Menyambut Hari dengan Senyum Kemenangan
Editor | Kolom Lepas | May 25th, 2009
Oleh: Gatut Heru Susanto*
Tersenyum dan menyambut kemenangan setiap pagi? Ah, yang bener saja! Di masa sulit begini sudah untung kalau saya belum stres. Bisnis mandek, investasi di saham hancur, kerjaan di kantor tidak ada habisnya, mana bisa tersenyum setiap pagi?
Kalau saat bangun pagi, diri kita mengingatkan ada pekerjaan di kantor yang belum beres, atau kondisi kesehatan kita yang sedang tidak bagus, atau hal negatif yang lain yang akan membuat hari itu menjadi hari yang suram. Maka kita sudah mempersepsikan hari itu adalah hari kekalahan kita berikutnya, kita akan jadi pecundang lagi hari ini. Kalau semangat sudah hilang dari diri kita, ide kreatif untuk memecahkan masalah sudah pasti absen. Mengharapkan pertolongan orang lain? Ah, jangan-jangan mereka malah menghindar melihat muka kita dilipat tujuh dan pasang tampang angker. Mukjizat Tuhan yang disediakan untuk kita pun terlewatkan begitu saja karena pikiran kita terlalu sibuk untuk berkeluh kesah menyesali keadaan.
Tetapi, kalau kita awali hari dengan senyum dan katakan pada diri kita bahwa kita akan atasai masalah dan sambut kemenangan hari ini. Dan, bangun dari tempat tidur kita berdoa: “Ya Tuhan, hari ini aku akan jalani hidupku dengan penuh semangat dan siap menjemput rezeki-Mu. Aku tahu Engkau punya banyak mukjizat untukku dan akan kujemput sebagian hari ini.” Maka, hari itu akan menjadi hari kemenangan kita, ide kreatif akan hadir dalam jiwa yang bersemangat dan pikiran yang positif.
Karena dengan senyum, keramahan dan pikiran positif, maka setiap orang yang kita jumpai akan senang dan ikut bersemangat. Bukan mustahil kalau atasan Anda tiba-tiba menawarkan bantuan tambahan tenaga untuk menyelesaikan proyek yang tertunda. Atau, teman lama yang baru berjumpa kembali tiba-tiba menawarkan peluang bisnis kepada Anda.
Ada kisah dua orang mahasiswa mengurus permohonan beasiswa pada saat-saat terakhir. Bagian administrasi mengatakan kalau batas waktu mengajukan permohonan beasiswa adalah kemarin dan nama beserta data calon penerima beasiswa sedang dikonsolidasi untuk diranking dan di-review. Salah satu mahasiswa tersebut langsung kecewa dan sambil menggerutu dia pun pergi. Sementara, mahasiswa yang satu lagi dengan tetap tersenyum menanyakan apakah boleh tetap memasukkan aplikasi karena orang tuanya baru saja kehilangan pekerjaan. Melihat senyum dan semangat mahasiswa ini, mungkin saja bagian administrasi menjadi iba dan akhirnya menerima aplikasinya.
Seminggu kemudian, keluar pengumuman dan nama mahasiswa yang memasukkan aplikasi permohonan di saat-saat terakhir rupanya masuk dalam daftar penerima beasiswa semester itu. Beberapa hari kemudian, dia tahu namanya masuk karena menggantikan penerima beasiswa yang pindah ke universitas lain.
Terinspirasi burung-burung yang berkicau heboh setiap pagi di pepohonan di depan dan belakang rumah menyambut datangnya pagi. Siulan mereka saling sahut meriah sekali seolah-olah sedang merayakan pesta besar setiap pagi, ya setiap pagi.
Kalau bisa ingin rasanya saya tegur: “Hai burung, apa kalian tidak membaca koran yang menyebutkan harga saham makin anjlok dan ekonomi makin buruk? Apa belum dengar banyak perusahaan merumahkan karyawannya karena penjualan anjlok?”
Namun, mungkin juga burung-burung itu lebih mengerti rahasia Tuhan yang tidak pernah meninggalkan mereka dan selalu menyayangi makhluk ciptaan-Nya.
Jadi, jangan biarkan diri kita mengatakan pada kita apa yang akan terjadi hari ini. Tetapi, kita yang mengatakan pada diri kita, apa yang akan kita lakukan hari ini untuk menyambut sukses. Kalau biasanya orang menang dulu baru tersenyum, maka kita tersenyumlah dulu karena sudah tahu akan menang hari ini. Kalau burung saja bisa, masak kita tidak. Salam Kemenangan!!![ghs]
* Gatut Heru Susanto SE. AK, adalah profesional yang berkarier di perusahan minyak dan gas multinasional sejak lulus kuliah tahun 1989, dan telah menempati berbagai posisi di departemen Finance dan Planning. Ia menguasai berbagai aplikasi finance dan planning, mengantongi sertifikat penyusun model keekonomian (Certified Economics Modeller), menguasai sistem Kontrak Bagi Hasil (PSC Fiscal Terms), US GAAP, proses penyusunan Business Plan dan Strategic Plan, dll. Saat ini, ia bertugas di kantor pusat perusahaannya di Houston, AS. Gatut adalah pendiri Chevron Automotive Club dan menjadi chairman-nya yang pertama (2002-2006), Presiden Rumbai Country Club (2004-2006), dan saat ini berdomisili di Houston, Amerika Serikat. Ia bisa dihubungi melalui pos-el: gatuths[at]chevron[dot]com.

May 27th, 2009 at 8:58 pm
Sangat inspiratif dan membuat saya memulai hari dengan semangat dan senyum.
Apakah ada versi buku atau tulisan panjangnya?
May 29th, 2009 at 12:19 pm
senyum itu sedekah bukan?..hehe tapi sy kok susah senyum ya kalo lg ngk mood..hehe