Orang Bermental Pemenanglah yang Bisa
Editor | Kolom Tetap | March 16th, 2009
Oleh: Sribudi Astuti*
Saya tersenyum melihat setumpuk kartu joker (remi) yang tanpa sengaja saya temukan di dalam travel bag, lengkap dengan bungkusnya, amplop coklat bekas bungkus gaji saya, ketika saya masih bekerja di almamater saya. Kartu joker itu menyimpan banyak kenangan. Pertama, permainan kartu di sebuah penginapan di kawasan Tawangmang, Karanganyar, Jawa Tengah, saat membawa mahasiswa yang sedang mengikuti praktikum. Malam hari, ketika dingin mulai menyelinap, kartu itu yang membawa kehangatan tersendiri. Tak ada sekat antara dosen, mahasiswa, dan juga co-ass. Dosen yang paling disegani pun menjadi lawan main cangkulan (pemain yang kartunya paling cepat habis dialah yang menang) yang paling menyenangkan. Walau sering harus mengocok kartu, dan pipi penuh dengan bedak putih yang dioleskan oleh teman-teman yang kartunya telah habis dimainkan, tak sedikit pun ada perasaan kecewa, apalagi marah.
Kenangan demi kenangan itu mengalir begitu saja, seiring ke mana pun saya membawa kartu itu. Liburan akhir tahun di Kaliurang, sampai praktikum terakhir saya di Boyolali, semua terasa baru kemarin terjadi.
Saya memang bukan penjudi. Permainan kartu itu semata-mata hanya untuk mengisi waktu kosong. Bila saya sedang sendiri, saya hanya akan menyusun kartu-kartu itu menjadi satu bentuk bangunan yang ada dalam imajinasi saya. Tetapi, itu terjadi lebih dari dua tahun yang lalu, saat saya tidak menyangka kalau kartu itu tanpa sengaja terbawa sampai tanah rantau ini. Ini sungguh sebuah kebetulan.
Ketika masih di Yogyakarta, saya tak sekalipun berani menyentuh kartu, apalagi memainkan kartu di hadapan Ayah saya. Operasi kamar juga sering dilakukan oleh Ayah atau Ibu, saya pikir, satu-satunya tempat aman untuk menyimpan kartu itu hanyalah travel bag yang ada di atas lemari pakaian, benda yang selalu luput dari operasi kamar.
Berbicara tentang permainan kartu, saya teringat syair lagu milik ABBA;
The Winner Take It All
…………………………..
I’ve played all my cards
And that’s what you’ve done too
Nothing more to say
No more ace to play
The winner takes it all
The loser standing small
Beside the victory
That’s her destiny
……………………
Ketika saya bermain kartu bersama teman-teman saya, saya memainkan kartu yang saya punya, kalau bisa semua kartu saya mainkan dan saya akan menjadi pemenang. Teman-teman juga akan melakukan hal yang sama. Mereka tak akan pernah rela bila harus mendapat giliran mengocok kartu, apalagi mencapat colekan di pipi, menjadi bahan tertawaan sebelum tidur, lucu juga menyedihkan.
Seperti itulah kehidupan, manusia ibarat pemain kartu. Mereka yang bermental pemenang dan mempunyai strategi untuk menanglah yang nantinya akan memenangkan permainan kehidupan. Setumpuk kartu di tengah arena kehidupan adalah kesempatan-kesempatan yang dapat menghampiri siapa saja. Tinggal kita berpikir, bagaimana kesempatan itu dapat berguna bagi kehidupan kita?
Kehidupan adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi. Tuhan telah menggariskan dan mengaruniai kita kekuatan fisik, pikiran, serta kesempatan. Kita tak akan mampu merayu Tuhan untuk memberikan apa yang kita inginkan, tetapi kita harus mengusahakan itu semua dengan kekuatan pikiran dan fisik kita, serta menjadikan kesempatan sebagai gerbang menuju apa yang kita inginkan.
Sekali terjun ke arena permainan, kita harus menyelesaikannya sampai tuntas; sampai tak ada lagi kata untuk diucapkan; dan sampai seluruh kartu kehidupan telah dimainkan; dan sampai waktu yang disediakan Tuhan untuk kita berada dibumi ini habis. Ingat, waktu yang tersedia berbatas. Jadi, ubah mental kita menjadi pemenang, karena hanya orang yang bermental pemenanglah yang bisa.[sba]
* Sribudi Astuti lahir di Sleman, Yogyakarta, pada 29 Agustus 1979. Pendidikan S-1 diraihnya di Fakultas Teknik Pertanian, UGM, Yogyakarta. Saat ini ia menjadi widyaiswara/trainer di Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku, UPT Badan Pengembangan SDM Pertanian, Departemen Pertanian, Gowa, Sulawesi Selatan. Sribudi dapat dihubungi melalui HP:081342259894/085656450918.

March 23rd, 2009 at 12:39 am
Semoga anda mengerti apa yang benar-benar anda inginkan.