Home » Kolom Tetap » Nyaman Menghadapi Masalah

Nyaman Menghadapi Masalah

Eni KusumaOleh: Eni Kusuma*

Masalah. Bayangkan dunia tanpa masalah. Seperti buku tanpa kisah. Jalan tanpa lubang. Gunung tanpa batu dan bahkan, seperti manusia tanpa makna. Masalah, adalah satu-satunya sensasi yang mampu membuat orang menjadi dewasa. Masalah bisa lahir dari mana saja. Dari dalam atau dari luar manusia. Dari dalam rumah atau dari luar rumah. Dari ucapan, pikiran, dan tindakan. Dari bagaimana muncul sampai kenapa bisa muncul.

Masalah. Adalah sulit kita untuk menghindarinya. Tidak dikehendaki, tetapi harus ada yang merupakan bagian dari diri kita. Masalah dapat menghasilkan perasaan ingin masuk jurang atau perasaan ingin memasukkan orang ke dalam jurang. Masalah, mampu membuat orang berlari darinya, atau lebih dikenal dengan “lari dari masalah”. Sebenarnya, binatang buas juga dapat memberikan efek yang sama, namun itu di luar konteks.

Masalah hendaknya menjadi sahabat kita, bukan musuh kita. Tinggal bagaimana kita mengatasinya, atau istilah kerennya solve the problem. Lebih afdol lagi mengatasi masalah tanpa masalah. Ini bukan iklan pegadaian. Sekali lagi itu di luar konteks. Dengan begitu kita akan nyaman dalam menjalani hidup. Tidak tersiksa dan menderita hanya karena tidak bisa mengatasi masalah.

Terkadang masalah harus diatasi agar tidak berlarut-larut. Terkadang pula mengatasi masalah harus dengan dilupakan agar kita tetap fokus kepada goal atau tujuan kita, bukan fokus kepada masalah, yang kerjanya untuk menghalangi kita. Masalah yang biasanya harus diatasi adalah masalah keluarga, cinta, pekerjaan, keuangan, persahabatan, dan lain-lain. Sedangkan masalah yang harus dilupakan adalah masalah ketidak-pede-an, ketakutan, keraguan, kekurangan, keterbatasan, dan lain-lain yang akan menghalangi kita untuk fokus kepada tujuan kita.

Namun, bagaimana dengan masalah yang ada di luar kita yang akan membuat kita nanti bermasalah, jika kita tidak melakukan tindakan yang tepat? Misalnya, kita tidak didengar oleh yang tua karena lebih muda dan dinilai kurang berpengalaman, kita disakiti oleh orang lain baik dengan ucapan maupun perbuatan, dan lain-lain. Saya pikir harus dengan pengendalian diri yaitu emosi yang terkontrol. Jika kita bereaksi dengan melampiaskan, maka nanti yang timbul justru mengatasi masalah dengan masalah.

Biasanya kita mudah mengontrol diri kepada orang lain, tetapi akan sulit kepada orang-orang terdekat kita. Misalnya, suami atau istri, saudara, anak, mertua dan lain-lain. Jika ada yang tidak berkenan, akan mudah meletup, karena kita lebih terikat secara emosional dengan orang-orang terdekat kita. Dan ini dibutuhkan kontrol diri yang bagus, jika tidak, akan timbul KDRT. Ironis, padahal orang-orang terdekat kita adalah orang-orang yang kita cintai. Memaklumi, memaafkan, tidak buru-buru memaknai sesuatu yang akan membuat kita tidak terkontrol, ambil jeda untuk melihat secara netral dan lain-lain adalah cara mengatasi masalah tanpa masalah, saya kira.

Cara-cara menguntungkan dalam mengatasi berbagai masalah harusnya menjadi suatu kebiasaan, jika kita menginginkan “manis” pada akhirnya. Kebiasaan terbentuk dari dalam maupun dari luar diri kita. Dari luar adalah dengan latihan dan tindakan sedangkan dari dalam adalah keyakinan. Ini akan membuat kita memiliki value, identitas diri, atau integritas. Jika kita terus menerus berlatih mengatasi masalah dengan tepat dan ini menjadi suatu kebiasaan, maka kita akan disebut dewasa. Dewasa berarti paham, mengerti, bijak dan lain-lain. Semua itu tidak ada jika tidak ada masalah. Bukankah hanya masalah yang akan melatih kedewasaan kita? Semakin banyak masalah maka semakin banyak pula kesempatan kita untuk berlatih mengatasinya. Maka, semakin cepat pula kita membentuk value, identitas diri, atau integritas.

Bukan masalah yang membuat kita tidak nyaman. Tetapi, tidak bisa mengatasi masalah dengan tepatlah yang membuat kita tidak nyaman. Berlatih mengatasi masalah dengan tepat dan menjadikannya suatu kebiasaan akan membuat kita nyaman dalam menjalani hidup. Demikiankah?[ek]

* Eni Kusuma adalah nama pena Eni Kusumawati, perempuan kelahiran Banyuwangi, 27 Agustus, 31 tahun yang lalu. Ia berangkat dari menulis puisi dan fiksi. Puisinya dibukukan bersama seratus penyair Indonesia dengan judul Yogya, 5,9 Skala Richter, sementara cerita fiksinya bertebaran di berbagai media dan juga dibukukan. Ia bercita-cita mendirikan sekolah gratis dan rumah baca di Banyuwangi. Pendidikan formal terakhir di SMUN 1, Banyuwangi (1995). Sementara, pendidikan nonformalnya, S-1 di Pembelajar.Com (2006 sampai sekarang), dan S-2 di Andaluarbiasa.Com (15 Januari 2009 sampai sekarang). Eni menjadi pembantu rumah tangga di Hong Kong tahun 2001-2007. Eni, yang ketika kecil menderita gagap bicara ini, kini menjadi seorang motivator dan telah memberikan seminarnya di berbagai perusahaan, lembaga sosial, birokrasi pemerintahan, serta berbagai kampus di seluruh Indonesia. Eni adalah penulis buku laris Anda Luar Biasa!!! (Fivestar, 2007). Saat ini ia tengah menyelesaikan buku motivasi kedua dan ketiganya. Silahkan hubungi Eni di ek_virgeus[at]yahoo[dot]co[dot]id atau enikusuma[at]ymail[dot]com , HP: 081 389 641 733.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 8.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +1 (from 1 vote)

6 Comments

  1. supandi says:

    Great…
    Setuju, Jangan atasi masalah dengan masalah tapi dengan senyum dan sabar. Orang lain bisa jadi mempunyai masalah yang lebih besar daripada kita.
    Sukses buat mba Eni
    Supandi

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. effendi bp says:

    Masalah adalah dinamika hidup. Jadi, enjoy aja…

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. Kalau kesulitan tidak membuat kita mati, maka kita akan semakin tangguh…

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. Hamzah suwadi says:

    masalah adalah garam dalam kehidupan,setuju !? yang perlu itu solusinya,jangan smapai ngerugii orang lain.semoga karya nya bermanfaat.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  5. tri wahyuni says:

    setuju mba… jangan pernah jadikan masalah sebagai penghambat hidup kita. tapi segera cari solusinya.

    sukses selalu

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  6. AHMAD MA'RUF says:

    MASALAH ADALAH SOAL. KUNCI JAWABAWANNYA ADALAH PIKIRAN DAN HATI KITA YAN DIPENUHI RASA IMAN.DENGAN SOAL ITU JIKA TEPAT TENTU ADA PELUANG. KEMUDAHAN DIAWALI KESUSAHAN. NILAI KESUKSESAN DIAWALI SOAL HIDUP.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Komentar