Menguak Sukses Lewat Inventarisasi Keahlian

rs1Oleh: Relon Star*

“Jangan pusing dengan apa yang orang lain lakukan,

tetapi sibuklah dengan apa yang bisa Anda lakukan.…”

~ Relon Star

Saat ini saya sedang membimbing komunitas pelajar di SMA yang ada di dekat rumah. Mereka sedang menapaki kelas 3 SMA, dan mulai sibuk memikirkan kuliah. Beberapa dari mereka sudah menemukan bidang masing-masing, dan memilih jurusan kuliah sesuai dengan minat mereka. Sebagian lagi konsultasi pada saya apa yang harus mereka pilih. Salah seorang dari mereka di setiap kali pertemuan sangat mendominasi pembicaraan. Makanya, saya menyarankan untuk memilih jurusan komunikasi.

Tetapi, selalu ada orang yang seperti ini. Simak pernyataan yang diberikan oleh salah seorang pelajar ini: “Ci, saya iri pada temanku. Dia itu memiliki kelebihan di bisnis. Sejak SMA saja dia sudah mengerti tentang bagaimana berbisnis. Wah, pasti masa depannya cerah. Setiap kali saya ke rumah dia, pasti dia sudah berada di depan komputer untuk mengikuti perkembangan saham—bisnis yang juga digeluti oleh orang tuanya. Dia calon orang sukses.”

Kemudian saya bertanya, “Bagaimana dengan kamu? Apa yang kamu rencanakan dalam hidup kamu?”

Ah, saya enggak bisa apa-apa”, ujarnya.

Dan, Anda pasti bisa menebak apa yang saya katakan padanya. Tentunya, motivasi. Belakangan saya baru tahu bahwa dia berminat di perminyakan dan akan mengambil kuliah di ITB.

Fokus pada keahlian yang kita miliki akan memunculkan kekuatan yang bermuara pada kesuksesan. Ditambah lagi dengan kekonsistenan untuk terus melatih diri mengasah keahlian tersebut.

Saya menemukan keterampilan dalam menulis ketika berusia 28 tahun. Agak terlambat, memang. Idealnya, orang mulai menemukan keahliannya saat berusia dua puluhan.

Namun, daripada terus menyesali keterlambatan saya dalam menemukan keahlian menulis, saya memilih untuk fokus pada kekuatan saya ini. Minimal, sebulan dua kali Anda dapat menikmati tulisan saya di website Andaluarbiasa.com. Menulis di Andaluarbiasa.com juga merupakan salah satu usaha saya dalam mengasah keterampilan menulis.

Siapa pun yang bekerja di toko eceran tahu apa arti kata “inventarisasi barang”. Sebagai seorang karyawan, bila Anda melakukan inventarisasi itu berarti Anda mulai mendata produk-produk yang ada di atas rak. Anda menghitung satu persatu setiap barang sampai Anda memeroleh catatan yang akurat tentang apa yang Anda miliki dan apa yang Anda butuhkan. Kebanyakan toko melakukan inventarisasi sekali atau dua kali setahun. Beberapa toko melakukannya setiap bulan. Sebenarnya, Anda tidak dapat benar-benar menjalankan bisnis dengan baik tanpa mengetahui apa yang Anda miliki di daftar inventaris Anda.

“Hal-hal yang merupakan hobi di masa lampau, kalau dikembangkan secara profesional pun akan menghasilkan karya yang tidak tanggung-tanggung,” demikian diungkapkan Jennie S.Bev.

Seorang pemain tenis meja, jika ia ahli dalam melakukan backhand, sebaiknya ia terus menggunakan backhand tersebut untuk melumpuhkan lawannya. Ada lagi yang ahli melakukan forehand, kenapa harus memaksakan diri melakukan backhand jika dengan forehandnya saja lawan bisa mati kutu?

Sewaktu saya mulai mendaur ulang hidup saya di tahun 1999—setelah sembuh dari kecanduan narkoba—saya mulai menginventarisasi keterampilan saya untuk menata masa depan. Okelah, waktu saya sudah terbuang selama tujuh tahun karena terjerumus narkoba. Tapi, saat itu saya berusia sembilan belas tahun. Saya memilih melihat puluhan tahun yang masih bisa saya benahi, ketimbang tujuh tahun yang sudah porak-poranda. Tidak ada gunanya menyesali yang tujuh tahun, sedangkan puluhan tahun ke depan masih ada dalam genggaman saya.

Saya meyakini bahwa Tuhan memberikan setiap orang kemampuan yang berbeda. Daripada Anda terlihat lemah karena terus meratapi kekurangan Anda, lebih baik mulai fokus pada keahlian Anda. “Jangan pusing dengan apa yang orang lain lakukan, tapi sibuklah dengan apa yang bisa Anda lakukan.”

Masakan Anda kalah dengan mantan morfinis ini?[rs]

* Relon Star adalah seorang public speaker dan penulis buku (2008). Saat ini ia bekerja sama dengan Departemen Pemberdayaan Perempuan, aktif mengisi seminar-seminar serta penyuluhan di sekolah-sekolah mengenai bahaya narkoba. Relon dapat dihubungi melalui pos-el: relonstar[at]yahoo[dot]com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 4.5/10 (2 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)

6 Responses to “Menguak Sukses Lewat Inventarisasi Keahlian”

  1. Supandi Says:

    Bagus tulisannya mba. Memang sebaikya terus dan terus membangun masa depan dengan memanfaatkan keahlian yang kita miliki.

    Salam
    Supandi Kroya Cilacap

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Relon star Says:

    @Supandi
    Thankiu yah commentnya…selamat menggali kekayaan diri!
    salam luar biasa!

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. Puspita W Says:

    Di era global ini, orangtua bisa menginventarisasikan keahlian putra-putrinya lewat blog. Mendokumentasikan semua kreatifitas putranya di blog sehingga di masa datang akan ada guna dan faedahnya. Apalagi kalau dibangun bersama-sama, pasti lebih membahagiakan.

    Salam kenal mbak Relon.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. Relon Star Says:

    @Puspita
    Iya salam kenal jg mbak puspita.
    Thankiuuu yah commentnya.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  5. anita eka wardani Says:

    Melakukan sesuatu jika sesuai bakat ataupun hobby, apalagi di asah terus maka akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa, temukan bakatmu sekarang juga sebelum melangkah terlalu jauh, bagus sekali tulisannya mbak relon…..sukses slalu..

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  6. Agus Handoko Says:

    Saya sangat setuju dengan tulisan Anda.Amat sangat setuju.Kebanyakan orang ingin seperti orang lain.Jarang orang yang jadi dirinya sendiri,dengan segala kekurangannya.Dan berusaha menginventariskan keahliannya.Be yourself,no other

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya
Oleh: Don Gabor
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
ISBN: 978-979-22-5073-2
Tebal: xviii + 380 hal

Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas!
Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda pada empat gaya berjejaring—Kopetetif, Supel, [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox