Menguak Sukses Lewat Inventarisasi Keahlian
Editor | Kolom Tetap | November 25th, 2009
Oleh: Relon Star*
“Jangan pusing dengan apa yang orang lain lakukan,
tetapi sibuklah dengan apa yang bisa Anda lakukan.…”
~ Relon Star
Saat ini saya sedang membimbing komunitas pelajar di SMA yang ada di dekat rumah. Mereka sedang menapaki kelas 3 SMA, dan mulai sibuk memikirkan kuliah. Beberapa dari mereka sudah menemukan bidang masing-masing, dan memilih jurusan kuliah sesuai dengan minat mereka. Sebagian lagi konsultasi pada saya apa yang harus mereka pilih. Salah seorang dari mereka di setiap kali pertemuan sangat mendominasi pembicaraan. Makanya, saya menyarankan untuk memilih jurusan komunikasi.
Tetapi, selalu ada orang yang seperti ini. Simak pernyataan yang diberikan oleh salah seorang pelajar ini: “Ci, saya iri pada temanku. Dia itu memiliki kelebihan di bisnis. Sejak SMA saja dia sudah mengerti tentang bagaimana berbisnis. Wah, pasti masa depannya cerah. Setiap kali saya ke rumah dia, pasti dia sudah berada di depan komputer untuk mengikuti perkembangan saham—bisnis yang juga digeluti oleh orang tuanya. Dia calon orang sukses.”
Kemudian saya bertanya, “Bagaimana dengan kamu? Apa yang kamu rencanakan dalam hidup kamu?”
“Ah, saya enggak bisa apa-apa”, ujarnya.
Dan, Anda pasti bisa menebak apa yang saya katakan padanya. Tentunya, motivasi. Belakangan saya baru tahu bahwa dia berminat di perminyakan dan akan mengambil kuliah di ITB.
Fokus pada keahlian yang kita miliki akan memunculkan kekuatan yang bermuara pada kesuksesan. Ditambah lagi dengan kekonsistenan untuk terus melatih diri mengasah keahlian tersebut.
Saya menemukan keterampilan dalam menulis ketika berusia 28 tahun. Agak terlambat, memang. Idealnya, orang mulai menemukan keahliannya saat berusia dua puluhan.
Namun, daripada terus menyesali keterlambatan saya dalam menemukan keahlian menulis, saya memilih untuk fokus pada kekuatan saya ini. Minimal, sebulan dua kali Anda dapat menikmati tulisan saya di website Andaluarbiasa.com. Menulis di Andaluarbiasa.com juga merupakan salah satu usaha saya dalam mengasah keterampilan menulis.
Siapa pun yang bekerja di toko eceran tahu apa arti kata “inventarisasi barang”. Sebagai seorang karyawan, bila Anda melakukan inventarisasi itu berarti Anda mulai mendata produk-produk yang ada di atas rak. Anda menghitung satu persatu setiap barang sampai Anda memeroleh catatan yang akurat tentang apa yang Anda miliki dan apa yang Anda butuhkan. Kebanyakan toko melakukan inventarisasi sekali atau dua kali setahun. Beberapa toko melakukannya setiap bulan. Sebenarnya, Anda tidak dapat benar-benar menjalankan bisnis dengan baik tanpa mengetahui apa yang Anda miliki di daftar inventaris Anda.
“Hal-hal yang merupakan hobi di masa lampau, kalau dikembangkan secara profesional pun akan menghasilkan karya yang tidak tanggung-tanggung,” demikian diungkapkan Jennie S.Bev.
Seorang pemain tenis meja, jika ia ahli dalam melakukan backhand, sebaiknya ia terus menggunakan backhand tersebut untuk melumpuhkan lawannya. Ada lagi yang ahli melakukan forehand, kenapa harus memaksakan diri melakukan backhand jika dengan forehandnya saja lawan bisa mati kutu?
Sewaktu saya mulai mendaur ulang hidup saya di tahun 1999—setelah sembuh dari kecanduan narkoba—saya mulai menginventarisasi keterampilan saya untuk menata masa depan. Okelah, waktu saya sudah terbuang selama tujuh tahun karena terjerumus narkoba. Tapi, saat itu saya berusia sembilan belas tahun. Saya memilih melihat puluhan tahun yang masih bisa saya benahi, ketimbang tujuh tahun yang sudah porak-poranda. Tidak ada gunanya menyesali yang tujuh tahun, sedangkan puluhan tahun ke depan masih ada dalam genggaman saya.
Saya meyakini bahwa Tuhan memberikan setiap orang kemampuan yang berbeda. Daripada Anda terlihat lemah karena terus meratapi kekurangan Anda, lebih baik mulai fokus pada keahlian Anda. “Jangan pusing dengan apa yang orang lain lakukan, tapi sibuklah dengan apa yang bisa Anda lakukan.”
Masakan Anda kalah dengan mantan morfinis ini?[rs]
* Relon Star adalah seorang public speaker dan penulis buku (2008). Saat ini ia bekerja sama dengan Departemen Pemberdayaan Perempuan, aktif mengisi seminar-seminar serta penyuluhan di sekolah-sekolah mengenai bahaya narkoba. Relon dapat dihubungi melalui pos-el: relonstar[at]yahoo[dot]com.
November 25th, 2009 at 5:04 pm
Bagus tulisannya mba. Memang sebaikya terus dan terus membangun masa depan dengan memanfaatkan keahlian yang kita miliki.
Salam
Supandi Kroya Cilacap
November 28th, 2009 at 11:11 pm
@Supandi
Thankiu yah commentnya…selamat menggali kekayaan diri!
salam luar biasa!
November 30th, 2009 at 1:55 pm
Di era global ini, orangtua bisa menginventarisasikan keahlian putra-putrinya lewat blog. Mendokumentasikan semua kreatifitas putranya di blog sehingga di masa datang akan ada guna dan faedahnya. Apalagi kalau dibangun bersama-sama, pasti lebih membahagiakan.
Salam kenal mbak Relon.
December 16th, 2009 at 10:03 am
@Puspita
Iya salam kenal jg mbak puspita.
Thankiuuu yah commentnya.
December 22nd, 2009 at 3:22 pm
Melakukan sesuatu jika sesuai bakat ataupun hobby, apalagi di asah terus maka akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa, temukan bakatmu sekarang juga sebelum melangkah terlalu jauh, bagus sekali tulisannya mbak relon…..sukses slalu..
January 4th, 2010 at 6:07 pm
Saya sangat setuju dengan tulisan Anda.Amat sangat setuju.Kebanyakan orang ingin seperti orang lain.Jarang orang yang jadi dirinya sendiri,dengan segala kekurangannya.Dan berusaha menginventariskan keahliannya.Be yourself,no other