Nyaman Hidup dengan Pengendalian Diri

ek1Oleh: Eni Kusuma*

Setiap orang berhak untuk bisa nyaman dalam menjalani hidup. Tetapi terkadang kita sendirilah yang menciptakan ketidaknyamanan tersebut. Setiap orang bereaksi terhadap makna dari informasi yang diterimanya. Baik melalui cerita orang lain maupun apa yang dilihat dan dialaminya sendiri. Apa pun reaksi itu. Dan reaksi setiap orang tidak sama meskipun informasi yang diterimanya sama. Karena tiap orang berbeda dalam memaknai setiap informasi yang didapat.

Jika Anda menceritakan kabar gembira kepada orang dekat Anda, maka orang itu akan bereaksi dengan merasa ikut gembira. Semua itu bukan karena suara Anda yang keras, mengalun merdu, atau mendayu-dayu. Yang menyebabkan dia ikut gembira adalah karena isi atau makna dari informasi yang telah Anda ceritakan tersebut. Karena, reaksi tiap orang berbeda, maka jika orang dekat Anda itu tertawa gembira, mungkin orang lain yang mendengar cerita yang sama dari Anda menangis gembira atau hanya tersenyum saja. Tergantung bagaimana orang memaknai cerita Anda. Apakah Anda juga mengalaminya ketika menonton acara lawak di televisi atau membaca buku komedi?

Tentu saja tidak ada masalah dengan informasi yang menggembirakan. Tetapi, bagaimana dengan berita sedih, bahkan berita yang membuat kita menjadi marah, jengkel, atau dendam? Tentu, ini akan mengganggu keseimbangan emosi kita. Apalagi jika mengalaminya secara rutin, ini akan merusak jiwa kita. Sedangkan emosi yang terkendali dan seimbang secara terus-menerus akan memperkuat jiwa kita.

Ada jargon yang saya kenal yaitu, “Dunia ini antara ada dan tiada”. Rasanya, ini pas dengan pengendalian emosi menuju keseimbangan. Jika kita mendengar, melihat, dan mengalami sesuatu yang akan membuat kita bereaksi negatif, hendaknya kita ambil jeda dan tidak bereaksi atas makna informasi yang didapat saat itu juga. Ini untuk menghindari supaya kita tidak salah dalam memaknai, atau mengendalikan diri kita dari makna informasi tersebut.

Jika kita melakukan itu, maka kita akan menyadari bahwa emosi negatif itu sebenarnya tidak ada, jika kita dengan sengaja meniadakannya. Sebaliknya, emosi negatif itu ada, jika kita membuatnya ada. Kita berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai karakter. Karena itu, setiap perkataan atau perbuatan mereka yang tidak berkenan dengan kita, hendaknya disikapi dengan sangat bijak. Ini yang akan membuat kita nyaman dalam menjalani hidup.

Banyak kejadian yang tidak mengenakkan ada di hadapan kita. Di jalan raya ketika tiba-tiba ada kendaraan yang melaju kencang mendahului, kita digunjing negatif, dikerjain teman, dibenci oleh teman sekantor yang merasa tersaingi, ditipu, dan sebagainya. Itu semua bukan masalah kita. Yang menjadi urusan kita adalah mengendalikan diri dan memperbaiki kesalahan agar tidak terulang pada pola yang sama.

Pengendalian diri, yaitu membuat diri tenteram, damai, ikhlas, dan lain-lain. Jika ini dilakukan secara terus menerus, berarti kita sedang menyusun dan membangun kekuatan otak dan jiwa kita. Sedangkan jika kita marah, benci, dendam, jengkel secara terus-menerus, berarti kita sedang merusak otak dan jiwa kita seperti halnya yang dilakukan oleh kanker atau tumor otak.

Jika kita sudah terbiasa memelihara emosi positif, maka kejadian atau sesuatu yang menjengkelkan sekalipun, tidak akan membuat kita bereaksi negatif. Tetapi sebaliknya, jika kita secara sadar atau tidak sadar memelihara emosi negatif, maka kejadian-kejadian kecil yang menjengkelkan akan membuat kita bereaksi tak terkendali. Bahkan, kadang kita salah memaknai informasi atau kejadian yang sebenarnya netral. Sehingga, reaksi kita akan sangat berlebihan atau merugikan.

Saya percaya, kita akan nyaman menjalani hidup dengan fokus dan terus mengendalikan diri serta terus belajar memperbaiki diri agar lebih baik, dan tidak terjebak kembali pada pola yang sama, yaitu emosi negatif yang merugikan. Demikiankah?[ek]

* Eni Kusuma adalah seorang motivator, mantan pembantu rumah tangga di Hongkong, kolomnis Pembelajar.com, AndaLuarBiasa.com, dan penulis buku laris Anda Luar Biasa!!!.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 9.3/10 (4 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya
Oleh: Don Gabor
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
ISBN: 978-979-22-5073-2
Tebal: xviii + 380 hal

Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas!
Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda pada empat gaya berjejaring—Kopetetif, Supel, [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox