Menjadi Kaya dan Berguna untuk Sesama

Iftida YasarOleh: Iftida Yasar*

Sering kita saksikan di televisi dan baca di koran, bagaimana enaknya kehidupan menjadi orang kaya. Ke mana-mana selalu diantar mobil bagus, ada mobil baru kalau kepingin langsung ganti. Belum lagi selalu mendapatkan kemudahan di mana pun berada sebab ia adalah prime customer. Toko mana atau siapa sih yang tidak mau berhubungan dengan si orang kaya? Hal yang disebutkan barusan hanya sebagian kecil saja dari enaknya menjadi orang kaya. Masih banyak hal lain yang bisa menghabiskan berlembar-lembar cerita jika disebutkan.

Kalau sebagai orang kaya kita juga mau berbagi dengan orang yang kurang beruntung, mau berlaku adil dalam menunaikan hak orang lain, bermanfaat bagi orang banyak, maka akan semakin banyak hal baik tentang keuntungan yang bisa ditulis sebagai orang kaya. Tuhan pun lebih sayang dan lebih suka terhadap orang kaya yang mampu bermanfaat bagi orang banyak. Semakin banyak kita bermanfaat bagi orang lain, semakin tinggi nilai kita di mata manusia dan juga Tuhan.

Kalau mau disayang oleh manusia apalagi oleh Tuhan, cara menjadi kayanya harus dilakukan dengan benar. Jangan mengambil jalan pintas untuk menjadi kaya. Kaya dengan jalan menipu, korupsi itu sama saja dengan mengambil hak orang lain. Kalau memang ingin menjadi kaya, ya jangan menjadi pegawai, apalagi pegawai negeri. Seberapa besar pun gaji dan tunjangan yang diterima secara halal, tidak mungkin akan membuat kita mempunyai kekayaan sekaliber pengusaha. Kalaupun ada yang kaya, pasti kekayaannya itu bukan berasal dari pendapatannya sebagai pegawai.

Kenapa sih penting sekali menjadi kaya dengan jalan berbisnis? Dalam sejarah tidak ada yang namanya orang kaya berasal dari kalangan pegawai atau pekerja. Yang kaya pasti adalah keluarga yang berasal dari lingkungan bisnis. Sebagai orang Islam, kalau kita baca buku sejarah Rasulullah juga berdagang dan menjalankan usaha. Istrinya, Siti Khadijah merupakan konglomerat wanita yang kaya raya. Begitu juga para sahabat baginda Nabi juga merupakan pedagang. Kalau kita sebutkan contoh para pengusaha yang berhasil dan kaya di Tanah Air, pasti urutan sejarahnya berasal dari keluarga pengusaha.

Timbul keraguan dalam hati, bagaimana kita yang tidak mempunyai modal, tidak berbakat menjadi seorang pengusaha, dan tidak berasal dari lingkungan pengusaha? Rasanya tidak mungkin kita dapat berhasil menjadi seorang pengusaha, apalagi sukses. Sebenarnya, kalau kita baca lagi biografi para pengusaha sukses itu, kebanyakan dari mereka bukan berasal dari keluarga kaya pada mulanya. Modal utamanya adalah kerja keras, disiplin, amanah, dan juga yang terpenting mendapat lampu hijau dari Tuhan.

Ada teori yang mengatakan bahwa modal itu (materi) hanya memberikan kontribusi sebesar 10 persen dari keberhasilan kita. Sisanya 90 persen adalah hasil dari keyakinan, ketekunan, kerja keras, amanah, disiplin, dan restu dari Tuhan.

Saya sendiri mengalami, dalam perjalanan hidup ini banyak sekali pertolongan Tuhan yang hadir dalam berbagai bentuk yang menunjang keberhasilan dalam usaha. Misalnya, pada awal merintis usaha, pelan tetapi pasti jumlah klien bertambah. Hampir semuanya adalah perusahaan besar, bahkan multinasional. Kalau mengikuti suatu tender dengan terus terang saya menerangkan bahwa pengalaman sebagai sebuah perusahaan kami belum ada (karena mereka selalu minta dicantumkan pengalaman sebelumnya). Tetapi, saya sendiri pada waktu menjadi seorang profesional di perusahaan besar dan mempunyai pengalaman mengerjakan pekerjaan itu. Alhamdulillah kami mendapatkan berbagai pekerjaan karena track record saya di lingkungan teman, perusahaan tempat bekerja sebelumnya termasuk baik dan amanah. Sehingga, modal itulah yang dipakai untuk mendapatkan pekerjaan.

Selain hal yang saya sebutkan di atas, ada lagi yang perlu diingat bahwa kita harus tahan banting, ulet, dan kreatif kalau mau menjadi pengusaha. Ada saja peristiwa yang mungkin dapat membuat down jika kita tidak mempunyai hati yang kuat. Fitnah, ditipu, bahkan dikhianati oleh orang yang dekat dengan kita juga merupakan ujian yang harus dilewati. Semakin tinggi kedudukan kita, termasuk semakin kaya, maka cobaan akan semakin banyak. Itu adalah bagian dari risiko yang harus kita hadapi. Kalau kita mau mendapatkan lebih, maka kita harus bekerja lebih keras, dan menghadapi tantangan yang lebih tinggi.

Sebagai pengusaha apalagi misalnya kita termasuk pengusaha yang berhasil dan kaya, maka kita akan banyak menciptakan lapangan pekerjaan. Biasanya ada saja kesempatan atau celah bisnis yang akan kita kembangkan jika kita kreatif. Jika kita adil dalam memenuhi hak pekerja, amanah dalam menjalankan pekerjaan Insya Allah keberkahan akan diberikan Tuhan kepada kita.

Dengan semakin banyaknya kita membuka lapangan pekerjaan maka akan semakin banyak manfaatnya bagi orang banyak. Tidak ada kebahagiaan yang hakiki selain dapat bermanfaat bagi orang banyak. Orang kaya sejati bukanlah orang yang mampu membuatkan istana untuk dirinya sendiri, tetapi juga mau membuat orang lain menikmati apa yang dihasilkannya.

Menjadi pengusaha itu sama dengan pejuang. Ia berani mempertaruhkan harta bendanya untuk dimanfaatkan bagi kepentingan orang banyak, bukan hanya untuk kepentingannnya sendiri. Ia mempunyai karakter berbagi dan memikirkan kepentingan orang banyak. Jiwanya adalah memberi yang membuatnya berada dalam posisi di atas, di mana tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah.[iy]

* Iftida Yasar lahir pada 28 Maret 1962. Ia meraih gelar Sarjana Psikologi Pendidikan dan Sarjana Hukum di Universitas Padjajaran tahun 1980. Dan meraih gelar S-2 Psikologi di Universitas Indonesia tahun 1992. Iftida Yasar adalah seorang konsultan SDM, hubungan industrial, dan . Ia juga seorang entrepreneur, trainer, motivator, aktivis sosial bidang pengembangan SDM, Wakil Sekretaris Umum APINDO, dan Penasihat Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI). Iftida juag dikenal sebagai pribadi yang sangat aktif, suka tantangan, senang bertemu dengan orang-orang baru, membangun jejaring, membangun kompetensi SDM, bepergian, dan baca buku. Ia adalah penggemar berat Kho Ping Hoo, Winnetou, Mushashi, Sinchan, dan Andrea Hirata. Iftida dapat dihubungi di nomor: 0811896944 atau pos-el: iftidayasar[at]yahoo[dot]com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 8.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)

One Response to “Menjadi Kaya dan Berguna untuk Sesama”

  1. heruwidodo Says:

    saya bersyukur masih ada putri indonesia yang mau bagi ilmu dan mau mencerdaskan bangsa lewat tulisan ini saya menjadi bersemangat dan ingin menreuskan cita22 ibu menjadi pengusaha yang berhasil , manah, bisa berguan bagi orang banyak. terima kasih atas tulisan ibu..dari heruwidodo 02512780705 bogor..

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya
Oleh: Don Gabor
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
ISBN: 978-979-22-5073-2
Tebal: xviii + 380 hal

Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas!
Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda pada empat gaya berjejaring—Kopetetif, Supel, [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox