Mantan Pecandu Narkoba Jadi Penulis dan Inspirator, Bisakah?

Relon StarOleh: Relon Star*

”Apakah kebahagiaan hidup yang sesungguhnya? Kebahagiaan hidup ialah ketika kita membahagiakan orang lain melalui hidup kita.”

~ Relon Star

Iseng-iseng saya membuka comment di Facebook, ternyata banyak pesan masuk dari pembaca www.andaluarbiasa.com. Menurut mereka, tulisan saya telah memberikan inspirasi bagi mereka. Tetapi, saya sedih membaca pesan tersebut. Lho, kok malah sedih? Karena begitu banyaknya orang yang lebih lurus hidupnya ketimbang saya, tetapi tidak mau meninggalkan message atau menginspirasi hidup orang lain. Terlalu banyak orang yang sibuk dengan dunianya, sehingga tak sempat membahagiakan orang lain dengan kisah hidup mereka.

Lebih lengkapnya, inilah kisah saya yang menyedihkan itu. Tahun 1999—tepatnya bulan Juni—saya baru menemukan kehidupan. Padahal, saya hidup sudah sejak 1979. Lalu, ke mana saja selama 20 tahun? Sejak saya SMP kelas 2, ada perubahan besar yang terjadi dalam keluarga. Sejak itu ayah saya menjadi tokoh religius Kristen—sebutannya pendeta. Sejak ayah jadi pendeta, tuntutan mengalir deras setiap hari. Sebagai seorang anak pendeta, saya dibatasi dengan aturan-aturan yang tidak siap diterima oleh seorang remaja. Misalnya, tidak boleh bergaul dengan teman-teman yang brutal, tidak boleh ke bioskop, tidak boleh mendengar lagu dunia—hanya boleh dengar lagu rohani atau lagu gereja. Lama-kelamaan tuntutan itu membuat saya stres, dan saya merasa kebebasan hidup saya terancam.

Narkoba segera menjadi pilihan saya saat itu. Teman-teman bilang itu enak, maka saya mencobanya. Buta terhadap akibatnya, saya menikmati benda terlarang itu. Lama-lama jadi ketagihan. Asyik juga bisa bebas masalah, yah walaupun hanya sesaat. Daripada setiap hari puas dengan omelan ayah di rumah, mendingan saya pesta narkoba dengan teman-teman. Selama tujuh tahun saya asyik dengan dunia baru—surga di dunia—yaitu narkoba.

Badan kurus kering, mata cekung ke dalam, tak satu pun orang akan percaya bahwa anak ini bisa punya masa depan cemerlang. Semua orang meramal saya ”anak tanpa masa depan.” Belum lagi badan kuning semua akibat tertular penyakit hepatitis dari teman, karena kegiatan pinjam meminjam insulin, solidaritas yang tak bertanggung jawab.

Orang memandang dengan pesimis akan hidup saya. Kalau tiga kakak saya dibanggakan karena hidupnya lurus, saya jadi bahan cemoohan orang, setiap hari. Guru saya bilang, Tidak ada hubungannya masa depan dengan pecandu narkoba. Relon pasti madesu, alias masa depan suram. Ups! Nyaris saja itu terjadi. Kalau tidak ada anugerah pada malam 3 Juni 1999, tulisan-tulisan saya tidak akan pernah muncul di www.andaluarbiasa.com.

Malam itu, sebenarnya sederhana saja yang terjadi. Saya dan teman-teman sedang berpesta narkoba di Sentul. Lima hari di Sentul, cukup membuat kami puas dan bahagia. Pulangnya saya memeriksa mobil, supaya jangan sampai ada barang bukti yang tertinggal di mobil. Ternyata, ada ecstasy setengah butir yang tertinggal. Saya menelannya tanpa ada perasaan apa pun mengenai ngerinya kematian. Setengah butir ecstasy itu membuat tubuh saya tak karuan. Mata mendelik-delik, lama-lama tinggal putihnya saja yang kelihatan. Sempat paranoid, mulut penuh busa, tinggal sedikit lagi menuju KEMATIAN!

Ternyata, antara hidup dan mati itu bedanya hanya sedikit! Makanya, kalau orang tak menghargai kehidupan, lebih baik….?!? Bukan saya yang menjawab, tetapi Anda lho!

Saya lanjutkan. Malam itu, saya mendapat perpanjangan waktu hidup di dunia. Intinya, peristiwa ini memang supranatural. Saya diberikan kemurahan oleh yang MAHAKUASA untuk melanjutkan kehidupan. Untuk apa? Untuk memperingatkan yang lainnya, sudah siapkah kita menghadap DIA?

Kisah ini telah menginspirasi banyak orang. Maka, muncullah keinginan menuangkannya dalam sebuah tulisan. Lebih lengkapnya Anda dapat membaca Run or Die (Metanoia, 2008). By the way, apa yang mau saya sampaikan? Kalau saya tidak nyaris mati saat itu, mungkin saya masih berkutat dengan hidup tanpa masa depan. Tetapi, karena sudah nyaris mati—malah seharusnya sudah mati—maka sekarang saya lebih menghargai KEHIDUPAN, dengan menginspirasi banyak orang. Caranya bisa lewat banyak hal, salah satunya melalui tulisan.

