Life is a Rollercoaster

sbaOleh: Sribudi Astuti*

Lagu Life is a Rollercoaster milik penyanyi ganteng Ronan Keating mengalun dari Winamp. Alunan musiknya yang sedikit nge-beat yang sering kali saya putar setiap kali penat mendera sepulang kantor. Dan, sambil terbaring pun lagu itu cukup membawa angan saya menelusuri waktu yang saya lewati. Ada naik ada turun, ada suka ada bahagia. Saya bahagia menemukan kembali saudara saya. Tetapi, ada tangis tatkala mendapati kenyataan bahwa Ibunda tercinta yang sedang berjuang melawan penyakitnya.

Pikiran saya kemudian melayang ke sebuah taman wisata di kota Magelang. Di taman itu pertama kalinya saya melihat sebuah rollercoaster dan mencoba kendaraan yang bekerja karena gaya gravitasi itu, serta mempunyai track berupa bukit dan lembah berliku. Walau terhitung rollercoaster kecil, ternyata cukup untuk membuat tubuh saya gemetar. Adrenalin saya terpompa dan jantung berdegup kencang. Bahkan, di setiap belokan saya merasa hendak terlempar oleh gaya sentrifugal. Untung ada pengaman yang mampu mempertahankan tubuh saya agar tetap berada di tempatnya.

………………………..

Life is a rollercoaster,

just gotta ride it

……………………….

Saya tersenyum mendengar syair lagu di atas. Yah..., memang tak ada yang dapat kita lakukan ketika kita berada di atas rollercoaster. Bila tak ingin terlempar ke bawah, kita hanya bisa tetap duduk dan mengikuti track yang ada dengan segala kondisinya, yang mana ketika kita bergerak menanjak, kita dapat merasakan gerakan itu cukup menyenangkan. Tetapi, ketika kita bergerak menuju lembahnya, bisa jadi kita berteriak histeris, bahkan ada yang sampai bercucuran air matanya.

Memang, tepat rasanya kalau Ronan mengumpamakan hidup ini sebagai sebuah rollercoaster. Tuhan telah menggariskan sepasang rel tumpuan yang berupa naluri dan nurani yang mengiringi kita dalam melewati track/jalanyang mau tidak mau harus kita lewati. Jalan yang kadang mendaki, kadang menurun, dan kadang berliku seperti tikungan kendaraan hiburanyang dipatenkan oleh LaMarcus Adna Thompson itu. Tuhan juga menciptakan senyum, tawa, tangis, dan jeritan histeris untuk mengiringinya agar jalan yang kita lewati tersebut tidak sunyi. Senyum dan tawa akan mengiringi ketika kereta bergerak naik. Dan, jeritan serta tangis akan mengiringi ketika kita bergerak menurun dan melewati tikungan yang mungkin tak pernah kita duga sebelumnya.

Rollercoaster ada yang dibangun untuk anak-anak dengan kecepatan yang tidak begitu besar dan ada pula yang dibangun dengan desain yang cukup ekstrem untuk mereka yang bernyali besar. Demikian pula dalam perjalanan hidup kita, ketika masih kecil, track yang kita lewati tidak begitu sulit. Bahkan, terkesan cenderung menyenangkan karena ada orang tua dan orang-orang yang menyayangi kita, yang selalu siap sedia mengulurkan tangannya untuk memandu kita. Namun, seiring berjalannya waktu, kita juga harus mandiri, perlahan melepaskan uluran tangan tersebut, membuat “kerekan dan mesin penarik” yang akan membawa kita ke puncak dengan ketekunan, kesabaran, dan belajar tanpa henti serta mencoba memulai perjalanan seorang diri dengan segala dinamikanya.

Bila sudah demikian keberadaan kita, maka tugas kita selanjutnya adalah menjaga diri kita agar tetap berada dalam track yang benar, menjaga diri kita agar jangan terempas dengan memilih pijakan dan pegangan yang benar. Di sini yang kita butuhkan adalah keteguhan hati untuk tetap berpengangan pada kebenaran yang telah difirmankan oleh Tuhan, dan wajib kita jalankan dengan sebaik-baiknya agar selamat dunia akhirat.

Yeah…, hidup ini memang laksana sebuah rollercoaster dan mari jadikan sepasang relnya sebagai isyarat untuk tetap berada dalam jalan Tuhan agar selamat dunia akhirat. Dan, ketinggian maupun lembah yang kita lewati bisa menjadi cerita indah yang dapat kita tuturkan kepada penerus kita agar mereka lebih berani melewati track demi track dari rollercoaster kehidupan, yang boleh jadi lebih ekstrim dan menegangkan.[sba]

* Sribudi Astuti lahir di Sleman, Yogyakarta, pada 29 Agustus 1979. Pendidikan S-1 diraihnya di Fakultas Teknik Pertanian, UGM, Yogyakarta. Saat ini ia menjadi widyaiswara/trainer di Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku, UPT Badan Pengembangan SDM Pertanian, Departemen Pertanian, Gowa, Sulawesi Selatan. Sribudi dapat dihubungi melalui HP: 085656450918.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 8.5/10 (2 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Motivasi Dunia

Motivasi Dunia

Kolomnis

<
Edy Zaqeus Eni Kusuma Avanti Fontana Alexandra Dewi Miranda Suryadjaja Sofa Nurdiyanti
Anang Y.B. Hartati Nurwijaya Aleysius H. Gondosari Sulmin Gumiri Relon Star Sri Budiastuti
Agus Riyanto Iftida Yasar Fida Abbott Ery Prasetyawan Tanenji Ingrid Gunawan
Maria Saumi Ely Susanti Agung Praptapa Putu Adnyana Fita Irnani Nathalia Sunaidi
M Sebastian Wijaya Abdul Muid Badrun Kak Sugeng Akhmad Sirodz Lisa Nuryanti Abidin Noor
Wuryanano Petriza Giovanni Amelia Devina Tri Wahyuni Endang Setyati Vina Tan
Lianny Hendranata Emmy Angdyani Erawati E. Setyo Hartono Fatma Kartika Sari Supandi Radinal Mukhtar Harahap
Sawali Tuhusetya Gatut Heru Susanto Effendi Budi P. Fajar S. Pramono Ade Asep Syarifuddin Melly Kiong
Guntur Novizal Ida Rosdiana Natapermadi Risfan Munir Sri Julianti Sawiji Farelhana Dewi Rhainy
Deni Kurniawan As’ari Johanes Ariffin Wijaya Indari Mastuti Enggar Kusumaningsiwi Daniel Kurniawan Sayuri Yosiana
A.A. Kunto A. Lina Kartasasmita K. Hanna Fransisca Wahidunnaba Yusuf Tantowi Dwiatmo Kartiko
Meta Sekar Puji Astuti M. Adi Prasetyo Abd. Basid Lily Choo Rina Dewi Lina Berny Gomulya
Zee Cardin M. Iqbal Dawami Sidik Nugroho Emmy Liana Dewi Ridwan Sumantri Dwiyana Apriandini
Andrew Abdi Setiawan Gobind Vasdhev J. I. Michell Suharli Yusnita Rifai Gagan Gartika

Check Google Page Rank

Buku Baru

Obrolan yang Bikin Kamu kaya

Judul: Obrolan yang Bikin Kamu kaya
Oleh: Don Gabor
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009
ISBN: 978-979-22-5073-2
Tebal: xviii + 380 hal

Jangan hanya membangun jejaring luas-berjejaringlah dengan cerdas!
Obrolan yang Bikin Kamu Kaya menyajikan pendekatan baru revolusioner pada topik berjejaring yang tak lekang waktu. Penulis buku laris dan pelatih komunikasi Don Gabor memperkenalkan Anda pada empat gaya berjejaring—Kopetetif, Supel, [...]

Full Story | February 24th, 2010

Best Viewed With Mozilla FireFox