Jangan Terlalu Mengumbar Kata “Cinta”
Editor | Kolom Lepas | October 28th, 2009
Oleh: Handini Audita*
Apa yang membedakan nasi dari piza? Hampir semua orang di Indonesia makan nasi setiap hari. Sudah bisa dipastikan, sangat mudah menemukan nasi di rumah kita. Karena setiap hari kita menemukan nasi, pasti kita cenderung menganggap nasi menjadi sesuatu yang biasa-biasa saja, alias bukan sesuatu yang luar biasa. Lalu, bagaimana dengan piza, makanan khas Italia yang sama mengenyangkannya dengan nasi? Tidak setiap hari kita bisa menemukan piza di rumah kita. Karena itulah, piza menjadi sesuatu yang luar biasa saat dihidangkan.
Walah….!!! Kok malah ngomongin makanan, sih…? Apa hubungannya dengan cinta?
Tenang saja…. Ada kok hubungannya….
Saya sering sekali menanyakan pertanyaan ini kepada teman-teman saya, “Bagaimana hubunganmu dengannya?” Banyak di antaranya yang menjawab, “Ya begitulah.…” Beberapa menjawab, “Biasa-biasa saja....”
Jawaban mereka itu menimbulkan pertanyaan di kepala saya. Ada apa sesungguhnya dengan mereka? Apakah hubungan mereka baik-baik saja? Saya hampir tidak percaya kalau hubungan yang mereka jalin serasa “biasa-biasa saja”. Bukannya yang namanya cinta pasti ada sensasi getaran tersendiri yang sangat luar biasa? Lalu, kenapa mereka justru merasakannya sebagai sesuatu yang biasa?
Saya memiliki seorang teman yang terlihat sangat mesra dengan pasangannya. Hampir setiap saat mereka SMS-an. Di setiap pesan, pasti selalu ada kata “sayang” atau cinta. Dan, di akhir pesan selalu tertulis kata “I Love You”. Begitu pun jika mereka bertemu. Jika akan berpisah, pasti mereka akan sealalu berkata “I love you”. Bahkan SMS, telepon, dan bertemu belum cukup mereka lakukan. Lewat situs jaringan pertemanan seperti Facebook, mereka juga mengumbar kemesraan. Jika salah satu dari mereka lupa mengucapkan kata cinta, maka pasangannya akan bertanya-tanya.
Lalu, saya mengamati perilaku teman saya itu saat membaca pesan dari kekasihnya itu. Dia selalu tampak biasa saja. Seperti sedang membaca suatu pesan yang tidak penting. Walau dia juga membalasnya dengan kata-kata cinta, tapi sangat tampak terlihat jika dia menulisnya tidak dari hati.
Suatu hari saya menanyakan padanya tentang hubungan mereka. Saya terkejut mendengar jawabannya. Dia berkata BOSAN. Saya tidak percaya mengapa bisa seperti itu. Padahal, kekasihnya begitu romantis terhadapnya. Mereka juga terlihat begitu mesra. Lalu, mengapa dia bisa bosan?
Dari peristiwa itu saya mengamati dan membandingkannya dengan hubungan saya dengan pacar saya. Pacar saya bisa dikata pribadi yang sangat romantis. Namun, tidak setiap saat kami berkata cinta atau menyebut pasangan dengan sebutan mesra. Kami seperti teman. Saya memanggil dia dengan namanya, dia pun memanggil saya dengan nama saya. Kami sangat berhati-hati dalam mengucap kata “I love you”. Kami hanya menggunakannya di saat-saat special saja. Kami tidak mau menggunakannya setiap saat karena kami takut kata “I love you” itu tidak menjadi kata yang special lagi.
Saya sangat ingat betul terakhir kali dia memanggil saya dengan sebutan “sayang” dan mengucap kata “I love you”. Saat itu, kami sedang makan malam berdua di suatu restoran di kota kami. Suasana restoran itu sangatlah menggambarkan kenyamanan. Tempat duduk yang nyaman dan didukung oleh pencahayaan yang remang-remang serta penuh lilin. Saat itu, sebenarnya kami hanya makan malam biasa saja. Tapi, ketika selesai makan dan hendak bergegas pulang, tak disangka dia mengucapkan sesuatu yang sangat manis. Dia berkata, “Honey… Tonight I just want you to know that you are very special to my heart... I love you so much....”
Saat itu, dia berhasil membuat saya tidak bisa berkata apa-apa. Saya sangat bahagia mendengar kata-kata itu terucap dari mulutnya. Seperti mendapat suatu hadiah yang tak ternilai harganya. Saya pun menjawabnya, “Honey… I love you, too... So much....” Saat, saya menjawab, pacar saya tersenyum dan matanya berkaca-kaca. Seperti mendapat kebahagiaan yang luar biasa.
Saat di perjalanan pulang, saya tiba-tiba jadi teringat kasus teman saya dengan kekasihnya itu. Teman saya yang mengaku bosan dengan hubungan mereka. Saya ingat betul kalau hampir setiap hari kekasihnya mengucap kata-kata yang hampir sama dengan kata-kata yang kekasih saya ucapkan. Namun, dia tidak merasakannya menjadi sesuatu yang membuatnya sangat bahagia. Setelah berpikir sejenak, saya menemukan alasannya.
Menurut saya, dia tidak merasakan kata-kata itu menjadi suatu kata yang luar biasa. Karena, kata-kata seperti itu sudah menjadi kata-kata yang biasa dan setiap hari mereka katakan. Karena sudah biasa, makannya tidak menjadi luar biasa. Seperti nasi yang sering kita jumpai setiap hari. Karena setiap hari kita menemukannya, nasi bukanlah menjadi suatu menu yang luar biasa. Bahkan, terkadang kita bosan dengan nasi dan enggan memakannya.
Begitulah kasus teman saya. Karena setiap saat kekasihnya mengucap kata cinta, kata cinta bukanlah menjadi kata yang sakral lagi. Berbeda dengan apa yang kami alami. Kami jarang mengucap kata cinta karena kata cinta merupakan kata yang sakral sehingga hanya digunakan di saat special saja. Hal ini mampu membuat kami sangat bahagia saat menemukan kata cinta itu.
Lalu bagaimana dengan kisah artis Widyawati dan suaminya almarhum Sophan Sophian? Dalam salah satu wawancaranya, Sophan Sophian berkata bahwa satu bumbu rahasia yang membuat mereka tetap mesra hingga detik itu adalah karena mereka tidak segan-segan mengucapkan kata cinta pada pasangannya. Bangun tidur Sophan Sophian selalu berkata cinta pada Widyawati dan mencium keningnya. Cara itu boleh juga. Setiap pasangan memiliki caranya masing-masing. Tapi, jika akan melakukan hal seperti Widyawati dan Sophan Sopian, kata cinta harus dilakukan dan diucapkan dari hati. Jangan lakukan itu sebagai rutinitas belaka karena akan terasa hambar.
Jangan juga kita memaksa pasangan kita untuk selalu mengucapkan kata cinta setiap saat. Jangan ucapkan cinta karena terpaksa! Saya yakin, yang membuat ucapan cinta Sophan Sophian menjadi abadi selalu dan tidak terasa hambar karena ucapan itu berasal dari hati. Sophan Sophian mengucapkan kata cinta itu karena dia ingin mengucapkannya, bukan karena dia harus selalu mengucapkannya.
Jika ingin meniru gaya pasangan Widyawati dan Sophan Sophian, saya memiliki tip tambahan untuk menambah sensasi cinta itu. Sesekali berilah pasangan kita hadiah special. Tidak perlu sesuatu yang mahal. Bisa hanya sebatang coklat, setangkai bunga mawar, atau belikan makanan kesukaan pasangan kita. Yang terpenting adalah kejutan saat kita memberikan hadiah itu. Hal ini bisa memberikan bumbu tersendiri dalam hubungan cinta tersebut.
Bagaimana? Ada kan hubungannya antara makanan dengan cinta? Dari kisah singkat itu, bisa diambil suatu kesimpulan bahwa janganlah terlalu mengumbar cinta agar cinta tidak terasa hambar. Berhati-hatilah menggunakan kata cinta atau mengungkapkannya untuk menjaganya agar tetap menjadi kata dan peristiwa yang sakral.
Jika kata cinta dan ungkapan cinta kita anggap dan kita perlakukan sebagai kata yang sakral, pasti kita akan sangat bahagia saat mendengarnya dan mendapatkannya. Dijamin bikin klepek-klepek alias tidak bisa berkata-kata saat mendengar atau mendapatkan ungkapan cinta itu. Tidak percaya? Silakan dicoba![ha]
* Handini Audita, seorang mahasiswa semester V di Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ia adalah seseorang yang berprinsip untuk selalu do the best pada segala sesuatu yang dilakukannya. Ia juga percaya bahwa every problem has a miracle on it sehingga membuatnya memiliki hobby yang unik, yaitu mengamati dan kemudian mempelajari kejadian-kejadian unik yang terjadi di sekelilingnya. Pernah menulis novel dalam bahasa Inggris saat bersekolah di Elementary School di Australia, tetapi belum diterbitkan. Handini dapat dihubungi melalui pos-el: handini_audita90[at]yahoo[dot]co[dot]id.
October 29th, 2009 at 3:02 am
Hmm, betul betul betul..
Saya juga pernah mengalami hal seperti ini. dahulu saya begitu hati-hati dalam mengucapkan kata “cinta”.
Karena dibalik kata “cinta” terdapat suatu aura mistis beraroma kemesraan yang harus senantiasa dijaga agar tidak lekas menguap tak berbekas..
Ketika kita hanya menyebutkan kata cinta pada moment-moment tertentu seperti yang penulis ungkapkan, saya yakin anda akan mendapatkan esensi dan feel dari cinta tersebut..
Best Regards,
Dimas Nugroho
October 29th, 2009 at 10:56 am
‘i love you’………….. ntah knpa… jadi salah satu kata wajib.. setiap mo mngakhiri sms… he2.. (jdi kesindir niy)…. tpi ituw kaya otomatis aj Din.. he2….. ya, u’re right.. setia[p org punya cara tersendiri utk ngungkapin cintanya….. n mungkin dengan tiap hari ngucapin kata sakral itu.. yg mungkin jdi pilihan kita… (walopun sbnernya tanpa sadar… he2.. aneh ya…)…. tapi ya itulah…. di situlah kesenangannya….
October 29th, 2009 at 5:06 pm
wahh.. boleh jg nih.., nambah ilmu hehe
tp aku mw nmbah dikit ya din.. hal2 special jg bisa tanpa berupa benda yg harus kita beri ke pasangan kita.. tp sesuatu yg beda dr yg lain, misalnya ya kita ngucapin “selamat pagi” kpd pasangan kita(udh ataupun belum nikah tdk ada salahnya) tp rutin.. nah disitu pasti ada timbul kesan yg istimewa dr yg lain.. ya sederhana aja tp berkesan.. karna hal seperti akan terasa disaat pasangan tiada(dlm arti lg jauh ada suatudan lain hal, putus/break up ataupun emang sudah tiada) lagi-lagi emang smuanya harus diawali dr hati..totaly agree with u dini.. cinta itu ada karna bukan terpaksa ataupun dipaksa..
makasih (salam newbie)
October 29th, 2009 at 8:53 pm
In my opinion , saying “I LOVE YOU” from people that we love is very special for me. and I don’t know why , every time I hear that word, I just feel so happy!
of course ,I never feel bored saying and listening people that I love say I Love You to me . because , I really need it , I need people who I love .
how about rice? .. although we eat rice every day , but we still need it .. Like my LOVE .
October 30th, 2009 at 6:25 pm
ehmm ..bagus juga artikelnya ..
ngk kalah dari yang sebelumnya,
ada lagi ngk hubungannya makanan sama cinta ??
November 1st, 2009 at 7:08 am
Wah.. Terima Kasih atas comment2-nya..
Sangat Berharga lho…
@Ai Chan dan Nadull-nadill:
Every couple has their own way.. Do it your own way, and you’ll find happiness in love..
@Febriandi:
Sangat Benar… Hadiah itu tidak harus berupa barang. Barang hanyalah sebagian contoh hadiah spesial yang bisa diberikan…
November 1st, 2009 at 5:47 pm
tulisan yang bagus, sederhana tapi cukup menyentuh, karena tak jarang kita sering terjebak dengan kata cinta. Ada benarnya juga sih..ketika kata cinta itu sering kita ucapkan maka maknanya akan membiasa. disisi lain juga dilema jg kalau kita jarang menggunakan kata2 itu, pasti ada penasaran dari pasangan, apakah dia masih mencintaiku atau tidak??…Bagiku yang penting ada trade off-nya juga ketika kita mengatakan kata cinta dan menahannya utk tidak mengatakan biar dia penasaran.
November 5th, 2009 at 11:21 am
Pretty good,,,setiap pasangan pasti punya cara tersendiri untuk mengungkapkan rasa sayang nya terhadap pasangannya,,,aku setuju
Tapi terkadang karena terbiasa justru akan membuat rasa cinta itu semakin besar juga lho,,,terlalu sering mengucapkan cinta, seperti contoh “love you” diakhir sms…itu karena memang secara jujur keluar dari hatinya,,awalnya karena biasa,,tapi tanpa di sadari karena terbiasa mengucapkan kata itulah kita semakin kuat merasakan cinta kita terhadap pasanagn kita…^^
November 5th, 2009 at 8:03 pm
Saya setuju banget dengan artikel di atas.Semenjak pacaran hingga telah berumah tangga lima belas tahun lebih sampai saat ini tidak pernah sepotong kata cinta itu terucap dari mulutku.Membuktikan kita cinta cukup dengan sikap dan prilaku kita yang mengisyaratkan bahwa dia tahu kita mencintainya.Dengan kata lain bukan bicara yang membuktikan kita cinta, tetapi buktilah yang membicarakan bahwa kita memang mencintainya.Pendek kata bahasa tubuh jauh lebih bermakna dari bahasa lisan.