Kesehatan, Aset Anda yang Luar Biasa
Editor | Kolom Tetap | May 4th, 2009
Oleh : Aleysius H. Gondosari*
Makanan harus menjadi obat Anda,
dan obat Anda harus berupa makanan Anda.
Hippocrates
Tanggal 14 Maret 2009 yang lalu, saya diajak oleh Edy Zaqeus untuk bertemu dengan Libertus S. Pane, praktisi dan trainer di bidang SDM. Libertus baru saja menerbitkan bukunya yang luar biasa berjudul “The Winner’s Attitudes: 21 Prinsip Membangun Semangat & Keberhasilan di Dunia Kerja“. Hal yang menarik dari buku Libertus adalah adanya satu bab khusus yang membahas tentang pentingnya kesehatan. Menurut Libertus, orang harus sehat agar bisa sukses dan berhasil. Judul bab tersebut adalah “Keajaiban Angka 1.000”. Di dalamnya juga terdapat standar kesehatan WHO.
Keajaiban Angka 1.000
Apa yang membuat angka 1.000 ini menjadi angka ajaib? Berikut ini ilustrasi dari buku Libertus. Kehidupan kita ibarat uang bernilai 1.000. Angka 1 mewakili kesehatan, angka 0 pertama mewakili uang, angka 0 kedua mewakili usaha, dan angka 0 ketiga mewakili jabatan atau kekuasaan.
Jika kita kehilangan jabatan atau kekuasaan, kita masih memiliki uang dan usaha. Jika kita kehilangan usaha, kita masih memiliki uang. Lalu, bagaimana jika uang kita ikut lenyap? Tetaplah mengucap syukur, karena kita masih memiliki kesehatan! Bagaimana kalau sebaliknya kesehatan (angka 1) yang lebih dahulu hilang? Jelas, semua yang lain, yaitu uang, usaha, dan kekuasaan, menjadi kurang berarti. Jadi jelaslah, bahwa dalam hidup ini kesehatan lebih penting dibandingkan yang lain.
Seberapa Besar Perhatian Kita pada Kesehatan?
Sejujurnya, saya sendiri selama bertahun-tahun juga kurang memerhatikan makanan-makanan yang baik untuk kesehatan. Saya senang makan mi instan, terutama waktu masih kuliah dan sewaktu belum menikah. Saya juga senang makan biskuit dan roti. Kalau makan roti, saya suka pakai mentega dan gula. Biskuit selalu saya bawa ke mana-mana karena praktis. Kalau lapar, saya tinggal ambil dan makan. Saya suka makanan bersantan dan rendang karena lezat. Saya juga senang makanan enak seperti coklat, kacang goreng, dan es krim. Daging dan telur memang tidak saya konsumsi lagi, karena sudah vegetarian. Tetapi, bila melihat daftar makanan di atas, saya merasa bahwa saya belum benar-benar serius memerhatikan kesehatan.
Pilihan antara Enak dan Sehat
Ini merupakan pilihan yang sulit bagi banyak orang, apakah yang utama adalah makanan enak, atau makanan sehat? Enak berarti memanjakan lidah. Sehat berarti memperhatikan organ tubuh lainnya seperti otak, jantung, hati, pankreas, usus, ginjal, tangan, dan kaki. Umumnya, orang akan sulit menolak godaan makanan enak, walaupun belum tentu sehat.
Pankreas, Diabetes, dan Karbohidrat Kompleks
Sebagai contoh, kita pasti lebih suka makan mi, biskuit, dan roti dengan coklat, mentega dan gula, atau keju, dibandingkan makan singkong rebus, ubi rebus, atau jagung rebus. Tetapi, apakah kita menyadari bahwa pankreas kita akan bekerja beberapa kali lebih berat dan lebih lama dengan mengonsumsi makanan yang sudah diproses seperti mi, biskuit, dan roti? Hal ini akan menyebabkan pankreas kita menjadi lebih cepat lemah dan akhirnya tidak dapat lagi memproses karbohidrat sehingga menaikkan kadar gula darah. Akibat selanjutnya adalah munculnya penyakit diabetes.
Pekerjaan pankreas jauh lebih ringan ketika memproses karbohidat kompleks dari singkong rebus, ubi rebus, dan jagung rebus, dibandingkan dengan memproses karbohidrat sederhana dalam bentuk makanan olahan seperti gula, mi, biskuit, atau roti.
Jantung, Kolesterol, dan Asam Lemak Tak Jenuh
Makanan hasil fermentasi seperti tempe segar mengandung asam lemak tak jenuh omega-3 dan omega-6 yang jauh lebih banyak dari minyak ikan, sehingga dapat menstabilkan kadar kolesterol dalam darah dan menyehatkan jantung. Selain itu, juga menyehatkan otak karena melancarkan aliran darah. Tetapi, kita pasti lebih senang makan tempe yang digoreng dengan garing. Padahal, dengan proses penggorengan tersebut, asam lemak tak jenuh yang ada pasti sudah berubah menjadi asam lemak jenuh, yang bila sudah terlalu banyak akan mengganggu kadar kolesterol dan memberatkan kerja jantung.
Kesehatan dan Vitamin B
Makanan hasil fermentasi lain seperti tape singkong mengandung banyak vitamin B1, bahkan lebih banyak dari beras putih. Selain itu, tape singkong juga mengandung mineral. Tetapi, orang lebih senang makan dalam bentuk tape dibakar, kemudian dilapisi mentega dan selai strawberry. Hal ini akan merusak vitamin yang ada, dan mentega yang banyak mengandung asam lemak jenuh akan mengganggu kadar kolesterol dalam darah.
Beras merah rasanya tidak seenak beras putih. Tidak banyak orang yang bersedia mengonsumsi beras merah yang kaya akan vitamin B ini. Tetapi, beras merah sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh terhadap penyakit seperti flu, asma, demam berdarah, dan kanker. Air tajin beras merah terutama bermanfaat untuk anak kecil yang sering sakit.
Kaki, Asam Urat, dan Mineral
Asam urat berasal dari sisa metabolisme tubuh yang tidak dapat dibuang oleh ginjal melalui urin. Hal ini disebabkan oleh menurunnya fungsi ginjal, karena minuman beralkohol, serta makanan enak seperti daging, kaldu, hati, jeroan, dan otak. Kadar asam urat yang tinggi dalam darah akan mengakibatkan radang sendi pada kaki dan tangan.
Bila kita mengunjungi sebuah acara atau pesta di kota besar, apakah kita pernah bertemu dengan makanan seperti singkong kukus, ubi kukus, kentang kukus, wortel mentah, atau bengkuang mentah? Hampir bisa dipastikan tidak pernah. Mungkin kita akan bertemu kentang, tetapi dalam bentuk sudah bermentega. Kita pasti lebih sering bertemu dengan kue-kue lezat yang dapat membahayakan jantung.
Tetapi, apakah kita tahu bahwa ternyata makanan-makanan sederhana dan murah tersebut dapat menyehatkan kaki dan lutut yang sedang sakit sendi karena asam urat, tulang yang sedang mengalami osteoporosis, dan penyakit Parkinson? Ya, betul. Makanan dari umbi seperti wortel, bengkuang, singkong, ubi, kentang, mengandung banyak mineral yang diperlukan untuk memulihkan fungsi ginjal, menyembuhkan kaki dan tangan dari asam urat, memperkuat tulang, serta mencegah osteoporosis. Penyakit Parkinson mempunyai hubungan dengan osteoporosis pada tulang.
Pertanyaan akan Makanan Sehat
Berikut ini ada beberapa pertanyaan mengenai makanan yang sehat untuk organ-organ tubuh kita, yaitu:
- Apakah makanan yang sehat untuk tubuh kita?
- Apakah makanan yang sehat untuk meningkatkan daya tahan terhadap penyakit?
- Apakah makanan yang sehat untuk otak, mengatasi stres dan mengatasi insomnia?
- Apakah makanan yang sehat untuk jantung dan darah?
- Apakah makanan yang sehat untuk paru-paru?
- Apakah makanan yang sehat untuk hati?
- Apakah makanan yang sehat untuk pankreas?
- Apakah makanan yang sehat untuk usus?
- Apakah makanan yang sehat untuk ginjal?
- Apakah makanan yang sehat untuk kaki, tangan, tulang, dan mata?
Bila Anda bisa menjawab lebih dari 50 persen pertanyaan di atas, berarti Anda mempunyai cukup perhatian pada kesehatan. Saya sendiri hanya bisa menjawab kurang dari 50 persen. Kemudian, saya mencoba mempelajarinya lebih lanjut dan mencari jawaban yang lebih tepat.
Saya sendiri belum mendapatkan jawaban yang komplit. Berikut sebagian jawaban dari hasil pencarian tersebut, yaitu:
- Tubuh manusia paling sehat dalam kondisi basa atau alkali, yaitu dengan pH 7,4. Makanan dengan pH 7,4 umumnya berasal dari tumbuhan yang sudah matang dan segar seperti sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, umbi. Selain itu juga terdapat pada ASI dan sinar matahari pagi. Makanan akan bertambah asam dan pH akan menurun, bila ada proses pemanasan, terutama bila digoreng.
- Beberapa contohnya adalah beras merah, apel merah, pepaya, dan cabe merah.
- Beberapa contohnya adalah makanan yang difermentasi seperti tempe segar dan tape singkong segar. Tetapi bila diproses, maka akan menjadi tidak sehat. Misalnya, tempe digoreng, tape singkong dibakar.
- Makanan segar yang mengandung asam lemak tak jenuh, misalnya tempe segar, kelapa dan air kelapa, alpukat, kacang.
- Contohnya tempe segar, beras merah, apel merah.
- Makanan segar yang tidak mengandung asam lemak jenuh dan makanan yang mengandung asam lemak tak jenuh.
- Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks adalah makanan yang masih dalam bentuk aslinya, yaitu nasi, singkong, ubi, kentang, jagung, gandum. Makanan ini belum dibuat menjadi tepung dan juga tidak digoreng.
- Makanan yang banyak mengandung serat seperti sayur-sayuran, buah-buahan, umbi. Usus akan bekerja jauh lebih berat dan lebih lama bila harus memproses makanan yang tidak mengandung serat.
- Makanan yang bebas dari bahan-bahan kimia dan asam urat. Ginjal harus bekerja lebih berat dan lebih lama bila makanan mengandung bahan pengawet, bahan kimia, dan asam urat.
- Kaki, tangan, tulang, dan mata memerlukan makanan yang kaya akan mineral. Makanan ini berasal dari umbi seperti wortel, bengkuang, singkong, ubi, kentang, lobak.
Hidup Dalam Keseimbangan
Tentu saja, banyak di antara kita akan merasa kesulitan bila mengkonsumsi makanan seperti di atas setiap hari. Tetapi, karena kesehatan adalah aset kita yang tidak ternilai, maka perlu dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya. Organ-organ tubuh seperti otak, jantung, ginjal, hati, pankreas, usus, tangan, dan kaki perlu dipelihara dengan makanan sehat, agar tidak cepat aus. Untuk sehat, perlu pengorbanan. Hal yang dapat kita lakukan adalah menjaga keseimbangan makanan kita, antara makanan enak dengan makanan sehat, antara kenikmatan lidah dengan kesehatan organ tubuh lainnya.
Kesadaran Akan Kesehatan
Istri saya cukup sering mendapat undangan untuk menghadiri seminar kesehatan. Ia mengatakan, bahwa akhir-akhir ini kesadaran akan kesehatan semakin meningkat. Hal ini terlihat dari menu makan siang. Menu sayur, lalap, dan tempe mulai banyak disajikan. Makanan yang digoreng juga semakin sedikit, lebih banyak rebus, tumis, atau makanan segar.[ahg]
* Aleysius H. Gondosari adalah alumnus ITB tahun 1984, trainer bidang organisasi dan manajemen, penggemar fotografi, pengembang online business, dan saat ini sedang aktif mengembangkan pendeteksian makanan-makanan sehat dengan menggunakan metode Energi 5 Elemen yang dikembangkannya. Aley juga sedang menulis sebuah buku tentang cara sehat dengan makanan alami. Anda dapat bertanya atau berkonsultasi dengannya atau membaca tulisan-tulisannya tentang kesehatan di website 5Elemen.com. Aley tinggal di Jakarta dan dapat dihubungi melalui email: aleysiush[at]gmail[dot]com atau di nomor telepon: 0818116669.

May 25th, 2009 at 8:52 pm
Betul sekali, saya sendiri sudah merasakan bahwa pentingnya menjaga kesehatan, namun terkadang kita tidak bisa mengelak ketika penyakit datang, ketika kita tidak berdaya untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita,untungnya saya sudah membeli polis asuransi jiwa [...] yang sangat membantu biaya pengobatan bila kita menjalani rawat inap,bila anda butuh rekomendasi agent yang baik, hub [....].thx.