Melakukan Hal yang Benar di Saat yang Tepat

rs

Oleh: Relon Star*

“Jangan menyesali masa lalu,

tetapi berjanjilah terhadap masa depan.”

~ Samuel Tirtamihardja

Banyak orang mengerjakan sesuatu menunggu waktu yang tepat. Tetapi, makin ditunggu waktunya, semakin jauh saat itu tiba. Apa yang salah dengan hal ini? Kalau kita ingin mencetak keberhasilan, kita harus melakukan sesuatu di saat yang tepat. Seorang petani jika mau bertani, ia harus melihat musimnya. Karena itu, kita harus cerdas menemukan saat yang tepat untuk melakukan apa yang kita rencanakan.

Thomas Huxley berkata, “Barangkali hasil yang paling berharga dari semua pendidikan adalah kemampuan untuk membuat diri Anda mengerjakan sesuatu yang harus Anda kerjakan bila Anda harus mengerjakannya, apakah Anda menyukainya atau tidak. Itu pelajaran pertama yang harus dipelajari.

Daripada harus tenggelam dalam penyesalan, lebih baik merencanakan segala sesuatu dengan lebih baik di masa mendatang. Sebab tenggelam dalam penyesalan merupakan pemborosan energi yang berat. Dan, penyesalan tersebut tidak akan bisa memberikan kontribusi terhadap masa depan.

Seorang psikiater tekenal asal New York mengatakan bahwa konsep yang ia temukan untuk membantu pengobatan pasiennya ialah dengan memberikan mereka kesempatan untuk berandai-andai. Banyak dari pasiennya menghabiskan kehidupan mereka di masa lampau. Mereka menyesal karena tidak melakukan hal yang tepat di masa lalu, sehingga waktu tersebut terbuang dengan percuma.

Penangkalnya sederhana, hanya dengan mengganti dua kata … “seandainya saja”, dengan kata “lain kali”. Lain kali saya akan siap melakukan…, lain kali saya akan lebih berani, lain kali saya akan lebih tanggap akan kesempatan, dan lain kali saya akan lebih serius. Lain kali.

Beberapa waktu lalu, saya menelepon seseorang dan berbincang-bincang mengenai banyak hal baru yang saya dapatkan—atas hasil pembelajaran saya. Saya berkata bahwa saya sedang mempersiapkan hidup saya di usia empat puluh tahun. Sekarang saya berusia tiga puluh tahun, masih ada waktu sepuluh tahun untuk merencanakan hidup saya sepuluh tahun yang akan datang. Kemudian, saya menanyakan pendapatnya. Apakah dia sudah benar-benar mempersiapkan hidupnya? Dia berkata, “Menyesal juga yah telah membuang-buang waktu. Tak terasa sekarang saya sudah berusia empat puluh tahun, dan rasanya masih jauh dari sebutan sukses.”

Jangan pernah menyesali masa lalu, tetapi berjanjilah terhadap masa depan Anda. Waktu berlalu sangat cepat. Dan, Anda harus mempersiapkan hidup Anda detik demi detik. Tidak hanya menunggu saat tutup tahun tiba agar kita serius memikirkan hidup kita. Tetapi sekaranglah saatnya!

Masa lalu memang tidak perlu mendikte masa depan. Tetapi, jika kita terus-terusan melewatkan waktu terbaik di masa lalu, kita perlu benar-benar serius memikirkan hal ini: Melakukan hal yang tepat di saat yang tepat.

Apakah tolok ukurnya bahwa kita sudah melakukan hal yang tepat di saat yang tepat? Dari hasil yang Anda dapatkan. Jika hidup Anda mulai mengalami pergeseran—ada lompatan yang lebih tinggi—berarti Anda telah melakukan hal yang benar di saat yang tepat.

Semakin tinggi lompatan dalam hidup Anda, maka Anda akan semakin bersemangat melakukan hal yang benar lainnya, di saat yang tepat. Namun, jika tidak ada lompatan… Anda tidak bergairah menjalani kehidupan. Membicarakannya saja tak mau, apalagi menjalaninya? Anda mau melakukan hal yang benar di saat yang tepat? Jangan menyesali masa lalu, tetapi berjanjilah terhadap masa depan![rs]

* Relon Star adalah seorang public speaker dan penulis buku Run or Die (2008). Saat ini ia bekerja sama dengan Departemen Pemberdayaan Perempuan, aktif mengisi seminar-seminar serta penyuluhan di sekolah-sekolah mengenai bahaya narkoba. Relon dapat dihubungi melalui pos-el: relonstar[at]yahoo[dot]com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 9.5/10 (2 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +2 (from 2 votes)

5 Responses to “Melakukan Hal yang Benar di Saat yang Tepat”

  1. Nixon Fernando Samosir Says:

    Luar biasa, saya merasa diberkati oleh tulisan ini, saya menjadi lebih semangat menjalani hidup. Memang benar jika kita hanya menyesali kegagalan masa lalu, maka kita tidak akan bisa merasakan kesuksesan dimasa mendatang, tetapi jika kita menjadikan kegagalan tersebut sebagai sebuah pelajaran yang berharga, maka kesuksesan akan datang dengan sendirinya disaat yang tepat. Namun satu hal yang perlu diperhatikan juga, yaitu bahwa Tuhan-lah yang menentukan semuanya itu, jadi sangat penting untuk menyerahkan semuanya itu ke dalam Tangan Tuhan..Aminn

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 4.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +2 (from 2 votes)
  2. Relon Star Says:

    Thankiu pak Nixon..maju terus & tetap smangat! Salam Inspirasi

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. Adrian Soerjana Says:

    Singkat padat jelas :)
    Benar-benar memberi inspirasi untuk hidup lebih bermakna, tidak hanya mengulang rutinitas sehari-hari saja. Menyadarkan kita bahwa saat yang tepat belum tentu terulang kembali. Dan tidak lupa bahwa hanya dengan tuntunan dan hikmat dari Tuhan yang dapat memberi kita kepekaan pada saat waktu yang tepat itu datang.

    Salam sukses.

    God Bless You

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. Nixon Fernando Samosir Says:

    Sama” bu R’S’.
    tapi jangan panggil Pak donk bu, aku kan masih muda..hhehe

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  5. Relon Star Says:

    @Adrian
    Thx dri.Udah baca buku aku Run Or Die?
    Smoga menginspirasi …

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya
Oleh: Don Gabor
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
ISBN: 978-979-22-5073-2
Tebal: xviii + 380 hal

Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas!
Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda pada empat gaya berjejaring—Kopetetif, Supel, [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox