Kapan Terakhir Anda Mengatakan I Love you kepada Pasangan?
Editor | Kolom Lepas | August 3rd, 2009
Oleh: Daniel Kurniawan.*
Demikian pertanyaan yang saya lontarkan kepada peserta ketika memulai sebuah diskusi mingguan keluarga. Tanpa memerlukan waktu yang lama, saya sudah mendapatkan banyak jawaban. Beberapa jawaban yang diberikan: “Barusan tadi pagi”, “Sudah lupa, tuh”, “Seminggu yang lalu”, “Ketika pacaran”, “Dua puluh tahun yang lalu”.
Bila saya memerhatikan, rata-rata pasangan tampak harus berpikir cukup panjang untuk memberikan jawaban. Entah kenapa, kata-kata yang sering kita ucapkan ketika pacaran seperti ditelan bumi. Sulit sekali untuk mengatakannya. Terasa kata “I love you” ini menjadi sesuatu hal yang sangat langka di dalam hubungan suami istri. Tidak jarang terasa hambar. Coba bayangkan ketika Anda masih pacaran. Begitu banyak kata-kata bombastis dan fantastis yang sering diucapkan ketika menyatakan perasaan cinta kepada pujaannya.
Hal ini juga saya katakan kepada pasangan Agus dan Anita (bukan nama sebenarnya). Ketika mereka meminta pendapat saya, “Apakah ada tip untuk menambah keharmonisan hubungan keluarga?” Sebenarnya, tidak ada tip khusus. Saya hanya menyarankan supaya mereka memperbaiki kata-kata yang selama ini mereka pakai untuk berkomunikasi. Khususnya kata-kata yang sering mereka pakai dalam menyatakan cinta. Setiap hari, setiap waktu, dan di mana pun mereka berada.
Coba kita ubah kata-kata kita. Kesampingkan dulu perasaan egois kita. ”Ma, semakin hari kok aku semakin mencintaimu? Ma, kamu adalah wanita terbaik bagiku. Ma, kamu kok tahu seleraku aja? Ma, I love you….” Anda dapat mencoba dengan menggunakan kata-kata sendiri yang dapat membangkitkan memori cinta kepada pasangan.
Coba perhatikan saat hubungan kita mulai menjadi kaku. Itulah saat yang paling TEPAT bagi kita untuk mulai membanjiri pasangan kita dengan kata-kata cinta.
Begitu sederhana, bukan? Mengapa kita malas, egois, kurang berani mengatakannya, kurang tulus memuji, dan tidak jujur terhadap diri sendiri maupun pasangan? Akibat itu semua, hubungan kita terhadap pasangan menjadi kaku seperti robot. Mari mulai sekarang, kita harus berani mencoba kembali membina hubungan kita dengan menggunakan kata-kata cinta yang benar-benar tulus dari hati![dk]
* Daniel Kurniawan adalah alumnus Teknik Elektro Universitas Tridinanti. Ia berprofesi sebagai Personal Development and Mindset Coach yang juga merupakan seorang pembicara, trainer, motivator, dan penulis yang memfokuskan diri untuk pengembangan pola pikir manusia dengan pendekatan NLP. Ia memberikan pelatihan di berbagai perusahaan nasional/multinasional, kampus-kampus, yayasan sosial, dan sejumlah organisasi lainnya. Ia dapat dihubungi melalui nomor Hp: 0815 328 53 889, pos-el: kata_ajaib[at]yahoo[dot]co[dot]id, atau blog pribadinya di http://danielkurniawan.wordpress.com.
August 6th, 2009 at 9:17 am
” Begitu banyak kata-kata bombastis dan fantastis yang sering diucapkan ketika menyatakan perasaan cinta kepada pujaannya”
ya.. benar sekali dan tak dipungkiri.. hal itu dilakukan dalan usaha untuk memikat sang pujaan hati.. tapi setelah kita berhasil merapatkannya ke dermaga pernikahan , terkadang kita jadi terlena dan terbuai dengan hasil rampasan perang.
Saya setuju dengan himbauan pak Daniel bahwa kita seyoganya untuk selalu memupuk hubungan baik dengan orang disekeliling kita terutama pasangan hidup kita .Hal ini kita lakukan dalam usaha untuk menikmati dan mempertahankan sesuatu yang telah kita dapatkan.
” awali dengan senyum dan katakan I Love You..Full.. “