Packnomics
Editor | Kolom Tetap | February 2nd, 2010
Oleh: Sri Julianti*
Apa itu Packnomics? Packnomics adalah packaging/kemasan yang tidak hanya ekonomis tetapi juga berdampak postif terhadap lingkungan. Istilah ini dipakai oleh Kevin Howard dalam seminarnya tentang sustainable packaging. Sering kali begitu mendengar istilah ekonomis, orang selalu mengaitkannya dengan barang murah dengan kualitas seadanya. Hal ini tidak 100 persen betul meskipun pemikiran orang pada umumnya seperti itu.
Packnomics adalah desain yang ekonomis, desain kemasan yang tidak berlebihan (Less Packaging), tetapi tetap melaksanakan fungsinya serta menghasilkan keuntungan dari penggunaan bahan, penggunaan ruangan/space, sarana gudang, transportasi, dan akhirnya meningkatkan keuntungan perusahaan secara total. Dan yang terpenting, dampak terhadap lingkungan juga akan lebih baik dibandingkan dengan overpack.
Memang, beberapa waktu yang lalu orang selalu merasa: ”Big is better, give more impression to the consumer.” Produsen berlomba-lomba membuat kemasan yang besar atau kelihatan besar meskipun isinya sama atau bahkan lebih kecil. Kebetulan sekali di Indonesia belum ada peraturan yang mengikat berapa banyak free space yang diperbolehkan pada suatu kemasan. Misalnya, kemasan 100 gram seharusnya cukup menggunakan karton 150 x 230 x 30 milimeter. Produsen bisa saja membuat karton yang lebih besar dari ukuran tersebut. Memang ukuran kemasan yang besar kadang-kadang diperlukan untuk menunjang efisiensi mesin pengepak, tetapi perlu dipertimbangkan juga dengan teliti sebelum melakasanakannya.
Beberapa produsen, marketers, maupun packaging designer masih berkutat pada mind-set lama ini. Tetapi perlu saya ingatkan, saat ini konsumen lebih pandai dan kritis. Pada umumnya konsumen juga membaca declared nett dari produk tersebut sehingga konsumen tidak begitu mudah “tertipu” untuk membeli produk yang kemasannya (kelihatan) besar.
Untuk produsen skala besar, yang mempunyai team yang cukup lengkap, tentunya sudah mulai semakin cermat dan teliti dalam menentukan ukuran kemasan. Dan, memang ada pakem-pakem tertentu yang tidak mungkin dilanggar. Tetapi, mind-set membuat kemasan jauh lebih besar dari seharusnya masih disukai oleh sebagian besar produsen dan marketers.
Bila Anda pernah membeli suatu produk, coba perhatikan ukuran kemasan dan berapa berat bersih produk yang dikemas. Apa pun produk yang Anda beli, perhatikan kemasannya. Baik produk tradisional dengan kemasan modern seperti dodol, martabak, tahu goreng, dll, maupun produk makanan modern seperti susu dan cereal. Juga perhatikan produk kosmetik pada umumnya. Tampaklah kemasan produk yang Anda beli itu lebih besar dari yang seharusnya. Padahal dari sisi biaya, pasti dong kemasan yang ukurannya besar memerlukan biaya lebih besar juga dibandingkan produk dengan ukuran kemasan yang ”pas”.
Karena kompetisi di pasar dan biaya kemasan yang semakin tinggi sekarang ini, para produsen juga sudah mulai melirik konsep ”Packnomics & Small is beautiful. Less packaging, more value and support the enviroment better”. Packaging yang ekonomis, kecil itu indah, yang tidak berlebih namun memberikan nilai tambah, serta memberikan dampak yang lebih baik terhadap lingkungan.
Memang tidak mudah meyakinkan bagian pemasaran yang sering kali tidak yakin dengan kemasan yang kelihatan lebih kecil dari produk para pesaing. Apakah produk dengan kemasan lebih kecil akan kalah bersaing dengan produk pesaingnya? Tantangan ini harus dijawab oleh ahli packaging dan packaging designer-nya. Mereka harus membuat packaging-nya sedemikian rupa sehingga tidak ada dampak negatif terhadap penjualan produk tersebut.
Mungkin marketing akan bertanya, ”Lho, kalau lebih kecil ukurannya, kan kalah dengan produk pesaing?” Atau, pihak lain juga bertanya, ”Walah, kalau cuman mengecilkan ukuran 3 mm saja tidak ada gunanya. Hanya merepotkan bagian pengepakan!” Jangan khawatir, semua ini dapat Anda buktikan dengan data. Coba saja tunjukkan kemasan baru (ukuran dan grafisnya) kepada teman sekantor Anda, apakah mereka akan melihat ukuran yang berbeda? Pada umumnya mereka akan melihat grafis yang berbeda tanpa menyadari ukurannya memang berbeda. Memang Anda tidak dapat mengurangi ukuran kemasan secara drastis tanpa mempertimbangkan dampak negatifnya terhadap konsumen.