Peristiwa diluputkan dari kematian ini yang membuat saya tidak tahan kalau ada orang yang coba-coba pakai narkoba dan merusak hidup mereka. Maka dari itu, saya ikut berpartisipasi memerangi narkoba di muka bumi Indonesia ini. Karena ternyata, saya menemukan banyak sekali orang berpotensi yang gagal menemukan potensinya, lalu lari ke narkoba. Sayang sekali, bukan? Apalagi narkoba identik dengan anak muda. Bagaimana dengan nasib bangsa 10-20 tahun ke depan kalau narkoba lebih berhasil memasarkan kenikmatannya ketimbang kita-kita ini, yang hidupnya sudah sukses? Mau tidak mau, kalau kita ingin memberantas narkoba dari bumi Indonesia, Anda yang tidak terjamah oleh narkoba pun, mari melihat sekitar Anda, dan berikanlah kontribusi Anda pada mereka.

Maukah Anda bergabung bersama saya, menginspirasi orang lain melalui hidup Anda? Mulailah dari lingkaran terdekat Anda. Kalau Anda rela, jamah juga orang di lingkaran luar Anda. Salam inspirasi![rs]

* Relon Star adalah seorang public speaker dan penulis buku Run or Die (2008). Saat ini ia bekerja sama dengan Departemen Pemberdayaan Perempuan, aktif mengisi seminar-seminar serta penyuluhan di sekolah-sekolah mengenai bahaya narkoba. Relon dapat dihubungi melalui pos-el: relonstar[at]yahoo[dot]com.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 9.5/10 (4 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +3 (from 3 votes)

11 Responses to “Mantan Pecandu Narkoba Jadi Penulis dan Inspirator, Bisakah?”

  1. Fita Irnani Says:

    Hebat Relon! Pasti ada jalan setelah seburuk-buruknya kegagalan, untuk orang yang sadar dan mau berusaha.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. maria saumi Says:

    detuju…jgn biarkan org lain menjudge hidup kita…kita adalah boss dari diri kita sendiri…salam sukses selalu.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. tri wahyuni Says:

    salut untuk anda mbak…
    saya setuju dengan anda. perubahan yang hakiki bukan dari orang lain, tapi mulailah dari kita sendiri. terlebih bila perubahan itu bisa menginspriasi orang lain dalam hal kebaikan….

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. Lisbeth Hutabarat Says:

    Wah dahsyat. Memang kemajuan dan kesuksesan tergantung diri sendiri. Dan, hanya sedikit ornag yang sukses yang mau mengajak orang lain ikut bersamanya.

    salam sukses! God bless

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  5. effendi Says:

    setiap orang punya cara dan saatnya sendiri untuk meluruskan jalannya, dan Anda berhasil berkat penyelamatan-Nya! Proficiat!

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  6. lohan Says:

    salut buat relon yg sudah bisa survive,dan bisa menginspirasi or lain utk berubah ke arah yg baik..

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  7. gladys lefeber Says:

    Great job, Relon!
    One of our common mistake is that we live with our troubles instead of above them. We allow our troubles to control our lives that affect our emotions.
    But thanks be to God, HE woke you up!
    You decided to not go wrong with them and rise above your troubles! To retain control we each need to say to ourselves:
    “THINGS AROUND ME HAVE CHANGED! I WILL NOT LET ADVERSITY TEAR ME APART AND TURN ME INTO A DIFFERENT PERSON. I WILL NOT LET TROUBLES DIMINISH MY FAITH AND SHATTER MY PEACE!”

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  8. pebz Says:

    Hmm . . . menginspirasi orang lain =)

    God bLess always

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  9. Relon Star Says:

    Thanks to all readers “pecandu narkoba”…Yes,emang itu yg seharusnya dilakukan semua org yg pernah alami “masa gelap”, menginspirasi org lain. Sukses buat semua! Jadilah inspirator.
    Note: kalo ada teman2 pecandu narkoba yg mau sharing, hub aja di 0815.13.725725. Saya cuma mau berbagi.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  10. sammy Says:

    mantan preman aja bisa jadi ustad,knapa jd penulis ga bisa?

    mmg lebih menarik melihat orang yg pernah jatuh lalu bangkit jadi lebih baik, daripada jadi orang terus2an baik (padahal lebih susah loh jadi baik dari awal sampe akhir)

    satu yg pasti saya tegaskan, kita ga perlu harus salah untuk tahu yg benar

    untuk yg belum pake narkoba, jangan pernah coba2, hargai badan kalian, hiduplah dengan prinsip walau dunia akan memandang kalian sebagai orang biasa saja (bukan sebagai orang yg tercerahkan)

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  11. Zahra Says:

    Mba, saya copas kisahnya ke website saya,,, saya tulis sumbernya kok.

    Ini inspiratif banget mba..
    Terima kasih.

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya
Oleh: Don Gabor
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
ISBN: 978-979-22-5073-2
Tebal: xviii + 380 hal

Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas!
Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda pada empat gaya berjejaring—Kopetetif, Supel, [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox