus.banyak faktor yang melatarbelakangi hal tersebut seperti tidak belajar,malas dengan mata pelajaran yang susah dan masih banyak lagi.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  147. Tuffah Madinatul Ilmi Says:

    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Setelah membaca tulisan bapak, saya jadi merasa sedih karena hal ini adalah suatu dilema yang dihadapi oleh negara kita. Mungkin salah satu penyebabnya adalah soal yang menginginkan jawaban secara “kaku” artinya bukan pemahaman siswa didik tapi lebih kepada teori-teori yang panjang dan bahasa yang kaku persis seperti buku teks sehingga sulit bagi siswa untuk menjawab atau menjelaskan dengan bahasa siswa. Saya lebih suka jenis soal yang merupakan pemahaman dari siswa itu sendiri dan jawabannya tentu beragam. Disini seorang guru harus mampu memahami maksud dari jawaban siswa tersebut dan tidak memberikan penilaian yang “kaku” terhadap jawaban siswa.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  148. sukron ma'mun Says:

    saya sependapat,karena kebanyakan seseorang yang menyontek itu secara otomatis mencari nilai, padahal tujuan pendidikan itu sendiri ialah sebagai tiang perkembangan dan yang mana mengandung asas dan basis nilai aktifitas kehidupan di dunia ini. Dan bahkan kebiasaan menyontek sudah menjadi tren di negara kita. ini harus menjadi renungan kita, faktor apa yang mengakibatkan terjadinya contek-mencontek?? ini menjadi gambaran buat diri kita sebagai pendidik sekaligus pembimbing di masa mendatang. Alhasil, kita harus banyak2 membenahi diri kita sebelum terjun ke masyarakat.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  149. fahmi idris Says:

    salam,,
    menurut saya sebenarnya tradisi menyontek itu di sebabkan oleh simtem yang salah,materi yang berat bagi sebagian murid, cepatnya menerangkan materi sehingga sebagian murid merasa sulit untuk mengikuti dan pandangan masyarakat bahwa yang nilai yang besar itu pintar. sistem di kita itu ujian adalah yang menentukan, jadi kita di tentukan dengan satu pertemuan seharnya penilayan itu di lakukan setiap pertemuan sehingga bisa membuat murid lebih santai dalam belajar tidak terbebani.
    beratnya materi bagi sebagian siswa, setiap murid itu mempunyai kemampuan yang berbeda-beda maka bagi sebagian murid mencontek adalah jalan keluar agar dia bisa selamat dalam mata pelajaran itu (tidak dapat nilai buruk).
    cepatnya dalam menerangkan materi, bagi sebagian siswa dengan ketertinggalan dalam memahami materi mereka menjadi malas untuk belajar dan akhirnya pada waktu ujian mereka mencari jalan keluar dengan mencontek.
    pandangan orang bahwa yang nilainya besar itu pintar dan pasti sukses.
    paradigma seperti ini mendorong seseorang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai besar. padahal dalam belajar itu di tekankan nilai kejujuran.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  150. Muhammad Fadlullah Says:

    Salam…
    budaya contek menyontek ini menjadi permasalahan yg kompleks di stiap sklah yg blm mndpatkan sistem pngajaran yg akan membuat psrta didik itu brhnti untk brbuat crang tsb.
    Permasalahan ini bkn hnya krna psrta didik itu tidak bljar, artinya bhwa psrta didik itu tlah bljar scra maksimal, ttapi dri phak “sekolah” trkadang memberikan cntekan kpd psrta didik, shingga psrta didik yg krang prcya diri trhdp apa yg d dpt dri hasil bljrnya dan tdk kuat imammya, dlm hal ini ktika mlksnakan UAN maupun UAS mka scra otomatis psrta ddk trsbut akan mlakukan prbuatan crang trsbut.. skian trima ksih, Syukron Katsir Ustad,, dan mhon maaf ats ktrlambtan saya dlm mnylsaikan tgs ini,,,

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  151. Salam Says:

    banyak hal yang harus di khawatirkan berkenaan dengan menyontek,dalam hal ini menyontek yang tidak sesuai dengan keadaannya, yakni sebagai siswa atau mahasiswa, hingga dijadikan sebuah kebiasaan yang buruk.Ada beberapa faktor penyebab siswa melakukan hal demikian, diantaranya ialah kembali kepada siswa itu sendiri, bagai mana ia harus berusaha untuk melawan rasa malas dalam hal belajar, hingga adanya persiapan.Pengawasan yang kurang dari guru pembimbing, seandainya seorang guru tegas dalam hal mengawas anak didiknya, saya yakin budaya mencontek ini tidak ada.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: -1 (from 1 vote)
  152. Muhammad Ilham Amri Says:

