Penantian Membuka Kado Istimewa

faOleh: Fida Abbott*

Sudah dua hari lamanya saya belum juga membuka kado ulang tahun dari suami, sebuah kotak putih bertuliskan Gateway masih terbungkus rapi. Saya hanya membaca deskripsi produknya saja. Suami saya beberapa kali menanyakan mengapa saya belum membukanya. Apakah saya tidak merasa excited? Saya berusaha menjelaskan kepadanya, bahwa saya menginginkan waktu yang relaks dan santai pada saat membuka kado istimewa darinya, tanpa merasa terganggu dengan kesibukan-kesibukan saat berada di rumah. Saya benar-benar ingin menikmati pada saat membukanya nanti, tanpa ada perasaan khawatir dan tergesa-gesa untuk melakukan tugas rutinitas lainnya. Suami saya pun memahaminya.

Meskipun hari Minggu dan hari Senin adalah hari libur bagi saya, tetapi pada hari Minggu tanggal 15 Pebruari 2009 kemarin saya benar-benar sibuk mempersiapkan makan malam untuk memperingati hari ulang tahun saya, yang mana beberapa anggota keluarga lainnya akan hadir. Kali ini saya menginginkan sesuatu yang berbeda. Nasi tumpeng merupakan pilihan saya sekaligus merupakan bagian dari proyek yang sedang saya kerjakan. Persiapan tentunya telah saya lakukan beberapa hari sebelumnya, dari berbelanja dan menyiapkan bahan-bahan lainnya.

Soal belanja, saya tak mengkhawatirkannya, karena sepulang kerja, saya langsung dapat melakukannya di tempat di mana saya bekerja karena Walmart tidak kalah lengkapnya dengan Acme, Giant, atau supermarket besar khusus grocery lainnya di USA ini. Walaupun, kalau boleh dibilang memang masih kalah lengkap dengan mereka, tetapi lumayanlah paling tidak hampir seluruh kebutuhan sehari-hari tersedia di sana. Maklum, WALMART memang perusahaan retail terbesar, terlengkap, dan termurah di dunia. Jadi, beruntunglah saya menjadi bagian dari keluarga mereka. Selain dapat menikmati beraneka macam discount sebagai salah seorang associate di sana, saya pun dengan mudah dan berhemat waktu dalam berbelanja.

Hari Sabtu malam sepulang kerja, saya mulai memasak beberapa menu yang siap disimpan di lemari es, sebelum esok harinya akan dihidangkan. Kira-kira waktu akan segera menunjukkan pukul 1 dini hari, saya baru menyelesaikannya. Hari Minggu sekitar pukul 5 dini hari, saya luangkan waktu khusus untuk online sebentar menyelesaikan beberapa tugas yang kebetulan Pelatihan Menulis Online HOKI (PMOH) angkatan pertama akan dimulai hari Senin, tanggal 16 Februari, dua minggu yang lalu. Oleh karena tertidur hanya sekitar empat jam, maka rasa mengantuk pun tak terelakkan rasanya. Akhirnya, saya pun tertidur meskipun tak beberapa lama suami membangunkan saya dengan sebuah kado kejutannya.

Sepulang dari gereja, setelah beristirahat sebentar sesudah makan siang, saya putuskan memulai memasak kembali meskipun diselipi oleh beberapa puluhan menit ber-online ria menunaikan tugas harian sebagai Redaktur Pelaksana di HOKI (Harian Online KabarIndonesia). Memasak aneka hidangan pelengkap tumpeng memang tidaklah mudah, karena harus dilengkapi dengan bermacam-macam lauk-pauk dan aneka sayuran. Namun, saya tetap menikmatinya karena memang sudah sekitar dua tahun lamanya terakhir kali saya membuat tumpeng untuk presentasi suami sebagai salah satu mata pelajaran kuliahnya waktu itu.

Kali ini programnya pun berbeda, selain untuk makan malam memperingati hari ulang tahun saya sendiri, juga sebagai ajang project penulisan buku berseri saya. Sekali menyelam minum air, begitu kira-kira statement yang tepat untuk disebutkan. Maka tak ayal lagi, digital camera Fuji Film model FinePix A805 dengan 8.3 mega pixels, sebuah hadiah Mothers Day dari suami saya setahun lalu, buku tulis, dan pelengkap lainnya khusus saya sediakan untuk pengambilan foto-foto yang saya bidik sendiri.

Benar-benar melelahkan, tetapi saya benar-benar mengerjakannya secara maksimal dan hasilnya pun tak mengecewakan. Seluruh anggota keluarga terkagum-kagum dengan hasil 100 persen buatan saya tanpa dibantu siapa pun juga. Rasanya pun nikmat, dan pujian pun beruntun saya terima. Lega dan senang rasanya meskipun seluruh tubuh sudah mulai merasakan tanda-tanda KO.

Hari Senin berikutnya merupakan hari bebas untuk saya setelah seharian kemarin tenaga saya terkuras habis untuk membuat tumpeng. Sisa makanan masih cukup untuk sehari penuh sehingga saya tak perlu lagi memasak yang lain. Namun begitu, saya masih belum juga membuka kado tersebut. Aktivitas-aktivitas harian masih pada kegiatan-kegiatan lainnya yang membutuhkan konsentrasi saya, dari mempersiapakan si kecil berangkat sekolah, mengantar jemput, tugas online, laundry, dan sebagainya.

Hari Selasa pun tiba. Di saat saya merasa tak dikejar-kejar oleh waktu karena si kecil tak akan berangkat sekolah karena jadwal sekolahnya di Pre-K hanya tiga hari dalam seminggu, yaitu hari Senin, Rabu, dan Jumat, maka waktu tersebut benar-benar tak akan menyibukkan saya, kecuali untuk persiapan berangkat kerja di siang hari setelah makan siang tiba.

Melihat suami saya masih tertidur di sofa karena tugas kerja malam hari di rumah sakit, si kecil sedang asyik bermain games online di lantai atas, pagi itu saya putuskan untuk membuka kado istimewa tersebut. Dengan pelan-pelan saya membukanya untuk menghindari tak terbenturnya notebook tersebut. Warna biru navy gelap mewarnai thema notebook itu. Jujur, saya bukan peminat warna biru, tetapi warna tersebut benar-benar elegan, membuat hati saya mulai jatuh cinta. Inginnya sih kalau memilih, pasti akan saya pilih warna feminine, seperti merah, hijau pupus, atau ungu. Tetapi, saya yakin pilihan warna tersebut juga tidak jauh dari pengaruh warna kesukaan suami yang tentunya tidaklah feminine. Untunglah dia memilih warna biru navy gelap, yang ternyata dapat meluluhkan hati saya.

Satu per satu instruksi saya baca hingga selesai. Nyaman rasanya menikmati sesuatu yang special tanpa diganggu oleh siapa pun. Seperti yang pernah saya katakan kepadanya bahwa saya benar-benar membutuhkan waktu rileks atau santai pada saat membukan kado istimewa darinya.

Beranjak saya charge notebook itu. Tertulis perintah paling tidak diperlukan lima jam untuk awal pengisian. Sudah tak tahan lagi kira-kira bagaimana perasaan suami saat mengetahui saya telah membuka kado istimewa darinya, apalagi berselancar setelah waktu charging usai, karena saya mengetahui computer adalah salah satu hobi suami saya. Pasti dia pun tak tahan untuk melakukan cek darn ricek notebook baru pemberiannya.[fa]

Coatesville, 1 Maret 2009

* Fida Abbott adalah Arek Suroboyo yang lahir pada 11 Pebruari 1970 di Surabaya dan sekarang tinggal di Pennsylvania, Amerika Serikat. Ia mengenal dunia tulis menulis sejak usia 8 tahun hasil didikan langsung ayahndanya, Imam Sujono, dan melahirkan cerpen remaja pertamanya berjudul “Kidung Kasih untuk Lintang” pada usia 13 tahun. Menulis merupakan aktivitas lulusan Pertanian jurusan Agronomi dari UPN ‘Veteran’ Surabaya ini. Fida memiliki beberapa pengalaman kerja di bidang landscape, dari proyek kecil hingga besar, dari perumahan tunggal, real estate, hingga hotel, kondominium, apartemen berbintang lima di Surabaya. Ia pernah berkarier di AIG-Lippo, jadi guru les privat, dan kini tercatat sebagai WALMART Associate, menjadi Redaktur Pelaksana Harian Online KabarIndonesia (HOKI), www.kabarindonesia.com sekaligus Direktur Pelatihan Menulis Online HOKI (PMOH). Tulisan-tulisannya tersebar di beberapa media online, antara lain di KabarIndonesia, Helium, Cross-Written, The Daily Avocado, dan ketiga blog-nya di www.fidaabbott.blogspot.com, www.buanainspiration.blogspot.com dan www.abbottsbooks.blogspot.com. Fida adalah penulis buku What Prayers does Mommy Teach Me dan Dancing in My World.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 7.5/10 (2 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)

3 Responses to “Penantian Membuka Kado Istimewa”

  1. Ki Grinsing Says:

    Nice post mate …good work.

    Salim

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Fida Abbott Says:

    Thank you, Ki Grinsing.

    FA in PA

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. dita Says:

    Warna biru hijau gelap mewarnai thema notebook saya. Jujur, saya bukan peminat warna hijau, tetapi warna tersebut benar-benar kepepet, membuat hati saya mulai jatuh benci, salam dari jual boat

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya Oleh: Don Gabor Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009 ISBN: 978-979-22-5073-2 Tebal: xviii + 380 hal Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas! Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox