Milestone: Batu Pengukur yang Luar Biasa
Editor | Kolom Tetap | March 9th, 2009
Oleh: Aleysius H. Gondosari*
Sewaktu masih sekolah di SD dan SMP, ayah sering mengajak saya pulang pergi Medan-Padang naik bus pada waktu liburan sekolah. Diperlukan waktu 24 jam untuk sampai di tempat tujuan. Salah satu yang menarik perhatian adalah batu penunjuk kilometer atau milestone. Saya suka memerhatikan batu penunjuk tersebut untuk mengetahui sudah berapa kilometer kami berjalan, atau berapa kilometer lagi kami akan sampai, kota-kota apa saja yang sudah kami lalui, dan kota-kota apa yang akan kami lalui.
Beberapa kota yang menarik selama perjalanan dari Medan adalah Pematang Siantar dengan becak motornya, Parapat dan Balige di tepi danau volkano terbesar di dunia, yaitu Danau Toba. Kemudian, melewati Sibolga yang terletak di tepi Samudra Indonesia, Bonjol yang tepat berada di garis katulistiwa, Bukit Tinggi, kota pegunungan yang indah tempat kelahiran Bung Hatta, dan Padang Panjang yang sering berkabut dan terletak di antara Gunung Merapi dan Gunung Singgalang.
Tanggal 8 Februari 2009 yang lalu, saya mendapat kesempatan mendengarkan milestone dari seorang tokoh yang luar biasa. Saya mendapat undangan gratis dari tetangga yang mengajak saya menghadiri seminar motivasi Andrie Wongso, Motivator Nomor 1 Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Andrie menceritakan tahapan kehidupan yang beliau lalui, mulai dari sekolahnya ditutup sehingga beliau mendapat gelar SDTT (SD Tidak Tamat), umur 22 tahun ke Jakarta, tanpa ijazah, menjadi guru kungfu, melamar jadi bintang film Hong Kong. Kemudian mulai membuat kartu motivasi pertama di Indonesia dengan nama Harvest, hingga akhirnya menjadi motivator nomor 1 di Indonesia.
Dalam hidup ini, kita semua memiliki tahap-tahap kehidupan yang berkesan, dan kita semua ingin agar tahap-tahap kehidupan ini semakin lama semakin baik atau semakin sukses. Contoh di atas menggambarkan bagaimana perjuangan Andrie Wongso dalam mencapai kesuksesan.
Dulu, ketika saya ditugaskan untuk memimpin Departemen Produk Baru, ada beberapa proyek yang harus dikerjakan pada saat yang sama. Kami mempunyai beberapa tim yang mengerjakan beberapa proyek berbeda pada saat yang sama. Setiap tim mempunyai Koordinator Desain, yang tugas utamanya adalah memperlakukan setiap produk baru sebagai sebuah proyek. Jadi, mereka menjalankan Manajemen Proyek, membuat rencana, dan membuat milestone.
Dalam Manajemen Proyek, sebuah milestone adalah akhir dari sebuah tahapan yang menandakan bahwa sebuah fase atau paket kerja atau work package telah selesai. Milestone membantu Manajemen Proyek untuk menentukan secara akurat apakah sebuah proyek dikerjakan sesuai dengan skedul.
Dalam bukunya Product Design and Development, Karl Ulrich menyinggung mengenai pentingnya milestone ini sebagai alat ukur kemajuan proyek kita.
Milestone kami pada saat itu adalah Concept Design, Product Design, Part Design, Prototyping, Trial Production, Pre-Production, dan Mass Production. Milestone ini menjadi sangat penting ketika kami harus melaporkan kemajuan proyek setiap bulan di hadapan pimpinan kami. Dengan adanya milestone ini, pimpinan kami mengetahui kemajuan setiap proyek dengan mudah. Ada proyek yang baru dimulai pada tahap Concept Design, ada yang sudah sampai Product Design, yang lain sudah menyelesaikan Prototyping atau Trial Production, dan ada yang sudah mulai Pre-Production atau Mass Production.
Ketika anak-anak sudah mulai besar, saya ingin merasakan lagi pengalaman yang dulu, melihat milestone yang telah kami lalui sepanjang perjalanan. Jadi, saya bersama keluarga mengendarai mobil dari Jakarta ke Yogyakarta. Kami melalui Bekasi, Cikampek, Indramayu, Cirebon, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Semarang, Ungaran, dan kami bermalam di Magelang, karena ingin mengunjungi Borobudur esok paginya. Keesokan harinya setelah mengunjungi Borobudur, kami melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta. Tidak lupa makan lesehan di Malioboro.
Demikian pula, dalam hidup ini, dalam mencapai cita-cita, kita juga memerlukan milestone, untuk mengetahui apakah kita memang sedang maju atau sedang jalan di tempat. Kita bisa membuat milestone pribadi, dan melihatnya pencapaiannya tahun demi tahun.
Mari kita nikmati milestone yang telah kita lalui, dan milestone berikutnya yang akan kita capai.[ahg]
* Aleysius H. Gondosari adalah alumnus ITB tahun 1984, trainer bidang organisasi dan manajemen, penggemar fotografi, dan pengembang online business. Aley tinggal di Jakarta dan dapat dihubungi melalui email: aleysiush[at]gmail.com atau di nomor telepon: 0818116669.

April 17th, 2009 at 2:30 pm
Tulisan yg menarik.
Hidup kita harus melewati tahapan-tahapan tertentu. Dan di setiap tahapan tersebut harus ada target.
Target tersebut akan memacu kita untuk selalu untuk selalu berbuat yg terbaik dan benar.
Salam,
Deddy Armand
April 20th, 2009 at 8:33 pm
Halo, Pak Deddy. Semoga Pak Deddy memperoleh milestone-milestone kehidupan yang terbaik dan menarik.