    Budaya mnyontek sungguh amat sgt mrugikan, bgmna tdak? Org yg gemar mnyontek pstilah brpikir bhwa ujian itu hnyalah sbg sbuah “formalitas” saja,, aah ujian mah gmpang deeh asal bsa pintar-pintar aj nyimpen contekan, itu lah kata2 yg sring d lontarkan oleh siswa maupun mahasiswa jika d tnya oleh temannya apakah dia sudah mprsiapkan diri dlm mnghdapi ujian yg akan d langsungkan hri itu.
    Sungguh amat sangat ironi memang, jika saja murid-murid di sekolah tau bahwa Bapak atau Ibu Guru mereka ketika dalam perkuliahan, khususnya pada saat menghadapi UTS atau UAS mereka semua mencontek massal, terlebih lagi jika yang mengawas ujian tersebut di anggap sebagai “malaikat” yang baik hati yang bisa mempersilahkan mencontek .. uuh tentunya acara contek mencontek makin ramai. :D ini khususnya saya alami sendiri dimana saya kuliah di jurusan tarbiyah.!
    Dalam memecahkan masalah ini harus melibatkan berbagai macam aspek, selain dari Guru dan murid tentunya. Dari segi lingkungan belajar dimana sang anak itu tumbuh,bisa mempengaruhi mental si anak tersebut,yang saya banyak saya temukan adalah si anak yang gemar mencontek ini,biasanya dituntut agar bisa memberikan nilai yang memuaskan, anak-anak seperti ini amat sangat tidak menghargai berproses dalam hal meraih prestasi, walhasil mereka pun ramai-ramai melakukan kegiatan contek mencontek berjamaah. Selain lingkungan belajar, ada juga dari segi teman sepermainan, anak-anak yang tidak mencontek patilah akan dianggap “cupu, muna, sok pinter, dsb” oleh anak-anak yang sering mencontek, akibatnya apa? Akibatnya adalah hasil kerja keras yang sudah dilakukan oleh anak yang betul-betul belajar akan kalah bersaing dengan anak-anak yang mencontek. Dari segi alat komunikasi untuk saat ini, apalagi jaman sekarang sudah teramat canggih untuk mengumpulkan atau mencari informasi, apalagi jika didukung oleh alat komunikasi yang dimiliki saat ini sudah bisa mengakses internet, maka ujian di depan mata pun dibawa santai,dan mereka pasti akan berucap “kan ada mbah google? Tinggal searching saja sebentar,bereees” jadi dari segi-segi itulah mencontek bisa diminimalisir

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 2.5/5 (2 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  153. Mochammad Fahlevi Says:

    terjadi “percontekan” ialah kesalahan dari 2 belah pihak yaitu guru dan murid, dan sistem pendidikan yang selama ini ada.

    membuat ujian menjadi terkesan kejam dan menyeramkan yang berdampak kecemasan pada anak didik,

    kecemasan membentuk emosi tersendiri bagi siswa-siswa salah satunya ialah dengan cara instan seperti mencontek

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  154. Heri Prasetyo Says:

    Menyontek memang sudah menjadi budaya yang tidak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan bangsa kita ini. Seolah -olah ujian itu tidak lengkap kalau belum ada yang namanya contek menyontek. Saya sendiri pernah menyontek,menyonteki juga pernah. Akan tetapi banyak akibatburuk yang saya dapatkan di banding manfaatnya.Saya rasa menyontek itu hanya disebabkan oleh ketidak siapan dan ketidak percayaan diri kita dalam menghadapi ujian.Kalau kita sudah benar-benar mempersiapkan ujian dengan baik tidak akan ada kamus yang namanya nyontek. Untuk itu mari dengan serentak kta katakan “TIDAK” pada nyontek.OKKKKKKKKK!!!!!!!!!!

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  155. hamid Qadarullah Says:

    salam, mengomentari psykolog menyontek yang di tulis oleh pak tanenji sangat menarik sekali,karena kebiasaan menyontek di negeri kita ini sudah menjadi budaya dan sulit di hilangkan kebiasaan hal yang burk itu, karena menyontek menrut siswa atau mahasiswa adalah fasilitas yang memudahkan mereka untuk menjwab soal2 dan mendaptkan nilai yang bgus dlm ujian. dengan menyontek siswa atau mahasiswa mengharapkan orang tua bangga anaknya dapat nilai tinggi dll.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  156. Arif Hidayat Says:

    menurut saya menyontek adalah memang sudah fitrah manusia, dalam arti umum.
    menyontek adalah kebiasaan manusia yang tak akan pernah di hilangkan, contohnya, dalam pembuatan jam manusia hanya meniru bumi yang mengitari matahari. jadi hal ini memang harus diwajarkan, karena manusia hanya bisa menemukan, bukan menciptakan. yang menciptakan hanyalah tuhan. jadi, kalau guu ingin merubah sepertinya sangatlah sulit, biarlah mereka menyontek,menyontek yang baik. dalam arti maknanya saja yang dicontek. seorang gurupun pada umunmya ketika memberikan soal itu dengan cara menyontek, bukan hasil pemikiran mereka benar-benar.
    intinya, jangan pernah menyalahkan siswa, salahkanlah dirikita masing-masing, dan perbaiki diri kita.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  157. ROIS DANUARTA Says:

    nama: rois sungada
    STAIMI

    salam……
    mencontek, adalah hal yang sangat tidak asing di telinga kita.Perbuatan yang sering di lakukan oleh siswa/mahasiswa, lantas apakah semua kesalahan ini mutlak di lakukan oleh peserta didik..??
    tidak, ada beberapa faktor yang menyebabkan siswa menyontek
    1. karena penyampaian guru yang tidak menarik
    2. guru2 sering menggunakan bahasa2 yang rumit
    3.suasana kelas yang tidak asik (memebosankan)

    dari faktor inilah penyebab dari siswa jadi malas untuk membuka, bahkan untuk membaca buku apalagi untuk memahami materi pelajaran.
    Disinilah peran guru sangat di butuhkan, guru bukan hanya menyampaikan materi, tetapi guru juga harus merakyat dan bertanggung jawab dengan murid, menyampaikan materi sesuai dengan kadar kemampuana murid/siswa, kebanyakan guru2 menyampaikan materi dengan bahasa-bahasanya sendiri, mereka tidak mau tahu apakah murid/siswanya paham apa yang disampaiakan atau tidak,,, terimakasih
    WASALAM..

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 1.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  158. maman sudirman Says:

    menurut saya: menyontek daLam dunia pendidkan bkan hanya di indonesian saja, melainkan di negara-negara lain juga sama mempunyai kebiasaan budaya menyontek spt di negara cina, malaysia dll. menyontek rasanya sulit banget di muslanhkan dalam dunia pep
    didikan. terkecuali dalam dunia pendidkan internasoinal. kemungkinan besar bisa dimusnahkan budaya contek menyontek.
    di dunia pendidikan banyak faktor yang menjadikan siswa atau mahasiswa melakukan kgiatan contek menyontek, antara lain karena faktor pengawas, sekolah, dan selidaritas teman.
    terimakasih…..
    untuk lebih jelasnya kita diskusi di kelas saja……..

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  159. syamsul arifin Says:

    menurut saya contek-menyontek itu bagus

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  160. Ahmad Nurul Huda Says:

    Contek menyontek memang masalah yang sangat menarik untuk dibahas.
    mengenai hal ini, kita tidak bisa hanya menyudutkan seorang siswa saja untuk dipastikan bahwa siswalah yang sangat gemar untuk melakukannya.
    seperti yang sudah-sudah, kejadian menyontek terjadi karena hanya hobi siswa semata, melainkan adanya kesempatan dan juga menjadi jalan alternatif untuk cepat diselesaikannya tugas dari guru atau bahkan menempuh posisi unggul dalam prestasi.
    sering dijumpai seorang guru memberi peringatan atau bahkan menegur siswa yang ketahuan menyontek saat menghadapi ujian. menurut saya pribadi, cara ini tidak akan memberikan dampak yang positif seperti yang diinginkan semua kalangan, akan tetapi cara yang harus diperhatikan adalah memulai dari diri sendiri baik dari kalangan guru ataupun siswa. dengan cara fokus dengan posisi masing-masing. yang siswa konsentrasi dengan profesinya dari sejak mencicipi materi yang diberikan kepadanya, adapun seorang guru ya harus benar-benar fokus dalam upaya mendidik dan mengajar siswa-siswa yang berhasil tanpa harus menggunakan jalan alternatif dengan cara contek menyontek.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  161. syamsul arifin Says:

    salam bpk, gmn cara yang terbaik untuk menghilangkan kebiasaan yg sudah terlanjur dan merata ini, dalam hal contek menyontek?

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  162. Heri Prasetyo Says:

    emmm mungkin benar apa yag dikatakan heri, tapi tidak slamanya harus menjadi budaya.
    kita harus bongkar kebiasaan lama.

    Alasan bagi yang pecontek telah jelas, namun ada beberapa alasan mengapa orang mau memberi contekan(walaupun berat hati)
    1. Dikatain pelit sama temen
    2. Merasa tidak enak
    3. Kasian ama teman setia kawan
    4. Jwban nya pas pasan sehingga, ia mau berbagi kesialan dengan teman lain supaya ada yang senasib dengannya.

