Persembahan yang Kreatif

hpOleh: Herry Prasetyo*

Suatu ketika, seorang teman bercerita kepada saya: “Kalau tidak ingin mengalami kesunyian, jangan menjadi orang yang kreatif dan berjiwa pemimpin. Hiduplah seperti orang kebanyakan, yang mengalir seperti air, nyantai, dan tidak banyak maunya.” Padahal, kawan saya ini adalah orang yang sangat kreatif, jiwa kepemimpinannya sangat hebat, bahkan ia masih bisa menyisakan waktunya untuk membantu orang yang berkesusahan, tanpa merasa bosan. Lalu, mengapa ia mengatakan hal itu kepada saya? Apa maksud dari perkataannya? Ketika saya tanya, ia waktu itu tidak memberikan jawabannya, sepatah kata pun.

Sang waktu kemudian berjalan dengan membawa banyak pengalaman, banyak persoalan, banyak pula kesempatan untuk menikmati dan memperbarui hidup. Sang waktu pun menawarkan banyak relasi, banyak pribadi yang juga mencoba menyempurnakan makna hidup, dari sudut pandang masing-masing. Saya pun demikian. Sepenggal demi sepenggal hidup dimaknai, dirasakan, diubah, dan di-upgrade untuk mencapai puncak pemahaman yang sempurna. Tidak ada waktu yang seharusnya terbuang percuma karena di dalamnya tidak ada yang bisa diulang, seperti penggalan-penggalan cerita film yang bisa diedit dan disusun ulang. Dan, tanpa sengaja, saya pun menemukan jawaban dari perkataan teman saya di atas.

Memang sulit mencari teman yang kreatif, yang banyak ada adalah pribadi penurut yang ingin cari aman. Memang sulit mencari teman berpribadi pemimpin, yang banyak ada adalah pribadi pengikut. Sebaliknya, sangat banyak yang memiliki prinsip “mengalir seperti air” hingga terlena tak berbuat yang terbaik untuk perubahan diri menjadi sempurna. Tak ada yang sempurna, begitulah anggapan kebanyakan orang, sehingga setiap hasil usaha pun setengah-setengah, tak lebih, tak sempurna. Dan, pribadi yang nyantai, juga luar biasa banyak. Pengikutnya pun tak terhitung, kita bisa langsung tunjuk tanpa pusing kepala.

Kepemimpinan dan kreativitas menjadi dua kata asing, hidup di dalam “makna sunyi” karena hanya dimiliki segelintir orang. Padahal, Tuhan mengajak manusia untuk kreatif, berjiwa pemimpin, sehingga apa yang dilakukan manusia bisa memberi makna untuk sesama. Tuhan tidak menginginkan setiap pribadi yang beriman menjadi “layu tak berkembang” karena akal budi dan nuraninya tidak dipergunakan dengan baik, kreatif, dan penuh nuansa kepemimpinan. Mungkin banyak di antara kita yang ingin merespons ajakan Sang Ilahi itu, namun belum memahami diri sendiri dan kemampuan pribadi. Untuk itulah, perlu introspeksi.

Pribadi Istimewa

Kita diciptakan sebagai pribadi yang istimewa, dengan demikian, harus istimewalah sikap dan tindakan yang kita lakukan. Bukan berarti kita ingin dimuliakan membabibuta, namun dengan pribadi yang dikaruniakan kepada kita, sudah sewajarnya seandainya kita memberikan yang terbaik untuk diri sendiri, untuk lingkungan sosial, juga untuk lingkungan pekerjaan kita. Kreativitas dan kepemimpinan sangat diperlukan karena tanpanya kita tidak akan mampu berbuat lebih. Kita bukan pribadi yang semakin hari semakin bodoh, namun sebaliknya, kita adalah manusia pembelajar yang dengan kemampuan akal dan hati, seharusnya semakin lama semakin dewasa dalam sikap dan tindakan.

Memang sangat sedikit teman yang kreatif dan berjiwa kepemimpinan, bisa dihitung dengan jari, bahkan, tidak bisa dihitung. Bukan saking banyaknya, tapi mungkin karena kebetulan tidak ada orang seperti itu di sekitar Anda. Sunyi. Namun, bukan berarti kita menjadi “mati gaya, mati rasa”. Kita harus mampu menciptakan diri sendiri menjadi pribadi yang kreatif dan berguna karena hanya dengan demikian, kita dapat memuliakan Tuhan dengan karya terbaik kita. Jangan terlena dengan hidup yang sudah ada saat ini, karena masih banyak yang dapat kita gali, masih banyak yang dapat kita perbuat. Pimpinlah diri sendiri menuju kreativitas tanpa batas.

Kesunyian karena sangat sedikitnya roh kreativitas semoga mampu kita ubah menjadi roh sukacita. Karena, setiap orang yang terlibat dalam pekerjaan, dalam cinta, dan dalam kehidupan yang lebih luas menyadari makna peran dan keberadaannya. Tidak sekadar ada, namun benar-benar mampu menghayati keberadaannya di tengah-tengah relasi maupun para sahabat terkasihnya. Jika kita menjadi pemimpin di antara banyak pribadi, memimpinlah dengan kreatif dan hati yang jernih. Jika kita menjadi orang yang biasa-biasa saja, tetap pimpinlah diri sendiri menjadi orang yang mampu menciptakan karya terbaik, meskipun masih sebatas untuk diri sendiri.

Mudah-mudahan, kesunyian itu pecah menjadi kabar sukacita karena kita mampu bersama-sama berlomba menciptakan karya kreatif dan berdaya saing. Buatlah Tuhan tersenyum dengan kreativitas tanpa batas yang Anda persembahkan.[hp]

* Herry Prasetyo, lahir di Yogyakarta, 28 Januari 1973. Selain berkarier sebagai penyunting, ia juga menggeluti dunia tulis-menulis dan telah menghasilkan beberapa buku pengembangan diri. Ia berharap bisa memotivasi pembacanya untuk mengembangkan diri dan juga mengingatkan bahwa kesuksesan bisa diraih, bagaimanapun beratnya. Judul-judul buku yang sudah ditulisnya antara lain Pribadi yang Menyenangkan, Merayakan Kesulitan, dan Membangkitkan Gairah Hidup. Herry dapat dihubungi melalui pos-el: herry_penulis[at]yahoo[dot]com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 7.5/10 (2 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +1 (from 1 vote)

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya
Oleh: Don Gabor
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
ISBN: 978-979-22-5073-2
Tebal: xviii + 380 hal

Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas!
Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda pada empat gaya berjejaring—Kopetetif, Supel, [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox