Home » Kolom Tetap » Kata-Kata Positif, Gelombang Epsilon, dan Hidup Sehat Bahagia

Kata-Kata Positif, Gelombang Epsilon, dan Hidup Sehat Bahagia

ahgOleh: Aleysius H. Gondosari*

Para pembaca tentu pernah mendengar atau membaca buku populer berjudul The True Power of Water dan The Secret Life of Water yang ditulis oleh Masaru Emoto, peneliti dan pemikir independen Jepang. Dalam kedua buku tersebut, Masaru Emoto memperlihatkan efek dari doa, pikiran, lagu, dan kata-kata positif yang dapat membuat bentuk kristal air yang jelek, atau biasa saja menjadi kristal hexagon yang indah.

Berikut ini saya kutip kembali kata-kata positif yang digunakan oleh Masaru Emoto dalam melakukan eksperimennya.

Kata-kata Positif:

  • Kebahagiaan: Kristal dengan bentuk yang seimbang nyaris sempurna, seperti berlian yang dipotong dengan amat teliti.
  • Terima kasih: Kristal dengan bentuk teratur yang indah tidak ada tandingannya.
  • Cinta dan terima kasih: Kristal indah yang sangat menyentuh hati.
  • Kamu cantik: Kristal yang indah dan alami.
  • Suka: Kristal yang menggambarkan hati yang gembira.
  • Tulus: Terbentuk kristal yang sangat besar, seolah-olah memberi kekuatan yang sangat besar untuk menyelesaikan sesuatu.
  • Damai: Kristal berbentuk mirip seperti orang-orang yang berkumpul dalam harmoni.
  • Kebersamaan: Muncul kristal yang dibentuk oleh dua kristal.
  • Kedamaian pikiran: Membentuk kristal yang membesar dan meluas.
  • Cinta suami istri: Saling mengasuh dan mengasihi.
  • Bagus sekali: Terbentuk kristal indah merekah bebas.
  • Rileks: Terbentuk kristal dengan bentuk bebas dan bertumpuk.
  • Tenang: Terbentuk kristal dengan bentuk bebas dan cantik. Kata ‘tenang’ dalam bahasa Jepang adalah kiraku yang artinya menikmati energi Ki (energi Qi atau Chi).

Kata-kata Negatif:

  • Ketidakbahagiaan: Kristal yang samar dan lemah.
  • Cobalah menjadi cantik: Kristal yang kurang sempurna.
  • Benci: Bentuk kristal yang berlubang, seperti tercekik.
  • Kekuasaan: Kristal unik yang berantakan.
  • Ketidakberdayaan: Terbentuk kristal yang berlubang.
  • Kamu tolol!: Kristal yang bentuknya tidak beraturan seperti angin puting beliung.
  • Perang: Kristal seperti tertabrak pesawat jet.
  • Harta benda dan modal: Keseimbangan hilang, muncul kekacauan.
  • Minyak: Keseimbangan hilang, muncul kekacauan.
  • Penderitaan: Terbentuk kristal yang tidak sempurna.
  • Tidak berguna: Terbentuk kristal bulat yang berlubang tidak sempurna di tengahnya.
  • Stres: Terbentuk kristal dengan kesan tertekan dan takut.
  • Khawatir: Terbentuk kristal dengan bentuk yang mirip dengan stres di atas.

Dari hasil eksperimen Masaru Emoto di atas, terlihat besarnya pengaruh kata-kata positif terhadap kristal air. Tubuh manusia terdiri dari 70 persen air. Demikian pula dunia juga terdiri dari 70 persen air dan 30 persen daratan. Dengan demikian, doa, lagu, dan kata-kata positif juga akan mempunyai pengaruh positif bagi manusia dan dunia.

Frekuensi Gelombang pada Bandulan Jam

Dari analisis Energi 5 Elemen, kata-kata mempunyai frekuensi tertentu. Kata-kata positif seperti pada contoh di atas akan mempunyai frekuensi rendah, yaitu 1/6 Hz sampai 1 Hz, dan kata-kata negatif akan mempunyai frekuensi tinggi, yaitu di atas 1 Hz, dari 2 Hz sampai 19 Hz.

Untuk memahami frekuensi ini, kita bisa melihat bandulan jam antik. Satu kali gerakan bolak-balik ke kiri dan ke kanan dari bandulan dengan periode 1 detik identik dengan frekuensi 1 Hz. Bila bandulan bergerak lebih lambat, berarti frekuensinya semakin lambat. Bila bergerak lebih lambat 2 kali, maka frekuensinya menjadi ½ Hz. Bila bergerak lebih lambat 3 kali, maka frekuensinya menjadi 1/3 Hz. Sebaliknya, bila bandulan bergerak lebih cepat, berarti frekuensinya semakin cepat. Bila bergerak lebih cepat 2 kali, maka frekuensinya menjadi 2 Hz. Bila bergerak lebih cepat 3 kali, maka frekuensinya menjadi 3 Hz.

Otak dan pikiran manusia juga mempunyai frekuensi. Dalam kondisi tenang, otak akan mempunyai frekuensi lambat 1 Hz sampai 1/7 Hz. Dalam kondisi tidak tenang, aktif, atau stres, otak akan mempunyai frekuensi cepat 2 Hz sampai 19 Hz.

Penemuan Gelombang Epsilon dan Frekuensinya

Para peneliti telah melakukan penelitian untuk melihat hubungan antara frekuensi gelombang otak dengan kondisi aktivitas otak, meditasi, kebahagiaan, dan inspirasi. Sebelum gelombang Epsilon ditemukan oleh Dr. Jeffrey D. Thompson, D.C., B.F.A. dari Neuroacoustic Research, para peneliti gelombang otak telah menemukan gelombang Delta, Theta, Alpha, Beta, dan Gamma. Gelombang Delta mempunyai frekuensi yang paling rendah, yaitu 1 Hz ~ 4 Hz. Disusul oleh gelombang Theta dengan frekuensi 4 Hz ~ 7 Hz, gelombang Alpha 8 ~ 12 Hz, gelombang Beta 12 ~ 19 Hz, dan gelombang Gamma di atas 19 Hz ~ 70 Hz.

Gelombang Epsilon yang terakhir ditemukan mempunyai mempunyai frekuensi sangat rendah dan lebih rendah dari gelombang Delta, yaitu ½ Hz atau lebih rendah. Menurut hasil penelitian tersebut, pengaruh gelombang Epsilon pada otak mempunyai korelasi dengan:

  • Kondisi yang meningkatkan koordinasi aktivitas otak kiri dan otak kanan
  • Kondisi meditasi yang sangat hening
  • Kondisi kesadaran yang bahagia
  • Kondisi inspirasi tingkat tinggi.

Kesimpulannya, semakin rendah frekuensi otak akan membuat pikiran menjadi semakin tenang, semakin jernih, semakin hening, semakin inspiratif, dan semakin bahagia.

Gelombang Epsilon dan Frekuensi Sehat Ideal untuk Otak

Dari analisis energi 5 Elemen, batas frekuensi sehat untuk otak adalah 1 Hz. Di atas 1 Hz, otak akan mengalami stres. Semakin tinggi frekuensinya, orang akan semakin stres. Hal ini dapat dimengerti bila kita memahami frekuensi sehat pada masing-masing elemen.

Setiap elemen pada tubuh kita mempunyai frekuensi sehat masing-masing, yaitu:

  • Elemen keenam Kesadaran: 1/6 Hz
  • Elemen kelima Ether: 1/5 Hz
  • Elemen keempat Udara: 1/4 Hz
  • Elemen ketiga Api: 1/3 Hz
  • Elemen kedua Air: 1/2 Hz
  • Elemen pertama Bumi: 1 Hz

Frekuensi sehat yang ideal untuk otak adalah 1/5 Hz, 1/6 Hz, dan 1/7 Hz, karena otak berada pada elemen kelima Ether dan elemen keenam Kesadaran. Analisis ini sesuai dengan hasil penelitian gelombang Epsilon dari Dr. Jeffrey D. Thompson. Hal ini berarti, semakin rendah frekuensi otak, otak akan menjadi semakin jernih, semakin hening, stres hilang, kita menjadi semakin bahagia, dan inspirasi serta ide yang kita peroleh, kualitasnya akan semakin baik pula.

Efek Kata Positif dan Negatif pada Frekuensi Gelombang Otak dan Emosi

Pada tanggal 14 Agustus 2009 yang lalu, pada acara The Master di RCTI, ada pertunjukan kolaborasi antara Romy Rafael dengan Denny Darko. Ada dua sukarelawan yang bersedia maju ke depan. Kedua sukarelawan ini sama sekali dalam kondisi sadar dan tidak dihipnotis. Sukarelawan yang pertama mendapat sebuah kertas besar dari Romy Rafael bertuliskan kata “HELL”. Sedangkan sukarelawan yang kedua mendapat kertas besar juga dari Denny Darko dengan tulisan “BLESS”. Apa yang terjadi pada kedua orang tersebut?

Orang pertama pada awalnya mempunyai frekuensi gelombang otak 2 Hz. Setelah mendapat kertas dengan tulisan “HELL”, frekuensi gelombang otaknya seketika naik menjadi gelombang Theta dengan frekuensi 5 Hz. Emosinya juga menjadi bertambah stres dan negatif dengan frekuensi 5 Hz juga.

Hasil analisis Energi 5 Elemen menunjukkan bahwa kata “HELL” mempunyai energi negatif pada dua elemen, yaitu elemen kedua Air dan elemen pertama Bumi. Orang bisa menderita sakit pada organ elemen Air seperti darah dan pencernaan bila terus-menerus mengingat kata “HELL” selama 3 hari. Setelah pertunjukan selesai dan orang tersebut turun, ternyata frekuensi gelombang otaknya masih 5 Hz dan baru bisa berubah kembali ke kondisi semula setelah tiga jam.

Orang kedua pada awalnya juga mempunyai frekuensi gelombang otak 2 Hz. Setelah mendapat kertas dengan tulisan “BLESS”, frekuensi gelombang otaknya juga seketika berubah, tetapi turun menjadi gelombang Epsilon dengan frekuensi 1/5 Hz. Emosinya juga berubah menjadi lebih bahagia dengan frekuensi 1/5 Hz.

Hasil analisis Energi 5 Elemen menunjukkan bahwa kata “BLESS” mempunyai energi positif pada empat elemen, yaitu pada elemen kelima Ether, elemen keempat Udara, elemen ketiga Api, dan elemen kedua Air.

Orang mulai merasa bahagia ketika mengingat kata “BLESS”. Selanjutnya, organ-organ pada elemen Ether seperti amandel, tiroid, dan getah bening bisa bertambah sehat setelah orang terus mengingat kata “BLESS” selama lima hari. Demikian pula jantung dan paru-paru pada elemen Udara, dan organ-organ tubuh lainnya.

Ketika pertunjukan selesai, orang yang memegang kata “BLESS” ini frekuensi gelombang otaknya masih 1/5 Hz, dan baru berangsur berubah kembali ke kondisi semula setelah tiga jam.

Indeks Manfaat Kata ‘Anda Luar Biasa’

Teman saya Edy Zaqeus, membuat sebuah web motivasi yang bernama AndaLuarBiasa.com. Bagaimana efek positif dari kata “Anda Luar Biasa”? Dari analisis Energi 5 Elemen, “Luar Biasa” mempunyai efek positif pada dua elemen, yaitu elemen kedua Air dan elemen pertama Bumi. Tetapi, setelah digabung menjadi “Anda Luar Biasa”, kata ini mempunyai efek positif pada lima elemen, yaitu elemen kelima Ether, elemen keempat Udara, elemen ketiga Api, elemen kedua Air, dan elemen pertama Bumi. Indeks Manfaat pada masing-masing elemen bernilai +5, sehingga Indeks Manfaat keseluruhan bernilai +25.

Indeks Manfaat positif pada elemen Bumi membuat kita menjadi lebih stabil. Elemen Air yang positif membuat orang lebih mudah berkomunikasi dan bekerja sama. Elemen Api positif membuat kita menjadi lebih bersemangat. Indeks Manfaat positif pada elemen Udara membuat kita menjadi lebih kreatif. Sedangkan elemen Ether yang positif akan membuat kita menjadi lebih bahagia, lebih rileks, lebih mudah mendapat inspirasi, dan ide-ide baru.

Ternyata, kata “Anda” telah membuat “Luar Biasa” menjadi lebih luar biasa lagi.

Oleh sebab itu, kita perlu berhati-hati dalam memilih kata-kata yang akan digunakan. Hal ini akan memengaruhi kesehatan dan kebahagiaan kita, keluarga, maupun orang lain. Pemilihan kata yang tidak tepat akan membuat kita tidak sehat, sedangkan pemilihan kata positif yang tepat akan membuat kita lebih sehat dan bahagia.

Salam Sehat Bahagia![ahg]

* Aleysius H. Gondosari adalah alumnus ITB tahun 1984, trainer bidang organisasi dan manajemen, penggemar fotografi, pengembang online business, dan sedang menulis buku tentang sehat secara alami dengan metode Energi 5 Elemen, yang juga dapat dilihat di www.5elemen.com. Aley tinggal di Jakarta dan dapat dihubungi melalui email: aleysiush[at]gmail[dot]com atau di nomor telepon: 0818116669.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 8.2/10 (10 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: +3 (from 3 votes)

1 Comment

  1. Bagus says:

    Wah, bagus artikelnya. Sangat bermanfaat. Terima kasih

    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: 1.0/5 (1 vote cast)
    UN:F [1.6.9_936]
    Rating: -1 (from 1 vote)

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Komentar