    Menyontek hanya menguntungkan bagi pencontek bahkan pecontek bisa mendapatkan nilai tertinggi karena ia bertanya kepada teman-teman yang T-O-P, sehingga jwabannya akurat,

    Apabila teman yang dirasa T-O-P tidak beisa memeberi jawaban, karena teman tidak bsia menjwab pertanyaan yg ditnyakn, ia bertanya kepada teman T-O-P yang lain, jadi banyak dan hampir semua yang dikumpulkan jawabannya Shahih. Sehingga tidak jarang ketika pengumuman nilai ada hal yang menakjubkan, yaitu orang yang biasa-biasa saja ada peringkat atas namun orang yang T-O-P ada dibawahnya bhkan tidak masuk dalam peringkat,

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  163. alii Imron Says:

    emmm mungkin benar apa yag dikatakan heri, tapi tidak slamanya harus menjadi budaya.
    kita harus bongkar kebiasaan lama.

    Alasan bagi yang pecontek telah jelas, namun ada beberapa alasan mengapa orang mau memberi contekan(walaupun berat hati)
    1. Dikatain pelit sama temen
    2. Merasa tidak enak
    3. Kasian ama teman setia kawan
    4. Jwban nya pas pasan sehingga, ia mau berbagi kesialan dengan teman lain supaya ada yang senasib dengannya.

    Menyontek hanya menguntungkan bagi pencontek bahkan pecontek bisa mendapatkan nilai tertinggi karena ia bertanya kepada teman-teman yang T-O-P, sehingga jwabannya akurat,

    Apabila teman yang dirasa T-O-P tidak beisa memeberi jawaban, karena teman tidak bsia menjwab pertanyaan yg ditnyakn, ia bertanya kepada teman T-O-P yang lain, jadi banyak dan hampir semua yang dikumpulkan jawabannya Shahih. Sehingga tidak jarang ketika pengumuman nilai ada hal yang menakjubkan, yaitu orang yang biasa-biasa saja ada peringkat atas namun orang yang T-O-P ada dibawahnya bhkan tidak masuk dalam peringkat,
    t
    dan timbul “Orang pintar kalah sama Orang beruntung”

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  164. muhammad al hasni Says:

    menurut saya, perilaku mencontek adalah penyimpangan karakter yg muncul dr pribadi yg notabenenya sedang bermasalah secara psikologis, sesuai dengan kodratnya bahwa manusia dalam skala penciptaan dia adalah makhluk yg berakal dalam artian ia mampu menyesaikan problem sesuai dengan akalx, mencontek adalah prilaku buruk yg menyimpang yg terjadi disaat ujian dikarenakan minimnya rasa percaya diri dan confidence dngan kemampuannya dan bersumber dari rasa malas yg hanya instant mengandalkan kemampuan selainnya, baik itu kpd teman, atau benda2 lain yg bisa membantunya ex buku, komputer, kertas contekan dll. dan perilaku ini pada awalnya adalah perilaku yg tabu karena terjadi masa tenggang yg panjang sehingga merebak dan membudaya, dan ini sangat berdampak berat bukan hanya pada siswa melainkan juga pada bangsa ini.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  165. Muh. Alhasny Says:

    Salam Ustadz !

    bagaimanapun ana tidak setuju terhadap apa itu yang namanya nyontek. karena, itu adalah perbuatan yang negativ. memang banyak faktor mengapa seseorang melakukan nyontek, tapi itu adalah problem yang harus kita hadapi dengan berusaha sekuat kemampuan yang kita miliki. dan mencontek adalah bukan jalan yang mesti ditempuh dalam menyelesaikan masalah. agar kita menjadi manusia yang baik, maka kita harus menjauhi sifat memncontek, maka dengan itu kita akan menjadi manusia yang baik terlebih dahulu sebelum kita memperbaiki orang lain dalam kehidupan kita.

    syukron !!
    Wasalam.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  166. Antah Berantah Says:

    Kebiasaan buruk menyontek sudah biasa dilakukan mahasiswa-mahasiswi Binus setiap kali ujian. Seolah otak mereka sudah tidak sanggup berpikir kalau tidak melihat contekan pada saat ujian…

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  167. Paulkevin Says:

    Bagaimna bsa majunya indonesia jika gurunya aja gq bsa bri contoh yg baik .
    Orang kerjanya hanya buka buku paket lalu baca , guru asik main hp/laptop . Gq ada badai gq ada guntur tiba tiba ulangan . Gq ada penjelasan . Kalo gq tau di suruh tanya sama yang tau . Masalhnya siapa yg tau . Orang gurunya ajha kyk gitu .
    Apalagi klo marah , satu kelas bisa gempa … Marah itu tandanya sayng . Tpi jangan berlebihan dong !!! Bukan sayang namanya .

    Dan yg seharusnya tu . Bukan menguji kamampuan siswa . Tpi seberapa banyak siswa menangkap materi dan seberap kuatnya peranan guru dlm pengajarn .
    Dan terakhir yg plang saya benci adalh “guru ngambek ” :|

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya Oleh: Don Gabor Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009 ISBN: 978-979-22-5073-2 Tebal: xviii + 380 hal Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas! Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox