Keinginan
Editor | Kolom Tetap | February 15th, 2009
Oleh: Hartati Nurwijaya*
“A man is the sum of his actions, of what he has done, of what he can do, Nothing else.”
~ Mahatma Gandhi
Sifat alamiah manusia senantiasa mempunyai keinginan. Sejak kita terjaga dari tidur hingga mata terlelap, sering muncul berbagai keinginan. Beberapa keinginan itu bisa kita wujudkan sekejap mata, misalnya saja, “Hari ini saya ingin makan nasi uduk dan ingin pergi ke perpustakaan.” Logikanya, keinginan yang sesuai dengan kemampuan Anda akan mudah terpenuhi.
Sebaliknya, jika Anda berkeinginan di luar kemampuan, tentu saja harus diusahakan mewujudkannya. Suami saya pernah menyatakan berkeinginan mempunyai motor besar, padahal dia sudah punya mobil. Hampir setiap hari dia mengungkapkan pengalamannya semasa remaja pergi ke mana saja menggunakan motor trailnya yang sudah dijual sebelum kami menikah. Ada hasrat yang kuat bahwa dia ingin kembali mengendarai motor di musim panas.
Sebagai suami dan satu-satunya anggota keluarga yang membiayai kehidupan keluarga dengan tiga anak, dia berhak mewujudkan impiannya. Tetapi, sebagai istri saya harus mengingatkannya bahwa motor impiannya bukan prioritas utama. Agar tidak menguburkan impiannya, sebagai pendamping hidup saya harus bijaksana dalam cara menyampaikan ketidaksetujuan membeli motor. Yaitu dengan cara penyampaian yang benar dan tidak mematikan motivasi, maka saran kita pasti didengar.
Waktu berlalu, hasrat suami ingin mempunyai motor gede semakin besar. Hingga keinginannya tersebut diketahui oleh seorang teman. Teman kami ini seorang jurnalis, masih bujangan, dan hendak menukar motor gedenya dengan motor baru. Dia sudah mencoba menjual motornya yang lama ke toko. Namun, dia teringat pada suami saya sehingga diberikanlah motornya itu pada suami dengan harga murah. Bahkan, boleh dibayar kapan saja ketika kami ada uang.
Bagaikan anak kecil yang baru mendapat mainan, alangkah senangnya hati suami saya. Seketika dia membawa motor berkeliling dan mengajak saya naik motor ke pegunungan. Melihat kebahagiaan suami, saya otomatis menjadi bahagia. Motor juga berguna di saat mobil ada kerusakan. Bisa mengganti fungsi mobil yang biasa digunakan suami untuk berangkat kerja.
Intinya, jika kita mempunyai keinginan tetaplah pada hasrat tersebut. Jika Anda mengidamkan sesuatu hal yang belum dapat diwujudkan dalam waktu dekat, maka bersabar dulu. Hambatan apa pun tidak harus menjadi halangan bagi Anda untuk melupakan dan menghapus keinginan.
Setiap orang yang sukses selalu mengalami kegagalan dan dikalahkan sebelum mencapai puncak kejayaannya. Presdien Obama pernah dikalahkan oleh Bobby Rush dalam pemilihan senator negara bagian Illinois tahun 2000. Bobby Rush adalah senator kulit hitam pertama yang mengalahkan Obama.
Jika Anda menginginkan sesuatu jangan dipendam sendiri. Utarakan pada teman, anggota keluarga, dan berdoa pada Tuhan YME agar keinginan itu dapat segera terwujud. Jika sudah tercapai keinginannya, spontan ucapkan syukur dan berterima kasih pada orang yang telah membantu mewujudkan impian Anda. Hingga muncul lagi keinginan yang lain, sebab sifat manusia tidak pernah merasa cukup.[hn]
Megara, 2 Pebruari 2009
* Hartati Nurwijaya (41), adalah seorang pemerhati masalah sosial kemasyarakatan dan politik. Ia telah menerbitkan buku Perkawinan Antarbangsa Love and Shock dan Hidangan Favorit Ala Mediterania (Resep Sehat dan Awet Muda). Sejak 2003, alumnus Jurusan Sosiologi, Fisipol, UGM, Yogyakarta ini menetap di Yunani. Ia dapat dihubungi melalui email: tatia41[at]gmail[dot]com.
Leave a Reply