Kalau Anda sendiri tidak yakin juga, apakah pengurangan ukuran karton yang cuman 2-3 mm tadi dampaknya besar, Anda dapat menghitungnya. Mulai saja dari ukuran kardus luar (corrugated outer), kemudian berapa kardus per pallet, berapa space yang dapat dihemat, dan berapa kardus per truk atau container. Anda akan surprise begitu menghitung semua faktor ini.
Suatu hari saya membeli produk farmasi berupa gel yang dikemas dalam tube dan karton. Wah, kartonnya dibuat sedemikian rupa agar tampak proporsional dan cantik sehingga melupakan kaidah Packnomincs.
Ukuran karton yang dipasarkan misalkan P x L x T, sedangkan seharusnya cukup P x 0.7L x T. Coba berapa yang seharusnya bisa dihemat dari sisi kartonnya sendiri? Logikanya sederhana saja, bila karton yang dibutuhkan menjadi lebih kecil, berarti biaya kemasan akan lebih murah. Tetapi, ini saja tidak cukup untuk meyakinkan bagian pemasaran untuk menghemat biaya. Karena, bagian pemasaran tidak memerlukan hal ini sebab toh penjualan mereka baik, target penjualan selalu tercapai, dan keuntungan cukup tinggi. Bila Anda tidak berhasil meyakinkan para marketers Anda karena ukurannya terlalu kecil, jangan berkecil hati. Anda dapat melakukannya secara bertahap.
Hal-hal positif lainnya dari pengurangan ukuran karton itu harus dipaparkan secara rinci dengan perhitungan secara ekonomis. Jika produk farmasi gel itu penjualannya katakan saja 10 juta per tahun, maka perhitungannya sebagai berikut:
Dari sisi ekonomis: Ukuran kotak yang lebih kecil, menyebabkan ukuran kardus luar (corrugated outer) menjadi berkurang à biaya kemasan akan berkurang. Ukuran kardus luar lebih kecil, maka untuk setiap pallet akan menampung lebih banyak produk. Akibatnya, setiap truk dapat menampung lebih banyak produk yang berarti mengurangi biaya tranpsortasi. Itu juga berarti mengurangi emisi karbon karena bahan bakar yang digunakan untuk mengangkut barang yang sama menjadi lebih sedikit. Gudang Anda akan lebih efisien karena dapat menampung lebih banyak produk.
Dari sisi dampak terhadap lingkungan: Berapa ton karton yang dapat dihemat? Berapa pohon yang tidak jadi ditebang untuk keperluan karton tersebut? Tahukah Anda bahwa untuk menghasilkan 900 kilogram kertas diperlukan kira-kira 24 pohon dengan diameter yang cukup besar. Berapa bahan bakar yang dapat dihemat untuk transportasi, ini berarti juga mengurangi emisi CO2.
Begitu ukuran kemasan dioptimalkan, semua keuntungan di atas akan dinikmati seperti bola salju yang berguling, semakin lama semakin besar keuntungan yang diperoleh. Bila dihitung secara rinci, hampir pasti Anda akan dapat meyakinkan bagian pemasaran untuk mengurangi ukuran karton tersebut. Bila anda berhasil dengan satu produk, maka akan dengan mudah untuk meyakinkan marketers untuk produk lainnya.
Itu hanya salah satu contoh dari karton produk farmasi dan hanya sebagian lebar karton yang dikurangi. Kalau kita tinjau dari semua sisi; panjang dan tinggi karton, ada kemungkinan juga masih dapat dioptimalkan. Belum lagi bila kita meninjau semua produk yang menggunakan kemasan karton dari kategori lain, seperti dodol, cereal, susu, teh, produk rumah tangga, kosmetik dll, tentunya akan banyak hal positif yang dapat dilakukan. Apalagi bila ditambahkan jenis kemasan lainnya, rasanya akan banyak sekali hal positif dan bermanfaat, baik untuk bisnis Anda, meningkatkan margin/keuntungan, plus membantu bumi tercinta ini.
Memang tidak semua kemasan di pasar overpack. Tetapi, ada banyak produk yang kemasannya dapat ditinjau ulang sesuai dengan konsep Packnomics tadi. Dengan memerhatikan banyaknya keuntungan yang didapat melalui konsep Packnomics tadi, mestinya bukan hal yang susah dan tak ada alasan bagi produsen untuk tidak melaksanakannya.
Saya menghimbau teman-teman, para marketers, ahli kemasan, desainer kemasan, produsen, dan pembuat mesin pengepak untuk saling bekerja sama agar produk yang dijual menggunakan kemasan dengan konsep Packnomics. Anda akan menikmati keuntungan, konsumen akan untung, demikian juga bumi tercinta ini. Mari kita giatkan Packnomics ini di lingkungan kerja kita, apakah kita seorang penjual kue tradisional, makanan modern, maupun produsen lainnya. Selamat berkarya.[sj]
* Sri Julianti adalah ahli packaging yang sudah malang melintang di dunia packaging selama 25 tahun lebih. Ia dapat dihubungi melalui e-mail: julipackaging@yahoo.com atau di website-nya: www.srijualianti.com.
